Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Penipuan Berkedok Admin Support Merchant (Fake Buyer) 26 Oktober 202426 Oktober 2024 Dewi Mutiara 39 Komentar Bank CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Bank UOB Indonesia, Bisnis Online, Fraud, Grup Telegram, Iklan, iklan lowongan kerja, Iklan Online, Komisi, Kriminalitas, Media Sosial, Modus Penipuan, Money Game, Pencucian Uang, Penipuan, Penipuan online, Penipuan via Telegram, Rekening bank, Rekening Tabungan, Scam, Situs penipuan, Social Engineering, Telegram, Transfer antar bank, Transfer Dana Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Perkenalkan, nama saya Dewi. Saya di sini ingin mengajukan keluhan kepada Shop** ID, PT. Pelangi Elektronik Store, dan gisellecollsofficial. Di sini, saya merasa ditipu dan dirugikan oleh program yang mengatasnamakan tiga perusahaan tersebut. Saya mendapatkan kontak pelaku melalui iklan di grup Telegram CPNS Kemendesa. Program Admin Support Merchant ini bertugas untuk menjadi fake order/fiktif order guna meningkatkan penjualan dan reputasi toko di marketplace Shop** ID. Saya sudah melakukan beberapa tugas tersebut hingga diharuskan top up dan menghabiskan lebih dari 4 juta rupiah yang sudah saya transfer untuk menyelesaikan setiap tugas (situs yang digunakan pelaku: gisellecollsofficial.com – red). Tugas yang harus saya lakukan adalah melakukan order fiktif melalui tautan yang diberikan oleh admin. Setiap tugas terdiri dari satu pemesanan yang perlu saya selesaikan. Jumlah pemesanan fiktif ini bervariasi, tetapi seiring bertambahnya tugas, nilai pemesanan tersebut juga meningkat, sehingga saya harus menambah saldo di akun kerja saya untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Ketika saya mengonfirmasi kepada admin mengenai penyelesaian tugas, admin memberikan instruksi untuk menyelesaikan satu tugas lagi, dan setelah itu, dia akan membantu proses pencairan. Namun, setelah saya berhasil menyelesaikan tugas tambahan, pencairan belum bisa dilakukan, dan admin kembali meminta saya untuk melakukan hal yang sama berulang kali. Hal ini membuat saya merasa tertipu. Rekening tujuan transfer yang digunakan oleh pelaku adalah: Rekening CIMB Niaga, nomor rekening: 707912563900, a.n. Karsono. Rekening Bank Sinarmas, nomor rekening: 0059063038, a.n. Rican Prihatin Harahap. Rekening Bank UOB, nomor rekening: 7503071936, a.n. Regi Rudiansyah. Sampai saat ini dana saya masih tertahan dan belum bisa dilakukan penarikan. Setiap kali saya meminta penarikan, admin yang bersangkutan, “Adi*** Sya***,” meminta saya untuk menyelesaikan satu tugas lagi. Setelah itu, barulah akan dibantu untuk dilakukan pencairan. Saya tidak peduli lagi dengan embel-embel komisi yang didapatkan. Saya hanya ingin uang yang sudah saya keluarkan untuk top up kembali ke tangan saya. Kembalikan apa yang menjadi hak saya. Dewi Depok, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Flayer26 Oktober 2024 - (14:25 WIB)Permalink Welcome to mk.. Jago nulis..membaca saja tidak mau..ciri2 orang mau santai dpt duit. Begitu rugi koar2 7 Login untuk Membalas
Abo Cah26 Oktober 2024 - (16:31 WIB)Permalink betul betul betul, MK cm dijadikan tempat keluhan oleh TS tanpa mau membaca. istilahnya kalo ada masalah baru buka MK, kalo tidak ada masalah, ya tidak akan buka MK. Padahal TS tahu MK dr 2020 (pernah nulis soal pinjol) 3 1 Login untuk Membalas
sofian27 Oktober 2024 - (13:55 WIB)Permalink Saya jg korban penipuan jenis ini, maupun latar tema yg berbeda, ya semoga dikuatkan mbak dewi ini, jd pembelajaran hidup aja, uang ngga mungkin kembali dari penipu itu mbak, tp semoga tetap sehat mbaknya Login untuk Membalas
ajax31 Oktober 2024 - (06:38 WIB)Permalink haha saya baru tahu mk dan baru tahu kasus seperti ini, saya juga baru kena sih, 1,5 juta. Uang masih ketahan sampai saya harus order barang fiktif dengan nominal besar, disitulah sadar ada yang gak beres, saya stop deh. Yang masih mikir duit bisa balik, stop deh. Ikhlaskan saja dan jadikan pelajaran, lapor pun percuma karena kebodohan sendiri. Mereka ini melakukan penipuan terorganisir, ganti2 domain web dan nama merchant yang berbeda. Jadi jika di cari di internet soal penipuan ini sangat minim sekali, jadi sekarang kalo dapat chat seperti itu, saya kerjakan misi awal saja dapat puluhan ribu, lalu saya blokir nomor2 penipu nya sebelum menyuruh untuk depo Login untuk Membalas
Istri26 Oktober 2024 - (14:37 WIB)Permalink Ini modus penipuan yg Udh sangat usang.. Ko masih ada yah..?? (Yg ketipu) Biar pun di muat di media massa besar pun, udh pasti duitnya enggak akan balik 7 1 Login untuk Membalas
Tandya27 Oktober 2024 - (21:20 WIB)Permalink Pelajaran hidup ini namanya mbak dew Login untuk Membalas
Juragan Gembuz28 Oktober 2024 - (07:57 WIB)Permalink Lah..nie udah mau akhir tahun 2024 masih aja yg ketipu modus begini… Yg berhubungan dengan uang harusnya cek dulu kebenarannya.. Cari di google banyak kasus yg beginian.. Kerja enteng tinggal klik dapet duit itu gaada.. Yang sabar mba dewi…Smoga gak terulang lg ya mba..dan dapet gantinya. 2 Login untuk Membalas
Muhamad Saiful26 Oktober 2024 - (15:14 WIB)Permalink Dan Terjadi lagi…..silakan komentar lainnya. 4 1 Login untuk Membalas
Keranjang Belanja7 November 2024 - (14:30 WIB)Permalink Waduh penipuan Model baru lg nih Login untuk Membalas
Arya26 Oktober 2024 - (15:55 WIB)Permalink “saya mau duit saya kembali” Apa dia masih belum sadar uangnya sudah hilang selama-lamanya? CIMB, UOB, dan Simas adalah bank yang login perangkat tanpa perlu pindai wajah Jadi anda transfer kepada orang itu entah siapa jika rekening itu dilaporkan sudah pasti uang nya juga udah ga ada Sadarlah mbak dewi, uangmu iklaskan saja buat pelajaran hidup 5 Login untuk Membalas
Andihidayathlb26 Oktober 2024 - (16:30 WIB)Permalink Orang tamak yg gelap mata sampe ga bisa berpikir pake logika 4 Login untuk Membalas
ajax31 Oktober 2024 - (06:40 WIB)Permalink Wah mas makasih atas komennya, saya jadi tau kalau ketiga bank itu memang berbahaya, baru saja kena tipu untung langsung sadar Login untuk Membalas
albert26 Oktober 2024 - (16:17 WIB)Permalink sukurin, gak bakal balik juga duitlu. tamak logika gak dipake 9 Login untuk Membalas
吉 技26 Oktober 2024 - (17:36 WIB)Permalink Ikut prihatin terhadap kejadian yg menimpa Mba Dewi, semoga mendapat pelajaran & dapat rejeki dari hal lain… Btw, sebenarnya modus penipuan seperti ini sudah banyak yang menulis di MK ini (hanya beda pola & domain situs yg dipakai), bahkan yg saya tau ada korban yg tertipu sampai 90 jt bahkan 300 jt an, padahal penipuan seperti ini jika kita nalar dengan logika memang janggal, tetapi kalau kita dalam kondisi terdesak maka seakan-akan penipu bisa menghipnotis kita dengan iming-iming sehingga kita mengikuti kemauan penipu. Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran buat para pembaca di MK & terimakasih atas tulisan Mba Dewi di MK ini, semoga dpt rejeki yg lebih baik… Dan untuk penipu semoga segera sadar karena perbuatannya sangat merugikan orang lain… 4 Login untuk Membalas
Tonny26 Oktober 2024 - (23:01 WIB)Permalink Namanya kerja intinya kalo kita di suruh TOP UP itu fix murni PENIPUAN kawan. Kerja itu kan kita yang di bayar atau di gaji, bukan kita yang bayar ke mereka kan 🤣😁 dan ini modus lama, hanya saja beda pola bermainnya dengan Shopee sebagai partnernya agar bonafid dimata orang awam dan dari situlah mereka dengan mudah kena tipu. 3 Login untuk Membalas
Matahari26 Oktober 2024 - (17:19 WIB)Permalink Saya sering ikutan…tapi kalau sudah sampai setor modal atau order fiktif, mundur teratur.. 🙏 3 Login untuk Membalas
Heru26 Oktober 2024 - (20:49 WIB)Permalink Ini cirinya koq selalu kasih tugas trus dpt lanjut transfer.. Logika jg mana ada dpt duit dr kerja spt itu. Belum ketangkap2 orang-orang nya makin merajalela penipu kyak gini.. 1 Login untuk Membalas
Nando Putra26 Oktober 2024 - (18:47 WIB)Permalink Buat Ibu Dewi, silakan minggir dulu karena rekor tertinggi di MK itu 350juta, https://mediakonsumen.com/2023/06/23/surat-pembaca/tertipu-350-juta-rupiah-dengan-modus-penipuan-kerja-online-paruh-waktu Nanti kalo sudah ada yang ngalahin rekor tersebut baru kita bantu ramein lagi. 7 Login untuk Membalas
KOPERASI1 November 2024 - (04:54 WIB)Permalink Untuk meraih kesuksesan itu kerja yg betul2 kerja bukan kerja yg hanya like and comen trus berharap dapat duit itu hanya mimpi…. Login untuk Membalas
Nando Putra26 Oktober 2024 - (18:52 WIB)Permalink Sabar ya Bu Dewi, Ibu gak sendiri, banyak kok teman Ibu di MK ini. Rekor tertinggi sampai saat ini masi di angka 350juta. Silakan Ibu cari dengan kata kunci: “tertipu modus kerja online”. 3 Login untuk Membalas
Nando Putra26 Oktober 2024 - (18:52 WIB)Permalink https://mediakonsumen.com/2023/06/23/surat-pembaca/tertipu-350-juta-rupiah-dengan-modus-penipuan-kerja-online-paruh-waktu Login untuk Membalas
Abby26 Oktober 2024 - (22:15 WIB)Permalink Sudah tau disuruh order fiktif..masih dilakuin juga. Berarti ente juga org jahat. Orang jahat dijahatin gak usah teriak2. 2 Login untuk Membalas
Halim26 Oktober 2024 - (19:18 WIB)Permalink masi sikit tu baru 7 jt uda tersadar kemarin ada yg sampai 90 jt ga sadar2 3 1 Login untuk Membalas
Puput29 Oktober 2024 - (11:22 WIB)Permalink Grup ditelegram isinya penipuan semua Login untuk Membalas
Puput29 Oktober 2024 - (11:23 WIB)Permalink Filter di pengaturan WA, yang bisa menambahkan Grup Hanya Teman, jadi Nomor diluar kontak gak bisa tambah grup no WA kita Login untuk Membalas
dhan26 Oktober 2024 - (19:29 WIB)Permalink Di Thread juga sama ada kasus ke gini juga cm beda nama. Capek juga kasih taunya. Solusinya hanya satu, print semua data2 penunjang, bawa KTP. Kemudian datang ke Polda unit Cyber Crime. Laporkan. Semoga duitnya balik lagi. 3 1 Login untuk Membalas
Lai26 Oktober 2024 - (19:45 WIB)Permalink Masih untung rugi 2jtan iklasin aja. Buang energi lapor di mk hanya dibully doank. Lain x lebih smart lah. Ini gak ada urusan dgn shopeeee 2 25 Login untuk Membalas
Tjahya26 Oktober 2024 - (21:14 WIB)Permalink Jadinya untung apa rugi nie mana bisa barengan begitu 1 17 Login untuk Membalas
Lai26 Oktober 2024 - (21:17 WIB)Permalink Kalau orang jawa mah ngerti lah hehe. Selalu untung walau buntung 1 17 Login untuk Membalas
American26 Oktober 2024 - (21:31 WIB)Permalink Waduh banyak juga ya kerugiannya, coba kontak saya aja di Telegram username : gunawanwa siapa tau saya bisa bantu buat minimalin kerugiannya. 10 4 Login untuk Membalas
Lai27 Oktober 2024 - (17:55 WIB)Permalink Yg ngasih jempol ke bawah komen gw sih bener2 otaknya dibawah x. Wkwkkw 1 21 Login untuk Membalas
Riky Ahriyanto27 Oktober 2024 - (08:49 WIB)Permalink TS gak muncul lagi…., kayaknya lagi buka2 postingan lama tentang penipuan model gini…. Baru nyadar. 2 Login untuk Membalas
madman27 Oktober 2024 - (12:15 WIB)Permalink Dari komen yang bejibun, jadi tahu siapa aja yang selama ini cuma silent reader. Tinggal di skrining aja gaya komentar yang berpotensi jadi buzzer korporat tertentu. Silent reader yang gemar pakai jempol pencet ke bawah. Ternyata ada orang lama juga. 👹 1 Login untuk Membalas
Kun Anthoxy30 Oktober 2024 - (14:29 WIB)Permalink baru aja buka eh langsung ke penipuan, pertama saya baca yagn 95 juta, eh ini ketipu juga..kayaknya indonesia darurat membaca, atau sekedar update, baru ada kejadian buka MK..rekor tuh 350 juta, kayaknya saya juga koment di tempat TS itu deh..hmm, itulah indonesia malas membaca dan tamak, maruk ,dan gak pikir pake logika..mudahan jadikan pelajaran hidup, untung baru segitu kalo smp besari seperti itu bisa stress kayak gagal nyaleg Login untuk Membalas
ShiroNeko8 November 2024 - (18:30 WIB)Permalink Di grup cpns berarti calon pns. Lah kok begini. Bisa gampang banget tergiur duit instan. Lah kalo jadi pns gmana jalan ceritanya. Wkwkwk Login untuk Membalas
Farid9 Desember 2024 - (05:51 WIB)Permalink Sebelumnya saya tidak tau kalau ada MK ini, dan saya baru membacanya. Mbak Dewi yang sabar yaa, saya juga kena penipuan semacam itu. Semoga penipuan yang seperti ini segera teratasi dan segera ditangkap pelopornya agar tidak terulang kembali penipuan semacam ini. Ini memang murni dari keteledoran pengguna, tetapi untuk yang komen “syukurin” mohon maaf jangan membuat orangnya bertambah sedih dan bertambah beban pikiran. Doakan saja semoga diberi keikhlasan dan diganti dengan rizki yang lebih barokah. Mungkin saat kepepet kita tidak bisa berpikir jernih, jadi seakan akan terhipnotis dan tergiur dengan yang semacam itu. Memang bagi sebagian orang uang segitu tidak terlalu besar, tetapi bagi orang yang memang benar membutuhkan itu cukup besar. Namanya penipuan, sedikit atau banyak tetap saja merugikan. Semoga ada tindak lanjut mengenai masalah yang seperti ini agar tidak terulang kembali ke orang lain. Apalagi kalau kerugiannya mencapai ratusan juta. Semangat ya buat mbak Dewi. Login untuk Membalas