Mestinya Polis BNI Life Ditutup Secara COP (Cooling Off Period), Ini Malah Surrender

Halo, perkenalkan nama saya Nur Mustika Ayu, dengan nomor polis BNI Life: 9210251481. Kronologinya, pada tanggal 3 Desember 2021 saya mengantre customer service di Bank BNI Sungguminasa, dengan niat untuk deposito. Namun saya ditawari tabungan jangka panjang. Kemudian karena saya tertarik, saya setuju.

Sehari setelah itu, saya berpikir untuk membatalkan. Namun petugas BNI Life mengatakan tidak bisa membatalkan sebelum polis diterima. Di situlah saya tahu kalau itu ternyata produk asuransi BNI Life.

Tanggal 17 Desember 2021, saya menerima pesan WhatsApp terkait e-polis. Lalu saya kembali menghubungi petugas BNI Life di bank. Dia cuma mengatakan e-polis-nya di-download dan tinggal menunggu polis asli tiba untuk penutupan.

Dua minggu lebih saya menunggu, polis tidak juga datang. Saya meminta petugas divisi BNI Life di bank BNI Sungguminasa (tempat saya membuat asuransi) untuk follow up, dia mengiyakan. Namun setelah permintaan itu, polis tak kunjung tiba. Akhirnya saya inisiatif mengirim email ke care@bni-life.co.id mempertanyakan keberadaan polis saya. Mereka menjawab kalau alamat tidak ditemukan.

Akhirnya pada tanggal 11 Januari 2022, saya mengirimkan alamat Bank BNI tempat saya membuat polis dan atas nama penerima Bapak Murs****/bass 22759 divisi BNI Life. Akhirnya tanggal 13 Januari polis diterima oleh beliau. Kemudian tanggal 14 Januari 2022 saya melakukan prosedur penutupan polis secara COP.

Kemarin tanggal 25 Januari 2022, saya ditelepon oleh pihak BNI Life, bahwa dana saya hanya bisa dikembalikan sebesar Rp96.000 dari uang saya Rp3.600.000 yang sudah didebet bulan Desember kemarin selama setahun, karena keterlambatan waktu.

Saya merasa tidak adil jika dalam sebulan dana saya yang Rp3,6 juta itu hanya dikembalikan Rp96.000, dengan alasan waktu penutupan sudah lewat. Sedangkan yang salah adalah pihak BNI Life yang tidak menemukan alamat saya dan pihak petugas BNI Life di bank yang tidak segera follow up permintaan saya terhadap penerimaan polis.

Saya juga menutup BNI Life sehari setelah polis asli diterima. Bukti penerimaan polis tertera tanggal 13 Januari 2022 dan pembuatan formulir COP (Cooling Off Period) tertera tanggal 14 Januari 2022. Itu berarti, belum 14 hari setelah polis saya terima, yang artinya COP yang berlaku, bukan surrender. Sesuai dengan ketentuan, membatalkan dalam masa pembelajaran polis yaitu 15 hari sejak polis diterima, maka dana akan dikembalikan seluruhnya.

Maka dari itu saya menolak dan tidak menerima. Akhirnya oleh pihak BNI Life saya diminta mengirim surat keberatan dan ditanda tangani di atas materai. Itupun telah saya lakukan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan penutupan dan pengembalian dana. Saya hanya diminta menunggu terus menerus dan pihak BNI Life meminta perpanjangan waktu terus.

Tolong pihak BNI Life agar mengkaji hal ini dan menyelesaikan secepatnya. Saya ingin uang saya dikembalikan seluruhnya, meskipun ada potongan untuk biaya admin tidak masalah. Namun tolong uang saya jangan hanya Rp96.000 yang dikembalikan, karena saya bayarnya langsung setahun dan baru seminggu setelah polis saya terima. Itu pun permohonan tutup saya terkendala karena polis asli yang tak kunjung datang.

Terima kasih.

Nur Mustika Ayu
Kab. Gowa, Sulawesi Selatan


Update (1 Februari 2022): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tindak lanjut oleh pihak BNI Life sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai BNI Life Insurance:
[Total:20    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan BNI Life atas Surat Ibu Nur Mustika Ayu

Yth. Ibu Nur Mustika Ayu, Sehubungan dengan pemberitaan Ibu Nur Mustika Ayu di mediakonsumen.com pada tanggal 28 Januari 2022, dapat...
Baca Selengkapnya

7 komentar untuk “Mestinya Polis BNI Life Ditutup Secara COP (Cooling Off Period), Ini Malah Surrender

  • 28 Januari 2022 - (13:13 WIB)
    Permalink

    Bagaimana mau gak jelek nama produk berjenis asu ransi, kalau nyari income nya menghalalkan segala macam cara macam begini.
    Mulainya aja sudah salah, orang mau deposito (amat sangat super aman & PASTI NAMBAH) bisa dibelokkan.
    Cari mangsa ke orang yang SUDAH MAU/BERMINAT produknya. Kalau “sulit mas, gak ada yang minat,” yah berarti elu promosi/pengenalan produk nya yang mesti digedein. Jangan asal jalan pintas pake metode “persuasi” ke orang yang tidak ngerti ataupun lagi mau naruh duit di tempat yang PASTI AMAN & PASTI NAMBAH.

    Perkara asu ransi = manajemen resiko bla bla bla, itu urusan lain. Yang penting jangan nipu.

    Nah sudah salah di awal, eh masih lagi nyari celah di COP.
    Gimana orang mau respek dengan produk mu?

    15
  • 29 Januari 2022 - (13:41 WIB)
    Permalink

    Wes t lah.. Kalah2 asuransi dilawan, udah klausulnya berbuku2 berjilid2 emang ada yg baca.. Tinggal iya udah dech masuk perangkap.. Hitung🐔2 biaya belajar, dunia itu kejam bung..

  • 29 Januari 2022 - (18:07 WIB)
    Permalink

    Hallo semuanya,
    Saya adalah mantan pegawai asuransi di salah satu bank swasta serta saya juga pernah jadi agen asuransi non bank.
    Saya ingin mengingatkan kepada semua calon nasabah bank, agar tidak tergiur dengan apa yang di sampaikan marketing. Sudah banyak yang jadi korban. Banyak sales yang tidak jujur diawal bahwa itu produk asuransi. Biasanya ada yang bilang itu tabungan jangka panjang. Sementara orang mikirnya pasti aman kalau tabungan, padahal di asuransi itu ada yang namanya biaya akuisisi.
    Asuransi itu produk yang bagus, tapi memang segala resiko harus di ketahui di awal, investasi + asuransi tidak ada yang jangka pendek. Jadi pasti rugi besar kalau asuransi di putus kurang dari 10 tahun, bahkan lebih dari itupun bisa jadi masih rugi.
    Ingat asuransi bukan tabungan yang bisa nasabah nikmati hasilnya secara langsung. Apalagi kalau itu asuransi jiwa, maka yang berhak menikmati hasilnya adalah ahli waris, jadi kembali ke tujuan awal anda mau nabung untuk apa dan untuk siapa?
    Jangan salahkan produk asuransinya, tapi yang salah adalah agennya yang tidak jujur di awal.
    Dan puji syukur selama saya kerja di Asuransi saya tidak pernah mendapatkan komplain dari nasabah saya. Intinya lebih baik jujur dan terus terang daripada menipu.
    Kalau ada orang bank nawari produk tabungan, sebaiknya di tanyakan lagi dan di tegaskan apakah itu asuransi atau bukan. Karena mereka punya seribu cara untuk menggaet dana anda.

    WASPADALAH!!!

  • 30 Januari 2022 - (05:51 WIB)
    Permalink

    Awalnya cs bank bni yang menyarankan saya dan menjelaskan klo ini tabungan jangka panjang dmna tiap tahunnya bunga akan ditransfer otomatis ke rekening saya sebesar 7 rtus ribu lebih. Dan ditahun ke 10 dana saya akan kembali utuh sesuai dengan jumlah dana yg di debet Secara otomatis tanpa harus datang lagi ke bank. Krna cs bank yg menyarankan jadi saya percaya klo ini memang produk bank. Dan ketika saya setuju, barulah dia memanggil bas untuk proses. Bas itupun tdak tau produk apa yg ditawarkan kesaya. Dia bertanya ke cs klo saya mau daftar yg mana, cs menjawab dengan kode/singkatan yg saya tdak tau. Diproseslah rekening saya.

    • 31 Januari 2022 - (14:31 WIB)
      Permalink

      Berarti betul kan memang manfaat yang diterima nasabah seperti itu? Mau disebut asuransi atau tabungan jangka panjang yang penting kita menjelaskan produk sesuai spesifikasi

  • 31 Januari 2022 - (14:57 WIB)
    Permalink

    Alhamdulillah pihak bni life sudah menyelesaikan persoalan ini dengan sangat baik. Terima kasih buat bni life dan terutama buat media konsumen yg telah memuat keluhan saya ini

 Apa Komentar Anda mengenai BNI Life Insurance?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Mestinya Polis BNI Life Ditutup Secara COP (Cooling Off Period), Ini M…

oleh Nur dibaca dalam: 2 menit
7