Tagihan PLN Pasca Bayar yang Merugikan

Pencatatan meter pasca bayar sudah dilakukan dengan aplikasi PLN Mobile, disertai dengan foto melalui Whatsapp ke nomor petugas PLN yang rutin mencatat.

Namun pada bulan Maret 2021 ini terdapat keanehan di mana angka stand awal dan akhir sama yaitu 10.786 di mana seharusnya penggunaan menjadi nol dan tidak ada tagihan. Tetapi tagihan bulan Maret ada sebesar 516.163. ==> Gambar 1

Gambar 1
Maret, angka stand awal akhir sama

Saya melakukan komplain melalui aplikasi PLN Mobile, dan dianggap tagihan yang harus dibayar 516.163 sudah benar meskipun angka stand awal dan akhirnya sama. Saya terima penyelesaian komplainnya karena saya menganggap tagihan bulan April nanti stand awal akan berubah otomatis (10.786 ditambah dengan angka yang tidak saya ketahui di mana tagihan menjadi 516.163) ==> Gambar 2

Gambar 2
Screenshot keputusan komplain di bulan Maret

Tagihan bulan April 2021, stand awal tercatat kembali di angka 10.786, dan stand akhir di angka berbeda. Yang berarti tagihan bulan sebelumnya itu merupakan LEBIH BAYAR karena di bulan April ini tagihan dihitung dari angka yang tertera pada stand awal maupun akhir di bulan Maret. ==> Gambar 3

Gambar 3
April, tagihan normal tapi angka stand awal sama dengan tagihan bulan Maret

Saya coba melapor lewat Twitter namun ditolak dan diarahkan untuk melapor komplain melalui aplikasi PLN Mobile.

Bulan Juni 2021 terulang kembali tagihan saya sebesar 516.163 namun angka dan stand akhir ada di angka yang sama, yaitu 11.654. Saya masih positif thinking dan berasumsi nanti akan bisa benar sendiri di bulan berikutnya. ==> Gambar 4

Gambar 4
Maret, angka stand awal akhir sama

Bulan Juli 2021, terulang kembali di mana angka stand awal di angka 11.654, yang berarti di bulan Juni 2021 saya juga LEBIH BAYAR. ==> Gambar 5

Gambar 5
Juli, tagihan normal tapi angka stand awal sama dengan tagihan bulan Juni

Mohon dapat dikreditkan kembali tagihan bulan Maret 2021 dan Juni 2021 sebesar 1.032.326. Jangan berdalih bahwa sudah tutup buku karena saya sudah komplain sejak awal keanehan (angka stand awal dan akhir sama namun tagihan 516.163)

Apakah ini cara PLN menagih di masa keuangan yang sulit seperti sekarang?

Ricky Soegandy
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai PLN:
[Total:41    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

15 komentar untuk “Tagihan PLN Pasca Bayar yang Merugikan

  • 25 Juli 2021 - (18:59 WIB)
    Permalink

    Terus terang listrik pasca bayar itu agak ribet sebenarnya. Misal begini, kadang rumah tertutup pagar sehingga petugas tidak bisa masuk untuk mengecek langsung. Ya kl dilengkapi dgn bel atau ada pembantu dirumah mungkin masih bisa, tp kl gerbanhnya digembok, tdk ada orang dirumah sulit jg kan? Seandainya anda jd petugasnya bingung jg kan?

    Nah mungkin baiknya anda install aplikasi pln mobile, anda catat meteran secara mandiri dan kirim sebelum tgl 25 tiap bulannya kl tdk salah.

    2
    2
    • 25 Juli 2021 - (19:38 WIB)
      Permalink

      Di paragraf pertama sudah jelas penulis menjelaskan kalau dia melaporkan pencatatan bulanan via PLN Mobile, sepertinya anda saja yang tidak menbaca tulisan penulis dengan teliti. Nih ya, aku copy paste dari paragraf pertama penulis biar jelas.
      “Pencatatan meter pasca bayar sudah dilakukan dengan aplikasi PLN Mobile, disertai dengan foto melalui Whatsapp ke nomor petugas PLN yang rutin mencatat”

      3
      1
      • 25 Juli 2021 - (20:08 WIB)
        Permalink

        Ini sepertinya kl tidak saya ya anda yg gagal paham. Semua petugas pencatat memang hanya berbekal hp. Cara catatnya cukup scan nomer pelanggan yg ada di meteran nanti tinggal input angka meteran saat itu. Kemudian foto, selesai. Dan aplikasi yg digunakan bukan pln mobile di google play, aplikasinya dibuat khusus.

        Sedang yg baru secara mandiri pakai pln mobile yg ada di google play. Caranya ya kurang lebih sama dgn yg dilakukan petugas, tp datanya dikirim langsung ke pln, bukan dikirim ke nomer WA petugas pencatat meteran.

        Sepengetahuan saya seperti itu. Jadi kl catat meteran terus hasilnya dikirim ke nomer wa petugas lapangan ya agak aneh.

        • 26 Juli 2021 - (06:30 WIB)
          Permalink

          Ya itu sudah dilakukan secara mandiri lewat aplikasi pln mobile. Bapak yang salah paham atau mungkin bapak pegawai pln yg sedang bermain peran disini?

        • 26 Juli 2021 - (07:46 WIB)
          Permalink

          Sepertinya anda yang kurang fokus ini.. bukannya sudah dijelaskan? Kalau pencatatan sudah melalui pln mobile DAN mengirim foto ke petugas lapangan.. mengirim foto ke petugas lapangan bukan hal yang aneh juga, malah bisa membantu crosscheck kalo ada kendala seperti ini

        • 26 Juli 2021 - (09:22 WIB)
          Permalink

          Jika ada kesalahan catat atau ketidaksesuaian lebih baik dtg langsung ke kantor PLN deh disana langsung diubah tapi jgn dibayar dulu sebelum perubahannya sesuai. Jgn percaya aplikasi kaya samsat online, pln mobile dll itu kadang cuma aplikasi gak berguna. Kalau pemakaian Nol itu tetap kena tagihan minimum 40jam nyala. Itu ada perhitungannya. Jadi kalau ada pemakaian tp tercatat nol jgn dibayar dulu tp dtg ke kantor untuk dirubah itu aja perlu 5 hari. Kalau rumah sering kosong ya mending dirubah ke meteran pulsa

        • 26 Juli 2021 - (12:30 WIB)
          Permalink

          no wa +62 812 2123 123 buat lapor meteran pasca bayar mandiri bkn no petugas pencatat meteran .itu no akun bisnis pln dan udah ga bisa lagi sejak bulan lalu mesti via aplikasi pln.kocak2 yg komen .ga tau sok tau

  • 26 Juli 2021 - (04:27 WIB)
    Permalink

    Makanya untuk rumah yang jarang ditempatin atau kos2an mending pakai yang token, karena kalau yang bulanan ini ada biaya tetapnya sebesar 40 x daya listrik tiap bulannya

    • 26 Juli 2021 - (19:59 WIB)
      Permalink

      Betul itu. Kayak rumah ortu saya yg gak ditempatin karena ortu tinggal sama kakak tadinya waktu pakai pasca bayar tagihan bisa 150rb sebulan terus saya ganti ke token jadi 50rb cukup untuk 3 bulan.

  • 26 Juli 2021 - (09:14 WIB)
    Permalink

    Inilah yang namanya biaya beban tiap bulannya. Kalau dilihat 7,7kVA hitungannya seperti dibawah ini.
    40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian (Rp 1444.70).
    Coba hitung, ntar ketemu tuh angkanya

  • 26 Juli 2021 - (10:25 WIB)
    Permalink

    iya itu benar dikenai tarif dasar walaupun tidak ada pemakaian.
    meteran air pun klo tidak ada pemakaian tetap kena tarif dasar.
    klo bisa meteran nya diganti jenis token aja. jadi klo rumah kosong biarin aja tokennya nol. klo mau dipake baru diisi tokennya
    tapi ga tau utk kategori 7700 bisa token atau tidak.

  • 26 Juli 2021 - (12:06 WIB)
    Permalink

    Tagihan itu sudah benar. Setahu saya kalau pun listriknya tidak dipakai tapi tetap dikenai biaya beban sebanyak 40 jam. Kalau dihitung 40 jam x Daya 7700 x Tarif 1444,7. Hasil akhirnya benar segitu setelah PPN dan PPJ. Tapi untuk pastinya datang ke PLN terdekat untuk minta klarifikasinya.

  • 26 Juli 2021 - (21:44 WIB)
    Permalink

    pelanggan ini yg gagal paham…
    itu biaya beban klo istilah skrg pemkaian minimum…
    daya 900 -+ 50 rbuan,daya 1300 80 rbuan,daya 2200 150 rbuan dan seterusx…
    perhitanganx 40 jam nyala X daya X harga perkwh + ppj 10%…
    sluruh indonesia sama dan ini berlaku sudah lama… kok baru sadar ya…🤪

  • 27 Juli 2021 - (09:30 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas saran dan komentar rekan-rekan sekalian, termasuk atas respon cepat dari kantor PLN daerah Cengkareng yang dengan tanggap dalam menyelesaikan kendala ini.

    Dengan komentar ini saya harap moderator dapat menutup surat ini.

    Terima kasih atas izin untuk menulis di Media Konsumen kepada moderator dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

 Apa Komentar Anda mengenai PLN?

Ada 15 komentar sampai saat ini..

Tagihan PLN Pasca Bayar yang Merugikan

oleh Ricky Soegandy dibaca dalam: 1 menit
15