Penipuan dengan Modus Bonus Tukar Poin Telkomsel, Berhasil Membobol Saldo LinkAja Saya

Saya adalah Pengguna Kartu Halo dengan nomor 0813867****2 selama bertahun-tahun. Siang ini, Minggu 3 Oktober 2021, saya dikabarkan mendapat bonus tukar poin Telkomsel dari LinkAja. Penipu menggunakan nomor telepon Telkomsel +6281220942975.

Dikatakan saya akan mendapat bonus dua kali lipat saldo LinkAja, dengan syarat harus mengisi saldo LinkAja. Misal dengan mengisi dua juta rupiah, akan mendapat saldo empat juta. Yang diisi pun akun LinkAaja kepunyaan saya sendiri.

Saya memberanikan diri mengisi saldo LinkAja sebesar Rp1.999.932 (syarat mendapat bonus nomor belakang sesuai nomor telepon Kartu Halo saya). Saya melakukan ini dengan catatan, toh yang terisi akun saya sendiri. Bukan akun orang lain.

Namun apa yang terjadi, dalam waktu kurang dari 5 menit, saya gagal login. Aplikasi juga logout sendiri. Sampai akhirnya terblokir otomatis. Akhirnya saya menelpon ke call center LinkAja untuk reset PIN dan menanyakan saldo saya. Namun dikatakan harus menunggu maksimal 24 jam (lama sekali).

Setelah 15 menit kemudian, saya berhasil membuat pin baru dan berhasil login. Namun ternyata saldo hampir 2 juta rupiah saya sudah digunakan untuk membeli pulsa ke berbagai nomer dalam waktu kurang dari 10 menit (screenshot terlampir). Bahkan akun saya terdaftar atas email yang tidak jelas (bukan email saya). Langsung saya buru buru melakukan perubahan email.

Bagaimana bisa penipu tersebut masuk ke akun saya? Sementara saya tidak memberikan kode atau sandi apapun kepada si penipu. Saya jadi bertanya-tanya, apakah sistem LinkAja tidak secure? Ataukah memang ada dugaan penggelapan saldo rekening saya? Atau indikasi tindak pidana pencucian uang terselubung?

Saya sudah menelepon ke call center LinkAja, tapi jawabannya kurang memuaskan. Bahkan saya meminta alamat kantor untuk memberikan surat somasi pun tidak diberikan dengan alasan, sedang pandemi.

Yang membuat saya kesal, proses reset PIN saja sangat lambat, sehingga saya kalah cepat dengan orang yang mencuri saldo saya. Saya yakin, jika ditelusuri dari histori login, akun saya itu pasti login dari device lain. Artinya ada kebocoran sistem atau sistemnya tidak aman.

Harusnya platform yang menggunakan nomer telepon sebagai primary id, bisa mengunci aplikasi agar tidak digunakan di device lain. Sekelas layanan tv berbayar saya ada proteksi semacam itu, masa aplikasi yang di-cover Badan Usaha Milik Negara tidak bisa?

Uang dua juta mungkin kecil tidak seberapa, dibandingkan dengan kepercayaan atau potensi jutaan nasabah atas layanan LinkAja. Jadi, saya menunggu solusi pihak LinkAja.

Muh Randy Bimantara
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Sistem keamanan LinkAja:
[Total:75    Rata-Rata: 1.7/5]
Tanggapan LinkAja atas Surat Pembaca Bapak Randy

Yth. Redaksi Surat Pembaca Media Konsumen Yth, Sehubungan dengan surat keluhan yang ditujukan kepada kami oleh Bapak Randy pada 4 Oktober...
Baca Selengkapnya

80 komentar untuk “Penipuan dengan Modus Bonus Tukar Poin Telkomsel, Berhasil Membobol Saldo LinkAja Saya

  • 4 Oktober 2021 - (09:52 WIB)
    Permalink

    Turut berduka, semoga tidak ada lagi korban karena iming iming bonus/hadiah, Cara yang dipakai penipu menggunakan celah forgot pin dengan menghubungi call center. Karena penipu tau nominal atau nilai nominal istimewa transaksi terakhir, call center menganggap itu permintaan valid dari pemilik akun. Jadi ini murni penipuan

    27
    1
      • 4 Oktober 2021 - (12:12 WIB)
        Permalink

        Anda bukan kena tipu. Tapi Anda hanya Penasaran gimana sih rasanya kena tipu.

        Coba di baca kalimat lo yang ini,

        “Dikatakan saya akan mendapat bonus dua kali lipat saldo LinkAja, dengan syarat harus mengisi saldo LinkAja. Misal dengan mengisi dua juta rupiah, akan mendapat saldo empat juta. Yang diisi pun akun LinkAaja kepunyaan saya sendiri. Saya memberanikan diri mengisi saldo LinkAja sebesar Rp1.999.932 “

        Dari kalimat itu,
        Menandakan bahwa sebenarnya anda sudah tahu bahwa itu Penipuan.

        Disitu tertulis, kalo anda isi 2 juta akan dapat 4 juta.

        Lalu, anda berpikir dalam hati :

        “ wah kalo gitu, misalkan nanti isi 10 Juta, gue bakalan dapet 20 Juta dong. Tapi, ah jangan jangan ini Penipuan. Ah yakin deh gue ini pasti Penipuan “

        Tapi kemudian Lo Penasaran. Trus, lo berpikir lagi deh :

        “ wah gimana kalo beneran dapet, kalo gak gue coba gak bakalan tahu nih. Tapi kalo isi 10 Juta, seandainya tertipu bisa rugi banyak dong.

        Aduh gimana nih. Penasaran banget deh gue. Atau coba dulu aja ah, iseng iseng isi 2 Juta aja, kalo dapet 4 Juta kan Lumayan. Trus kalo tertipu juga, hilang 2 juta,

        “Uang dua juta mungkin kecil tidak seberapa” (kalimat lo yang asli tuh)

        Eh ketika tertipu beneran, kenapa malah lo lapor dimari, padahal lo sendiri yang iseng.

        27
        14
        • 4 Oktober 2021 - (12:23 WIB)
          Permalink

          Lho, setiap konsumen berhak lho mendapatkan pelayanan dan perlindungan sistem yang baik dari semua jasa layanan keuangan. Lagipula kalau orang lebih aware kan bagus. Kenapa kesel? Kan saya yang rugi… Wkwkkk

          5
          17
          • 4 Oktober 2021 - (12:27 WIB)
            Permalink

            Lo sengaja merugikan diri sendiri.

            7
            10
          • 4 Oktober 2021 - (13:11 WIB)
            Permalink

            Kayaknya ada karyawan yang kesal. Hayo ditingkatkan lagi keamanan & pelayanannya. Haha

            2
            8
          • 4 Oktober 2021 - (13:28 WIB)
            Permalink

            Status masih basic tapi berani top up gede hanya karena iming iming saldo 🤣🤣 ya jadi makanan empuk penipu
            Dan penipu cuma bisa mengisi pulsa karena status akun basic ga bisa digunakan untuk tf bank makanya dia banyak mengisi pulsa ke nomer nomer lain terutama XL dan Axis karena bisa diconvert jadi uang

            6
            1
        • 10 Oktober 2021 - (07:30 WIB)
          Permalink

          lanjutin bang isdebe…anda memang isdebest….saya udah sedia kopi nih…tapi blum ada kacang🤭🤭😉

          • 10 Oktober 2021 - (07:37 WIB)
            Permalink

            Ohh jadi Isdebe ini makanannya Kacang atau Pisang ya.

            Kasihan sekali

            Menyedihkan

      • 4 Oktober 2021 - (21:59 WIB)
        Permalink

        Wkwkwkw….hari gini masih ada
        Saja orang lugu dan polosnya
        Mau menuruti perintah orang
        Yg ga di kenal
        Meratap ga ada gunanya..
        Lain kali lebih smart dikit lah..
        Jng hp nya doang yg smart 😊😊😧😄😄😄😄

        9
        3
        • 5 Oktober 2021 - (10:59 WIB)
          Permalink

          Hehe yang meratap itu siapa, saya bukan bajer bayaran akun ga jelas yg hilang dua juta aja bengong.

          Lihat aja kl fihak Link aja ga ada tanggapan. Ya terpaksa ajukan gugatan penggelapan dana. Maaf dunia kita beda ya.. Hahaha

          4
          5
          • 9 Oktober 2021 - (18:55 WIB)
            Permalink

            @randy gw setuju dunia org2 yg kena tipu gara2 cash back dsbnya mmg beda.dunia lo sama mereka dunia dimana smartphone lebih smart dari yg punya.

        • 8 Oktober 2021 - (07:26 WIB)
          Permalink

          Di MK ini saya melihatnya sbgai sharing pengalaman ya.

          Supaya orang lain nggak mengalaminya.

          Saya bisa saja memposisikan diri sbgai orang yg pintar, lalu menjudge Randy bla bla bla.

          Tapi khn nggak semua pembaca di sini pernah mengalami hal serupa, jauh lebih baik belajar dari pengalaman orang lain daripada harus mengalami sendiri hal yg seperti ini.

          Jangan pula membandingkan kepintaran orang lain dgn standar kepintaran kita.

        • 9 Oktober 2021 - (20:10 WIB)
          Permalink

          Wkwkk ngapain meratap, ini yang lebih rugi justru link aja. Apalagi kl kasus penggelapan ini masuk PN dan media.

          Bajer oh bajer

    • 4 Oktober 2021 - (19:08 WIB)
      Permalink

      Mungkin dia forward link yang menjadi pengganti OTP.
      Kalau nggak ngasih apa apa sih nggak mungkin. Masa hanya dikabari mendapat bonus tukar pin, nyuruh ini itu eh tahu tahu sudah ketipu. Tersambung ke nomor ghoib?
      Kalau begitu siapa pun yang dihubungi oleh nomor itu bisa tertipu dengan sendirinya.
      Ajaib banget.

      • 4 Oktober 2021 - (21:02 WIB)
        Permalink

        Ya mungkin saja jika terjadi pembobolan akun, tapi sepertinya kemungkinan itu harus dihilangkan dong. Kan ga enak menyatakan sistem tidak secure. Padahal hal seperti ini sudah umum terjadi.

        Bajer Corporate mah harus semangat menyalahkan nasabah. Minimal bikin bingung orang awam, Ayo semangat

        2
        6
        • 5 Oktober 2021 - (12:03 WIB)
          Permalink

          Sebenernya anda itu baru punya smartphone atau bagaimana, jaman sekarang masih aja percaya sms berhadiah. Kalau memang itu dari tukar poin telkomsel pasti saat sms itu masuk tidak akan tertera nomor hp pengirim tp akan tertera pengirim (telkomsel) kalau tertera nomor hp pengirim itu jelas penipuan. Jadi jangan salahkan linkaja tp salahkan diri anda sendiri kenapa bisa percaya.

          8
          3
  • 4 Oktober 2021 - (10:44 WIB)
    Permalink

    ***Uang dua juta mungkin kecil tidak seberapa***
    ===>>> Kalau bagi saya sih besar banget. Mungkin penulis orang berada kah? Sayangnya gampang ditipu yah?

    Punya duit tapi nalar gak jalan….. jadinya begini lah.

    Mata kuliah nalar dan akal sehat memang ga ada di Universitas mana pun. Nah skrg TS ambil mata kuliahnya dikehidupan nyata

    Semangat yah……

    11
    6
    • 4 Oktober 2021 - (11:18 WIB)
      Permalink

      Maksudnya Nalar saya ga jalan itu gimana? Kan saya mengisi ke akun sendiri. Sama seperti kita mengisi ke akun ovo, shopee pay dll.

      Berarti sistemnya ga secure. Sistem yang baik itu justru harusnya bisa menutup celah. Yang namanya Nasabah justru terima fasilitas yang aman dong.

      Lha, tv berbayar aja kl login di tv lain keblokir dulu minta password dan verifikasi lainnya. Hahaha

      8
      11
      • 9 Oktober 2021 - (20:07 WIB)
        Permalink

        Lho, ngisi saldo sendiri hilang kok penipuan. Jelas penggelapan. Kecuali saya ngisi saldo orang lain.

        • 4 Oktober 2021 - (12:44 WIB)
          Permalink

          Pantas saja gan, basic dari segi keamanan kurang kuat, coba agan ke grapari , saran saya tanyakan kenapa nomer hallo agan bisa di jebol begitu saja di apk linkaja

          11
    • 4 Oktober 2021 - (13:32 WIB)
      Permalink

      Ada baiknya berganti pekerjaan dari Bajer2 corporate yg kerjanya mengomentari negatif setiap surat2 kiriman. Siapa tahu gajinya lbh besar dari 2 juta. Tapi ya kl memang bisa menambah pemasukan sebagai bajer corporate, silahkan saja lanjutkan. Saya ga ngaruh kok. Malah bagus makin di up.. Haha

      2
      6
  • 4 Oktober 2021 - (11:03 WIB)
    Permalink

    Bukannya login beda perangkat minta kode otp ???
    Yakin gak ngasih kode otp ???
    Gak mungkin banget kalau gak ngasih kode otp.
    Kalau login beda perangkat gak pakai otp , enak banget maling2.

  • 4 Oktober 2021 - (13:10 WIB)
    Permalink

    Ini akibat dari tidak hilangnya logika karena tergiur iming-iming hadiah tukar poin.

    Mengenai pembobolan akun linkaja oleh penipu, kuat dugaan penulis sudah memberikan pin / password, dengan cara yang diminta oleh penipu, misalnya dengan mengisi form google yang dikirim si penipu, atau dengan cara lain, tapi penulis tidak mengungkapkan disini.

    Jadi, yang tidak aman bukan aplikasi linkaja tapi penggunanya yang mudah tergiur hadiah!

    5
    2
    • 4 Oktober 2021 - (13:15 WIB)
      Permalink

      Saya berani kok membuktikan di hadapan hukum, bahwa saya tidak memberikan kode atau sandi. Dari call log saja sudah bs dibuktikan. Tolong ya untuk fihak bersangkutan segera memberikan jawaban. Jangan mengerahkan buzzer2 ah…

      1
      4
    • 4 Oktober 2021 - (21:09 WIB)
      Permalink

      Hehe, kok memutarbalikan fakta. Justru kalau sistemnya aman. Mau isi berapapun tidak akan mudah dibobol.

      Contoh saya ga pernah khawatir isi shopeepay gede gede tuh. Udah tahunan dan aman saja.

      Tapi kl anda bajer ya saya ucapkan, ayo semangat biar gajian. Haha

      2
      3
  • 4 Oktober 2021 - (15:54 WIB)
    Permalink

    Intinya sih zaman skg jgn tergiur iming2 undian atau dapat hadiah kalau sumbernya tidak jelas. Buat saya biar lebih hati2 ke depannya

    4
    1
  • 4 Oktober 2021 - (19:38 WIB)
    Permalink

    Sudahlah ini asli penipuan..kalau berhasil pasti cicing aja dan menikmati hasilnya, begitu kena prank baru dah cuat cuit. Masih kurang faham mana yg real dan yg nipu? Pakai akal logika mas bro,semoga ada hikmahnya dibalik ini semua.

    • 4 Oktober 2021 - (21:06 WIB)
      Permalink

      Siap. Beberapa hikmahnya kita jadi faham bahwa sistem layanannya masih banyak celah sana sini. Dan setelah saya menulis di media konsumen. Saya juga baru tahu ada bajer bajer yang dikerahkan untuk selalu mengomentari negatif surat pembaca. Menyedihkan sekali pekerjaan seperti itu. Budak kapitalis kelas rendahan.. Cek aja akun2 yg selalu komentar aneh dan negatif ke surat pembaca lain juga itu2 saja akunnya. Hehe

      5
      6
  • 4 Oktober 2021 - (22:01 WIB)
    Permalink

    Semoga uang y cepat kembali. Tapi pelajaran segala bentuk promo, hadiah atau apapun yg dari nomor biasa bukan masking nama perusahaan disarankan tanyakan ke call center atau outlet tedekat buat mastiin bener g promo y. Se aman2 y teknologi pasti ada celahnya kalau kita sendiri g aware sama keamanan data diri kita sendiri..

  • 5 Oktober 2021 - (00:07 WIB)
    Permalink

    Kalo masalah penipuan gini nulis d media konsumen yg ada d bully mas. Mudah2an jadi pembelajaran buat kedepannya. Banyak celah buat penipu membobol akun kita dengan iming2 dan tipu daya. Kalo prinsip saya yg namanya nomor official itu jarang pake nomor biasa jadi buat kedepannya jangan mudah percaya apalagi sama nomor yg biasa itu. Kebanyakan klo resmi udah ada namanya. Atau kalau mau lebih safety dan tau itu spamer atau penipu pake aplikasi pendeteksi nomor seperti get contac atau truecaller. Untuk mencegah kita ketipu. Untuk sekarang semuanya udah terjadi saran saya ikhlaskan aja karena untuk hal seperti ini jarang ada jalan keluarnya. Apalagi jika kelalaian ada di kita. Suami saya aja pulsanya kepotong terus sama sms dari provider berupa sms buat maen game. Pas d telusuri sma pihak provider ternyata itu terjadi krna kita pas baca berita misal d google ada fishing…misal iklan gak sengaja ke klik itu bisa jadi dari awal pembobolan data dan akun kita bahkan pulsa

    2
    2
  • 5 Oktober 2021 - (01:06 WIB)
    Permalink

    Setelah membaca dengan seksama seluruh komentar, maka pelajaran yg dapat diambil adalah ternyata yg namanya buzzer itu bukan hanya ada di dunia politik, tapi juga korporasi. Btw, linkaja itu masih bagian dari telkomsel ya? telkomsel itu bumn ya? Jangan jangan…🤔 Ah sudahlah.
    Kalau saya pribadi sih memahami apa yg dimaksudkan oleh mas Randy tentang sistem keamanan yang dipersoalkan, terlepas dari tawaran dari si penipu yg kadang buat kita jadi terperdaya.
    Tapi sekedar berbagi pengalaman saja, saya tidak pernah tertarik dengan tawaran dari nomor-nomor umum, apalagi nomor dari provider sebelah. Jangankan itu, dapat telepon dari 888, TELKOMSEL, 3636 atau sejenisnya langsung direject, sekalipun itu bukan penipuan.😁
    Kemudian ada baiknya juga memasang aplikasi pendeteksi nomor telpon, seperti tru*****er atau get*****ct, barangkali nomor yang masuk tersebut sudah terdeteksi sebagai penipuan.

    2
    2
    • 5 Oktober 2021 - (09:46 WIB)
      Permalink

      ah gak mesti buzzer kok, saya bukan buzzer tapi menikmati baca dan nyalahin keserakahan (udah lewat dari keluguan) si mas nya. Hari gini masihhh aja yg dengan gampang nya kena tipu onlen dengan iming2 yg gak masuk akal. lumayan buat hiburan.

      5
      1
      • 5 Oktober 2021 - (14:56 WIB)
        Permalink

        Sudah dicatat gan.. kalo kalimatnya sudah misah berarti setidaknya pernah bersama ya gan. Kalo bener2 udah misah mestinya linkaja bikin aplikasi baru gak pake embel2 telkom lg di ID aplikasinya. Coba aja cek ID aplikasinya linkaja > com.telkom.mwallet

          • 5 Oktober 2021 - (15:18 WIB)
            Permalink

            Ditempat saya kantor Telkom dan Telkomsel sama gan😂

      • 5 Oktober 2021 - (15:16 WIB)
        Permalink

        Saya juga penikmat dan saya juga gak membela sepenuhnya si mas yg udah ketipu. Tapi ada hal yg perlu dicermati dari logikanya si mas Randy. Tanpa ada SMS penipuan pun jika mas Randy ingin mengisi saldo tetap akunnya mas randy sudah dibobol. Mungkin saja si penipunya udah capek nungguin mas Randy blm juga isi saldo makanya dia kirim SMS tsb.
        Selanjutnya tentang buzzer corporate yg diungkap mas Randy, itu wajar2 saja dan saya melihat itu benar adanya. Bagaimanapun korporasi jg gak mau citranya dihantam habis-habisan di forum2 publik seperti mediakomsumen ini.

        2
        1
        • 5 Oktober 2021 - (15:48 WIB)
          Permalink

          Ya mungkin ada yang gabung juga kantornya, soalnya walaupun namanya mirip , Telkom dan Telkomsel itu jelas sangat beda 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

          • 5 Oktober 2021 - (16:18 WIB)
            Permalink

            Ok deh mas saya coba ikut jalan pikir mas walau batin menolak..wkwkw
            Tapi rasa penasaran saya ikut tergugah dan saya hanya ingin berbagi referensi
            https://bit.ly/3uIl6qB
            🙏🙏🙏

    • 5 Oktober 2021 - (16:58 WIB)
      Permalink

      Telkom itu bapaknya Telkomsel tapi saham Telkomsel gak sepenuhnya milik Telkom, jadi ya beda kantor nya, anda komplen Telkomsel ya ke GraPARI tapi kalo anda komplen Indihome ya ke Telkom jangan di balik balik nanti bingung CS operator nya gan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

      • 5 Oktober 2021 - (17:33 WIB)
        Permalink

        Salah kamar gan..😂😂
        Btw.. anda di Telkom apa Telkomselnya gan?😂🤭
        Kidding gan..✌️🙏🙏

        1
        1
  • 5 Oktober 2021 - (07:46 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin and semoga di ganti yg labih baik. Terima kasih info nya…sharing yg bermanfaat, untuk kita jadi lebih waspada. Untuk link aja dan Telkomsel harus nya bisa lebih lebih melindungi customer dan menindak/memblokir no telkomsel yg di pakai untuk tindak penipuan.

  • 5 Oktober 2021 - (12:07 WIB)
    Permalink

    Met pagi semua…..saya jadi rutin membaca mediakonsumen. Terimakasih ya…karena setiap membaca, pasti ada @isdebe yg mencerahkan hari saya…..jadi seru, lucu. Komentarnya itu loh, coba ngga ada @isdebe, pasti medkon ngga bakal ramai……..makasih semuanya yahhhh. Lanjutkan perjuanganmu isdeb…..

    4
    1
    • 5 Oktober 2021 - (13:41 WIB)
      Permalink

      Saya juga selalu pantau & rajin baca MK.
      Betuulll.. Setuju banget. Komentar Isdebe memang yg paling saya tunggu, terlepas Pro & Kontra. Tapi komentarnya memang bagus koq, kadang saya jadi tahu masalah² yg tadinya sama sekali saya ga paham. Isdebe benar² IsTheBest.. 👍👍

      2
      3
  • 5 Oktober 2021 - (12:15 WIB)
    Permalink

    Sepertinya memang ada kebocoran data disini, tapi bukan karena LinkAja, melainkan akibat menginstal aplikasi” berbahaya atau mengeklik link” mencurigakan yang ada di internet.

    Masnya kan cuma dapat pesan/SMS suruh top up sekian rupiah. Bukan minta OTP dan sebagainya. Harusnya tidak masalah top up berapapun.

    Kalau dilihat dari isi pesannya, sepertinya akun masnya sudah terbobol sebelum mendapat pesan tersebut.

    Intinya, jika kalian dapat SMS seperti penipu tadi, jangan diikutin. Soalnya kemungkinan besar akun kalian sudah terbobol.

    Saran saya segera ganti pin / email setelah mendapat pesan semacam itu.

    4
    1
  • 5 Oktober 2021 - (14:31 WIB)
    Permalink

    @Reza berarti memang ada celah dong disini. Gua ga yakin dengan forgot password bisa masuk ke no ponsel berbeda untuk password barunya, Meskipun pelaku menghubungi CS Telkomsel verif lolos.

    Jika korban benar tidak menyebutkan OTP bisa jadi terindikasi korban sebelumnya kena phising. Tapi karena saldonya minus makanya dihubungi untuk isi Saldo. Atau bagaimana jika Korban berpura pura password memang diberikan ke Teman sehingga login di device lain? Bagaimana Korban dan Telkomsel membuktikan itu?

    Serius penasaran dengan endingnya.

  • 5 Oktober 2021 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Haha, selamat ya Isdebe, moga naik gaji dan dipakai corporate2 lain sebagai bajernya. Semoga pendukungnya juga naik gaji, supaya bisa pindah kosan yg bagusan.

    Semangat!

    Wkwkk

    3
    2
    • 5 Oktober 2021 - (17:24 WIB)
      Permalink

      Mas Randy YTH, apa sudah coba menghubungi nomor pengirim SMS tsb, karena saya coba iseng menghubungi ternyata masuk dan ada beberapa informasi yg bisa didapat dari nmr tsb setelah saya menggunakan aplikasi pendeteksi spam. Semoga membantu

  • 7 Oktober 2021 - (13:31 WIB)
    Permalink

    beberapa waktu lalu tiba-tiba akun link aja saya juga logout dan mendapatkan notifikasi login di device lain. padahal saya tidak pernah menggunakan device lain untuk akun linkaja.
    Curiga ulah …. untungnya saya tidak pernah menaruh saldo di akun linkaja dan menggunakan hanya untuk keperluan transfer. itupun jarang

  • 8 Oktober 2021 - (09:23 WIB)
    Permalink

    Saya terkadang heran dengan netizen di indo, yg kena tipu dia, uang² dia lalu dia sharing info berharga kalu menurut saya tp malah kena bully. Pdhl poin penting disini yaitu level keamanan suatu aplikasi yg bisa di jadikan pembelajaran buat yg lain walaupun tindakan korban bisa disebut tindakan bodoh tp lebih bodoh lagi org yg nyinyir

    2
    3
    • 9 Oktober 2021 - (20:15 WIB)
      Permalink

      Itu yang bully bukan konsumen beneran Mas, tapi budak budak corporate alias bajer. Saya sih ga ngaruh & ga mau repot. Harusnya link aja bisa mikir, semakin banyak Konsumen beneran yang baca. Kerugian bertambah tinggi.

      Kita liat aja tindakannya apakah mau mengganti kerugian nasabah & menangmap pelaku pembobolan.

      Kalau enggak ya saya gugat aja di PN dan Media. Pokoknya biar rame.. Hahaha

      1
      2
  • 9 Oktober 2021 - (21:15 WIB)
    Permalink

    @Ricky ya jelas beda lah. Elo contohnya justru ga smart, masa ngisi akun sendiri hilang disamakan dng orang yang kena penipuan transfer ke akun orang lain.

    Ini akun sendiri lho. Gw sering ngisi bgt ngisi Shopee pay, ovo sampai 3/4 juta. Aman aman aja.

    Memetakan masalah aja ga bisa. Itu contoh orang yang hpnya lebih smart dari orangnya. Hahaha

    1
    1
    • 9 Oktober 2021 - (22:25 WIB)
      Permalink

      @randy ngisi karena ada iming2 hadiah .wkwkwk iya da lo yg paling smart tapi kok kena tipu ya .wkwkwkwkwkwkwkwkwk

      1
      1
      • 9 Oktober 2021 - (23:40 WIB)
        Permalink

        Lho Wajar dong kalau pemakaian kartu halo bulanan bisa jutaan. Ga ada salahnya dapat hadiah sekali kali. Apalagi udah belasan tahun.

        Ngisinya ke akun sendiri? Salahnya dimana. Ya salah sistemnya ga secure.

        Yang ga smart itu, bikin undian hadiah dll tapi ga pernah ada pemenangnya. Giliran ada masalah marah gerakin bajer bayaran, bukannya perbaiki sistem.

        Lebih ga smart lagi masalahnya dibiarkan. Bajernya makin komen, makin di up masalahnya. Makin hilang kepercayaan nasabah.

        Yg lebih ga smart lagi, org kismin yg jadi bajer. Hahaha

        1
        2
        • 10 Oktober 2021 - (07:15 WIB)
          Permalink

          cie kaum smart kena tipu gara2 iming2 hadiah .brukakakakakakakakakakakakakakakkaakakakkakaak

          • 10 Oktober 2021 - (07:29 WIB)
            Permalink

            @ricky Bajer Maksudnya E wallet jangan di isi biar ga ketipu? Maksudnya e walletnya yang melakukan penipuan ya?

            Jadi Si Ricky ini menuduh E Wallet melakukan penipuan.

            Memang smart dia

            Wkwkkkm

            1
            2
          • 10 Oktober 2021 - (10:08 WIB)
            Permalink

            @randy manusia paling smart seplanet tapi kena TIPU .logikanya kl punya otak link basic saldo max 2 jt .masih ngarep isi 2 jt dapat 4 jt ?wkwkwkwkwk brukakakakakakakakakkakakakakakakakakaakkakakaka HAHAHAHAHAHAHHAHAA

            2
            1
  • 9 Oktober 2021 - (22:19 WIB)
    Permalink

    Hari gini kok tergiur iming-iming hadiah dengan mengisi saldo, apalagi dari penelpon nomor HP..!!!?? Jelas itu penipu..!! Bapak ini gak update berita, nonton sinetron mulu sih.., 😄😄

    3
    1
    • 9 Oktober 2021 - (23:42 WIB)
      Permalink

      Bapak yang kebanyakan Nonton Sinetron. Tau Kasus Ilham Bintang? Terkait top up link aja Pembobolan sampai 500 juta lho.

      Lha ngisi akun sendiri kok salah. Jadi percuma dong punya e wallet.

      Mikir

      Wkwkkmm

      1
      1
  • 10 Oktober 2021 - (14:48 WIB)
    Permalink

    @Ricky jadi maksudnya elo mengesampingkan pembobolan (Belain ceritanya) tapi justru malah jadi menuduh e wallet nya yang melakukan Penipuan alias Scam Ya.

    Jadi ga usah di isi aja tuh e wallet. Biar ga ketipu.

    Wah berat tuh, gagal dibayar jadi bajer dah elo.

    Urusan penggantian? Ini hilang dua juta bisa jadi 200 juta kl menang di pengadilan.

    Elo mana ngerti Bajer. Beli mie instant aja berat

    Wkwkkkkkkkk

    1
    2
    • 10 Oktober 2021 - (14:58 WIB)
      Permalink

      Ayo Para Bajer, Datanglah. Biar Konsumen Indonesia Makin Cerdas dan Tahu ada orang orang yang rela berbohong, memutarbalikan fakta dan memaki demi dapat sedikit receh.

      Hahaha

      1
      2
  • 13 Oktober 2021 - (13:09 WIB)
    Permalink

    Barusan ada update dari pihak linkaja , bahwa masalah sudah terselesaikan tolong jelaskan mas randy gimana penyelesaian nya ?

  • 14 Oktober 2021 - (07:25 WIB)
    Permalink

    Coba dibaca aja Mas, penyelesaian macam apa dijelaskan ga disitu. Mungkin harus dibuat rame kaya Ilham Bintang baru mereka mau serius menangani.

    Kl mereka ga serius, yang rugi mereka sendiri.

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem keamanan LinkAja?

Ada 80 komentar sampai saat ini..

Penipuan dengan Modus Bonus Tukar Poin Telkomsel, Berhasil Membobol Sa…

oleh Randy dibaca dalam: 1 menit
80