Pemblokiran Kartu Kredit UOB yang Berujung Alasan Tidak Masuk Akal

Dear Redaksi MediaKonsumen.com,

Sebelumnya, saya ingin berterima kasih atas kesempatan yang diberikan tim redaksi MediaKonsumen.com agar saya dapat menayangkan surat keluhan terhadap Bank UOB.

Berawal pada bulan Januari 2025, saya menerima SMS notifikasi dari asuransi saya yang menggunakan fitur auto debit ke kartu kredit UOB saya untuk pembayaran premi setiap bulan, dinyatakan gagal debit. Saya kemudian mencoba mengecek ke dalam aplikasi UOB TMRW dan menemukan bahwa semua kartu kredit saya dalam posisi terblokir oleh pihak bank (bisa dilihat dari sisa limit kartu yang menjadi 0 semua).

Per tanggal 1 Februari 2025, saya mencoba menghubungi call center UOB terkait hal tersebut, dan CS UOB mengatakan bahwa saya memiliki tagihan iuran tahunan pada kartu YOLO dengan akhiran 6383 yang belum dibayarkan. Namun, kartu YOLO tersebut adalah kartu yang sudah expired, dan kartu baru pengganti yang dikirimkan kepada saya sekitar akhir tahun 2024 sudah tidak saya aktifkan, karena saya tidak mau menggunakan kartu tersebut lagi.

Berdasarkan informasi yang saya berikan, dibuatlah laporan agar iuran tahunan pada kartu YOLO saya bisa dikreditkan kembali, kemudian dilakukan penutupan dari pihak bank. CS juga berjanji bahwa setelah dana dikreditkan kembali, semua kartu kredit saya yang lain akan aktif kembali secara otomatis.

Setelah saya menunggu sampai tanggal 27 Februari 2025, semua kartu kredit saya masih belum diaktifkan. Saya kembali menelepon Bank UOB pada tanggal 27 Februari 2025 untuk menanyakan perihal masalah saya.

CS yang menerima keluhan saya mengatakan bahwa dana memang sudah dikreditkan kembali, namun kemungkinan ada miss dari pihak internal dalam mengaktifkan kembali kartu saya. CS mengatakan bahwa kartu saya akan diaktifkan kembali saat itu juga, asalkan saya menelepon call center menggunakan nomor HP yang terdaftar di sistem UOB karena itu merupakan prosedur dari Bank UOB.

Saya mengikuti saran tersebut dan menelepon lagi menggunakan nomor HP saya yang terdaftar di sistem UOB. CS yang menerima telepon saya mengatakan akan melakukan pengaktifan saat itu juga, meminta saya menunggu, dan memberikan nada tunggu selama hampir 10 menit tanpa ada kepastian.

Akhirnya, telepon terputus karena pulsa saya habis. (Sebagai catatan, untuk melakukan beberapa panggilan pada tanggal 27 Februari 2025 ini, saya sudah menghabiskan pulsa lebih dari Rp200 ribu karena biaya panggilan ke call center yang sangat besar.)

Pada tanggal 4 Maret 2025, saya menerima billing statement kartu kredit via email seperti biasanya. Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa tagihan iuran tahunan kartu YOLO saya sudah dikreditkan kembali ke kartu tersebut. Namun, status semua kartu kredit saya masih tetap belum diaktifkan kembali.

Pada tanggal 5 Maret 2025, karena sudah lelah dan enggan menelepon call center UOB, saya memutuskan untuk mencoba layanan chat CS via aplikasi UOB TMRW. Setelah tersambung ke salah satu CS, saya meminta agar dibantu mengaktifkan kembali kartu kredit saya. Namun, setelah melalui proses pengecekan, saya malah diberikan alasan baru yang tidak masuk akal.

CS menjelaskan bahwa saya memiliki kartu kredit tambahan Privimiles dengan nomor akhir 4132, dan kartu utama masih memiliki tagihan yang belum dibayarkan sehingga kartu kredit saya diblokir.

Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki kartu tambahan tersebut, bahkan tidak mengetahui adanya kartu tersebut. Semua kartu kredit saya adalah kartu kredit utama. Kartu Privimiles saya adalah kartu dengan akhiran 7566, sehingga sangatlah aneh jika sistem UOB menyatakan saya memiliki kartu yang tidak pernah saya ketahui maupun miliki.

Berikut tangkapan layar dari aplikasi UOB TMRW yang menunjukkan semua kartu yang saya miliki dalam sistem UOB.

Saya meminta kepada CS agar segera mengaktifkan kembali kartu saya tanpa berbelit-belit, agar aktivitas penggunaan kartu saya tidak terganggu. Akhirnya, dibuatlah nomor laporan baru terkait keluhan saya dengan nomor laporan 250305136071, seperti yang tertera pada tangkapan layar chat di atas, dan saya dianjurkan menunggu maksimal lima hari kerja.

Pada tanggal 11 Maret, saya menerima email dari UOB yang menyatakan bahwa permintaan penutupan kartu kredit YOLO saya telah berhasil.

Namun, masalah yang saya alami masih tetap sama. Sampai saat ini, semua kartu kredit saya masih dalam posisi terblokir tanpa ada penanganan serius terhadap keluhan saya. Saya merasa sangat dirugikan dari segi waktu, beban pikiran, dan biaya untuk bolak-balik menelepon call center UOB, yang berujung tanpa penyelesaian masalah.

Untungnya, layanan fitur auto debit seperti asuransi yang saya gunakan memberikan notifikasi gagal debit, sehingga saya bisa segera mengalihkan auto debit ke kartu kredit bank lain karena kartu UOB saya tidak kunjung aktif. Bayangkan jika pengguna kartu UOB lainnya tidak mendapatkan notifikasi serupa, yang dapat mengakibatkan layanan serius seperti polis asuransi menjadi tidak aktif karena gagal debit terus-menerus.

Melalui surat terbuka ini, saya berharap pihak Bank UOB segera menindaklanjuti dan mengaktifkan kembali semua kartu kredit saya sehingga tidak menghambat aktivitas penggunaan kartu kredit saya.

Saya juga memohon kepada para pemimpin UOB untuk lebih memantau kinerja stafnya agar dapat memberikan layanan yang lebih cepat, tanggap, dan serius dalam menghadapi keluhan nasabah, karena dampak dari lambatnya penanganan keluhan bisa berujung pada masalah yang lebih serius.

Andy Wijaya
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Pemblokiran Kartu Kredit UOB yang Berujung Alasan Tidak Masuk Akal”

No. 25/CAD/0084 Jakarta, 25 Maret 2025 Kepada Yth., Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal : Tanggapan terhadap Keluhan Bapak Andy Wijaya...
Baca selengkapnya

6 komentar untuk “Pemblokiran Kartu Kredit UOB yang Berujung Alasan Tidak Masuk Akal

  • 13 Maret 2025 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Turut simpati terhadap penanganan yang terlalu lama.
    Sekedar informasi bulan lalu saya bisa melakukan pengajuan kartu kredit tanpa harus telepon customer service, bisa dilakukan di apps TMRW chatbot TIA sampai dapat agen manusia. Ya walaupun agak rumit karena agen pertama tidak menangani tutup KK, harus di sambungkan lagi ke agen kedua, setelah itu siap untuk menerima telepon Dari bagian customer retention interview kenapa ditutup dsbnya.
    Karena satu minggu tidak ada proses saya lanjutkan laporan via chat,Setelahnya dibilang klo akan proses waive iuran tahunan perlu dua bulan (April 2025).
    Sementara karena menunggu dikreditkan CC ini ga ketutup, saya langsung minta turun limit Dari ratusan juta ke jutaan saja, khawatir banyak laporan kejadian di MK CC fraud transaksi online pihak bank malah menyelamatkan diri sendiri dan tetap menagihkan.

  • 13 Maret 2025 - (23:55 WIB)
    Permalink

    Lagian ngide banget kartu ngak mau dipakai lagi tapi gak minta ditutup, kartu yang belum aktif aja kalau ngak di pake ditagih iuran tahunan apalagi kasusnya kayak gini, saya yakin sih di sistem uob nya pasti bakal terbaca kredit macet makanya mereka sulit buat aktifkan nya lagi, sekedar saran kalau emang ngak mau dipake lagi mending langsung tutup aja daripada kenapa2 contoh kayak kasus ini

  • 15 Maret 2025 - (20:22 WIB)
    Permalink

    Saya pengajuan pengiriman kartu kredit pengganti (hilang) dari tgl 17 Januari sampai hari ini belum selesai… 3x alasan alamat tidak ditemukan bikin laporan tiap alamat tidak ditemukan, isi data-data lagi (sampai 3x berulang)

    Pengiriman yang ke 4 ada notifikasi kartu sudah diterima istri, padahal tidak ada satupun yang menerima kartu tersebut. Setelah konfirmasi tidak menerima akhirnya di buat laporan lagi… Janji kirim lagi (yang ke 5 berarti)

    Kita tunggu sampai kapan drama kirim kartu ini… Buat catatan… Saya sebelumnya pemakai kartu Citibank sejak 2005 sampai akhirnya di akuisisi UOB.. Tidak ada masalah apapun selama waktu tersebut.

  • 16 Maret 2025 - (15:46 WIB)
    Permalink

    Memang CS UOB parah.
    Penanganan masalah berbelit2 dan reason ga masuk akal.
    Karena kesal dan berbelit.. sy tutup cc UOB nya dan itu pun ribetnya minta ampun.

    surat penutupan nya pun aneh.. ada kata2 jika masih ada tagihan yg tercetak maka menjadi tanggung jawab pemegang kartu.. aneh kan.. kalo CC di tutup hrsnya pihak CC sdh memastikan tidak ada tagihan di Cc tsb kan?

    • 20 Maret 2025 - (05:01 WIB)
      Permalink

      Lah gimana si, kalo tutup mah ya ditutup aja. Kalo dimacetkan? Malah justru dibikin lebih ribet prosesnya wkwk

 Apa Komentar Anda?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Pemblokiran Kartu Kredit UOB yang Berujung Alasan Tidak Masuk Akal

oleh Andy dibaca dalam: 3 menit
6