Tanggapan Tanggapan perihal “Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit” 29 Juli 202528 Juli 2025 Home Credit Indonesia 1 Komentar Customer complaint handling, Customer Service, Data nasabah, data pelanggan, Home Credit Indonesia, Kredit dan Leasing, Kredit online, Nomor telepon pengguna, Pelanggaran Privasi, penawaran, Penawaran kredit, Penghapusan Data, perlindungan data pribadi, Persetujuan pengguna, Privasi data, Promosi, SPAM, spam telepon, Telemarketing Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Bapak Martinus Kurniawan di MediaKonsumen.com pada tanggal 22 Juli 2025 di kolom Surat Pembaca dengan judul “Surat Terbuka untuk Pihak Manajemen dan Marketing Home Credit” maka dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Bapak Martinus. Kami telah melakukan investigasi internal lebih lanjut sehubungan dengan keluhan yang disampaikan oleh Bapak Martinus, yakni terkait dengan kegiatan penawaran layanan yang kurang berkenan. Kami sudah menghubungi Bapak Martinus melalui e-mail pada 24 Juli 2025 untuk menyampaikan permohonan maaf, sekaligus menginformasikan bahwa data Bapak Martinus telah dihapuskan dari daftar penawaran dan Bapak Martinus tidak akan dihubungi untuk penawaran layanan di kemudian hari. Kami terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami. Apabila Bapak Martinus masih memiliki pertanyaan seputar Home Credit, silakan menghubungi kami melalui e-mail ke care@homecredit.co.id atau melalui nomor telepon (021) 2953 9600. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan dimuatnya surat tanggapan ini kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Home Credit Indonesia Martha Grashiana Head of Brand & Marketing Strategy Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
satoto_prayudi1 Agustus 2025 - (02:13 WIB)Permalink Oh jadi gini caranya memberhentikan spam telp dari homecredit, sangat menarik sekali. Kalo telp gak kira2 emang perusahaan 1 ini lebih2 dari minum obat. Login untuk Membalas