Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit

Terima kasih sebelumnya untuk Media Konsumen, yang sudah menjadi tempat bagi saya untuk menyampaikan keluhan saya.

Lama sebelumnya, mungkin 3–4 tahun yang lalu saya pernah menjadi nasabah Home Credit untuk pengambilan gadget beberapa kali, dan lunas tanpa ada sangkutan sama sekali. Sekarang saya ingin menyampaikan keluhan dan permintaan saya kepada pihak Home Credit untuk menghapuskan nomor kontak saya. Karena saya sangat terganggu dengan telepon marketing Home Credit yang setiap hari menghubungi saya dari pagi sampai sore, bisa 5–7x untuk menawarkan pinjaman. Saya sudah jelaskan saya tidak membutuhkan, tapi tetap tidak digubris.

Teror telepon ini sudah berjalan lama, mungkin 5–6 bulan. Awalnya teror tiap hari, sempat berhenti 2–3 minggu, habis itu mulai meneror kembali. Dari yang awalnya saya menjawab telepon baik-baik, jutek, sampai ingin marah rasanya…

Semoga keluhan saya diterima dan dibaca oleh pihak manajemen Home Credit. Stop meneror saya!!!

Martinus Kurniawan
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit”

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Bapak Martinus Kurniawan di MediaKonsumen.com pada tanggal 22 Juli 2025 di...
Baca Selengkapnya

22 komentar untuk “Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit

  • 22 Juli 2025 - (15:28 WIB)
    Permalink

    keluarga saya juga ditelponin di kantor oleh desk colection PT home Credit Indonesia, yang tidak saja dilakukan pagi, siang dan sore , bahkan tiada hentinya, sudah dibuatkan di portal OJK tapi tidak ditanggapi

  • 22 Juli 2025 - (16:05 WIB)
    Permalink

    Mari boikot PT Home Credit Indonesia karena desk colectionnya melakukan penawaran, penagihan seperti.pendekar mabok

    Telepon masuk beruntun seperti perusahaan.kelas tarkam, tidak.ada etika dalam melakukan penagihan

    Inilah akibat dari banyak makan hasil riba jadi main hamtam saja tanpa memikirkan kenyamanan orang lain

    PT Home Credit Indonesia.adalah.model buruk.dari pengelolaan bisnis yang dilakukan tidak berdasarkan etika.yang berlaku

    1
    1
    • 23 Juli 2025 - (08:02 WIB)
      Permalink

      Sama saya juga,tapi gampang ko asli coba deh saran saya ,matikan kartu nya slama 1 bln ga usah di aktifkan kalu mu aktifkan kartunya malam aja di jamin ga akan menghub lagi d jamin

      • 23 Juli 2025 - (08:35 WIB)
        Permalink

        Waduh,kalau matiin nomor ampe 1bulan sie bisa ga hidup keluarga saya..no hp mati beberapa jam saja,mungkin rejeki uda lewat..kadang bingung ada berapa banyak orang marketing HCI ini..uda dibilangin setiap kali mereka telepon,ga butuh dana pinjaman,sampai saya mengaku ga ada penghasilan karna baru saja di PHK bulan ini..tapi tetap saja telepon tidak berhenti..

        • 23 Juli 2025 - (22:16 WIB)
          Permalink

          Kayanya bukan hanya hci aja deh.tpi hampir semua yg bergerak di bidang kredit.mulai dari hci. leasing .jg pinjol
          Semua sama selalu meneror menawarkan pinjaman.padahal kita sudah bilng TDK butuh atau pun blm butuh.tpi seakan akan TDK di gubris
          Sekarang tinggal gimna pemerintah kt bikin aturanya.khususnya OJK. Yang menaungi bidang keuangan leasing.kredit pinjol dan sejenisnya.tapai seakan akan pemerintah kt tutup mata tutup telinga.dengan penderitaan konsumen

          • 24 Juli 2025 - (18:41 WIB)
            Permalink

            Betul saya aj yg ga pernah install/daftar di kredit pintar tiap hari di spam panggilan,
            Saya angkat karena takut penting pas ngomong dari pindar langsung saya matikan dan saya blokir.

    • 25 Juli 2025 - (18:27 WIB)
      Permalink

      Sama halnya dengan saya, mungkin ada 200 nomor Hp, yg selalu mengganggu tanpa mengenal waktu,.

  • 22 Juli 2025 - (16:53 WIB)
    Permalink

    PT home credit telah melanggar KUHP yaitu perbuatan tidak menyenangkan karena tidak menghormati privacy kerja dan kegiatan orang di manapun

    Otoritas Jasa Keuangan harus adakan evaluasi dan punishmen kepada platform yang banyak lakukan pelanggaran aturan yang ada

  • 23 Juli 2025 - (09:31 WIB)
    Permalink

    HCI contoh perusahaan yg sangat buruk dalam hal menangani pegawainya yg sering telpon menawarkan pinjaman.
    Sehari bisa 10-20 kali lebih…🤦🤦

  • 23 Juli 2025 - (11:31 WIB)
    Permalink

    Kalau ditelpon ya jangan ditanggapin. Angkat aja, begitu tau dari mereka, langsung taruh aja hapenya. Biarkan mereka ngomong sendiri.

    Ntar juga capek sendiri. Gak bakalan hubungin lagi.

  • 23 Juli 2025 - (20:06 WIB)
    Permalink

    Kasusnya sama ini kaya FIF begitu juga apa lagi kalo kita udah lunas tiap detik kirim wa nawarin pinjaman, wa blast kadang nelpon

  • 24 Juli 2025 - (09:35 WIB)
    Permalink

    Alasan klasik HCI karna takut2 karyawan karyawan nya ga ke gajih ,BUKAN HAL YANG BIASA HALAH

  • 24 Juli 2025 - (10:29 WIB)
    Permalink

    Saya rasa home credit harus evaluasi diri banyak komentar dari para mantan nasabah….
    Untuk home credit tlg benahi manahement anda krn keluh dan kesan sering masuk publik tnda perusahaan kurang baik!!

  • 24 Juli 2025 - (10:41 WIB)
    Permalink

    Benar,perlu pengawasan yg lebih ketat kepihak marketing..saya menuliskan artikel ini di media konsumen bukan untuk mencari kesenangan atau lain nya..saya cuma ingin agar keluhan dan keberatan saya di dengar oleh pihak atasan HCI..karna setiap kali saya bilang ke pihak marketing,jangan menghubungi saya lagi,saya ga sanggup bayar kalau ambil pinjaman..kondisi ekonomi yang sulit,pinjam gampang,lunasin susah banget..jangan cuma ngejar target tapi konsumen gagal bayar di kejar sampai ada yang dipecat karna disamperin ke tempat kerja dan buat gaduh..tapi tetap saja tiap hari diteleponin…sampai kita lagi kerja ga fokus,diangkat salah,ga diangkat juga salah takut telepon penting..karna setiap kali telepon,nomor selalu berbeda…

  • 26 Juli 2025 - (08:43 WIB)
    Permalink

    Saya mengalami pengalaman yang sama belum jatuh tempo lebih dari 7x telefon remainder, telat 3 hari bahasanya tidak tau norma manusiawi, padahal mereka hidup dari untung selih harga barang + bunga + admin + minta ini itu, intinya semua kredit2 itu adalah pemerasan berkodok.

  • 26 Juli 2025 - (10:11 WIB)
    Permalink

    Wkwkw g pernah kaya gini 4th yg lalu ditawarin terus tiap hari sampai kesel n akhirnya saking keselnya g ambil juga 30jt dengan potongan dimuka 1% kl gak salah, dan selanjutnya sama sekali gak g cicil , sampai detik ini masih suka nelp nagih n gak g gubris dan pernah beberapa kali di datangi tp selalu ditahan sama satpam dan gak di kasih masuk cluster, dari kata kasar sampai akhirnya belakangan dengan nada lembut dan di email di beri keringanan 50% tetep gak g gubris juga 🤣🤣🤣🤣

    • 26 Juli 2025 - (12:19 WIB)
      Permalink

      Waduh…kalau saya sie ga berani ampe nekat ambil terus ga bayar..takut slik ojk jelek terus nanti kalau butuh urusan dengan bank ga bisa..

  • 26 Juli 2025 - (12:22 WIB)
    Permalink

    Update pertanggal 23Juli kemarin saya tiba2 dapat whatsapp dari HCI soal perihal pengaduan saya di Media Konsumen akan ditindaklanjuti..terus tanggal 25Juli dapat whatsapp lagi kalau laporan sudah selesai dilakukan..dikasih waktu 5hari kalau tidak ada keluhan lagi,proses akan di anggap selesai..semoga aja setelah 5hari atau 1minggu dan seterusnya tidak ada telepon dari HCI kembali..kalau ada berarti emank cuma omong kosong aja..heheh

 Apa Komentar Anda?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit

oleh Martinus Kurniawan dibaca dalam: 1 menit
22