Penipuan Berkedok Admin Support Merchant (Fake Buyer)

Perkenalkan, nama saya Dewi. Saya di sini ingin mengajukan keluhan kepada Shop** ID, PT. Pelangi Elektronik Store, dan gisellecollsofficial. Di sini, saya merasa ditipu dan dirugikan oleh program yang mengatasnamakan tiga perusahaan tersebut.

Saya mendapatkan kontak pelaku melalui iklan di grup Telegram CPNS Kemendesa. Program Admin Support Merchant ini bertugas untuk menjadi fake order/fiktif order guna meningkatkan penjualan dan reputasi toko di marketplace Shop** ID. Saya sudah melakukan beberapa tugas tersebut hingga diharuskan top up dan menghabiskan lebih dari 4 juta rupiah yang sudah saya transfer untuk menyelesaikan setiap tugas (situs yang digunakan pelaku: gisellecollsofficial.com – red).

Tugas yang harus saya lakukan adalah melakukan order fiktif melalui tautan yang diberikan oleh admin. Setiap tugas terdiri dari satu pemesanan yang perlu saya selesaikan. Jumlah pemesanan fiktif ini bervariasi, tetapi seiring bertambahnya tugas, nilai pemesanan tersebut juga meningkat, sehingga saya harus menambah saldo di akun kerja saya untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Ketika saya mengonfirmasi kepada admin mengenai penyelesaian tugas, admin memberikan instruksi untuk menyelesaikan satu tugas lagi, dan setelah itu, dia akan membantu proses pencairan. Namun, setelah saya berhasil menyelesaikan tugas tambahan, pencairan belum bisa dilakukan, dan admin kembali meminta saya untuk melakukan hal yang sama berulang kali. Hal ini membuat saya merasa tertipu.

Rekening tujuan transfer yang digunakan oleh pelaku adalah:

  • Rekening CIMB Niaga, nomor rekening: 707912563900, a.n. Karsono.
  • Rekening Bank Sinarmas, nomor rekening: 0059063038, a.n. Rican Prihatin Harahap.
  • Rekening Bank UOB, nomor rekening: 7503071936, a.n. Regi Rudiansyah.

Sampai saat ini dana saya masih tertahan dan belum bisa dilakukan penarikan. Setiap kali saya meminta penarikan, admin yang bersangkutan, “Adi*** Sya***,” meminta saya untuk menyelesaikan satu tugas lagi. Setelah itu, barulah akan dibantu untuk dilakukan pencairan.

Saya tidak peduli lagi dengan embel-embel komisi yang didapatkan. Saya hanya ingin uang yang sudah saya keluarkan untuk top up kembali ke tangan saya. Kembalikan apa yang menjadi hak saya.

Dewi
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

39 komentar untuk “Penipuan Berkedok Admin Support Merchant (Fake Buyer)

  • 26 Oktober 2024 - (14:25 WIB)
    Permalink

    Welcome to mk..
    Jago nulis..membaca saja tidak mau..ciri2 orang mau santai dpt duit. Begitu rugi koar2

    • 26 Oktober 2024 - (16:31 WIB)
      Permalink

      betul betul betul, MK cm dijadikan tempat keluhan oleh TS tanpa mau membaca.
      istilahnya kalo ada masalah baru buka MK, kalo tidak ada masalah, ya tidak akan buka MK. Padahal TS tahu MK dr 2020 (pernah nulis soal pinjol)

      3
      1
    • 27 Oktober 2024 - (13:55 WIB)
      Permalink

      Saya jg korban penipuan jenis ini, maupun latar tema yg berbeda, ya semoga dikuatkan mbak dewi ini, jd pembelajaran hidup aja, uang ngga mungkin kembali dari penipu itu mbak, tp semoga tetap sehat mbaknya

      • 31 Oktober 2024 - (06:38 WIB)
        Permalink

        haha saya baru tahu mk dan baru tahu kasus seperti ini, saya juga baru kena sih, 1,5 juta. Uang masih ketahan sampai saya harus order barang fiktif dengan nominal besar, disitulah sadar ada yang gak beres, saya stop deh. Yang masih mikir duit bisa balik, stop deh. Ikhlaskan saja dan jadikan pelajaran, lapor pun percuma karena kebodohan sendiri. Mereka ini melakukan penipuan terorganisir, ganti2 domain web dan nama merchant yang berbeda. Jadi jika di cari di internet soal penipuan ini sangat minim sekali, jadi sekarang kalo dapat chat seperti itu, saya kerjakan misi awal saja dapat puluhan ribu, lalu saya blokir nomor2 penipu nya sebelum menyuruh untuk depo

  • 26 Oktober 2024 - (14:37 WIB)
    Permalink

    Ini modus penipuan yg Udh sangat usang..
    Ko masih ada yah..??
    (Yg ketipu)
    Biar pun di muat di media massa besar pun, udh pasti duitnya enggak akan balik

    7
    1
    • 28 Oktober 2024 - (07:57 WIB)
      Permalink

      Lah..nie udah mau akhir tahun 2024 masih aja yg ketipu modus begini…
      Yg berhubungan dengan uang harusnya cek dulu kebenarannya..
      Cari di google banyak kasus yg beginian..
      Kerja enteng tinggal klik dapet duit itu gaada..

      Yang sabar mba dewi…Smoga gak terulang lg ya mba..dan dapet gantinya.

  • 26 Oktober 2024 - (15:55 WIB)
    Permalink

    “saya mau duit saya kembali”

    Apa dia masih belum sadar uangnya sudah hilang selama-lamanya?

    CIMB, UOB, dan Simas adalah bank yang login perangkat tanpa perlu pindai wajah

    Jadi anda transfer kepada orang itu entah siapa jika rekening itu dilaporkan sudah pasti uang nya juga udah ga ada

    Sadarlah mbak dewi, uangmu iklaskan saja buat pelajaran hidup

    • 31 Oktober 2024 - (06:40 WIB)
      Permalink

      Wah mas makasih atas komennya, saya jadi tau kalau ketiga bank itu memang berbahaya, baru saja kena tipu untung langsung sadar

    • 26 Oktober 2024 - (17:36 WIB)
      Permalink

      Ikut prihatin terhadap kejadian yg menimpa Mba Dewi, semoga mendapat pelajaran & dapat rejeki dari hal lain…
      Btw, sebenarnya modus penipuan seperti ini sudah banyak yang menulis di MK ini (hanya beda pola & domain situs yg dipakai), bahkan yg saya tau ada korban yg tertipu sampai 90 jt bahkan 300 jt an, padahal penipuan seperti ini jika kita nalar dengan logika memang janggal, tetapi kalau kita dalam kondisi terdesak maka seakan-akan penipu bisa menghipnotis kita dengan iming-iming sehingga kita mengikuti kemauan penipu. Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran buat para pembaca di MK & terimakasih atas tulisan Mba Dewi di MK ini, semoga dpt rejeki yg lebih baik… Dan untuk penipu semoga segera sadar karena perbuatannya sangat merugikan orang lain…

      • 26 Oktober 2024 - (23:01 WIB)
        Permalink

        Namanya kerja intinya kalo kita di suruh TOP UP itu fix murni PENIPUAN kawan. Kerja itu kan kita yang di bayar atau di gaji, bukan kita yang bayar ke mereka kan 🤣😁 dan ini modus lama, hanya saja beda pola bermainnya dengan Shopee sebagai partnernya agar bonafid dimata orang awam dan dari situlah mereka dengan mudah kena tipu.

  • 26 Oktober 2024 - (17:19 WIB)
    Permalink

    Saya sering ikutan…tapi kalau sudah sampai setor modal atau order fiktif, mundur teratur.. 🙏

    • 26 Oktober 2024 - (20:49 WIB)
      Permalink

      Ini cirinya koq selalu kasih tugas trus dpt lanjut transfer.. Logika jg mana ada dpt duit dr kerja spt itu. Belum ketangkap2 orang-orang nya makin merajalela penipu kyak gini..

    • 1 November 2024 - (04:54 WIB)
      Permalink

      Untuk meraih kesuksesan itu kerja yg betul2 kerja bukan kerja yg hanya like and comen trus berharap dapat duit itu hanya mimpi….

  • 26 Oktober 2024 - (18:52 WIB)
    Permalink

    Sabar ya Bu Dewi, Ibu gak sendiri, banyak kok teman Ibu di MK ini. Rekor tertinggi sampai saat ini masi di angka 350juta.

    Silakan Ibu cari dengan kata kunci: “tertipu modus kerja online”.

  • 26 Oktober 2024 - (19:29 WIB)
    Permalink

    Di Thread juga sama ada kasus ke gini juga cm beda nama.
    Capek juga kasih taunya.
    Solusinya hanya satu, print semua data2 penunjang, bawa KTP. Kemudian datang ke Polda unit Cyber Crime. Laporkan.
    Semoga duitnya balik lagi.

    3
    1
  • 26 Oktober 2024 - (19:45 WIB)
    Permalink

    Masih untung rugi 2jtan iklasin aja. Buang energi lapor di mk hanya dibully doank. Lain x lebih smart lah. Ini gak ada urusan dgn shopeeee

    2
    25
  • 27 Oktober 2024 - (08:49 WIB)
    Permalink

    TS gak muncul lagi…., kayaknya lagi buka2 postingan lama tentang penipuan model gini…. Baru nyadar.

  • 27 Oktober 2024 - (12:15 WIB)
    Permalink

    Dari komen yang bejibun, jadi tahu siapa aja yang selama ini cuma silent reader. Tinggal di skrining aja gaya komentar yang berpotensi jadi buzzer korporat tertentu. Silent reader yang gemar pakai jempol pencet ke bawah. Ternyata ada orang lama juga. 👹

  • 30 Oktober 2024 - (14:29 WIB)
    Permalink

    baru aja buka eh langsung ke penipuan, pertama saya baca yagn 95 juta, eh ini ketipu juga..kayaknya indonesia darurat membaca, atau sekedar update, baru ada kejadian buka MK..rekor tuh 350 juta, kayaknya saya juga koment di tempat TS itu deh..hmm, itulah indonesia malas membaca dan tamak, maruk ,dan gak pikir pake logika..mudahan jadikan pelajaran hidup, untung baru segitu kalo smp besari seperti itu bisa stress kayak gagal nyaleg

  • 8 November 2024 - (18:30 WIB)
    Permalink

    Di grup cpns berarti calon pns. Lah kok begini. Bisa gampang banget tergiur duit instan. Lah kalo jadi pns gmana jalan ceritanya. Wkwkwk

  • 9 Desember 2024 - (05:51 WIB)
    Permalink

    Sebelumnya saya tidak tau kalau ada MK ini, dan saya baru membacanya. Mbak Dewi yang sabar yaa, saya juga kena penipuan semacam itu. Semoga penipuan yang seperti ini segera teratasi dan segera ditangkap pelopornya agar tidak terulang kembali penipuan semacam ini. Ini memang murni dari keteledoran pengguna, tetapi untuk yang komen “syukurin” mohon maaf jangan membuat orangnya bertambah sedih dan bertambah beban pikiran. Doakan saja semoga diberi keikhlasan dan diganti dengan rizki yang lebih barokah. Mungkin saat kepepet kita tidak bisa berpikir jernih, jadi seakan akan terhipnotis dan tergiur dengan yang semacam itu. Memang bagi sebagian orang uang segitu tidak terlalu besar, tetapi bagi orang yang memang benar membutuhkan itu cukup besar. Namanya penipuan, sedikit atau banyak tetap saja merugikan. Semoga ada tindak lanjut mengenai masalah yang seperti ini agar tidak terulang kembali ke orang lain. Apalagi kalau kerugiannya mencapai ratusan juta. Semangat ya buat mbak Dewi.

 Apa Komentar Anda?

Ada 39 komentar sampai saat ini..

Penipuan Berkedok Admin Support Merchant (Fake Buyer)

oleh Dewi Mutiara dibaca dalam: 1 menit
39