Ketenangan Mental Saya Terganggu Akibat Kesalahan Telkom dan Indihome

Pada tahun lalu saya sudah sempat melayangkan keluhan kepada Indihome dengan link sebagai berikut:

Setelah itu ada tanggapan dari Telkom Riau lewat media konsumen pula bahwa masalah ini sudah ditangani oleh pihak terkait dan diminta PIC untuk menghubungi saya.

PIC tersebut menyampaikan bahwa data saya tidak bocor dan terjadi kesalahan yang dilakukan oleh sales Indihome dikarenakan pelanggan yang menggunakan data saya tersebut bernama sama dengan saya. Ketika saya tanyakan apa nama pelanggan tersebut dijawab โ€œhanya Aritaโ€. Nah dari sekian banyak Arita di Indonesia sungguhkah bisa salah input nama saya yang inisial belakang saya V? (hampir akhir abjad) dan katanya masalah ini telah ditangani.

Namun ternyata setelah PIC menghubungi saya setiap bulan selalu ada pihak Telkom yang menghubungi saya untuk melakukan promosi, peningkatan layanan, hingga penagihan. Saya sudah berkali kali melakukan komplain melalui PIC yang bernama Sarah yang mana adaah Pekerja Telkom Riau namun gangguan terus saja datang. Hingga ada pula chat dari Indihome pukul 11 malam yang mengabarkan akan ada teknisi yang datang tanggal 22 Juni padahal pesan dikirimkan pada tanggal 22 Juni pula.

Ada beberapa rekaman telpon penagihan yang saya miliki dan ada pula telpon penagihan yang dilakukan selepas maghrib yang mana menurut saya juga tidak etis seandainya pun memang saya berlangganan Indihome dan telepon tersebut dilakukan oleh Telkom dengan nomor area 021 (Jakarta) dan juga dari area Riau. Dan penelponan penagihan yang terjadi sore ini menurut saya sangat tidak beretika, karena ketika saya komplain soal saya bukan pelanggan Telkom telponnya langsung dimatikan.

Ketika saya menyampaikan keluhan yang sudah puluhan kali tersebut PIC selalu menjawab โ€œJika ada pihak yang mengaku dari pihak Telkom mohon diabaikan.โ€ Sungguh tidak solutif dan tidak bertanggung jawab. Dan saya secara mental lelah dan menganggap ini semua adalah peneroran. Pada tahun 2019 ada pekerja Telkomsel yang menyebarkan nomor saya ke dalam lingkungan Telkom. Saya bisa tahu karna ada orang yang menambahkan saya sebagai teman dengan nomor telepon di Line dan dia kenal dengan orang Telkomsel yang memiliki masalah dengan saya.

Kemudian yang saya herankan dari kasus saya adalah kenapa selalu ada penagihan dan keterlambatan bayar oleh pelanggan yang menggunakan data saya tapi tidak pernah ada pemutusan oleh Indihome? Padahal setiap saya mengajukan pemutusan (karena saya merasa data saya yang digunakan jadi saya berhak melakukan pemutusan) Indihome selalu menolak karena alasan belum melunasi tagihan. dan belum melunasi tagihan hingga lebih dari 1 tahun? Tapi tidak ada pemutusan?

Saya juga sudah sempat meminta tagihan tertulis tapi pihak Telkom mana pun selalu berkilah. Saya sudah merasa terteror dengan adanya hal seperti ini selama setahun. Dan kenapa pihak Telkom tidak melakukan penyelidikan? Apakah ada unsur kesengajaan? Karena menurut saya ini sudah termasuk kejahatan apabila memang benar ada unsur kesengajaan sehingga kasus ini berlarut-larut sampai lebih dari setahun. dan ini telah menunjukkan penyalahgunaan data yang terjadi di Telkom.

Apabila ada unsur kesengajaan sangat amat mengecewakan sekali sekian lama saya komplain ke PIC Telkom dan tidak ada penyelesaian. Perusahaan sebesar Telkom yang mana merupakan BUMN telah membiarkan kejahatan seperti ini yaitu menyalahgunakan data, melakukan penagihan yang tidak pantas terhadap saya sehingga mengganggu ketenangan mental saya yang mana saya pernah punya masalah pribadi dengan pekerja Telkom namun akhirnya saya merasa seperti dikejar hutang dan rentenir seperti ini oleh perusahaan sebesar Telkom.

Arita Veronika
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Telkom Indihome:
[Total:183    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

41 komentar untuk “Ketenangan Mental Saya Terganggu Akibat Kesalahan Telkom dan Indihome

  • 1 Oktober 2021 - (19:39 WIB)
    Permalink

    Mba Arita Veronika cantik mungkin ๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

    2
    12
  • 1 Oktober 2021 - (22:53 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah ada pengalaman buruk dengan I*home.
    Waktu itu internet di tempat saya kerja sedang truoble, lalu saya melaporkan ke I*home yang mana waktu itu saya di mintai nomor yang bisa di hubungi via WA untuk update masalah trouble saat itu.
    Nah setelah masalah itu selesai, pada bulan bulan berikutnya ketika perusahaan saya telat bayar saya selalu di WA. Padahal seharusnya yang ditagih adalah nomor yang terdaftar dari awal. Bahkan sampai saya keluar dari perusahaan itupun masih tetap di tagih, bahkan juga lewat telpon kalau Ndak salah yang akhirnya membuat saya menjadi kesal, sudah saya sampaikan berkali kali bahwa saya tidak lagi kerja di sana, tapi mereka bebal sekali tetap saja mengirimkan WA tagihan atau yang lainnya. Sudah pernah saya blokir, tapi muncul lagi.
    Di sini saya merasa di tipu, karena dulu saya diminta nomor untuk masalah trouble internet yang dulu malah di manfaatkan untuk penagihan. Sungguh tidak profesional jadinya.
    Semoga I*home bisa lebih baik dan tidak asal memanfaatkan nomor atau Datau orang yang tidak berhubungan dengannya.
    Mengenai kasusnya mbak Arita ini sangat terlihat mereka kurang profesional. Seharusnya begitu ada aduan bahwa penagihan salah alamat, maka bulan berikutnya harusnya tidak ada lagi. Karena kesalahannya juga dari pihak mereka sendiri, apakah hal ini tidak bisa di laporkan ke pihak berwajib?

    • 2 Oktober 2021 - (01:42 WIB)
      Permalink

      Nah… Itu dia, sudah blokir banyak nomor telkom 5-10 nomor tetap aja mereka ada nomor lain. Di WA juga, sudah saya blokir kontak indihome dengan centang hijau anehnya tetap saja bisa ada pesan dari indohome. Luar biasa…

    • 2 Oktober 2021 - (02:00 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya saya sudah konsul sama pengacara, dan diminta penagihan tertulisnya(itu sebabnya saya minta penagihan tertulis) yang rencananya akan kami gunakan untuk diproses lebih lanjut. Karna sebenarnya selain mengganggu, saya juga mengalami kerugian imateril(moril) dan juga materil. Belum lagi keluarga saya juga merasa dirugikan dengan adanya jejak digital dengan saya melakukan komplain hingga ke media konsumen seperti ini. Karena keluarga saya sedang dalam kondisi yang bisa dibilang tidak ingin terekspose.(karna hal yang tidak bisa saya jelaskan) Disini terlihat juga sih, kalau Telkom sangat tidak menghargai privasi orang lain, bahkan menyepelekan. diperusahaan lain ada komplain dan terbukti kesalahan perusahaan, perusahaan selalu ganti rugi walau itu kesalahan kecil dan minta maaf, tapi tidak dengan telkom. Saya tidak melebih-lebihkan tapi masalah yang ditimbulkan karna hal ini telah sangat merugikan saya. Bisa dibayangkan kebetulan sempat punya masalah dengan pekerja perusahaannya, nomor juga sempat disebar di perusahaan, kemudian di teror oleh perusahaannya.

      • 2 Oktober 2021 - (03:55 WIB)
        Permalink

        Maaf knp mbaknya gak ganti nomer aja ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

        • 2 Oktober 2021 - (08:01 WIB)
          Permalink

          Ganti nomer juga percuma, kalau data dia yg dipakai, malah nanti DC Telkom akan datang ke rumah dia mengganggu. Harusnya Telkom mengganti/menghapus karena kan salah orang, hanya kebetulan nama depannya sama.

          • 2 Oktober 2021 - (09:02 WIB)
            Permalink

            Pindah rumah

          • 3 Oktober 2021 - (01:57 WIB)
            Permalink

            betul kak, bahkan sempat ketika saya mendapat telepon dari penagih indihome kejadian begini. saya menjelaskan bahwa saya bukan pelanggan dsbnya, si penagihnya dengan santainya ngomong gini โ€œmbak pernah pinjamin ktp atau bantuin orang masang indihome kaliโ€(kira-kira begitu tanggapannya) anehkan? jadi tetap di introgasi seakan saya memang orang yang kabur dari tanggung jawab.

      • 2 Oktober 2021 - (21:22 WIB)
        Permalink

        Apakah mbak Arita pernah datang ke kantor Telkom langsung? Soalnya biar cepat clear masalahnya, maaf di sini saya hanya berpendapat dan komentar saya tidak merugikan siapapun jadi knp banyak yg dislike saya???

        • 3 Oktober 2021 - (02:02 WIB)
          Permalink

          sebelumnya sedang dalam kondisi pandemi dan lagipula saya tidak ada urusan dengan telkom ataupun indihome, kenapa jadi saya yang mesti kesana? dan lagi pula saya tidak sedang berada di jakarta(alamat yang sesuai KTP) saya juga tidak berada di Riau.

          • 3 Oktober 2021 - (04:32 WIB)
            Permalink

            Ya udah , mbak ganti no hp dan ganti gmail aja kan beres gak mungkin ada yg ganggu, dan juga petugas Indihome belum datang ke rumah Mbak nya kan????

          • 3 Oktober 2021 - (04:34 WIB)
            Permalink

            Kantor telkom di jkrt juga gpp, pandemi sudah PPKM level 3 di jkrt sudah mulai longgar saya rasa mbak Arita bisa nyoba ke kantor Telkom Jakarta, dan jelaskan masalah tsb. Saya rasa petugas karyawan di sana akan melayani mbak dengan baik๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

        • 3 Oktober 2021 - (09:06 WIB)
          Permalink

          masnya kerja di telkom ya? nomor HP saya sudah saya gunakan 12 tahun dan 10 tahun(2 nomor yang di teror) kemudian ganti gmail, ngurus ganti email juga mesti ke bank sekarang, karna sudah terdaftar di bank. saya sedang tidak dijakarta, lucu sekali komentar masnya. mungkin mas bukan profesional dan mungkin punya banyak merugikan orang lain sehingga gampang ganti nomor telepon, tapi tidak dengan saya.

        • 3 Oktober 2021 - (09:26 WIB)
          Permalink

          aneh sekali, saya tidak punya urusan apa apa dengan telkom dan anak usahanya, tapi saya yang disarankan ganti nomor dan ganti email oleh anda Ajas Wibawa. bukannya kalau memang ini kesengajaan justru itu yang diinginkan oleh orang yang meneror saya? gak habis pikir saya. apalagi setelah saya liat anda punya bisnis pulsa m. yang saya tau pekerja telkomsel yang berurusan sama saya pernah keluar statement bahwa yang bisa jualan pulsa telkomsel itu hanya pekerja telkomsel.(saya tidak tau benar apa tidaknya) apabila benar dugaan saya. sudah bisa dilihat yah sikap pekerja telkom seperti apa.

        • 3 Oktober 2021 - (10:11 WIB)
          Permalink

          paling gak nih, kalau mau bikin distributor pulsa/server pulsa emang mesti punya keluarga atau kenalan yang kerjadi operator yang bersangkutan. orang telkomsel yang nyebarin nomor saya juga punya server pulsa dan jual sim card jg. kalau gak punya kenalan/keluarga/kerja di operator terkait emang susah buat dapat nomor cantik. dan nomor saya kebetulan nomor cantik, terus saya beli nomor cantik indosat, anda mau ganti rugi buat beli nomor saya?(ini paling gak kerugian yang saya tanggung kalau ganti nomor)

          • 3 Oktober 2021 - (11:37 WIB)
            Permalink

            Maaf๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

  • 2 Oktober 2021 - (08:04 WIB)
    Permalink

    Pakai pengacara digugat saja mbak. Sekalian kirim surat pengaduan resmi CC ke menteri BUMN Erick Thohir, biar dia tahu BUMN ini bobrok, orang dalamnya banyak menyalah gunakan data, sudah salah masih ngeyel dan meneror orang yg tidak bersalah.

    • 2 Oktober 2021 - (09:03 WIB)
      Permalink

      Setuju nih biar di pecat semua oarng yg tidak kompeten di bidangnya, ini gara pada nyogok, suap, KKN

    • 2 Oktober 2021 - (17:13 WIB)
      Permalink

      Setuju nih…bukan rahasia umum lagi kalo BUMN yg satu ini emang bobrok. Butuh reformasi total. Betul tuh langsung cc ke menteri biar ada perhatian khusus

      • 3 Oktober 2021 - (02:11 WIB)
        Permalink

        aminโ€ฆ semoga aja bisa ke notice sama kementrian. kemarin juga lembaga konsumen indonesia sudah minta telkom di audit, tapi itulah hebatnya perusahaan satu ini, jadi angin lalu saja akhirnya.

    • 3 Oktober 2021 - (02:08 WIB)
      Permalink

      iya betul, sudah ada rencana ke sana. makanya sudah sempat meminta print out tagihan. kemarin pengacara jg sudah menyarankan saya untuk minta tagihan tertulisnya. kalau kata salah satu kuasa hukum mama saya ini sudah bisa masuk perdata buat ganti rugi ke perusahaan. karna ada pasalnya juga bila ada kebocoran atau penyalahgunaan data justru pihak perusahaan terkaitlah yang harus menghubungi korban meminta maaf dan memberi kompensasi. tapi telkom memang beda.

      • 3 Oktober 2021 - (10:28 WIB)
        Permalink

        Semoga lancar mbak, sekali-kali Telkom perlu dibuat jera lewat gugatan.
        Untuk si akun Ajas itu kentara banget kalau orang Telkom/sel, kok gampangnya menjawab suruh ganti nomer, ganti email dan pindah rumah. Mungkin memang cara berpikirnya orang-orang Telkom/sel seperti itu, di luar akal sehat.

        • 4 Oktober 2021 - (08:36 WIB)
          Permalink

          Saya pedagang mas, maaf mas kalo saya petugas Telkom , gak akan saya punya banyak waktu untuk komen di sini , pasti di sibukkan dengan kerjaan saya, maaf mas kalo saya punya salah ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

          • 4 Oktober 2021 - (23:14 WIB)
            Permalink

            Orang telkomsel yang punya masalah sama saya juga beralasan sama persis “saya sibuk, gak ada waktu buat kaya ginian” padahal waktu buat mengganggu orang ada. Dengan anda jawab seperti ini saya makin yakin akan dugaan saya yang sebelumnya. Paling tidak anda punya kenalan atau punya keluarga kerja di telkom. Pekerja telkom belakangan juga lebih banyak WFH. Komen di tempat lain aja kak daripada dicurigain. Setau saya sekelas perusahaan BUMN juga punya buzzer kok. Mungkin anda salah satunya

  • 4 Oktober 2021 - (07:56 WIB)
    Permalink

    Coba aja datang ke kantor telkom terdekat atau cari kantor Telkom yg mau bikin surat tagihan tertulis mbak. Tp jgn komplen, ibarat kata kita mau bayar gitu lah. Setelah dpt bukti itu baru mainkan pernanan ” ketenangan mental”. Dptkan bukti sebanyak mungkin dr nomor resmi perusahaan tsb

    • 4 Oktober 2021 - (11:28 WIB)
      Permalink

      Terima kasih sarannya. Akan saya pertimbangkan… Ide bagus juga sih ๐Ÿคญ๐Ÿคญ

      • 4 Oktober 2021 - (13:34 WIB)
        Permalink

        Nah ini di bilang ide bagus , saya juga kan tadi saranin mbaknya untuk datang ke kantor Telkom langsung malah di jawab sedang pandemi, saya bukan pelanggan Telkom dll, maaf mbak koment nya masih ada koq silahkan di review lagi trmksh

        • 4 Oktober 2021 - (23:10 WIB)
          Permalink

          Kamu menyarankan ke telkom tujuannya “untuk menjelaskan masalah tersebut” sedangkan orang lain untuk minta tagihan tertulisnya. Saya sudah lebih dari setahun menghubungi telkom(secara online karna PPKM dsbnya) untuk menjelaskan masalah saya tapi saya tidak menemukan ada itikad baik dari telkom, lalu kamu sarankan saya ke telkom untuk menjelaskan lagi? Yang mana akan memberikan kesempatan buat telkom berbohong lagi kepada saya. Karna yang sebelum sebelumnya telkom selalu berdalih hal yang sama yang intinya memberi jawaban yang tidak bertanggung jawab. Tolong dibedakan

          • 5 Oktober 2021 - (04:14 WIB)
            Permalink

            Ya intinya mbak datang ke Telkom selesaikan masalah , jika mbak punya saudara lawyer ataw ngerti hukum silahkan bisa dampingi mbak , mbak punya bukti yang kuat , apa lagi tagihan lewat email dan teror telpon dari Telkom sudah mbak simpan dan rekam percakapanya, itu sudah cukup mbak , maaf sekali lagi saya hanya pedagang kecil bukan petugas Telkom yg mbak duga ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

            1
            1
        • 15 Oktober 2021 - (04:05 WIB)
          Permalink

          Saya sudah laporkan ini ke lembaga yang berwenang mendisiplinkan, dan ternyata saya tidak bisa ke Telkom selain jakarta dan riau untuk mengurus hal ini โ˜บ๏ธ jadi percuma saya ke telkom plasa terdekat. Hanya semakin buang waktu dan bertele tele

          • 15 Oktober 2021 - (04:45 WIB)
            Permalink

            Bikin video yutube mbak Arita, terus viralkan, the power of netijen pasti sangat ampuh, sudah banyak buktinya, semoga berhasil

 Apa Komentar Anda mengenai Telkom Indihome?

Ada 41 komentar sampai saat ini..

Ketenangan Mental Saya Terganggu Akibat Kesalahan Telkom dan Indihomeโ€ฆ

oleh arita dibaca dalam: 2 menit
41