Keluhan Surat Pembaca Kecewa Diturunkan di Tengah Jalan oleh Oknum Helper Suroboyo Bus 20 Februari 202520 Februari 2025 r_lita 2 Komentar Bis kota, bukti rekaman CCTV, Bus, Customer complaint handling, Customer Service, Masa berlaku, Pemeriksaan tiket, program pemerintah, Sikap petugas, Suroboyo Bus, Syarat dan Ketentuan, tiket bus, Transportasi darat, Transportasi Umum, Waktu tempuh Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada tanggal 13 Januari 2025, saya naik Suroboyo Bus rute R4 dari Halte Siwalankerto, dekat Transworld, Surabaya, tepat pukul 16.53 WIB. Sesuai dengan waktu yang tertera di karcis, saya menunjukkan tiket saya kepada petugas melalui jendela bus yang terbuka. Saat itu, jam di ponsel saya menunjukkan pukul 16.53 WIB. Karena pintu bus dibuka, saya mengira petugas sudah memahami dan saya pun masuk. Namun, saya kemudian dilarang melanjutkan perjalanan, dengan alasan harus membayar lagi. Saya menunjukkan bahwa jam digital di bus masih menunjukkan pukul 16.53 WIB, sehingga tiket saya seharusnya masih berlaku. Petugas tidak bisa membantah hal itu, tetapi kemudian menggunakan alasan lain, yaitu saya harus membayar lagi untuk “waktu tempuh” perjalanan. Ini terasa aneh. Selama hampir satu tahun menggunakan Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, saya tahu bahwa selama waktu di karcis masih berlaku, penumpang boleh melanjutkan perjalanan meski hanya tersisa lima menit. Tidak perlu membayar lagi untuk waktu tempuh. Karena itu, saya menolak untuk membayar lagi dan akhirnya diturunkan di Taman Pelangi. Karena merasa tidak puas, saya melaporkan kejadian ini melalui akun WhatsApp resmi Dinas Perhubungan Kota Surabaya, yang kemudian diteruskan ke akun WhatsApp Suroboyo Bus. Sayangnya, petugas helper tersebut memberikan argumen yang berbeda. Dia mengklaim tidak melihat atau mendengar saya menunjukkan tiket dari luar bus, padahal saya melakukannya dengan jelas dan bersuara lantang. Alih-alih membahas “waktu tempuh”, dia justru menyatakan bahwa tiket saya sudah habis dan saya “memaksa” naik bus, meski jam di bus masih menunjukkan pukul 16.53 WIB. Pihak Suroboyo Bus mengakui kejadian ini setelah memeriksa CCTV (bukti screenshot terlampir). Namun, tanggapan mereka mengecewakan, karena tidak ada permintaan maaf atau indikasi teguran terhadap petugas tersebut. Alasan yang diberikan pihak Suroboyo Bus juga terkesan menyalahkan saya, dengan menyatakan bahwa tiket saya dianggap hangus. Padahal, sebelumnya petugas helper menggunakan alasan “waktu tempuh” yang harus dibayar. Menurut saya, ini bukan cara yang baik dalam memberikan layanan publik. Warga yang mengajukan komplain justru terkesan disalahkan, dan alasan yang diberikan tidak konsisten. Saya berharap ada tindakan tegas terhadap petugas tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Tindakan helper ini berpotensi merugikan banyak penumpang. Bayangkan jika banyak orang harus membayar lagi hanya karena waktu di karcis mereka tinggal beberapa menit. Atau, penumpang yang komplain justru disalahkan dengan alasan yang tidak sesuai dengan fakta. Seperti yang terjadi pada saya, helper tersebut awalnya mempermasalahkan waktu tiket yang dianggap habis, padahal jam di bus masih menunjukkan pukul 16.53 WIB. Ketika tidak bisa mempertahankan alasan itu, dia beralih ke “waktu tempuh”. Saat saya komplain, dia malah mengubah cerita dan menyatakan saya “memaksa” naik bus. Ini sangat mengecewakan. Sistem tiket Suroboyo Bus, sepengetahuan saya, adalah Rp5.000 untuk umum, Rp2.500 untuk pelajar, dan gratis untuk lansia dengan menunjukkan KTP. Tiket berlaku selama dua jam dan bisa digunakan untuk naik Suroboyo Bus atau Wira-Wiri berapa kali pun, selama waktu di tiket masih berlaku. Tidak ada ketentuan untuk membayar “waktu tempuh”. Bahkan, jika tiket hampir habis (kurang dari lima menit), penumpang tetap boleh naik dan melanjutkan perjalanan. Saya berharap ada tindakan tegas dan kompensasi untuk tiket seharga Rp5.000 yang tidak bisa saya gunakan karena ulah helper tersebut. Selama ini, saya selalu memilih Suroboyo Bus dan Wira-Wiri karena kualitas layanannya yang baik dan petugasnya yang ramah. Hanya petugas ini yang terkesan kurang sopan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jika tidak ada tindakan terhadap kejadian seperti ini, bisa jadi banyak orang yang beralih dari transportasi umum ke kendaraan pribadi. Terima kasih. R. Lita Surabaya, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
madman21 Februari 2025 - (12:46 WIB)Permalink Tidak jelas pihak mana yang benar. Tidak ada bukti konkrit yang disertakan di SP mengenai pukul berapa awal perkara terjadi. Saya cenderung menyoroti kebiasaan “last minute” segelintir orang. Coba lakukan itu saat check-in keberangkatan pesawat di bandara. Login untuk Membalas
r_litaPenulis artikel21 Februari 2025 - (17:35 WIB)Permalink Sudah dijelaskan di atas bahwa kejadiannya adalah pukul 16.53 WIB (tepat pada saat waktu karcis berakhir) dan ada CCTV yang menguatkan hal itu yang bahkan diakui sendiri oleh pihak Suroboyo bus. Suroboyo bus bukan pesawat dimana harus mempersiapkan diri untuk berangkat beberapa jam sebelumnya. Ini bukan transportasi antar kota tapi dalam kota yang kadang hanya butuh beberapa menit untuk mencapai tujuan. Di atas juga sudah dituliskan bahwa dalam Suroboyo bus, waktu di tiket berlaku dua jam dan sejauh ini, biasanya bisa berlaku bahkan untuk last minute sekalipun. Saya rasa tidak ada yang dengan sengaja ingin naik Suroboyo bus pada last minutes tapi busnya datang tidak tiap menit dan penumpangnya juga sering punya berbagai kesibukan sehingga ada yang terpaksa naik bus dalam jangka waktu yang mepet. Mungkin tidak akan masalah jika alasan yang diberikan konsisten, tidak berubah-ubah, dan peraturannya jelas di awal bahkan kalau perlu dituliskan besar-besar di bus. Dan sejauh ini, selama waktu di karcis masih ada meski hanya tinggal semenit, masih boleh kok naik. Hanya satu oknum helper ini yang sepertinya kurang dibekali pemahaman atau bagaimana sampai akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan pada penumpang Suroboyo bus Login untuk Membalas