Rumah Sakit Haji Jakarta Tidak Melayani, Malah Mempersulit Pasien

Saya adalah pasien kecelakaan lalulintas, dengan kondisi susah bernafas, dan sakit saat bergerak, akibat tulang rusuk saya terhempas ke pembatas jalan. Hingga saat ini saya kesulitan melakukan kegiatan apa pun, hanya bisa duduk dan berbaring.

Saya sudah lapor ke Puskesmas Pinang Ranti, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengajuan rontgen, sehingga saya diberikan surat rujukan ke RS Haji Jakarta.

Namun sesampainya saya di sana dan sudah lama mengantre, saya ditolak oleh pihak pendaftaran. Saya diminta untuk melapor ke kepolisian terlebih dahulu sebelum pengajuan rontgen. Sementara saya sudah kesakitan dan ingin mendapatkan tindakan segera.

Sia-sia perjalanan saya untuk berobat ke RS Haji, karena saya tidak mendapatkan layanan apa pun. Mohon ditindaklanjuti, apakah seperti ini layanan kerja sama BPJS? Bukannya membantu, tetapi malah mempersulit.

Rahma Doni Putra
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

11 komentar untuk “Rumah Sakit Haji Jakarta Tidak Melayani, Malah Mempersulit Pasien

  • 31 Oktober 2024 - (14:37 WIB)
    Permalink

    bpjs ga bisa cover pasien yang kecelakaan lalu lintas om..
    itu tanggung jawab nya jasa marga kalau ga salah..
    kan ada asuransi waktu urus sim atau stnk..
    nah ambil nya dari situ kalau kecelakaan kerja..
    bpjs ga bisa..

    • 31 Oktober 2024 - (15:06 WIB)
      Permalink

      Betul, relasi dekat keluarga saya dan teman saya contohnya; sama2 kecelakaan lalu lintas, sama2 patah kaki dan tangan… satu ditabrak dan satu lagi kecelakaan tunggal. Untuk perawatan inap dan tindakan operasi di rumah sakit tidak bayar sama sekali karena dicover oleh asuransi jasa raharja bukan bpjs. Prosedurnya perlu polisi untuk survei tkp dan dokumen. Ada kemungkinan oknum polisi minta biaya karena sering dengar demikian.

      • 31 Oktober 2024 - (17:35 WIB)
        Permalink

        keluar duitnya buat saksi, yg liat kecelakaan bukan buat isilop, laporan kan perlu ada saksinya. apes emang kalo gak ada cctv di tkp

      • 31 Oktober 2024 - (21:33 WIB)
        Permalink

        Betul kak, sekalipun Kecelakaan tunggal dicover BPJS tetap harus dibuktikan surat dari Kepolisian Satlantas

  • 31 Oktober 2024 - (16:13 WIB)
    Permalink

    kecelakan lalu lintas, tidak bisa kalau meminta rujukan dari puskesmas, ke RS, masukna ke IGD, karena gawat darurat… dan kecelakan lalu lintas, tidak dijamin BPJS, yang bertanggung jawab jasa raharja..

    • 31 Oktober 2024 - (21:31 WIB)
      Permalink

      Dijamin BPJS asalkan kecelakaan Tunggal & Tetap harus dibuktikan dengan Surat dari satlantas

  • 31 Oktober 2024 - (21:29 WIB)
    Permalink

    Kecelakaan Tunggal atau bukan kak?

    Ibu saya bulan april lalu Kecelakaan lalu lintas di Pemalang dan karna kecelakaan senggolan (Korban satunya kabur). Sehingga Pihak Pihak terkait mempersulit proses Klaim Jasa Raharja (karna tidak dicover BPJS, Kecuali Kecelakaan Tunggal) informasinya sih begitu kak.

    Akhirnya selang beberapa hari, sehari sebelum Ibu saya di rujuk ke RSUD KRATON Pekalongan, dinyatakan kita harus membayar umum, 39juta. Tapi akhirnya polisi bisa melacak dan menemukan korban senggolan satunya, sehingga akhirnya bisa tercover jasa raharja & BPJS. ( Karna maksimal pertanggungan 20jt).

    #Curhat

  • 1 November 2024 - (10:39 WIB)
    Permalink

    Klo ini terjadi pada kita (amit2) kita berpikir orang udah sakit kecelakaan susah gerak susah beraktivitas, dan tetap harus ke kantor polisi buat urus surat2

    tp keadaan yang mengharuskan ya mau gak mau suka gak suka

    semoga lekas pulih ya om

 Apa Komentar Anda?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Rumah Sakit Haji Jakarta Tidak Melayani, Malah Mempersulit Pasien

oleh Ichiro dibaca dalam: 1 menit
11