Keluhan Kritik dan Saran Surat Pembaca Grab Memotong Jarak Agar Bisa Mengambil Lebih Banyak Potongan dari Driver 18 November 202417 November 2024 Fatur 101 Komentar Driver Grab, Driver online, Grab, Grab Bike, GrabBike, Jarak tempuh, Kemitraan bisnis, Ojek Online, perbedaan perhitungan, Potongan pendapatan, Rute pengantaran, Sistem otomatis, Tarif dasar, Tarif layanan, Transportasi online Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Grab Indonesia terlalu banyak memotong pendapatan driver dengan alasan yang tidak masuk akal. Contohnya, Grab seringkali mengurangi jarak yang dihitung, sehingga penghasilan yang diterima driver menjadi sangat minim, sementara potongan untuk Grab justru lebih besar. Tarif dasar Grab untuk driver adalah Rp10.400 untuk jarak pengantaran antara 1 Km hingga 4 Km. Jika jarak pengantaran melebihi 4 Km, driver seharusnya mendapatkan tambahan sebesar Rp2.500/Km, dan pemesan akan membayar lebih jika jarak pengantaran juga lebih jauh. Namun, kenyataannya di lapangan, ketika pengantaran melebihi 4 Km, pemesan memang membayar lebih dari tarif dasar, tetapi driver tetap hanya menerima Rp10.400. Pembayaran tambahan yang seharusnya diterima driver sepenuhnya diambil oleh Grab. Jarak yang tercantum di aplikasi dan yang sebenarnya di lapangan seringkali tidak sejalan. Terkadang, Grab seolah-olah mengurangi jarak, sehingga penghasilan driver menjadi rendah. Berikut ini saya berikan contoh buktinya: Garis hijau menunjukkan rute yang disarankan oleh aplikasi berdasarkan peta, sementara garis biru adalah jalur yang diambil oleh driver saat mengantarkan pesanan. Bagaimana mungkin driver bisa menempuh perjalanan dengan garis lurus seperti itu? Hal ini membuat jarak pengantaran terlihat tidak lebih dari 4 Km. Driver terpaksa menjalankan pesanan dengan jarak yang lebih jauh, tapi dengan tarif yang sangat tidak adil. Semoga ini bisa menjadi suara bagi semua driver Grab. Kami berharap pihak Grab tidak lagi semena-mena mengambil hak-hak driver. Terima kasih. Fatur Rahman Jakarta Pusat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Mahar20 November 2024 - (20:00 WIB)Permalink Udh uninstall Grab semenjak yg punya Pro ke Israel Login untuk Membalas
Sri20 November 2024 - (22:52 WIB)Permalink APLIKATOR SEMACAM ITU TIDAK PANTAS ADA DI BUMI INDONESIA KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PANCASILA…..KEMANUSIAAN YG ADIL DAN BERADAB DAN KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, JIKA BENAR PEMESAN MEMBAYAR BIAYA YANG SEHARUSNYA DAN DRIVER TIDAK MENDAPATKAN BIAYA YG SEHARUSNYA ITU BERARTI SUDAH KORUPSI…..MANA NIH PEJABAT2 YG TERIAK2 ANTI KORUPSI DAN MEMBELA WONG CILIK….MESKI DRIVER BERSTATUS MITRA TETAPI MASIH BISA MENUNTUT UNTUK KEADILAN DAN KEJUJURAN…..PARA PEJABAT TOLONG USUT KASUS INI JANGAN CUMA KOAR2 WAKTU KAMPANYE. Login untuk Membalas
Mc21 November 2024 - (07:29 WIB)Permalink Mending Naik GOJEK saja Kawan.. Karena GOJEK Made in Indonesia Kawaan.. Kalau Grab kalau gak salah milik Singapura ya kawan. CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI KAWAN. PINDAH KE GOJEK SAJA KAWANKUU Login untuk Membalas
Taqii24 November 2024 - (16:16 WIB)Permalink pemerintah jls membatasi potonan max 20%, tpi kenyataan potongan aplikator bisa sampe 40% seperti tarif 20rb yg kita terima 12rb, knp bisa seperti itu? Terus siapa yg disalahkan atas pelanggaran ini, apa tidak ada tindakan dari pemerintah atas pelanggaran aplikator????? GK grab gojek dulu byk di tentang di berbagai daerah sampai bntrok driver dgn opang .. skrng grab gojek udh besar namanya Mereka tinggal bilang klo gk suka tinggal kluar??? Miriss kan .. pdahal yg dlu membesarkan grab gojek yaitu driver Login untuk Membalas