Penagihan Tunaiku, Tidak Tahu Maunya Bagaimana

Saya memiliki tagihan di Tunaiku, yang jatuh tempo pada tanggal 06 Desember 2021. Pada tanggal tersebut, saya dihubungi oleh pihak Tunaiku terkait pengingat pembayaran. Saya berjanji akan membayar pada tanggal 07 Desember 2021. Namun karena saya lembur dan pulang larut malam, saya tidak sempat transfer.

Kemudian pada tanggal 08 Desember 2021, saya dihubungi oleh pihak Tunaiku (penelepon yang sama), menanyakan perihal janji saya. Saya meminta maaf dan mengakui kesalahan saya, serta berjanji akan membayarnya saat pulang kerja nanti. Namun lagi-lagi, karena saya lembur, saya tidak sempat membayarnya.

Tanggal 09 Desember pagi, saya langsung membayarnya, dan penelepon dari Tunaiku menghubungi saya kembali. Saya sudah jelaskan bahwa saya sudah bayar, tapi baru pagi tanggal 09 Desember. Pihak Tunaiku malah mempertanyakan kenapa saya bukan membayar tanggal 08. Saya sudah jelaskan dan mengatakan bahwa “Tapi saya sudah bayar barusan mas”.

Posisi dia menghubungi, saya sedang di jalan. Saya sudah minta untuk menghubungi saya 1 jam lagi, biar lebih enak untuk ngomongnya, karena saya sedang di jalan. Namun dia seolah-olah tidak peduli, Tunaiku tetap protes kenapa tidak bayar tanggal 08 Desember 2021.

Akhirnya saya terus-terusan dihubungi, tapi saat saya sapa “halo” langsung dimatikan atau diam saja. Yang terakhir pihak Tunaiku ada ngomong, tapi seperti bergumam meneror. Saya sudah menyampaikan keluhan dan bukti transfer saya via email, tapi hanya ditanggapi “Akan diproses pihak terkait”.

Saya akui saya salah karena tidak sesuai kesepakatan, tapi bukankah saya juga sudah melakukan pelunasan? Lantas mengapa saya tetap diteror dan tidak mau mendengarkan apa yang saya bilang?

Eva Santa Theresia Siregar
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tunaiku:
[Total:228    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Eva Santa Thresia

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih untuk informasi yang Ibu Eva Santa Thresia sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan Ibu Eva...
Baca Selengkapnya

38 komentar untuk “Penagihan Tunaiku, Tidak Tahu Maunya Bagaimana

    • 13 Desember 2021 - (07:22 WIB)
      Permalink

      Mana aku lucu lagi khasusnya pinjam di hari kamis udh gitu udh ada tagihan di aplikasi tapi dana belum masuk sama sekali 🤣🤣 iseng2 ya beda banget sama apk lain kek kredivo,kredito,akulaku,adakami, kredito semua sama dana masuk barengan sm tagihan di aplikasi ini udah 4 hr blm ada dana masuk trus gw d suruh bayar itu tagihan ☝🏻🙄 yang bener aja call center semua gk ada yg angkat terus yg tukang ttd ny jg di wa cuma di baca mulu wa saya serem deh jgn2 ada unsur someting ini

  • 10 Desember 2021 - (14:54 WIB)
    Permalink

    Maaf, sepertinya anda melakukan pembayaran dengan m-banking BCA, yang mana transfer menggunakan handphone. Kalau posisi sedang lembur sekalipun kan apabila anda meluangkan waktu barang 1 menit saja untuk melakukan transfer tsb, tentunya teror yang anda hadapi tidak akan terjadi. Bukannya membela pihak Tunaiku, tapi anda sendiri yang sepertinya mencari masalah. Aku pikir tidak ada waktu karena transfer mau pakai ATM.

    16
    47
    • 10 Desember 2021 - (18:30 WIB)
      Permalink

      Maap bos bukan ngebela..tp nama nya lembur berarti kerjaan nya banyak…anda orang pinjol ya..jgn berkedok komen2 gak jelas

      50
      5
    • 10 Desember 2021 - (19:01 WIB)
      Permalink

      Hai Tania, terimakasih atas tanggapannya.
      Benar saya melakukan pembayaran menggunakan m-banking, dan saya juga sudah mengakui bahwa saya salah karena tidak menepati janji saya.
      yang ingin saya sampaikan adalah, mengapa saya sudah melakukan pelunasan, tapi tetap diteror. Itu Pointnya.
      Karena saya sudah sampaikan kepada pihak yang menghubungi bahwa saya sudah membayar, bahkan bukti pembayaran sudah saya email. Tapi mengapa sampai jam menjelang makan siang, saya tetap dihubungi? bahkan mereka tidak ada mengucapkan sepatah katapun. hanya diam. Itu yang saya sesalkan.

      20
      • 11 Desember 2021 - (07:42 WIB)
        Permalink

        Saya jatuh tempo tanggal 4 Desember tapi karena saya di rawat, akhir ya uang ya ke pakai untuk biaya rs.
        Saya janji bayar tanggal 7 dan di situ awalnya tidak kena denda sebesar 150 ribu.
        Dari tagihan saya 698ribu menjadi 848 ribu tapi karena janji bayar tanggal 7 tidak dikenakan denda, dengan jumlah nominal sama dengan tagihan.
        Lalu saya bayar via Minimarket dengan tagihan 698ribu.
        Lalu besoknya tetap saja di tagih karena belum masuk sistemnya tunaiku.
        Lalu saya WA CS ya tunaiku.
        Saya kirim bukti pembayaran ya,lalu CS ya bilang belum beserta denda ya yg 150ribu.
        Dan sampai saat ini DC ya tunaiku tetap meneror saya agar di bayarkan denda ya yg 150ribu.
        Inti ya tunaiku itu kejam.
        Mau telat 1 hari atau 2 hari tetap dikenakan denda 150ribu tidak seperti aplikasi akulaku,kredivo dll yg denda per hari ya ringan.
        Tunaiku itu kejam dengan denda 150ribu mau telat berapa hari pun di samakan dengan sebulan bunga ya.
        Saya pekerjaan ojol,,, anda pikir 150ribu itu kecil.
        Saya narik seharian baru bisa dapat 150ribu di saat pandemi seperti ini.
        Kalau anda punya itikad baik dan etika menagih ke nasabah pun harus sopan,,, saya pun akan usahakan membayar denda ya.
        Cara anda saja sudah kejam penagihan ya di tiap menit di telpon.
        Saya harap dari pihak OJK bisa meninjau keluhan dari nasabah2 tunaiku.
        Karena menurut saya denda ya begitu besar.
        Terima kasih

        34
        1
        • 11 Desember 2021 - (15:04 WIB)
          Permalink

          Ya pak jatuh tempo tgl 4 harusnya di benak nasabah tgl terakhir melakukan pembayaran. Bukan lewat. 😁. ” Saya janji bayar tanggal 7 dan di situ awalnya tidak kena denda sebesar 150 ribu.” Sudah syukur tuh pak pernah tidak kena denda. Makanya jgn dijadikan kebiasaan bayar lewat dari tgl jatuh tempo yang rugi kena denda nasabah sendiri.

          2
          13
          • 12 Desember 2021 - (10:35 WIB)
            Permalink

            Trus masalah anda apa?

          • 12 Desember 2021 - (13:03 WIB)
            Permalink

            Aduiin aj OJK,.apa2 masalah keuangan yg berhak OJK,.biar ditutup skalian,.kasih bukti2 trornya…meresahkan…
            Mencemarkan nama baik…
            Klo saya digituin sih bakalan aduin OJK juga polisi..udah gtu aj.

    • 11 Desember 2021 - (10:12 WIB)
      Permalink

      @tania maaf peraturannya mungkin pada saat bekerja tidak boleh bawa hp jadi ga bisa mbanking. Positif thinking aja

    • 11 Desember 2021 - (22:31 WIB)
      Permalink

      Kerja mungkin tidak di per boleh kan bawah hp saya dlu mantan call center per bank kan, hp, pulpen kertas tidak boleh di bawah harus di loker. Lembur cape mba boro2 inget pengang hp minum aj kadang lupa

    • 13 Desember 2021 - (11:01 WIB)
      Permalink

      Yg jadi masalah… Kenapa harus ada teror walaupun sudah pelunasan (kewajiban bayar hutang)… Pointer nya ada teror…

  • 10 Desember 2021 - (15:51 WIB)
    Permalink

    Saking biasanya neror.. Udah dibayar pun diteror.. Wkwkkwk.. Coba dibayar d dpn, mungkin bakalan diteror juga.. Salah2 gk ada tagihan diteror jg..

    8
    1
  • 10 Desember 2021 - (16:32 WIB)
    Permalink

    Karena kalo kamu bayarnya tanggal 8 insentif yg didapat DC lebih besar 😅😅😅 makanya dia baperan insentif jadi kecil

    11
  • 10 Desember 2021 - (22:03 WIB)
    Permalink

    Menurut saya sih kemungkinan yang nelpon dan gak mau bicara karna psikopat.
    Orangnya mungkin sangean walau hanya mendengar suara mbak,jadinya sering di telp hanya untuk mendengar suara mbak.
    Hati hati saja mbak,lebih baik tidak usah diangkat.

    4
    1
  • 11 Desember 2021 - (01:04 WIB)
    Permalink

    ok sudah jadi macam ompong… iklan pinjol sangat besar… dan uang yang masuk ke kantong suap juga tak kalah besar…

  • 11 Desember 2021 - (08:12 WIB)
    Permalink

    Hai kak. Biasa itu DC DC Begitu. Selama kami bayar dan status di Tunaiku sudah ter ayat, ga usah diambil pusing. Cuekin aja tlp2 mrk selama kamu bayar.

    • 12 Desember 2021 - (19:20 WIB)
      Permalink

      Skrg dah sma aja yg legal sma ilegal, yg enak klo ad penggerebekan kita ikut…. liat deh tuh muka2 abg2 yg lagi nutupin muka…..

  • 11 Desember 2021 - (22:45 WIB)
    Permalink

    Bayar nya pakai m banking ya?

    kejadian sama seperti saya. Saya sedia jastip ikan salmon. Klien saya jastip 5 kilo salmon. Barang sudah saya kirim tapi gak ditransfer. Dia punya m banking dan pengusaha. Alasannya selalu minta nore. Minta norek. Saya suruh asisten saya transfer. Lagi nunggu bagian keuangan. Dsb. Sebulan lebih baru dilunasi.

    iti salmon udah jadi TAEEIK gak dibayar.

    gw heran sama orang yang punya m banking tp gak segera transfer dengan alasan kesibukannya.

    penulis emang salah, dan attitide nya emang BUSUK…!!

    1
    12
    • 12 Desember 2021 - (12:37 WIB)
      Permalink

      Intiny kl sudah telat hari pasti muncul denda, jika kita hny byr pinjaman tp tdk byr denda akan tetap dteror..
      Sebaikny kl mw aman hrs segera dbyr dendanya krn kl tdk dselesaikan bisa menggulung lebih besar lg…
      Ojk mohon u mengawasi penjol tunaiku krn menagih dg teror/kasar adalah salah 1 pelanggaran sop dlm penagihan yg sdh d ataur dlm aturan OJK…
      Sy legal bank BUMN

    • 13 Desember 2021 - (13:31 WIB)
      Permalink

      Terimakasih sudah mengatakan attitude saya busuk.
      Tapi sepertinya, saya tidak lari dari tanggungjawab saya. Karena saya langsung melunasinya, bahkan dendanya pun saya bayar.
      Bukankah harusnya permasalahan sudah selesai? Lalu kenapa saya masih diteror?
      Lagian ini yang saya belum bayar pinjaman bukan ikan Salmon yang beresiko bisa busuk. Jika pinjaman saya tidak saya bayar, bukankah saya yang rugi karena akan jelek di OJK.

  • 16 Desember 2021 - (15:31 WIB)
    Permalink

    Tunaiku jaga namamu yg sdh tenar, jangan sampai peraturan kaya pinjol ilegal yg udh dicabut izinnya oleh ojk. Main teror sebar data, nama baik itu mahal harganya. Bisa mencapai miliaran. Kalo di tuntut.

 Apa Komentar Anda mengenai Tunaiku?

Ada 38 komentar sampai saat ini..

Penagihan Tunaiku, Tidak Tahu Maunya Bagaimana

oleh eva srg dibaca dalam: 1 menit
38