Penagihan Kartu Kredit Mega Visa Setelah 6 Tahun Tanpa Pemberitahuan

Saya, Tan Teddy S.H, pemegang kartu kredit Mega Visa dengan nomor kartu 4201 9400 7* 8***, yang telah expired, dan telah mengajukan pemutihan hutang pada tahun 2018.

Pada tanggal 7 November 2024, saya dihubungi melalui WhatsApp oleh seseorang bernama Bapak A**** di nomor +62 822-0822-80**, yang menghubungi nomor HP tempat anak saya bekerja. Karena merasa takut akan adanya hal yang memalukan, anak saya mengangkat telepon tersebut.

Bapak A**** menginformasikan bahwa penagihan hutang kartu kredit harus segera dilunasi, meskipun pada tahun 2018 saya telah mengajukan surat permohonan pemutihan hutang. Sejak 2018 hingga 2024, tidak ada penagihan dari Bank Mega.

Namun, pada tanggal 7 November 2024, Bapak A**** tiba-tiba muncul dan menagih hutang kepada anak saya yang tidak mengetahui apa-apa mengenai hal ini. Selain itu, beliau menyampaikan secara agak intimidatif agar segera melunasi hutang, dengan janji memberikan diskon apabila dibayar segera.

Saya memohon konfirmasi dari pihak Bank Mega, terkait penagihan hutang setelah 6 tahun. Apakah prosedur Bank Mega memang seperti ini dalam melakukan penagihan? Dengan cara mengintimidasi keluarga saya?

Terima kasih.

Tan Teddy S.H.
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Penagihan Kartu Kredit Mega Visa Setelah 6 Tahun Tanpa Pemberitahuan”

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat yang disampaikan oleh Bapak Tan Teddy Sidharta Himawan di mediakonsumen.com pada Hari Selasa,...
Baca selengkapnya

154 komentar untuk “Penagihan Kartu Kredit Mega Visa Setelah 6 Tahun Tanpa Pemberitahuan

    • 12 November 2024 - (21:31 WIB)
      Permalink

      Itu kembali kepada kebijakan Bank,poin Surat Aduan Saya adalah terkait yang berhutang adalah Orang Tua saya, tetapi yang diteror Saya selaku Anak. Sayavoun bekerja di kantor ini baru 1 tahun. Notabene saya bekerja di Sebuah Sekolah yang cukup ketat dalam menerima tamu, tetapi Debt Collector Bank Mega ini diminta menunggu oleh Sekurity, malah curi curi menyelinap masuk ke dalam Lift sekolah.Orang Tua saya pun beberapa kali menerima Debt Collector Bank Mega dan berdikusi, Alamat dan Nmr Kontak Org tua sayapun tidak berubah.

      • 14 November 2024 - (03:01 WIB)
        Permalink

        Dalam Islam, itulah bahaya riba/bunga. Pinjam 100 jadi 1000. Ngeri….
        Jika pinjam 100 sudah dicicil lebih dari 100, misalkan dijumlah sudah 200, Setidaknya Bank tidak rugi. Tetapi namanya bunga Bank, itungannya masih belum lunas. Ajaklah orang tua anda ke Bank bersangkutan untuk minta solusi keringanan.

        2
        1
        • 14 November 2024 - (12:09 WIB)
          Permalink

          Itulah kerennya ajaran agama Islam ttg riba…sekarang mengalami sendiri, ya itulah gr2 rayuan maut marketing Bank

      • 14 November 2024 - (03:31 WIB)
        Permalink

        hai kak,,perihal Bank Mega Terkait penagihannya sewprtinya prosedur mereka sama seperti itu…
        Bank Mega sudah melimpahkan ke pihak ke 3,,,Tp ya tetap itu urusan nya sm Bank Mega..
        pihak ke 3 hanya menjalankan tugasnya karna mereka kan dibayar untuk itu…
        Kenapa bilang seperti ini,,karna aq salah satu Pemegang Cc Mega jg yg dulu Colaps pembayarannya dikarenakan usaha q macet..
        Jd dulu aq udah gk bs bayar di thn 2016,,eia nerornya ke nmr tlp yg tidak serumah saat itu..
        berjalannya waktu gk ada dc datang sampai kerumah,,mereka hanya meneror via tlp..
        Pd thn 2020 Dc mereka mendatangi rumah saya,,meneror kanan kiri tetangga saya,,belom lagi kantor tempat suami saya bekerja,,yg sebenarnya ini gk boleh dilakukan sm PIhak Dc karna menyalahi aturan yg mba sebutkan td…
        Tp mereka tetap pd pendirian mereka menagih dan mempermalukan KITA…Gakpp mba Suruh orangtuanya hadapi saja,,Nego sm Pihak DC nya kita sanggupnya bayar diangka Brp,,Nanti mereka menyampaikan ke pihak Bank mega nya..
        Kalau kita menganggapi mereka dan merespon mereka dengan positif,,Dc gak akan teror kt lagi kok,Malah aq kemarin sangat terbantu dgn mereka Yg meng Deal kan Diangka per sekian Dr hasil tunggakan yg hampir 100jt itu beserta bunga…
        Jika Sudah sesuai kesepakatan,Nanti kt akan dikasi surat Pelunasan dan surat keringanan dr Pihak Bank meganya,,karna kita gk urusan lg sm DC nya…
        Saran aq Jual apa yg kamu bisa jual mba sampaikan ke ortumu,,,Karna bagaimanapun Hutang Tetaplah hutamg,,tetap kita bawa sampai mati,
        Aq aj jual aset q kemarin demi bayar mega karna Udah gerah bgt ditagih dipermalukan,sampai dicap orang gak mau bayar hutang,,semuanya udah aq rasain sebelomnya😢Alhamdulillah badai sudah berlalu….

        • 16 November 2024 - (11:28 WIB)
          Permalink

          sudah aset sudah habis terkait 6 thn lalu dan sudah datang ke bank setempat

      • 14 November 2024 - (10:37 WIB)
        Permalink

        jangankan anda anak kandungnya, saya aja cuma temen dari mantu si oengutang aja diteror sama bank gara2 liat pertemanan facebook si mantu kok. Anak kandung kemungkinan dicantumkan sebagai kontak darurat, bisa saja dihubungi dalam kondisi tagihan macet. Saya yg cuma temen si mantu aja sampai diancam mau diaduin ke atasan saya klo saya punya keluarga yg gak mau bayar utang 🤣🤣🤣🤭

    • 13 November 2024 - (08:11 WIB)
      Permalink

      Bisa kok diputihkan dgn cara datang ke kantor bank mega bayar pokoknya dan nego bunganya..

      • 13 November 2024 - (20:59 WIB)
        Permalink

        Dalam hal ini si Penulis mengatakan bahwa yang berhutang adalah orangtuanya bukan anaknya maka yang ditagih adalah seharusnya orangtuanya.

        Maka dalam kasus ini DC Bank yang bersangkutan salah dan melanggar sop penagihan. Dalam UU perbankan bahwa yang berhutang yang ditagih bukan orang lain termasuk pasangan atau anak atau keluarga lain tidak boleh ditagih oleh Bank. Jika itu terjadi silahkan dilaporkan ke OJK.

        Terkait pemutihan bisa dilakukan setelah ada kesepakatan kedua belah pihak yaitu apakah sdh dibayar pokok atau apapun kesepakatan negosiasinya.

        Dalam penagihan tidak boleh mengancam, mengintimidasi apalagi membocorkan data nasabah kepada orang lain.

    • 13 November 2024 - (18:07 WIB)
      Permalink

      Setiap ada yg kontra terhadap tulisan seperti ini pasti ada aja balasan “Pasti DC”.

      Ehh orang² b*go! Enggak perlu jadi DC utk kontra, utk kesel ke orang² enggak sadar diri seperti kalian!

      Waktu dapat utangan, sumringah cengar cengir. Tiba ditagih, kalau enggak ngamuk enggak jelas, malah hilang. LOL!!

      • 13 November 2024 - (22:54 WIB)
        Permalink

        Wahai Natsu Komentar yang anda ketik mencerminkan watak Anda seperti apa..Kita doakan keluarga anda selalu sehat dan terhindar dari musibah seperti bencana,kebakaran dll sehingga tidak perlu ambil Kredit di Bank yaaa…ingat kita doakan anda sekeluarga kebal dari yang namanya sakit dan musibah

      • 14 November 2024 - (00:51 WIB)
        Permalink

        Menurut saya, Hutang sebaiknya dibayar… Apalagi sudah sampai 6 tahun, Pemutihan harus dengan alasan yang sangat kuat, Kartu kredit itu adalah uang milik bank yang dipercayakan kepada pengguna utk memiliki hak pakai, dan itu bukan uang pribadi.

    • 13 November 2024 - (20:23 WIB)
      Permalink

      Ini sekedar informasi. Disaat kita melakukan pengajuan kartu kredit biasanya kita otomatis terdaftarkan untuk asuransinya juga tujuannya jika si nasabah tiba2 mengalami meninggal dunia, kecelakaan mengakibatkan sudah tidak bisa menghasilkan otomatis asuransi tersebut yang akan melunasinya jadi tidak ada hutang yang harus turun dibayarkan oleh ahli warisnya. Asalkan kita membuat pemberitahuan kepada bank yang bersangkutan beserta bukti2 nya. Mungkin yang bapak ini lakukan bukan pemutihan tapi keringanan atau ketidak sanggupan untuk membayar dikarenakan sudah tidak punya penghasilan itu boleh. Tapi permasalahan nya terkadang banyak bank2 yang nakal yang mengakali si nasabah dengan membiarkan bunga hutang bertambah padahal si nasabah sudah mengajukan surat tidak mampu membayar hutang/keringanan membayar hutang, bahkan surat pernyataan kematian. Dan ada juga bank yang sudah dapat dari asuransi tersebut akan tetapi tetep menagih ke nasabah. Begitulah lingkaran setan nya perkartu kreditan. Jadi saran saya jika ada yg belum mempunyai kartu kredit lebih baik jangan punya, kalo yg sudah berjalan pakailah dengan bijak, dan kalo yg sedang terlilit tidak sanggup bayar, dll cepet segera membuat surat tidak mampu/keringanan. Dan harus selalu di follow up sampe bener2 sukses, karena kalo tidak kejadian seperti ini akan terulang.

    • 13 November 2024 - (21:17 WIB)
      Permalink

      Uda jangan di tanggapain.masa uda 6 tahun,tau2 nagih lagi.itu DC yg sudah ambil data anda dn untuk kepentingan dn keuntungan mereka.bukan bank mega lagi.jd harus klarifikasi ke bank mega.dn juga bikin laporan org yg memakai data anda

      1
      1
        • 15 November 2024 - (05:42 WIB)
          Permalink

          Semoga masalahnya segera selesai, saya mau numpang tanya terkait hal serupa. Apa ada yang paham jika kasus seperti ini dan kita minta print out pemakaian cc, apakah memakan waktu yg lama?

  • 12 November 2024 - (18:33 WIB)
    Permalink

    Itu kan baru diajukan oleh Penulis, lalu apa bukti kalau Bank yang bersangkutan itu menyetujui? Kalau cuma pengajuan dan belum disetujui maka mana bisa ada pemutihan? Lalu setahu sy pemutihan itu gak segampang itu. Apakah Penulis punya bukti bukti lain selain hanya Surat yang dituliskan oleh Penulis sendiri?

    • 12 November 2024 - (21:31 WIB)
      Permalink

      Surat Aduan Saya adalah terkait yang berhutang adalah Orang Tua saya, tetapi yang diteror Saya selaku Anak. Sayavoun bekerja di kantor ini baru 1 tahun. Notabene saya bekerja di Sebuah Sekolah yang cukup ketat dalam menerima tamu, tetapi Debt Collector Bank Mega ini diminta menunggu oleh Sekurity, malah curi curi menyelinap masuk ke dalam Lift sekolah.Orang Tua saya pun beberapa kali menerima Debt Collector Bank Mega dan berdikusi, Alamat dan Nmr Kontak Org tua sayapun tidak berubah.

      1
      3
      • 13 November 2024 - (14:54 WIB)
        Permalink

        Trus kalau ngak bayar hutang, gimana rupanya di penjara kita
        Kalau aku terus aja lah dia tagih
        Nanti kalau ada provokasi dan kekerasan tinggal lapor polisi

      • 13 November 2024 - (21:34 WIB)
        Permalink

        kalau merujuk surat edaran bank indonesia no.14/17/Dasp tentang perubahan atas surat edaran bank indonesia no.11/10/DASP tentang penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran menggunakan kartu,..ada point pokok etika penagihan oleh DC yaitu : dilarang dilakukan kepada selain pemegang kartu kredit dan penagihan hanya dapat dilakukan ditempat pengumpulan atau domisili pemegang kartu kredit.. jadi laporkan saja DC tersebut…

        • 13 November 2024 - (22:55 WIB)
          Permalink

          Terima Kasih Kak Hendra buat Info nya…Informasi Anda membantu kami2 yamg menjadi korban intimidasi DC yang menagih tidak sesuai SOP

          • 14 November 2024 - (03:40 WIB)
            Permalink

            Kak kayaknya gak berlaku ini,,mereka akan tetap seperti ini sampai kita sesuai sm kesepakatan yg kt buat nanti sm pihak MEGANYA…
            Aq kemarin dibantu Keringanan diskon hari kemerdekaan..
            dan kami audah sepakat,,
            juga sudah lunas…
            mega jg udah mengeluarkan surat penutupan kartu dan surat bukti lunas Cc Meganya

    • 13 November 2024 - (09:24 WIB)
      Permalink

      Seharusnya dari pihak bank 1 bulan kedepan sejak surat pengajuan pemutihan ada pemberitahuan bahwa pengajuan di tolak…ini sampai 6 tahun ..bunga yg harus dikeluarkan berapa itu..mahal..

  • 12 November 2024 - (19:08 WIB)
    Permalink

    Sepertinya ini baru sepihak permintaan dari pemegang kartu saja ya, belum ada persetujuan dari bank…? Selama tidak ada Surat Keterangan Lunas atau sejenisnya dari pihak penerbit kartu kredit atau bank, ya utang tetap ada. Setahu saya 6 tahun itu masih di bawah jangka waktu hukum perdata berlaku deh? Jadi sah2 saja menagih, masih terikat perjanjian.

    • 12 November 2024 - (21:35 WIB)
      Permalink

      Surat Aduan Saya adalah terkait yang berhutang adalah masalah etika dan aturan Debt Collector..Yang berhutang Orang Tua saya, tetapi yang diteror Saya selaku Anak. Saya pun bekerja di kantor ini baru 1 tahun. Notabene saya bekerja di Sebuah Sekolah yang cukup ketat dalam menerima tamu, tetapi Debt Collector Bank Mega ini diminta menunggu oleh Security, malah curi curi menyelinap masuk ke dalam Lift sekolah.Orang Tua saya pun beberapa kali menerima Debt Collector Bank Mega dan berdikusi, Alamat dan Nmr Kontak Org tua sayapun tidak berubah.

  • 12 November 2024 - (19:44 WIB)
    Permalink

    Terlepas dari komentar yang lain, saya cuma beri masukan ke TS agar lebih waspada dengan pihak yang mengatas-namakan bank, apalagi pakai nomor telepon yang tidak terverifikasi. Jangan sampai riwayat utang anda bocor dan dimanfaatkan pihak tertentu. Sebaiknya datang saja langsung ke kantor bank untuk klarifikasi dsb.

    • 12 November 2024 - (21:40 WIB)
      Permalink

      Memang berbahaya kak, Saya dan Orang tua sayapun agak heran.Data saya bekerja di Instansi Pendidikan saja tiba2 mereka bisa dapatkan, padahal baru 1 tahun bekerja..Sedangkan Hutang Org tua saya ini sudah 7 tahun yang lalu

      • 13 November 2024 - (21:02 WIB)
        Permalink

        Menurut saya data anda telah di ambil oleh pihak yang tidak berwenang sehingga melanggar UU ITE dan sebaiknya laporkan ke Pihak berwajib (LP)

      • 14 November 2024 - (03:43 WIB)
        Permalink

        Kak,,yakinlah,,Dc mereka ini banyak mata kak,,
        itupun data kamu mereka dapatkan pasti dr tetangga2 kamu jg,,,
        aq aj gitu kok,,mereka sampai meneror bos dan kantor suamiku,,padahal Waktu aq ambil Cc mega dithn 2011 data yg q tulis gak ada alamat dan nmr tlp kantor suamilku,,karna dulu belom bekerja ditmpat yg baru ,,yg dia teror kantor suamiku..
        aq aj sampai skr heran kok bisa😂

        • 14 November 2024 - (20:47 WIB)
          Permalink

          Untuk semua nya hindari berutang apalagi dengan pihak bank karena kalau ada masalah data kita tercatat di system mereka sebelum diselesaikan dengan benar.

    • 12 November 2024 - (21:29 WIB)
      Permalink

      Itu kembali kepada kebijakan Bank,poin Surat Aduan Saya adalah terkait yang berhutang adalah Orang Tua saya, tetapi yang diteror Saya selaku Anak. Orang Tua saya pun beberapa kali menerima Debt Collector Bank Mega dan berdikusi, Alamat dan Nmr Kontak Org tua sayapun tidak berubah.

    • 13 November 2024 - (05:22 WIB)
      Permalink

      Inti nya dia gak mau bayar utang..maka nya cari² alasan,pemutihan,teror,dsb..otaknya gak mau mikir knp hal itu bisa terjadi wkwkwk..biasalah warga konoha..padahal hutang aib ya,knp pake di sampaikan disini..sama aja buka aib ortu nya..wkwkwk

      2
      2
      • 13 November 2024 - (21:14 WIB)
        Permalink

        Ini DC.bahasanya seperti ini maki2 sok paling bertanggung jawb.sy yakin anda juga punya hutang yg gk anda bayar

        1
        2
      • 13 November 2024 - (22:57 WIB)
        Permalink

        Wahai Robin Komentar yang anda ketik mencerminkan watak Anda seperti apa..Kita doakan keluarga anda selalu sehat dan terhindar dari musibah seperti bencana,kebakaran dll sehingga tidak perlu ambil Kredit di Bank yaaa…ingat kita doakan anda sekeluarga kebal dari yang namanya sakit dan musibah

  • 12 November 2024 - (21:56 WIB)
    Permalink

    Untuk Pihak Debt Collector Bank Mega, perlu saya ingatkan
    Dalam kasus ini, pihak debt collector menghubungi anak kandung dan memaksa pihak ayah untuk membayar hutang dan mendapatkan nomor telepon sang anak dari internet atau dari channel lainnya, apakah itu di perbolehkan secara hukum
    Tidak, tindakan debt collector tersebut tidak diperbolehkan secara hukum.
    Berikut penjelasan detailnya:
    1. Mengganggu Pihak Keluarga:
    Hutang adalah tanggung jawab pribadi. Debt collector hanya boleh menagih hutang kepada debitur, bukan kepada anggota keluarganya.
    Mengganggu anak kandung debitur dengan memaksa pembayaran adalah tindakan yang melanggar hukum. Ini termasuk dalam kategori perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 KUHP).
    2. Mendapatkan Nomor Telepon Tanpa Izin:
    Mengumpulkan data pribadi tanpa izin adalah pelanggaran privasi. Debt collector tidak boleh mendapatkan nomor telepon anak debitur dari internet atau channel lainnya tanpa persetujuan yang sah.
    Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) mengatur perlindungan data pribadi. Jika debt collector mendapatkan nomor telepon dengan cara yang melanggar hukum, mereka dapat dijerat dengan UU ITE.
    3. Kode Etik Debt Collector:
    Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memiliki kode etik yang mengatur perilaku debt collector. Kode etik tersebut melarang debt collector melakukan tindakan yang melanggar hukum dan etika, termasuk:
    Menghubungi pihak ketiga yang tidak terkait dengan hutang.
    Menggunakan cara-cara yang tidak pantas dan tidak beretika dalam menagih hutang.
    Mengumpulkan data pribadi debitur dengan cara yang melanggar hukum.
    Tindakan yang dapat dilakukan anak debitur:
    Blokir nomor debt collector: Blokir nomor telepon debt collector agar mereka tidak dapat menghubungi Anda lagi.
    Laporkan ke bank penerbit kartu kredit: Informasikan kepada bank mengenai tindakan debt collector yang tidak pantas. Bank bertanggung jawab atas tindakan debt collector yang mereka tunjuk.
    Adukan ke OJK: Anda dapat mengajukan pengaduan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika bank atau debt collector melakukan pelanggaran.
    Laporkan ke polisi: Jika debt collector terus menerus mengganggu atau melakukan ancaman, Anda dapat melaporkannya ke polisi dengan bukti-bukti yang Anda miliki.
    Ingat:
    Anda berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan debt collector yang tidak sah.
    Jangan takut untuk membela hak-hak Anda dan keluarga Anda.
    Penting bagi semua pihak untuk memahami etika dan hukum dalam penagihan hutang. Debt collector harus bertindak profesional dan mematuhi aturan yang berlaku.

    4
    2
  • 12 November 2024 - (22:02 WIB)
    Permalink

    Jangan takut hadapi aja,ngomong sejujurnya kalo bisa si debt colektornya lapor kepolisian ,

  • 12 November 2024 - (22:29 WIB)
    Permalink

    Kalo anda benar² mendapatkan gelar Sarjana Hukum anda dengan benar maka anda udah pasti paham bahwa enggak ada yg namanya pemutihan utang. Anda harus selesaikan tagihan tertunggak anda sampai kapanpun itu!

    Dan anda sebagai orang yg PUNYA UTANG yg seharusnya inisiatif menghubungi pihak bank terlebih dahulu untuk melakukan pelunasan.

    Ingat, anda itu udah diberi waktu 6 tahun utk menyelesaikan tagihan tertunggak anda tanpa ‘diganggu’. 6 TAHUN LOH! Jgn playing victim dan cari² alasan utk enggak bayar.

    Lagian sampai ratusan juta tagihan CC anda sampai² 6 tahun enggak bisa selesai?

    3
    2
    • 12 November 2024 - (22:37 WIB)
      Permalink

      Hallo Kak,
      Saya selalu penulis surat aduan menjawab. Kalau posisi anda Org Tua Kak Punya Hutang dan orgnya masih hidup, alamat dan nomor telp masih tetap.
      Dan Pihak Bank Mega malah meneror Anda sebagai Anak Terhutang, apakah Anda bisa menerima kedatangan dan teror Debt Collector Bank Mega dengan ramah?
      Nama SH itu bukan Sarjana Hukum melainkan inisial nama
      Terima Kasih buat Komentar nya

      1
      2
      • 12 November 2024 - (22:48 WIB)
        Permalink

        Udah saya bilang jgn playing victim!!

        Ada waktu 6 tahun ortu anda diberikan utk menyelesaikan tagihan. Ke mana ortu anda selama itu? Kenapa ortu anda enggak hubungi pihak bank terlebih dahulu? Merasa bisa kabur dari utang?

        Dan selama 6 tahun itu, anda sebagai anak enggak mungkin enggak tau tentang utang CC ortu anda. Saya aja tau kok ortu saya punya utang padahal ortu saya enggak pakai CC atau pinjol.

        Anda tanya apa saya sebagai anak akan menerima DC dengan ramah saat DC tersebut menagih (atau dalam mindset anda, disebut meneror) utang ortu saya? Jawaban saya, oh itu pasti. Karna saya dan ortu saya sadar diri. Enggak ada asap kalau enggak ada api.

        So, please lah, ubah mindset anda dan ortu anda!

        4
        1
          • 13 November 2024 - (07:26 WIB)
            Permalink

            nah kalau pinjol lebih serem lg kak…semoga kalau ada berkah bisa ditutup

            1
            1
          • 13 November 2024 - (12:44 WIB)
            Permalink

            “Tiling ding dibinti ibih mindsitnyi”

            Ada sebuah pepatah terkenal berbunyi “like father, like son”. Semoga anda bukan seorang anak seperti bapaknya yg enak ngutang tapi enggak mau bayar! Lol!

            4
            3
        • 13 November 2024 - (08:40 WIB)
          Permalink

          Ini contoh komen sdm rendah yang utang orang tuanya yang di kejar anaknya.. Gak sedikit orang tua utang tapi anaknya gak tau.. ada orang tua yang utang diem diem.. Anaknya gak tau.. Ya sebagai anak risih lah ya yang utang bapaknya anaknya yg kena..
          Yang diubah itu mindset anda justru..

          2
          2
          • 13 November 2024 - (10:14 WIB)
            Permalink

            Benar kak..

        • 13 November 2024 - (14:57 WIB)
          Permalink

          Ngapain di bayar kak
          Hutang piutang masuk ranah perdata
          Ngak masuk pidana
          Bilang aja ngak ada uang
          Nanti kalau ada baru saya byar

          1
          1
        • 13 November 2024 - (21:07 WIB)
          Permalink

          Menurut saya jawaban anda menekan psikologi anak.
          Terkait hutang ortu tidak ada hubungannya dengan anaknya apalagi di tagih oleh pihak Bank.

          Please memberikan edukasi yang baik untuk anak anak generasi bangsa.

          Semua orang memiliki hutang piutang dan semua hal itu bisa di selesaikan cepat atau lambat namun jangan melakukan pelanggaran dalam hal menagih.

          • 13 November 2024 - (23:00 WIB)
            Permalink

            Iya dengan beragam komentar disini kita bisa melihat betapa ragamnya watak2 orang, kitapun teredukasi dengan orang lain yang pernah alami pengalaman serupa. Dan semoga saja buat Korban Teror DC yang lain dapat mengambil langkah yang tepat dan benar

      • 13 November 2024 - (08:04 WIB)
        Permalink

        DISINI BANYAK DC YG COMENT, KALO DC YG KOMENT PASTI PEMBELAANYA KE 1 PIHAK, TIDAK MEMANDANG KE 2 BELAH PIHAK.

        3
        3
        • 13 November 2024 - (23:01 WIB)
          Permalink

          Thank you Kak Adhi…ya begitulah dunia maya. Macam Komentar yang diketik disini mencerminkan watak orang2 seperti apa..Kita doakan keluarga para DC selalu sehat dan terhindar dari musibah seperti bencana,kebakaran dll sehingga tidak perlu ambil Kredit di Bank yaaa…ingat kita doakan Para DC sekeluarga kebal dari yang namanya sakit dan musibah, sehingga g perlu ambil kreditan/Hutang

    • 13 November 2024 - (10:42 WIB)
      Permalink

      Anda ***** apa bgmn ya? itu tunggakan kartu kredit dan kartu kredit itu sifarnya personal tanpa ada penjamin, jd ketika nunggak maka penagihan hanya bisa dilakukan ke orang yg bersangkutan bahkan kepada suami/istri atau anak itu tidak boleh. Anda ***** apa bgmn ya? penulis bahkan sdh jelaskan klo itu utang kartu kredit orang tua nya.

      1
      2
      • 13 November 2024 - (21:09 WIB)
        Permalink

        Makanya DC itu seharusnya yang lebih profesional supaya tahu cara menagih dan sesuai dengan UU penagihan.

        Sudah jelas diatur oleh UU Perbankan bahwa DC yang menagih harus memiliki sertifikasi menagih bukan asal menagih dengan bahasa mengancam dan mengintimidasi.

        DC juga ada kok yang memiliki hutang.

        • 13 November 2024 - (23:03 WIB)
          Permalink

          Ini dilemanya negara kita…Kita tahulah Banyak Pencucian Uang, wkt awal g pingin buka KK dipaksa2…Mau tutup KK, dipersulit..Hukumnya pun tumpang tindih,pdhal sudah banyak korban DC yg tidak sesuai SOP bahkan sampai lapor Kepada yg berwajib. Harus kuat mental…

  • 13 November 2024 - (05:01 WIB)
    Permalink

    solusi nya ya bayar hutang uang yang dulu itu, selesai kan, ribet amat hidup lu hahaha

    4
    3
    • 13 November 2024 - (05:02 WIB)
      Permalink

      6 tahun gak bayar hutang wkwkwkwkkw ditagih kok baper wkwkwkwk ngakak 6 tahun gak bayar hutang

      3
      1
      • 13 November 2024 - (23:04 WIB)
        Permalink

        Wahai Mamad Komentar yang anda ketik mencerminkan watak Anda seperti apa..Kita doakan keluarga anda selalu sehat dan terhindar dari musibah seperti bencana,kebakaran dll sehingga tidak perlu ambil Kredit di Bank yaaa…ingat kita doakan anda sekeluarga kebal dari yang namanya sakit dan musibah

  • 13 November 2024 - (05:10 WIB)
    Permalink

    Niat cari simpati malah di bully..wkwkwkwk..
    Emangnya dengan ngadu disini,hutang ortu anda langsung beres dan penagihan berhenti??gue rasa engga sih..6 tahun coyyy..parahhh banget..semoga ortu anda sadar dan sayang sama anda

    3
    2
  • 13 November 2024 - (05:22 WIB)
    Permalink

    Ikut ngeri euyy baca komen kek lg debat sama DC nya 😂😹,
    Saya pun ada utang 3 pinjol blom di byrr udh 2tahun total 12jtan ,

    1
    2
    • 13 November 2024 - (05:55 WIB)
      Permalink

      hahahaaha iyaa lagi….bisa jadi yg itu emang DCnya kali yaak…tapi DC bank itu emang rada² kak penagihannya….jauh dari kata SOP udah paling parah emang bank itu🤣

      2
      1
    • 13 November 2024 - (07:21 WIB)
      Permalink

      Ga malu ya punya hutang tp ga mau bayar, malah bangga. Manusia sampah nih org2 yg ky gini

      3
      2
        • 13 November 2024 - (10:11 WIB)
          Permalink

          trm ksh..memang ya dr komentar kita bisa menilai siapa…krn DC kan juga Pekerjaan tapi ada standart operasional penagihan.DC2 dari Planet Mars yang nagih g sesuai etika dan model preman

          2
          3
        • 13 November 2024 - (12:41 WIB)
          Permalink

          Contohnya ini tukang hutang yg kabur,semua org dibilang dc saking stressnya mikirin hutang..yuk bisa yuk tahan malu

          • 14 November 2024 - (12:46 WIB)
            Permalink

            Wkwkw polosnya DC ini.. RaTa rata mereka cuman lulusan sekolah atas. Jadi ya seperti itu kalo nagih otaknya pake AI. Jadi diulang ulang kayak tempale

          • 14 November 2024 - (12:47 WIB)
            Permalink

            Setidaknya gaji gue lebih besar dari masadepan loe

      • 13 November 2024 - (15:00 WIB)
        Permalink

        Ngapain di bayar
        Biar dc nya pusing sendiri
        Mau ngomong ngak tahu malu
        Terserahmu lah
        Mau omong apa

        2
        1
        • 13 November 2024 - (23:09 WIB)
          Permalink

          Begitulah Kak Wahyu Komentar merekan yang mereka ketik mencerminkan watak mereka seperti apa..Kita doakan keluarga mereka selalu sehat dan terhindar dari musibah seperti bencana,kebakaran dll sehingga tidak perlu ambil Kredit di Bank yaaa…kita doakan mereka sekeluarga kaya eaya dr harta yang halal dan kebal dari yang namanya sakit dan musibah

      • 13 November 2024 - (15:49 WIB)
        Permalink

        Maaf gan jgn jadi sdm rendah yang hutang itu bapaknya bukan anaknya…
        Kalo bayar hutang memang saya setuju tapi ini kan yang hutang ortunya bukan anaknya.. Harusnya fair dc nyari orang tuanya.. Lagipula yang berhutang masih hidup… Kalo tidak setuju komen saya berarti fix anda dc.. Yang cuma mentingin target…

        • 13 November 2024 - (16:49 WIB)
          Permalink

          Dia di sekolahkan sama org tuanya, jd tanggung jawab anaknya tuk membayar hutang org tuanya. Jgn jd anak durhaka

          2
          1
          • 13 November 2024 - (23:11 WIB)
            Permalink

            Iya deh kak muhammad salut anda jd anak yang berbakti sm org tua..semoga besok anak anda juga berbakti sm anda ya

          • 14 November 2024 - (08:15 WIB)
            Permalink

            Logika yang ***** hahaha

          • 14 November 2024 - (12:50 WIB)
            Permalink

            Bener disekolahin ortu cuman untuk jadi DC.. duh kasian ortu sia sia nyekolahin anak.. istilahnya gagal di pendidikan

        • 13 November 2024 - (23:11 WIB)
          Permalink

          kita pantau saja kak Reza komen2 mereka yang mencerminkan watak mereka…dr sini saya banyak mendapatkan rekan2 yang baik dan mengedukasi daripada kita menanggapi komentar2 negarif sampah🙏

  • 13 November 2024 - (06:28 WIB)
    Permalink

    Menurut saya ya kak, hutang itu adalah tanggung jawab penuh, dibawah sampai akhirat kak. kalau tidak mau di hubungi, mungkin bisa datang ke pihak bank tersebut, memohon keringanan. saya juga penguna kartu kredit, dan setau saya tidak ada pemutihan, saya pernah masuk ke penagihan kredit macet, karna saya tau saya ada hutang, langsung saya ke bank, saya jumpai mereka untuk meminta keringanan. Dan syukur nya mereka memberikan solusi, bahkan dikasih cicilan.
    Intinya jangan jika kita yang berhutang, yang memohon itu kita, jangan kita yang hutang, kita yang lebih galak.
    Kalau tidak mau bayar bunga denda, bisa mendatangi OJK, minta cetak slik OJK.
    Ajukan ke pihak bank boleh tidak bayar sesuai dengan OJK tersebut.
    Pihak bank punya ketentuan masing-masing.
    Tapi pihak bank juga manusia kok, pasti mereka akan membantu sesuai ketentuan di masing2 perusahaan,
    Semoga bisa membantu

    Salam hangat dari pejuang Hutang

    • 13 November 2024 - (21:18 WIB)
      Permalink

      Maaf yah Guys, disini yang di bahas terkait siapa yang berhutang dan siapa yang ditagih.

      Soal hutang memang harus diselesaikan dengan baik. Jika gagal bayar dapat dikomunikasikan ke bank ybs dan berusaha menyelesaikan.

      Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan selama ada itikad baik dan kooperatif namun alasan di balik kredit macet mungkin bisa dipertanggungjawabkan.

      Setiap bank juga berhutang ke BI dan Bank juga harus membayar dan melapor dana yang mengalir dr BI.

    • 13 November 2024 - (23:15 WIB)
      Permalink

      sampun dilakukan kak fihtri…matur suwun sarannya.Salam juga dari pejuang korban teror DC

  • 13 November 2024 - (06:36 WIB)
    Permalink

    Seperti itulah penagihan nya intimidasi ke pihak keluarga atau orang terdekat, dan DC nya suka teriak2 di rumah maupun di tempat bekerja sudah banyak pengaduan seperti ini, jika ada hal semacam ini segera panggil pihak berwenang jangan dikasih pulang itu DC nya

    3
    1
    • 13 November 2024 - (07:54 WIB)
      Permalink

      Masih Wajar, jika yang memiliki Hutang Bapaknya, yang ditagih Anaknya..
      Lha saya sebagai Tukang Service elektronik panggilan, banyak orang save nomor saya.
      Beberapa kali ada debt kolektor tagih hutang orang lain, padahal orang itu hanya sebatas pelanggan service..🤔

      • 13 November 2024 - (08:12 WIB)
        Permalink

        Mirip kejadian saya dulu. Yg punya utang teman waktu ketemu reunian saling tukar nomer telpon, yang diteror DC malah saya yg ketemu itu teman cuma sekali waktu acara reunian itu setelah puluhan tahun. Alasannya nomer saya ada di kontaknya dia yg berutang.

      • 13 November 2024 - (23:21 WIB)
        Permalink

        ente sial artinya atau mungkin duid servicenya dibayar dr duid boleh ngutang, artinya terlibat secara tidak langsung😜

        yg mesti si DC buktikan itu, apakah sang anak ikut menikmati duid utangan orang tuanya ato engga. sama spt kasus korupsi, kalau terbukti anggota keluarga menikmati duid hasil korupsinya, ya diciduk juga. 😅

  • 13 November 2024 - (06:55 WIB)
    Permalink

    anda masuk ke data saudara tidak serumah atau yang dijadikan kontak darurat oleh bapak anda sepertinya. kalau nominal tidak terlalu besar dan masih sanggup melunasi coba langsung datangi bank mega untuk langkah selanjutnya(tawar hingga lunasi kewajiban hutang pokok saja),dan intinya dapatkan surat pelunasan.

    dari beberapa sumber yang saya dengar,sebenarnya sebagian besar bank sudah mengasuransikan kembali jumlah utang yang diberikan ke nasabah. sehingga hampir semua utang kol 5 terutama,sudah jatuh ke pihak ke 3 yakni dc. dan dc mega sudah terkenal yang paling mengganggu. dan setidaknya semisal bank tetap mendapatkan uang hutang kembali, walau dibagi dengan dc2 tersebut. toh hitungannya menjadi untung.

  • 13 November 2024 - (07:15 WIB)
    Permalink

    Teu Kudu dibayar!!! Lawan saja!!! walau anda anaknya dan orang tua anda msh hdp…ya ke orang tua adalah!!!!nagih kok ke orang lain walau anda anaknya!!mau maen mental tuh dc!!! LANJUTKAN GALBAY!

    1
    2
  • 13 November 2024 - (07:45 WIB)
    Permalink

    Terlepas cara penagihan tidak sesuai aturan atau tidak etis, silakan dilaporkan juga ke pihak atau otoritas terkait.

    Saya malah jadi penasaran karena disensor fotonya, nilai pokok utangnya berapa? sampai 6 tahun lho ditunggak/diklaim sudah ajukan pemutihan yang tidak jelas disetujui bank atau tidak?
    Tidak ada usaha untuk minimal nego/melunasi/mencicil?

  • 13 November 2024 - (09:03 WIB)
    Permalink

    Saya kartu msh diamplop blm dibuka sudah ada tagihan..
    Giliran saya tanya ke DC nya,,banyak jg kasus seperti itu..
    Saya tanya rincian tagihannya mereka jg bingung blng g bisa kasih..
    Biasa DC datang menjelang puasa, lebaran dan anak mau masuk sekolah.

  • 13 November 2024 - (09:29 WIB)
    Permalink

    Kesalahan pertama itu Ingin melakukan pemutihan tapi tidak ada bukti bahwa itu lunas, dan kedua menganggap lunas dan mungkin selama jangka waktu 6 tahun keuangan sudah membaik seharusnya datang kebank dan melakukan cicilan/restrukturisasi
    3. Anaknya merasa masa bodo amat tidak membantu orang tua, kan bisa diinfokan ke mereka, dan memberikan solusi jangan dibiarkan, walau bagaimanapun itu orang tua dan anak harus membantu.

  • 13 November 2024 - (10:46 WIB)
    Permalink

    Kalau saya baca

    Semua masalah ini mengerucut pada Kelalaian pihak orang tua yang tidak memfollow up surat pemutihan tsb hingga mendapatkan surat pelunasan
    Hanya berasumsikan kalo gak ditagih lagi berarti diapprove surat tsb

    Mungkin cara DC nya salah dalam penagihan
    Tapi apakah si TS tidak ada asumsi alasan si DC mengkontak TS ini mengapa?
    Apakah karena si ortu sulit dihubungi? Apakah alamat ortu yang terdaftar sudah pindah? dsbnya

    Biasanya sih DC baru menterror orang lain selain debitur, di saat debitur tsb sudah dikategorikan debitur ribet
    Akhirnya DC harus memberikan tekanan secara external seperti yang sering kita dengar di Media Konsumen ini

    Dan masalah ini bisa diselesaikan apabila orang tua TS menyelesaikan hutang tsb langsung ke Pihak Bank dan meminta Surat Tanda Lunas

  • 13 November 2024 - (10:54 WIB)
    Permalink

    Inti permasalahan disini

    1. Hutang orang tua TS belum dibayar/belum ada surat pemutihan resmi dari bank

    2. DC Melanggar SOP dengan menagih ke TS yang tidak bersakutan dengan hutang

    3. TS tidak memiliki kewajiban secara HUKUM untuk membayar/melunasi hutang tsb

    4. TS meminta penjelasan tentang pelanggaran SOP penagihan DC yg terjadi pada TS

    • 13 November 2024 - (12:46 WIB)
      Permalink

      Yg belain dia juga rata² manusia model seperti itu..tau nya pake doang,tapi tidak bertanggung jawab..anak dan ortu sama aja..gue ngakak baca TS nya..6 tahun coy..malah gue dibilang dc..kan kampret tuh..saking stressnya mikirin utang..

      • 13 November 2024 - (15:05 WIB)
        Permalink

        Iya kalau begitu kau aja yang byr
        Ngapain kau ikut pusing mikirkannya
        Kan bukan kau yng di rugikan
        Ngapain ngotot bela belain dc

        3
        2
  • 13 November 2024 - (15:43 WIB)
    Permalink

    Itu yang namanya Robin sewott amat sama masalah orang , hahah
    Mana masih komen Mulu , pengangguran kah?

    2
    2
  • 13 November 2024 - (16:31 WIB)
    Permalink

    Nggak usah diladenin kak, DC bank mega emg terkenal paling berisik kok, langsung dateng ke bank mega-nya aja sm org tua utk ngelunasin tagihan pokoknya (klo nominalnya memang msh sanggup dibayar). Dan minta surat bukti pelunasan. Kemungkinan no kk didaftarkan org tua sbg kontak darurat dulu. Tp agak lain jg sih ya 6 thn ngapain aja coba kok baru nyari2 skrg. Rumah jg gk pernah pindah.

    2
    2
    • 13 November 2024 - (18:50 WIB)
      Permalink

      Jika anda tidak merasa berhutang gak berhak juga dia menagih sampai ke kantor anda, anda berhak mengusir bila perlu lapor ke yang berwajib Jika ada debt collector yang melampaui batas dan melanggar hukum, anda bisa melaporkan ke yang berwajib, terlebih jika debt collector melakukan pengancaman, pencemaran nama baik, dan sebagainya.

      Hadapi saja jangan takut karena memang dasar nya bukan anda yang berhutang,, hutang piutang/pinjaman merupakan hukum perdata, jadi selama bukan pidana hadapi saja .

      3
      1
  • 13 November 2024 - (19:50 WIB)
    Permalink

    Dalam hal pemutihan, anggap saja perbankan tidak menyetujui karena tidak ada balasan yamg diberikan. Tetapi sedikit aneh bila dalam 6 tahun kebelakang tidak ada tagihan yang dikirimkan.

    Mungkin TS dapat menelepon call center mega card, nomornya lihat di webnya atau belakang kartu. Jangan percaya bila ada selebaran, karena bisa indikasi nomor DC sendiri.

    Dalam hal hutang berutang, bila dalam legalnya tidak ada menyatakan bahwa hutang tersebut dapat diwariskan, maka DC dapat di adukan dengan hukum pidana mengganggu ketertiban ataupun ancaman terhadap kesehatan mental dan pikiran. Namun, Ayah TS berkewajiban tetap untuk menyelesaikan segala kewajibannya. Caranya dapat ke bank yang bersangkutan untuk konfirmasi dan cari jalan tengah.

    Semoga semua dapat terselesaikan dengan win win solution.

        • 14 November 2024 - (00:40 WIB)
          Permalink

          Hutang mmg hrs dibayar cuman ya memang belum mampu bayar. Cuman cara DC Mega g sesuai SOP..

          1
          2
          • 14 November 2024 - (02:06 WIB)
            Permalink

            Belum mampu bayar padahal udah diberi waktu 6 tahun? Emang dari awal berniat enggak mau bayar kalian mah! Lol!

            1
            2
          • 14 November 2024 - (10:04 WIB)
            Permalink

            kl ada DC dateng karungin aja sekalian kak,
            soal hutang riba baca sendiri bagi yg muslim,jd jgn bilang di bawa sampai akhirat dll.
            pahami konsep hutang riba ntr juga lu faham wahai warganet yg kontra
            ******

            1
            4

 Apa Komentar Anda?

Ada 154 komentar sampai saat ini..

Penagihan Kartu Kredit Mega Visa Setelah 6 Tahun Tanpa Pemberitahuan

oleh Natalia dibaca dalam: 1 menit
154