Bank Mega Syariah Lepas Tanggung Jawab atas Kejahatan Skimming Kartu ATM yang Menimpa Nasabahnya

Dear Media Konsumen,

Pada tanggal 12 Oktober 2021 sore hari, saya ditelepon oleh CS Bank Mega Syariah Cabang Darmo Surabaya, yang memberitahukan terdapat penarikan dana di rekening saya dengan total 10 juta rupiah pada tanggal 9 Oktober 2021. Dia memverifikasi apakah benar saya yang melakukannya. Saya jawab saya tidak pernah mengambil uang dalam rekening tersebut, karena uang tersebut adalah dana darurat saya. Saya pun menyangkalnya. Segera saya bergegas untuk cek saldo di ATM terdekat, benar saja uang saya terkuras habis.

Malamnya, saya melakukan pengaduan kepada Call Center Bank Mega Syariah dan benar terdapat 6 kali penarikan sebesar: Rp1.500.000, Rp2.500.000, Rp2.500.000, Rp2.500.000, Rp500.000, Rp500.000 dengan total Rp10.000.000. Transaksi ini dilakukan pada tengah malam yakni pukul 02.30 WIB dini hari.

Tanggal 14 Oktober 2021, saya pun pergi ke Bank Mega Syariah untuk melaporkan secara resmi kasus ini. Saya meminta cetak rekening koran dan ini hasilnya:

 

Syok saya mendengarnya, uang yang selama ini saya kumpulkan sedikit demi sedikit raib begitu saja. Terlebih lagi rekening ini sangat jarang sekali saya pakai, kalau tidak ada kebutuhan mendesak.

Oke saya pulang dan menunggu kabar. Pihak bank menjanjikan saya akan menangani ini selama 2×24 jam. Karena itu pula akhirnya saya terus menerus follow up kawan saya tersebut untuk menanyakan hasilnya. Ternyata pihak bank masih meminta rekaman CCTV ATM dari mesin yang digunakan oleh pelaku. Kebetulan diketahui mesin tersebut menggunakan ATM Bank Jateng Cabang Tengaran Jawa Tengah. Saya diminta untuk bersabar kembali.

Baiklah, saya lalui hari-hari dengan berbagai pikiran dan sembari mencari informasi mengenai kasus yang saya alami. Saya berusaha untuk terus memantau melalui cabang hingga call center. Begini isi percakapan call center dengan saya:

https://tinyurl.com/buktitabunganraib

Tepat tanggal 1 November 2021, saya diberi tahu Bank Mega Syariah, bahwa rekaman CCTV telah diperoleh dan saya mendapati seseorang seperti ini yang melakukan penarikan uang saya

Kaget bukan main, saya tidak mengenal orang ini. Saya tidak punya keluarga yang tinggal di Jateng, saya pun tidak pernah memberikan atau menguasakan ATM saya kepada siapa pun. Hingga saat ini ATM masih ada di tangan saya.

Akhirnya saya bertanya dan melakukan dialog pada pihak bank. Namun pihak bank tidak mau mengganti dana saya dan berkelit bahwa transaksi yang dilakukan adalah sah karena terdeteksi nomor seri ATM sama dengan nomor seri ATM yang saya punya. Begini rekaman bukti pihak bank yang tidak mau menyerahkan dana saya.

https://tinyurl.com/buktitabunganraib

Setelah itu, saya diminta untuk mengisi surat pernyataan bahwa ini bukan keluarga atau orang yang saya kuasakan. Hal ini bertujuan untuk menyanggah statement Bank yang berasumsi bahwa itu adalah keluarga saya atau orang yang saya kenal. Oke saya menulis surat pernyataan ini di atas materai. Saya bisa buktikan bahwa saya tidak pernah melakukan perjalanan, tidak pernah punya keluarga di Bank Jateng. Ini adalah murni kasus kejahatan dengan menduplikat atau skimming.

Saya bertanya kepada Bank Mega Syariah, apa hasil investigasi yang diperoleh? Mereka hanya diam tidak bisa memutuskan ini kasus apa. Mereka hanya selalu bilang ini transaksi yang sah. Menurut logika saya, tidak ada transaksi yang tidak sah. Semua transaksi sah apabila uang telah cair dan walaupun itu dilakukan oleh pencuri. Hanya pihak bank yang bisa menginvestigasi hal ini. Namun dalam hal ini Bank Mega Syariah hanya diam dan terus bersikeras dengan statement-nya.

Saya pun telah melaporkan hal ini pada OJK sebagai mediator. Namun Bank Mega Syariah hanya bersikeras bahwa ini transaksi sah tanpa bisa memberi pemahaman kasus saya ini.

Alibi mereka karena nomor ATM dan PIN ATM yang digunakan oleh pelaku adalah SAMA dengan ATM milik saya. Mereka pun tidak berani memberi statement saya terkena MODUS apa mereka hanya bilang ini sah. Secara logika, tidak mungkin ada transaksi yang tidak SAH sebab jika itu tidak sah maka uang tidak bisa keluar.

Saya sebagai nasabah menanyakan bagaimana investigasi yang dilakukan. Bukankan modus skimming itu MEMANG menduplikat Nomor Kartu dan PIN ATM kita? Mengapa mereka tidak bisa memberi statement? Mengapa mereka ragu? Mengapa mereka tidak bisa menginvestigasi ,sedangkan bank lain bisa? Pernyataan mereka pun tidak didukung dengan mekanisme yang transparan pada nasabah.

Sedikit info saja, modus skimming itu memang menduplikat nomor kartu dan PIN ATM.

Saya sangat menyayangkan sekali kinerja Bank Mega Syariah yang terkesan tidak ingin menyelesaikan kasus saya. Terbukti dengan saya bertanya pada CS dan Supervisor Bank Mega Syariah Darmo, tapi tidak ada tanggapan.

Saya menelepon call center yang berada di pusat. Namun call center melemparnya dan menyuruh saya bertanya pada cabang. Satu bulan masalah ini terjadi, tapi tidak ada Final Report hasil investigasi yang diberikan pada saya atau tidak ada itikad baik untuk mengganti dana saya.

Mohon untuk para pihak terkait untuk meluruskan dan memediasi saya bersama Bank Mega Syariah guna ditemukannya jalan keluar atas kasus yang saya alami. Sehingga untuk ke depannya tidak ada lagi nasabah yang mempunyai nasib seperti saya.

F. Sinta Maulina
Bangkalan, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega Syariah:
[Total:100    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

62 komentar untuk “Bank Mega Syariah Lepas Tanggung Jawab atas Kejahatan Skimming Kartu ATM yang Menimpa Nasabahnya

  • 26 November 2021 - (12:37 WIB)
    Permalink

    keejaaarr terus buu, saya dukung. nanti kalo sudah balik, pindahin kebank lain yg bs bertanggungjawab.

    • 26 November 2021 - (13:30 WIB)
      Permalink

      Saya sudah kejar terus mas hingga ke ojk, proses masih berlngsung namun pihak bank tetap bersikeras itu adalah transaksi yg sah. Malah pihak bank menyangka yg mengambil adalah kluarga saya, makanya saya buat pernyataan tsb

    • 28 November 2021 - (09:46 WIB)
      Permalink

      Apa pernah ibu berikan kartu atmnya pada orang lain atau pernah diberikan dari orang lain?

      • 28 November 2021 - (16:08 WIB)
        Permalink

        Di tulisan saya tertera ya kak bahwa saya sekalipun tidak pernh memberi akses siapapun pada kartu saya. Pada keluargapun saya tidak pernh, pin kartu semua adalah rahasia saya. Sudah di tunjukkan dgn surat pernyataan. Trims

  • 26 November 2021 - (12:50 WIB)
    Permalink

    Bahaya sekali pihak bank mega syariah tdk mau bertanggung jawab atas transaksi yg tdk dilakukan nasabah.. berarti CCTV atm di bank tdk berguna meskipun modus skimming digunakan..

    • 26 November 2021 - (13:33 WIB)
      Permalink

      Iya kak pdahal sudah jelas transaksi di lakukan di atm bank jateng pukul 02.30 tengah malam. Sedangkan domisili saya Bangkalan madura. Namun pihak bank tetap saja menyangkal dgn alasan pin dan nomer kartu sama. Pdahal kita bisa tau sendiri bahwa memang modus skimming adalah penggandaan nomor kartu dan pin. Saya menanyakan pada bank “apakah saya kena skimming” mereka bilang tidak bisa kasih kepastian. Sungguh aneh

  • 26 November 2021 - (14:30 WIB)
    Permalink

    Krn ini skimming maka pelaku mendapatkan data2 kartu ATM ibu tsb melalui mesin ATM yg sdh dipasangi alat skimming, coba ibu ingat2 lg transaksi terakhir menggunakan kartu ATM tsb kpn & dmn, ibu kan bilang jarang sekali menggunakannya, kecuali untuk keperluan darurat. Klo memang itu skimming & ibu bilang blm prnh transaksi lg melalui mesin ATM, berarti ibu bohong, krn pelaku tdk akan mungkin mendapatkan data2 kartu ATM tsb jika tdk ada transaksi melalui mesin ATM yg mungkin sdh dipasangi alat skimming. Atau mungkin ada oknum bank yg bermain sehingga mengetahui semua data2 ibu & menduplikat kartu ATM tsb. Wallahualam.

    • 26 November 2021 - (15:00 WIB)
      Permalink

      Saya ingat trakhir kali menggunakan ketika membutuhkan uang , saya melakukan penarikan di atm bank mega syariah di kk a yani a yani surabaya. Coba sampeyan liat rekening koran yg tertera di artikel ini mas. Ada bagian yg saya stabilo, itu transaksi yg bukan sy yg melakukannya. Namun di atas itu ada transaksi, itu saya yg melakukan. Tolong di pahami benar2 surat pemabaca yg sudah saya tulis ya. Agar tidak ada a judgement yg salah. Makasi

    • 26 November 2021 - (15:07 WIB)
      Permalink

      Saya ingat trakhir kali saya mengambil atm itu di tgl 28 sepetember 2021 di KK bank mega syariah ahmad yani surabaya. Saya bukannya tidak pernh mengambil sama sekali, saya JARANG mengambil. Sebab itu tabungan dana darurat saya. Saya buat apa bhong kak, saya sudah buat pernyataan juga di atas matrai.

      • 26 November 2021 - (16:28 WIB)
        Permalink

        Malam kah bu pas terakhir ke ATM itu ? Biasanya yg pasang skimmer nungguin dkt ATM, begitu dapat korban dia ambil lagi itu alatnya.Coba minta rekaman CCTV ATM pada saat ibu terakhir ke ATM, suruh cek sebelum dan sesudah ibu masuk.
        Udah chip pun bisa kena skimming ya, jadi harus tetap waspada saat pakai ATM.

        • 26 November 2021 - (17:14 WIB)
          Permalink

          Benar mas… Saya sudah minta cctv di kantor kas bank mega syariah terkait namun prosesnya masih lama juga. Krena harus ijin oprasional manager harus ijin ke kantor pusatnya juga. Jadi mnrut saya akan terlalu lama mas. Dan juga di cctv bank jateng sudah terekam si pelaku dgn jelas. Karena nomor kartu, pin, jam transaksi sama persis seperti yg ada di rekening koran saya. Harusnya itu sudah menjadi bukti yg kuat

          • 27 November 2021 - (23:24 WIB)
            Permalink

            Iyaa betul Bu, itu seharusnya udh terlihat wajah pelakunya meskipun blm terlalu jelas, pastinya pelaku malu krn wajahnya terpampang di MK. Setahu saya klo orang masuk ATM itu tidak boleh menggunakan Topi, kacamata ataupun masker berarti itu ATM nya sedikit rawan.. pantas saja itu orang bisa bebas melakukan kejahatan SKIMING. Ya smga bisa terselesaikan ya Bu, saya ikut prihatin dg Dana darurat Ibu lenyap bgtu saja dri oknum tak bertanggung jawab. Semoga bisa di usut sampai tuntas…

  • 26 November 2021 - (16:08 WIB)
    Permalink

    karena kartu nya jarang dipake, sebenernya lebih mudah pencariannya. Dalam kurun sebulan sebelum pembobolan, ingat2 lg dimana saja mengambil uang di ATM? ATM2 tsb patut dicurigai telah dipasang card reader. Lapor polisi aja mbak biar diusut tuntas. Kalo mau mah polisi gampang lacaknya.

    • 26 November 2021 - (17:16 WIB)
      Permalink

      Bner mas.. akan lebih kuat jika ada nasabah bank mega syariah yg bisa bersama2 melaporkan kejadian yg sama sperti saya. Itu pasti akan di tanggapi oleh polisi.

  • 26 November 2021 - (17:26 WIB)
    Permalink

    Untuk pembaca yang lain, pita magnetic di kartu ATM dirobek aja. Itu mesin ATM masih pakai teknologi pita magnetic. Jadi kalau ATM yang pakai chip, pita magnetic robek, tetap bisa ambil uang. Kalau ATM pita magnetic, jika pita magnetic rusak, maka gak bisa diproses.

    jadi skimming itu tetap skimming pita magnetik. Kalau kalian robek pita magnetic kartu ATM kalian, maka gak bisa skimming

    • 26 November 2021 - (19:23 WIB)
      Permalink

      Terimakasih. Ini info baru untuk saya juga. Walaupun sudah chip tapi belakangnya masih menggunakan pita magnetic

    • 29 November 2021 - (12:26 WIB)
      Permalink

      Stevan gua pikir bukan dari magnetic stripe yang harus dirobek. Tidak ada anjuran bank seperti itu. Jadi ga bisa transaksi nantinya.

      Kemungkinan bisa jadi :
      1. Kartu ATM Ibu ini bisa jadi kena skimmingnya sebelum kartu diganti ke yang Chip. Mega Syariah seharusnya cek lebih dalam lagi kebelakang.

      2. Seluruh mesin ATM di Indo ini belum semuanya bisa membaca Chip. Sebagian masih membaca pita hitam. Karena peremajaan mesin besar besaran membutuhkan dana dan usaha yang besar juga.

      3. Server bank Mega Syariah seharusnya menolak trx dinihari diluar kebiasan ibu ini. Dan gua yakin pada Mesin ATM BPD Jateng yang diguknakan pelaku itu transaksi itu membaca pita hitamnya. Bukan Chip. Seharusnya ini yang dicek bukan hanya CCTV ATM saja sebagai pertimbangan.

      4. Saat kartu customer yang berchip namun ada permintaan dari otorisasi magnetic stripe seharusnya server tiap masing masing Bank bikin penolakan jadi trx gagal. Maka dana Aman. Namun akibatnya akan banyak komplain nasabah karena ga bisa ambil duitnya …kembali point 2 tadi, saat ini tidak semua mesin ATM Bersama, Himbara, Prima dilengkapi reader Chip.

      5. Solusinya terbaik dan aman adalah Transaksi di ATM tanpa kartu seperti bank bank BCA, BRI, Mandiri.

      • 1 Desember 2021 - (07:30 WIB)
        Permalink

        “Stevan gua pikir bukan dari magnetic stripe yang harus dirobek. Tidak ada anjuran bank seperti itu. Jadi ga bisa transaksi nantinya”.

        Lah gw pakai BCA, gw robek nih magnetic nya. Bisa bisa aja. Memang klo yang mesin ATM yg gak punya chip, gak bisa transaksi.

        “Kartu ATM Ibu ini bisa jadi kena skimmingnya sebelum kartu diganti ke yang Chip. Mega Syariah seharusnya cek lebih dalam lagi kebelakang.”

        kalau sudah ganti kartu ATM, berarti nomer kartu sudah berubah. Kartu lama gak bisa dipakai. Jika skimming pakai kartu lama, maka sudah dipastikan gak bisa dipakai.

        “Server bank Mega Syariah seharusnya menolak trx dinihari diluar kebiasan ibu ini. ”
        lah kalau kedepannya butuh dana darurat di dini hari, hak konsumen diambil donk?

      • 27 November 2021 - (08:18 WIB)
        Permalink

        Saya pernah alami jadi ada oknum² bank yg duplikasi kartu debit saya jadi bukan kena skimming atm tapi di skimming sama oknum pegawai banknya menurut saya karena dari awal setoran udh ada penarikan yg bukan saya lakukan awal nya sya gak sadar karena nominalnya kecil 100rb sampai 200rb doank saya mulai sadar setelah beberapa bulan saat saya melakukan penarikan dan lihat saldo kok saldo saya berkurang banyak ternyata ada penarikan jumlah besar 600rb-1jt beberapa kali berturut² setelah cek rekening koran ternyata dari awal emang udh ada penarikan yg bukan saya yg melakukan nya. Bank selalu bilang itu transaksi yg sah walaupun bukan pakai kartu yg kita pegang. Dan duit saya sampe sekarang gak balik sudah saya ikhlasin tapi saya masih pakai bank sampe sekarang alhamdulilah sekarang gak pernah kejadian kyak gitu lagi. Tetap waspada dan hati² kepada siapapun kalo masalah duit karena bnyak setan yg berpura² jadi malaikat jaman sekarang.

      • 27 November 2021 - (09:42 WIB)
        Permalink

        Klau memang bank mega syariah bersikeras tdk mau mengganti di ikhlaskan sj bu,, itung2 untuk amal sodakoh atau uang takziah untuk direktur,pimpinan cabang dan karyawan bank mega syariah.. semoga ALLAH SWT mengganti rezeki ibu yg lbh besar..Aamiin

        1
        2
        • 27 November 2021 - (12:32 WIB)
          Permalink

          Amin kak… Tapi sy sudah nadzar. Seandainya uang itu kembali, uang itu tidak akan saya pakai. Sy lebih ikhlas untuk org yg membutuhkan ketimbang di ambil pihak bank kak. Lebih ridho mah saya. Dan ini membuat pembelajaran, seandainy uang di atas 10jt lebih baik deposito saja

          2
          1
  • 26 November 2021 - (19:30 WIB)
    Permalink

    Betul sekali kak, namun pihak bank sendiri tidak bisa memberikan saya statment bahwa yg menimpa saya ini kasus apa. Mreka ‘takut’ jika memberi pernyataan skimming, krena jika ada pernyataan seperti itu maka pihak bank harus mengganti.
    Bisa di liha di video yg sudah saya lampirkan di artikel
    https://tinyurl.com/buktitabunganraib

  • 26 November 2021 - (22:01 WIB)
    Permalink

    Waah auto blacklist Bank Mega syariah.. Gk dech simpan2 d situ, kalo ada masalah lepas tanggungjawab. . Untuk syariah rekomen BSI ato Muamalat ..

  • 26 November 2021 - (22:29 WIB)
    Permalink

    Turut sedih ya bu.
    Saran saya ibu buat laporan di polda jatim. Terkait hal tersebut di diskrimsus. Bukti laporan tersebut untuk melengkapi laporan ke pihak bank. Via CS..Saya juga bulan lalu kena skimming. Tp masalah kelar. Uang diganti. Tp itu butuh proses. Karena ya saya juga gag mau kalah sama argument pihak perbankn

      • 27 November 2021 - (13:16 WIB)
        Permalink

        Kasus saya bank BTN.
        Ibu pergi ke diskrimsus Polda JATIM. Nanti bilang mau buat surat pengaduan. Nanti dibuatkan bukti laporan pengaduan. Kalau ibu punya bukti lengkap CCTV itu tambah bagus.
        Saat saya sudah laporan dan menunjukkan bukti. Sore itu dana saya dimembalikan

  • 27 November 2021 - (13:06 WIB)
    Permalink

    Transaksi pelakukn terjadi di Tengaran Jawa Tengah pada pukul 2.30. Sedangkan pelapor domisilinya di Bangkalan madura itukan ad jarak yg sekitaran 5 jam klu lewat tol, pelapor ada mengatakan klu segera bergegas ke atm segera setalah mengetahui terjadinye Transaksi, pelapor coba minta pihak bank untuk mengecek cctv yg ad di atm tempat pelapor disitukn pasti ad video pelapor dan nomor seri atmnya yg akan terverifikasi (gk cctv di atm juga bisa, misalnya foto atau video yg ad watermark waktu serta gps yg menyatakan lokasi kartu atm, biasanya hp hp baru klu waktu berfoto lokasinya bisa dicek tergantung pengaturan bawaan ny sih)
    jika masih dlm kisaran 5 jm waktu cek saldo pelopor masih bisa berkelit, bagaimana caranya atm yg ad di Tengaran bisa ad di di Bangkalan Madura dlm kisaran waktu itu, Pakai teleportation kh.

    Jika pihak bank juga tetap bersikeras klu itu transaksi yg sah dengan penggunaan nomor seri atm yg asli dn pelopor tidak diberikan akses ke cctv tempat pelapor cek saldo , silahkan laporkan saja ke polisi krn polisi bisa mengakses cctv di tempat pelopor mengecek saldo atm, dari situ silahkan urus lg ke bank dengan menyatakan bahwa dalam kisaran waktu segini di tempat ini telah terjadi pengecekan saldo yg memverifikasi keaslian atm pelopor, dari situ bank tidak bisa berkelit lg.

    Atara pihak pelapor atau bank yg benar sya tidak tau, tp semoga masalah nya terselesaikan.

    • 27 November 2021 - (13:18 WIB)
      Permalink

      Ya saya sudah menunjukkan tgl 9 oktober keberadaan saya ada di mana, linimasa hp saya ada di mana. Serta org2 terdekat saya bersama chat2 dan keberadaan saya ada di mana. Namun dgn pihak bank di plintir dgn alasan bahwa kartu saya bisa saja di bawa oleh ayah, kakak saya atau org yg saya beri kuasa ke Tengaran. Sekarang gini kak, saya sudah memberi surat pernyataan bahwa saya menyangkal hal tersebut dgn di atas matrai. Saya menyakal bahwa yg di cctv tersebut adalah kluarga saya. Nah, logikanya ya kak. Semisal saya bohong mau menipu bank, kenapa angka nominalny cuma 10jt dgn taruhan nama baik dan tindak pidana ya kan? Krena saya sudah ttd di atas mtrai. Intinya itu saja sih, buat apa saya berurusan dgn hukum dgn nominal yg mnrut sy masih kecil. Pdahal nasabah lain ada yg dananya raib sebesar 300 jt. Intinya, disini saya mencari keadilan untuk bank dan penegak yg ada di indonesia

  • 27 November 2021 - (15:52 WIB)
    Permalink

    Lapor polisi mungkin bisa Bantul cek cctv disekitar ATM untuk mengetahui petunjuk nomor plat kendaraan yg dipakai pria dalam rekaman cctv tersebut

    • 28 November 2021 - (16:12 WIB)
      Permalink

      Sudah lapor Bank Jateng Cab. Tengaran -Semarang namun yg di beri bukan full cctv namun potongan screenshot electronic jurnal (yg menunjukkan data transaksi sama dengan yg tercataran di rekening koran saya) dan screenshot fto pelaku yg buram begitu

  • 28 November 2021 - (11:42 WIB)
    Permalink

    Kejadian ini mirip spt apa yg dialami mertua saya di bank Mandiri cabang kuta Bali. Ceritanya mertua saya pernah minta tolong supir utk ambilkan uang. Namanya sdh pikun, mertua saya lupa kalau kartunya blm dikembalikan sama si sopir dan perlahan tp pasti dana dlm rekening dikuras habis dlm 2 tahun. Jd mertua saya nabung tdk sadar kalau yg ditabung langsung dikuras dan baru ketahuan saat istri dan saya diminta menyetorkan dana sambil bawa buku banknya dan akhirnya ketahuan si pelaku adalah sopir sendiri setelah meminta bukti rekaman cctv. Singkat cerita masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dan tentunya pihak bank tdk mengganti dana tsb krn dianggap sebagai kelalaian sendiri. Mungkin si sopir tdk sehebat sindikat yg telah membobol dana di cerita ini ya, krn dlm cerita ini jelas kartu sdh diduplikat.

    Pertanyaan saya, apa pernah kartu ini dipegang orang lain spt kasus mertua saya yg minta tolong sopir ambilkan uang? Klu pernah, ada kemungkinan org itulah yg telah menduplikatnya. Tetapi klu tdk pernah, berarti ada oknum pihak bank yg telah membocorkan data rahasia pribadi kartu ATM. Dan kemungkinan lain adalah saat mengambil di ATM kartu sdh kena skimming tetapi pelaku sengaja menunda pencurian dana sampai dana dlm rekening dianggap cukup menarik utk dicuri baru mrk lakukan pencurian itu. Nah disini kita perlu waspada saat menarik dana di mesin ATM. Jgn terburu2 dan tergesa2. Perhatikan dgn seksama kondisi mesin. Klu ada yg janggal lbh baik batalkan transaksi. Ketika menekan tombol pin usahakan jgn pakai 1 jari tapi mainkan semua jari tangan utk mengelabui org yg mengintip atau merekam spt ketika mengetik dgn 10 jari, satu tangan utk menekan dgn 5 jari, telapak yg lain menutupi bagian atas telapak yg menekan tombol sehingga jari yg menekan tombol sulit terlihat baik di kamera atau dilihat mata telanjang sekalipun.

    Tapi bank Mega sdh terkenal bermasalah krn di Bali jg ada kasus besar dana nasabah dibobol oknum kepala cabangnya sendiri yg bekerja sama dgn bagian IT dan raib puluhan miliaran rupiah.

    Jadi saran saya, simpan dana di bank yang memiliki trek record baik dan sistem keamanan yg canggih. Klu sdh sering terjadi pembobolan dan selalu endingnya nasabah dirugikan dan tdk ada penyelesaian dgn baik, sdh jelas bank tsb tdk layak utk dipercaya dan oknum bank mega sdh berulang kali melakukan kesalahan fatal spt itu yg ujung2nya tdk mau bertanggungjawab. Ini benar2 reputasi buruk utk nilai sebuah bank.

    • 28 November 2021 - (16:16 WIB)
      Permalink

      Benar, namun dalam kasus saya disini , saya tidak pernh memberi akses pada siapa saja untuk memegang kartu apalagi mengetahui kartu saya.

      Saya berharap tidak akan ada lagi kejadian seperti ini. Dan jika ada nasabah Bank Mega Syariah yg mempunyai kasus serupa seperti saya. Mari kita speak up bersama, jgn hanya mau memaklumi Bank krena nantinya tidak akan ada pelajaran untuk mreka berbenah

  • 28 November 2021 - (19:29 WIB)
    Permalink

    Bisnis Bank itu bisnis kepercayaan. Dengan ada kasus seperti ini membuat reputasi Bank Mega Syariah menjadi Buruk.
    Saya tidak mau komentari detail kasusnya, tapi secara penanganan customer, ini sungguh jelek sekali, customernya sudah melakukan sesuai prosedur, kirim ke MK juga tidak langsung 1-2 Hari setelah kasus, artinya sudah diberikan waktu untuk Bank Mega Syariah untuk memberikan solusi.
    Pegawai Bank harus punya empati, tugas mereka bukan menghakimi.

    • 28 November 2021 - (20:03 WIB)
      Permalink

      Bner bgt kak.. sbnernya mreka sendiri sbnernya tau saya ini di skimming. Cuma mreka enggan mengganti mnrut saya. Sampeyan bisa lihat di link bit.ly yg sudah saya bagikan di artikel disitu kliatan bgt klo petugasnya juga gelagapan saya tanyai

  • 1 Desember 2021 - (02:13 WIB)
    Permalink

    Gak heran sih kalo Bank Mega kaya gitu, dan saya sudah kapok berurusan sama Bank Mega..
    Saran saya viralin aja kak, selain di twitter di tiktok juga..

    Kalo yg kaya gini belom viral ga bakal di proses sama pihak tetkait. YAKIN 1000%

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega Syariah?

Ada 62 komentar sampai saat ini..

Bank Mega Syariah Lepas Tanggung Jawab atas Kejahatan Skimming Kartu A…

oleh Sinta dibaca dalam: 3 menit
62