Beli Smartphone di Akulaku, Dikirim Barang Ilegal dengan IMEI Tidak Terdaftar di Kementerian Perindustrian

Singkat cerita, pengalaman buruk saya membeli smartphone di BDGR Store melalui aplikasi Akulaku, dengan Nomor Pesanan: 202203200312506840619 dan Nomor Resi: 003019394663.

Niat hati untuk memenuhi kebutuhan untuk chat sehari-hari, tapi saya malah ditipu dan dirugikan oleh pedagang nakal di Akulaku. Pedagang tersebut mengirimkan smartphone dengan IMEI yang tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian, dengan kata lain smartphone tersebut ilegal!

Bukti pengecekan IMEI di situs Kemenperin bahwa IMEI tidak terdaftar (smartphone ilegal)

Saya membuat artikel ini, karena sudah lelah berurusan dengan penjual yang sengaja respons lambat agar dana dia bisa masuk. Ketika saya mau refund selalu ditolak. Saya sudah meminta baik-baik supaya ditukar dengan smartphone yang IMEI sudah terdaftar, tapi lagi-lagi chat saya diabaikan. Seolah-olah penjual merasa aman menjual barang ilegal tersebut tanpa rasa takut.

Benar saja, setelah saya melihat review bintang satu dari produk tersebut, si penjual sering melancarkan aksi nakalnya tersebut. Hal ini bisa dilihat dari tanggapan pembeli sebelumnya, banyak yang ditipu oleh penjual tersebut. Bahkan ada yang meminta bantuan ke pihak Akulaku via CS, tapi tidak dibantu.

Dari sini saya mulai bertanya-tanya, kok bisa ya toko/merchant/pedagang ini masih bisa berjualan bebas di Akulaku padahal banyak review tertipu oleh penjual tersebut?

Setelah itu saya akhirnya mencoba menghubungi pihak CS Akulaku. Benar saja, saya mengalami apa yang dirasakan oleh banyak konsumen yang lainnya, yaitu buruknya pelayanan dari pihak CS Akulaku. Saya chat melalui via live chat, tapi CS lama sekali membalas pesan saya. Tiba-tiba chat saya malah diakhiri, padahal ini masalah serius, praktik jual beli barang ilegal dan ini sudah pelanggaran hukum yang fatal.

Jujur saya kesal sekali. Ini bukan soal murah atau mahalnya suatu barang, walaupun murah sekalipun barang yang saya beli, saya tetap merasa dirugikan, hak saya direnggut. Maka dengan ini saya meminta tolong pihak Akulaku respons cepat dalam menangani kasus ini. Karena ini bukan hal sepele, malainkan sudah termasuk praktik jual beli barang ilegal, yaitu smartphone dengan IMEI yang tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian!

Saya meminta tolong kepada pihak Akulaku, sebelum saya melapor ke Badan Perlindungan Konsumen. Percuma saya beli smartphone tapi tidak bisa internet dan telepon, karena IMEI TIDAK TERDAFTAR.ย Saya harap pihak Akulaku merespons cepat, karena ini pelanggaran hukum berat yang dilakukan oleh merchant/penjual.

Dasar Hukum

Pengaturan mengenai IMEI secara khusus tercantum dalam Permenkominfo 1/2020 di manaPasal 1 angka 4 Permenkominfo 1/2020 menerangkan bahwa:

International Mobile Equipment Identity yang selanjutnya disingkat IMEI adalah nomor identitas internasional yang terdiri dari 15 digit, dihasilkan dari 8 digit Type Allocation Code yang dialokasikan oleh Global System for Mobile Association untuk mengidentifikasi secara unik Alat dan/atau Perangkat HKT yang tersambung ke jaringan bergerak seluler.

Berdasarkan Pasal 3 ayat (1) Permenkominfo 1/2020, setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler (โ€œpenyelenggaraโ€) wajib memverifikasi IMEI alat dan/atau perangkat handphone, komputer genggam, dan komputer tablet melalui Equipment Identity Register (EIR) ke Central Equipment Identity Register (CEIR) sebelum memberikan akses jaringan bergerak seluler.

merujuk kepada Konsideranshuruf a Permenkominfo 1/2020 disebutkan tujuan pembentukan peraturan terkait IMEI ini adalah untuk:

a. melindungi masyarakat dari penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan/atau hasil kejahatan; dan

b. mendukung pencegahan dan mengurangi peredaran alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang dinyatakan ilegal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya, jika ditelusuri berdasarkan UU Perlindungan Konsumen, perlu Anda ketahui, dalam Pasal 8 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen dinyatakan sebagai berikut:

Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:

a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut;
c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;
d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;
e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;
f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;
g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/ pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu;
h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label;
i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat;
j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Maka dari itu, pelaku usaha tidak boleh memperdagangkan perangkat yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Permenkominfo 1/2020. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan Pasal 8 UU Perlindungan Konsumen dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

M. Fahrizal Hidayatullah
Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah


Catatan redaksi (diperbarui 4/4/2022): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku Indonesia:
[Total:58    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Akulaku terhadap Surat M. Fahrizal Hidayatullah

Kepada Yth. Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Saudara/i M. Fahrizal Hidayatullah pada tanggal...
Baca Selengkapnya

74 komentar untuk “Beli Smartphone di Akulaku, Dikirim Barang Ilegal dengan IMEI Tidak Terdaftar di Kementerian Perindustrian

  • 30 Maret 2022 - (08:28 WIB)
    Permalink

    Dilihat dari produknya itu ponsel refurbished ex-Jepang. Pernah beliiin ponakan di Tokped, tapi penjual jujur kalau itu bekas impor. Kalau pakai wifi aja sih ga masalah, kalau pakai SIM ya susah.

    12
    • 30 Maret 2022 - (09:17 WIB)
      Permalink

      Merchant ditanya tidak menjawab, entah sengaja atau bagaimana apapun alasannya menjual Smartphone tanpa IMEI terdaftar adalah pelanggaran Hukum.

      12
      6
      • 31 Maret 2022 - (22:34 WIB)
        Permalink

        limbah jepang gini loh, awal beli coba disetting apn nya dulu, gua soalnya make sony xz2 limbah jepang docomo, pas beli gua sadar banget ini hp ilegal, karna gua ngincer spek doang, jadi ngga terlalu pusingin imei, terus coba pancing pake smartfren

    • 31 Maret 2022 - (10:39 WIB)
      Permalink

      Coba dicek di website bea cukai. Untuk hp import, imeinya di bea cukai, bukan di kemenperin.

  • 30 Maret 2022 - (09:06 WIB)
    Permalink

    nah sebaik nya jgn membeli unit2 smartphone dari unit ex limbah ponsel dari luar negeri. yg pasti uu nya merugikan konsumen. Docomo limbah ponsel dari Jepang. Pakai lah ponsel resmi yg di buat di Indonesia

    13
    3
    • 30 Maret 2022 - (09:15 WIB)
      Permalink

      Merchant tidak memberikan kejelasan ditanya selalu slow respon bahkan tidak menanggapi, harusnya merchant sudah tahu menjual smartphone tanpa IMEI terdaftar adalah Pelanggaran Hukum.
      Setidaknya walaupun barang import Merchant harus bertanggung jawab dalam mengurus IMEI agar terdaftar karena banyak Merchant yang jujur sebelum menjual produknya mereka mendaftarkan IMEI di Kementrian Perindustrian sebelum di Jual.

      6
      5
  • 30 Maret 2022 - (09:47 WIB)
    Permalink

    Nah kalau dilihat dari alur ceritanya TS saya bisa menyimpulkan ada indikasi keterlibatan akulaku . Karena membiarkan penjual memperdagangkan barang ilegal yg tidak sesuai permeninfo.
    Asik nih ada unsur pidana & perdata. ๐Ÿ˜

    13
    3
    • 30 Maret 2022 - (10:15 WIB)
      Permalink

      Disini kita sama-sama belajar biar masyarakat tahu betapa pentingnya IMEI yang terdaftar di Kementrian Perindustrian karena ini demi Perlindungan Hak-hak Konsumen dan memberikan efek jera bagi Pedagang nakal yang suka menjebak ketidaktahuan masyarakat ๐Ÿ˜๐Ÿ‘
      Kalau menurut saya kurangnya pengawasan dari pihak akulaku dan tindakan tegas terhadap Merchant Nakal ๐Ÿ™
      Tapi saya berharap semoga kedepannya tidak ada kasus demikian di Aplikasi Shop apapun. ๐Ÿ˜‡๐Ÿ‘

      6
      3
  • 30 Maret 2022 - (10:59 WIB)
    Permalink

    Menurut saya sih, jangan langsung menuduh bahwa barang itu ilegal. Dilihat dulu itu, pakai sim card bisa apa enggak? Minimal Telkomsel, atau provider lain. Pokok jangan Smartfren, soalnya Smartfren tuh walaupun hp nya gak terdaftar masih bisa akses sinyal, beda ama kayak provider seperti Telkomsel. Jika bisa berarti bukan ilegal. Bisa jadi, itu penjualnya impor hp sudah lama sebelum ada peraturan itu. Kan dijelaskan di peraturan IMEI itu, kalau hp ilegal sebelum ada peraturan penetapan IMEI sudah diaktifkan di Indonesia hp tersebut sudah legal. Jangan terlalu fokus sama website pemerintah, bisa jadi nggak update. Saya aja impor hp dari luar negeri, saya cek di situs tersebut IMEI saya belum terdaftar. Tapi hp lancar untuk jaringannya, karena sudah membayar pajak di bea cukai. Saya konfirmasi dan menghubungi bea cukai, emang udah membayar dan jadinya non ilegal karena udah bayar pajak. Kata merek emang situsnya aja yang belum terupdate di sistem. Intinya jangan hanya berpatokan pada satu hal saja. Soalnya hp ilegal tuh, otomatis provider katak Telkomsel, Indosat, dll gak bisa. Jika memang sudah bisa, berarti hp anda sudah legal. Emang di situs tersebut belum didaftarin, tapi didata pemerintah sudah ada.

    Terimakasih

    9
    12
    • 30 Maret 2022 - (11:38 WIB)
      Permalink

      Sudah, tidak bisa digunakan simcardnya hanya wifi, lagipula Merchant menghilang kayak ninja bukanya memberi pemahaman dan penjelasan, kalau memang ada niat baik harusnya fast respon menanggapi keluhan konsumen bukan menghilang ketika ditanya kejelasan, wajar konsumen protes apabila tidak ada penjelasan pasti dari Merchant.

      11
      2
    • 30 Maret 2022 - (11:48 WIB)
      Permalink

      Kalau memang situs tersebut belum terupdate kenapa IMEI HP baru keluaran 2021-2022 ada IMEI nya Terdaftar di situs tersebut?
      Lagi pula IMEI terdaftar selalu diawali dengan angka 86xxxxxxxxxx

      4
      1
    • 30 Maret 2022 - (18:04 WIB)
      Permalink

      Memang itu barang ilegal kok, barang limbah bekas Jepang. Sama orang Jepang dibuang, sama orang Indonesia malah dibeli kan konyol. Padahal merek lokal banyak yg murah, itung2 dukung merek lokal.

      • 31 Maret 2022 - (06:13 WIB)
        Permalink

        @Thio iya sih dikatakan ilegal karena emang masuknya melalui jalur yang tidak resmi, sehingga tidak masuk penerimaan pajak negara. Tapi beda lagi, kalau pembeliannya melalui situs luar negeri yang resmi misal Aliexpress/Alibaba. Nanti masuk tuh lewat bea cukai dan kita bayar pajak tambahan lagi setelah barang sampai. Sehingga didaftarin IMEI-nya sama mereka, walaupun barang tersebut refurbished atau bekas, yang penting bukan hp batangan doang ada box asli hp-nya. Ini cerita pengalaman saya sih, waktu beli hp dari luar negeri.

        3
        1
      • 31 Maret 2022 - (11:40 WIB)
        Permalink

        Dengan harga segitu seharusnya konsumen lebih paham kalau barang itu barang ex jepang, terlebih sudah ada penilaian dari konsumen sebelumnya, bukan membenarkan penjual tapi tidak aku laku saja yg menjual hp docomo atau rom au, dan itu emang punya pasar tersendiri, karena dengan harga yang dibilang murah dapat spesifikasi mantan hp flashgip, kalau emang tidak mau ada hal yang merepotkan, lebih baik beli dengan harga normal yang keluaran global atau pun indonesia, semoga lebih baik dalam menilai situasi dalam berbelanja online, kalau terkesan ber resiko ya jangan di lanjut

  • 30 Maret 2022 - (12:35 WIB)
    Permalink

    semoga pesan saya juga bisa di baca dan pesan di atas menjadi pelajaran dimana pentingnya membeli barang olshop dengan melihat latar belakang toko, seperti seberapa bnyak produk yang terjual,ranting dan komentar.
    jika dari tiga aspek itu negatif sebaiknya jgn melakukan transaksi dgn toko tersebut karena sangat beresiko.
    namun adakalanya yg ranting bagus juga bermain nakal di akulaku,seperti yang pernah saya alami,
    sebelum order sya tanyakn stok hp dan cs bilang ready, karen ready saya order, pembayaran cicilanpun behasil.
    namun sehari setelah melakukan transaksi cs memberi info bahwa stock barang kosong pdhl jelas jelas sebelum di chekout cs berkata barang ready.
    akhirnya cs menawarkan barang yang tidak setara untuk jadi penggantinya,harga barang yg saya order 1,789000 dan mau di ganti dengan yg harga 1 jutaan,kan gilaa.
    akhirnya saya mengajukan refund itupun awalnya cs sangat berbelit dgn alasan ini itu, tapi saya tetap tidak mau karena saya tau mereka hanya ingin mengambil untung banyak dengan menjual barang stok lama dengan harga 3x lipatnya..
    jadi saya tetap ajukan refaund ke cs akulaku walaupun pengembalian limit lama dan ribet tapi itu jaln terbaik dari pada beresiko.
    saya berharap akulaku lebih tegas lagi dalam memberantas seler nakal.
    semiga pesan saya bisa di baca tmn tmn nedia konsumen dan memberitahu apw yg harus di lakukan ketika melakukan transaksi dgn seler nakal akulaku.

    16
    1
    • 30 Maret 2022 - (12:54 WIB)
      Permalink

      Nah kan sudah banyak korban Merchant/Penjual Nakal di Akulaku, padahal Akulaku kan Perusahaan resmi yang terdaftar di OJK tapi kok bisa memberikan layanan yang merugikan konsumen karena kurang pengawasan dan tegas kepada Merchant Nakal, saya juga kalau sampai Akulaku tidak menindak Merchant tersebut atau tidak mengembalikan Limit dana saya dan tetap harus membayar, saya akan Melapor ke OJK dianjurkan oleh kawan saya yang Ahli Hukum.

      5
      2
      • 30 Maret 2022 - (17:46 WIB)
        Permalink

        Hanya masukan saja. Lapor OJK itu ibarat ngomong dengan tembok. OJK itu lantang berteori, tapi kalau menanggapi masalah/laporan langsung bisu. Paling banyak yg bisa mereka lakukan adalah mengirim jawaban disuruh lapor sendiri ke polisi, OJK lepas tangan.

  • 30 Maret 2022 - (14:21 WIB)
    Permalink

    Saya hanya belanja di Tokped. Selama ini sering dapat seller penipu. Tapi karena ada bukti chat, selalu uang kembali. Mulai saat itu sy selalu lihat reputasi seller sebelum bertransaksi. Paling tidak kalau yg slow respon jangan dibeli produknya.

  • 30 Maret 2022 - (15:06 WIB)
    Permalink

    Sdh tau reviewnya jelek kenapa beli disitu? Mending jg barangnya dikirim. Banyak tuh yg beli, barangnya gak datang tapi tagihannya yg datang. Jauhin deh dari aplikasi itu tempat sarang penipu. Di mk tinggal search aja

    • 30 Maret 2022 - (20:19 WIB)
      Permalink

      Jadi dapat disimpulkan pihak Akulaku itu tidak tegas dalam menangani penipuan yang dilakukan Merchant di aplikasi mereka begitu?

      1
      2
  • 30 Maret 2022 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Kebetulan saya beli hape type yg sama di tokped. Sebelum membeli sy sadar 100% bahwa membeli hp refurbish berarti siap resiko bahwa sewaktu2 hape saya akan tidak bisa dipake karena imei akan di blokir oleh pemerintah, cuma seller menggaransi imei seumur hidup jadi saya agak sedikit tenang.saya beli sekitar 5bulan yg lalu dan selama 5 bulan sudah 2x hape sy di blokir, tetapi setiap di blokir sy langsung chat seller dan seller merespon dgn baik, langsung di buka kembali tanpa biaya.sy cm cerita pengalaman saya aja, sy blm pernah transaksi di akulaku terutama dgn seller nya si TS, perjanjian awalnya seperti apa jg ngga tau. Yg jelas dengan type yg sama kalo TS beli 800ribu an saya beli nya 2x lipat harganya. Yg perlu digaris bawahi adalah kalo beli hp refurbish hrs siap dgn resiko imei di blokir, dan kalo TS minta untuk hp nya di daftarkan imei secara resmi biaya nya sangat besar karena akan dihitung pajak bea masuk dll

    • 30 Maret 2022 - (20:22 WIB)
      Permalink

      Banyak kok Merchant yang jujur menjual hap Sony dengan benar2 IMEI terdaftar harganya hampir sama dengan Merchant di Akulaku tersebut, tapi ini tujuan saya untuk memberitahu orang2 yang tidak tahu agar tidak membeli barang apapun dari Merchant tersebut karena mereka pasti lepas tangan kalau ada masalah dan menghilang.

      1
      4
      • 1 April 2022 - (09:46 WIB)
        Permalink

        kalau tau seller byk yg jujur dengan produk sama dan harga hampir sama kenapa anda beli di tempat yg ga jujur? anda lucu sekali

  • 30 Maret 2022 - (18:25 WIB)
    Permalink

    Apa dari awal bapak sebagai pembeli tidak menanyakan barang tsb garansi apa? Kalau cuma garansi toko ato distribitor ya jelas BM, dan kalau beli hp ya lihat dari harga pak , tidak mungkin pedagang memberi harga yg berbeda jauh.. untung jual hp baru paling kisaran 100 sampai 200rb untuk hp kisaran harga 1,5 – 2jtan kalu 3jtan keatas 300rban , untuk hp kelas2 atas kisaran 500rb jadi gak mungkin kalau ada pedagang kasih harga hp resmi jauh dari harga rata2

  • 30 Maret 2022 - (18:51 WIB)
    Permalink

    Ya kalau hp keluaran terbaru yang resmi dari Indonesia kan bisa terdaftar. Yang anda beli disitu kan hp bekas limbah jepang berarti kan pengambilan barang tersebut dari orang pribadi, bukan memang sebuah perusahaan resmi. Jika memang hp baru, dan beli lewat situ luar negeri misal Aliexpress dan lewat bea cukai. Mungkin bisa anda permasalahkan ke pihak bea cukai buat didaftarin. Untuk kode IMEI 86xxxxx itu biasanya buat produk Xiaomi, Huawei, dll.

    Seharusnya, kalau memang beli hp bekas limbah luar negeri itu sudah resiko kalau nggak fisiknya yang gak sesuai ya IMEI gak terdaftar untuk kasus yang baru-baru ini. Padahal sudah banyak banget pembeli yang kena masalah beli barang elektronik di Akulaku. Walaupun udah panjang lebar laporan di situs MediaKonsumen, biasanya pihak Akulaku no repon atau kurang tegas ama begituan. Untuk pembelian anda juga kurang selektif dalam barang yang anda beli, kalau udah tahu review toko jelek kenapa masih dibeli? Itu ceritanya juga anda langsung beli saja, tanpa chat gitu atau tanya-tanya dengan penjual, soalnya beli barang bekas itu ya harus was-was. Minta jaminan kepada penjual, jika ada apa-? Kenapa nggak beli di situs Tokped atau Shopee dimana di sana lebih terjamin.

    Semoga kejadian ini gak terjadi lagi dan masalah anda bisa cepat terselesaikan ๐Ÿ™‚

    • 30 Maret 2022 - (20:31 WIB)
      Permalink

      Nah ini tujuan saya posting disini agar tidak ada korban2 selanjutnya dan tidak membeli apapun di Merchant tersebut. Karena dalam berbelanja tidak semua orang tau dan bijak maka dari itu kita yang paham harus saling melindungi antar konsumen menghadapi pedagang nakal, apapun alasan pedagang tersebut yang namanya menjual barang ilegal itu sudah pelanggaran hukum dan pihak Akulaku yang tidak tegas dangan mengawasi merchant di aplikasi mereka itu sama aja memfasilitasi para penipu, bahkan juga bisa dianggap bersalah.

      1
      4
  • 30 Maret 2022 - (19:03 WIB)
    Permalink

    Oh ya sekalian beri saran juga, kalau emang nanti gak bisa direfund, daripada anda rugi karena jaringan seluler tidak bisa dan hanya bisa pakai wifi. Coba pakai provider Smartfren, dulu punya saya pas belum kedaftar IMEI-nya juga tidak bisa pakai provider seperti tekomsel, isat, dll. Terus coba pakai Smartfren, dan ternyata bisa…

    3
    2
    • 30 Maret 2022 - (20:34 WIB)
      Permalink

      Apabila nanti pihak cs Akulaku mengabaikan refund saya mungkin nanti saya bakal mengirimkan paket tersebut ke kantor Akulaku sekalian, terserah pihak Akulaku mau apakan itu barang.

      2
      3
  • 30 Maret 2022 - (20:46 WIB)
    Permalink

    Itu di backdoor hp terlihat docomo, ini barang refurb. Ga membela siapa pun, pembeli pun jg jgn terlalu lugu, barang terlalu murah patut di curigai. kalau di rasa janggal, jangan di beli.

    Jangan berharap seller semua nya baik, karena di rasa niat kamu baik, ga akan ada yg jahati kamu. Dunia ga segampang itu

  • 31 Maret 2022 - (04:52 WIB)
    Permalink

    Saya malah lebih heran lagi dengan anda, baca review kq malah setelah beli barang. Biasakan sebelum membeli cari tahu tentang barang Dan seller terlebih dahulu. Paling mudah ya dari review di Lapaknya.

    • 1 April 2022 - (10:11 WIB)
      Permalink

      Banyak konsumen belum berpengalaman dalam berbelanja, maka diperlukan orang bijak seperti anda memberikan arahan dan masukan untuk pemula agar anda bisa berjasa bagi orang2 yang tidak tahu dalam berbelanja online agar tidak ditipu pedagang nakal.

  • 31 Maret 2022 - (10:27 WIB)
    Permalink

    laporkan polisi…. bukan apa2 biar akulaku nya juga selektif dalam memilih mitra jangan sampai dia lepas tangan

  • 31 Maret 2022 - (10:55 WIB)
    Permalink

    Ketawa aja liat customer nya dh jls2 review feedback jelek masih brani order wkwkwk
    Ya resiko tanggung sendiri lah, dh tau eks Japan mana ada yg ke daftar toh dipasang kartu bisa biasanya Krn sama seller sudah di unlock, yg penting jgn kayak bocil Gonta ganti kartu operator klu suka Gonta ganti bakal ke begal LG IMEI nya.

    Saya pakai Reno 4 pro 5G eks Taiwan buka cari jasa unlock 3bulan, dari November 2021, sampai skg msh aman2 aja pakai kartu si merah Krn gak pnh Gonta ganti hp, sedang kan hp IP xr adek saya IMEI ke blok sudah unlock Gonta ganti paketan data malah ke blokir jd hrs unlock LG

    2
    1
    • 31 Maret 2022 - (13:21 WIB)
      Permalink

      Apapun alasannya menjual barang ilegal pelanggaran hukum apalagi di aplikasi resmi.

      • 31 Maret 2022 - (17:13 WIB)
        Permalink

        Selamat sore semuanya untuk Case ini sudah ditutup ๐Ÿ™ Karena saya sudah menang melawan Seller/Merchant tersebut yang terbukti melakukan kesalahan dan tidak merespon.
        Terimakasih buat pihak Akulaku yang sudah membantu proses return, saya juga berharap pihak Akulaku dapat lebih tegas menindak merchant-merchant yang nakal di aplikasi Akulaku agar aplikasi Akulaku menjadi lebih baik dan mendapat kepercayaan penuh, serta konsumen merasa aman ketika berbelanja di Aplikasi Akulaku ๐Ÿ™๐Ÿ™

        Sedikit saran saya untuk konsumen yang ketika bermasalah/ditipu Merchant nakal saya sarankan pelaporan via Email karena prosesnya lebih cepat ๐Ÿ™
        Email : cs.return.cancel@akulaku.com

        Semoga kedepannya tidak ada kasus serupa dan untuk konsumen terus memperjuangkan hak kalian ketika ditipu oleh Merchant nakal, karena besar kecil nominal yang dirugikan tetaplah itu hak konsumen๐Ÿ™

        3
        1
        • 31 Maret 2022 - (17:25 WIB)
          Permalink

          Ya jika menurut agan bener coba aja lapor ke pihak berwajib gitu aja beres kan gak perlu debat kusir di MK,

          Gak perlu diaplikasi resmi jualan, yg jualan barang inter non resmi macam apel kroak aja byk yg offline tp tetep enjoy mrk berjualan tanpa takut atau was2 hehehehe…..

          Yg jelas si buyer beli Brg sudah tau feedback nya byk bintang 1 msih di Check out tu Brg, yg pasti expetasi tinggi dpt Brg bagus dg hrg gak waras GT wkekek

          • 31 Maret 2022 - (17:36 WIB)
            Permalink

            Skip OOT disini tidak ada yang debat kusir, MK itu Media “warung kopi” untuk berdiskusi, memberikan saran dan masukan antar konsumen ketika ada yang kesulitan.
            Tidak semua konsumen hebat, tangkas, cakap dan sangat pintar dalam berbelanja seperti anda.

            2
            1
          • 31 Maret 2022 - (17:38 WIB)
            Permalink

            Apapun alasannya menjual barang Tanpa IMEI Terdaftar Di Kementrian Perindustrian adalah tindakan melanggar hukum, walaupun masih banyak jual offline/online dan mereka aman sampai sekarang mungkin hari sialnya belum datang ๐Ÿ™

            3
            3
    • 3 April 2022 - (08:15 WIB)
      Permalink

      @Go, hp sudah unlock bisa keblock lagi itu gimana ya? Masa disuruh bayar lagi yg kedua kalinya? Penasaran saja kok bisa begitu.

  • 31 Maret 2022 - (17:06 WIB)
    Permalink

    Bukannya barang limbah Jepang begtu ya,
    Udah set APN kan, klo sudah dan masih belum keluar jaringan nya ya pake jasa unlock saja lah,

    Pengguna limbah Jepang tau lah hal ini

    Terlepas kelakuan seller loh ya .

    • 31 Maret 2022 - (17:18 WIB)
      Permalink

      Iya seandainya seller responsif, memberikan tutorialnya dan tidak menghilang mungkin saya tidak merefund, tapi karena pada dasarnya seller nya sering berulah dan banyak korban jadinya melaporkan sekalian memberikan efek jera kepada seller supaya lebih amanah dalam berjualan.

      • 31 Maret 2022 - (22:50 WIB)
        Permalink

        Ribet loh berurusan sama seller akulaku,
        Napa tdak pake Bukalapak trus pembayaran pake akulaku,

        • 31 Maret 2022 - (23:02 WIB)
          Permalink

          Terimakasih atas sarannya, mungkin lain kali saya akan coba berbelanja di Bukalapak, soalnya saya belum pernah juga belanja di sana.

    • 31 Maret 2022 - (21:05 WIB)
      Permalink

      Bilang nya gak semua konsumen tanggap BLA BLA BLA …. Tp kok komplain sampai di bawa ke MK perkara Brg yg diterima gak sesuai expetasi nya pengen Brg wah dg hrg jomplang… Dr bahasa nya anda seperti nya pny wawasan dari kaum intelektual yg ngerti, dah tau feedback buriq tp tetep digass dibayar, entah dibayarnya via cash atau cicilan dr market place, sudah bangun? Dari mimpi nya….

      Coba ente cek dikota ente toko hp2 offline yg jual Brg tidak terdaftar di beacukai, teruma merk apel msh bertengger jualan apa gulung tikar Krn dirazia pihak berwajib….

      Ente sudah punya landasan kuat katanya jualan Brg gak resmi / ilegal tu gak boleh, cb laporkan ke pihak berwajib brani gak?????

      • 31 Maret 2022 - (21:19 WIB)
        Permalink

        Tidak ada yang ditangkap dan dirazia?
        https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5111170/ps-store-kena-ciduk-190-hp-ilegal-disita-bea-cukai
        Itu salah satu contoh kecil ๐Ÿ‘ Tolong hilangkan pola pikir membiasakan sesuatu hal yang salah, pelanggaran hukum tetaplah pelanggaran hukum.

        Sayangnya dikota saya tidak ada penjual hp2 ilegal kalaupun ada dan saya tahu pasti sayalah orang pertama yang melaporkan.

        Anda orang yang paling bijak, pintar, jujur, pemberani dan tangguh saya berharap semoga anda dapat selalu membimbing konsumen yang lain dalam berbelanja supaya tidak terkena scam, besar harapan saya jika orang seperti anda menjadi pelopor dan duta konsumen agar kelak banyak konsumen yang lain dapat belajar dari anda menjadi jadi konsumen yang tangguh dalam berbelanja ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡ semoga sehat selalu, Salam konsumen tangguh dan berdaulat ๐Ÿ™๐Ÿ‘

        3
        1
      • 1 April 2022 - (05:37 WIB)
        Permalink

        Sdh bung ngalah, org ky dia merasa pintar dan benar. Dari tulisan dia sj sdh pake bawa2 UU segala. Pengen beli ho bagus tp harga murah. Cm ngakak liat tulisan dia.

        2
        1
        • 1 April 2022 - (10:17 WIB)
          Permalink

          Jangan tanam jiwa kebiasaan yang membiasakan sesuatu yang salah.
          Contoh kecil aja melanggar lampu merah merupakan pelanggaran, dan benar saja masih banyak yang melanggar lampu merah, kenapa tidak ditilang? Karena belum kena sialnya saja dan kenapa pelanggar lampu merah tidak merasa bersalah? Karena sudah membiasakan sesuatu yang salah.
          Sama halnya dengan penjual HP dengan IMEI ilegal karena merasa biasa jadinya tidak merasa bersalah, padahal aturan sudah jelas. Kenapa masih banyak? Karena masih belum ketemu hari sialnya.

  • 31 Maret 2022 - (19:54 WIB)
    Permalink

    Inti nya setiap kali kita mau membeli apapun di online shop fahami dulu barang yang mau kita beli. Baca deskripsi dengan teliti, komunikasikan dulu dengan penjual tentang hal hal yg berkaitan dengan barang yang akan kita beli, setelah semua jelas dan deal baru lakukan pembelian. Apalagi kategori ponsel second,
    Untuk jenis ponsel second x luar negri mau itu merk Samsung iPhone Sony dll yg dijual di th 2021 ini semua IMEI tidak terdaftar di kemenperin. Tp bukan berarti ilegal. Karena ada tata aturan dr kemenperin tentang bea masuk pajak untuk barang yang masuk dan mereka para importir membayar pajaknya untuk tiap ponsel yang mereka jual. Makanya seller gadget di online shop sampai berani kasih garansi masalah jaringan life time, ke buyer. Karena yang mereka jual memang sudah legal. Hati hati dalam berkomentar salah salah menuduh. Khawatir anda malah terjebak masalah hukumnya. Terima kasih

    1
    2
  • 31 Maret 2022 - (20:36 WIB)
    Permalink

    Aturan sudah jelas apapun alasannya, menjual HP dengan IMEI tidak terdaftar di situ Kementrian perindustrian adalah Ilegal, kata siapa Sony dll ex Inter tahun 2021 tidak terdaftar di situs?, saya beli Sony ga hanya sekali buktinya punya saya beli Sony tahun 2021 terdaftar di situs web kemenperin karena diurus benar-benar oleh penjualnya, baru kali ini aja kena seller nakal makanya komplain. Saya orang hukum saya paham masalah hukum dan dasar hukum soal IMEI sudah saya masukan di tread tolong dibaca sampe habis. Saya berani bicara ada dasarnya bukan asal ceplas ceplos ๐Ÿ‘

    2
    2
  • 1 April 2022 - (02:03 WIB)
    Permalink

    Memang begitulah AKULAKU, tidak memfilter penjual, saya juga pernah jadi korban waktu beli LCD monitor, yg dikirim malah TV, dikomplin sana sini ya ujung2nya pembeli yg mengalah, tapi giliran menagih wawwwww luar biasa hebohnya.

  • 1 April 2022 - (04:52 WIB)
    Permalink

    Hai Ka, semoga permasalahannya segera teratasi ya
    Aku mau sedikit sharing tentang pembelian HP di marketplace. Kedepannya kaka bisa beli di Blibli dan pilih toko yang disediakan oleh Blibli (dikelola langsung oleh Blibli), untuk klaimnya sendiri juga lebih mudah termasuk asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Aku udah beli 3 HP di Blibli dengan transaksi >1,5 juta sejak 2018 dan hpnya aman” aja.

    • 1 April 2022 - (07:45 WIB)
      Permalink

      Baik kak terimakasih atas saran dan masukannya, mungkin selanjutnya saya akan mencoba belanja di aplikasi blibli

  • 1 April 2022 - (06:25 WIB)
    Permalink

    HP docomo limbah jepang tidak di jual resmi di indonesia untuk imei jelas tdk akan terdaftar sampai nangis berdarah2 juga tetap ga bakal terdaftar imeinya. Klo penjual seumpama slow respon lebih baik tinggalkan secara logika klo penjual slow respon sewaktu mau beli dikhawatirkan setelah produk sampai malah tdk di tanggapi apalagi reputasi toko nya ulasannya bintang 1 semua..

  • 1 April 2022 - (09:43 WIB)
    Permalink

    Lo bilang contoh kecil Lo skg liat gak toko itu tutup apa msh beroperasi skg? Trs tolong Lo cek gan di kota ente yg jual hp inter msh beroperasi gak? Musnah tutup semua gak? Klu pihak berwajib mau ngamanin soal perkara seller jual Brg non resmi apa Lg jaman now yg di market place byk bertebaran gampang lah buat cari data2 seller tsb, kembali lagi ke topik yg ente tulis sudah ente laporkan belum ke pihak berwajib pihak akulaku dan seller yg yg barang tidak sesuai ekspektasi Lo nya n_u,

    Jangan2 sampai detik ni ente koar2 di MK blm laporan lagi pdhal sudah pny landasan hukum nya lho yg Lo sebutin

    • 1 April 2022 - (09:53 WIB)
      Permalink

      lagian kl TS tau cara unlock nya ga bkl nulis panjang lebar,noh baca ulang satu2 komen TS nya, yg ga geli kebangetan

    • 1 April 2022 - (10:20 WIB)
      Permalink

      Saya tidak mau panjang lebar, kenapa penjual HP ilegal masih banyak? yang pasti masih belum kena sialnya aja ketangkap dan barangnya disita.

      • 3 April 2022 - (08:17 WIB)
        Permalink

        Sudah tau barang ilegal kenapa masih dibeli? Biasakan beli hp kalo online tuh di toko yang ada tanda “official store” jangan cuma tergiur harga murah aja

      • 3 April 2022 - (08:58 WIB)
        Permalink

        @M, anda itu org pinter yg keblinger. Atau sok pinter yg keblinger. Lier sy baca komen2 anda.
        Intinya anda itu ingin hp bagus tp gada duit!!!

  • 4 April 2022 - (16:28 WIB)
    Permalink

    Halo semuanya saya menulis surat ini bertujuan untuk Klarifikasi untuk Kasus dari kiriman saya sebelumnya yang tercantum di link ini
    https://mediakonsumen.com/2022/03/30/surat-pembaca/beli-smartphone-di-akulaku-dikirim-barang-ilegal-dengan-imei-tidak-terdaftar-di-kementerian-perindustrian
    Karena kasus tersebut sudah ditutup berkat perjuangan yang sudah dilakukan serta pihak Akulaku sudah membantu dalam proses return akhirnya saya berhasil return barang Seller/Merchant tersebut yang terbukti melakukan kesalahan dan tidak merespon.

    Terimakasih buat pihak Akulaku yang sudah membantu proses return, saya juga berharap pihak Akulaku dapat lebih tegas menindak merchant-merchant yang nakal di aplikasi Akulaku agar aplikasi Akulaku menjadi lebih baik dan mendapat kepercayaan penuh, serta konsumen merasa aman ketika berbelanja di Aplikasi Akulaku, dan juga semoga Akulaku makin berkembang kedepannya๐Ÿ™๐Ÿ™

    Sedikit saran saya untuk konsumen yang ketika bermasalah/ditipu Merchant nakal saya sarankan pelaporan via Email karena prosesnya lebih cepat ๐Ÿ™
    Email : cs.return.cancel@akulaku.com
    Dari pihak konsumen juga harus giat memperjuangkan haknya ketika merasa dirugikan oleh pedagang/merchant nakal, jangan takut dan jangan lupa videokan setiap melakukan unboxing agar dapat return barang yang dianggap bermasalah/rusak.

    Semoga kedepannya tidak ada kasus serupa dan sekali lagi untuk konsumen terus memperjuangkan hak kalian ketika ditipu oleh Merchant nakal, karena besar kecil nominal yang dirugikan tetaplah itu hak konsumen serta antara konsumen saling mendukung dan memberikan saran bertukar pikiran karena kita tidak tau kelak mungkin anda, orang tua,orang terdekat atau saudara mengalami masalah serupa maka dari itu saling membantu sangat diperlukan.

    Sekian surat dari saya dan saya ucapkan Terimakasih banyak untuk semua atas kritik saran dan bantuannya. #akulaku #return @akulaku

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku Indonesia?

Ada 74 komentar sampai saat ini..

Beli Smartphone di Akulaku, Dikirim Barang Ilegal dengan IMEI Tidak Teโ€ฆ

oleh M. dibaca dalam: 3 menit
74