Surat Pembaca

Pesanan Belasan Juta Rupiah Raib Dibawa Kurir, Pihak Gojek dan TikTok Shop Lamban dalam Proses Invesigasi dan Pengembalian Dana

Saya merupakan salah satu pengguna TikTok Shop Indonesia. Saya telah melakukan Pembelian Online di TikTok Shop dengan rincian sebagai berikut :

Nomor pesanan: 580238600411514685
Tanggal pesanan: 03 September 2025 15:00 PM
Produk: APPLE Macbook Air M2 Chip 2022 13.3″ 16GB 256GB Resmi
Toko: Collins Official
Metode pengiriman: Instan
Total harga produk yang dibayarkan: Rp. 11.726.750

Keesokan harinya, pesanan saya diantar oleh pihak jasa kirim dengan rincian sebagai berikut:

Pihak jasa kirim: GOJEK Indonesia
Nomor pengiriman: GK-11-831483496
Tanggal pengiriman: 04 September 2025 12:30 PM
Nama kurir : F*** A**** P******
Nomor handphone kurir : +62858193***55

Pada 04 September 2025 pukul 12:59 PM, kurir menyelesaikan pengantaran pesanan saya dengan bukti pengiriman berupa foto bagian depan rumah. Saya ingin menekankan bahwa foto bagian depan rumah tersebut tidak sesuai dengan alamat tujuan pengantaran yang tertera di pesanan saya. Kurir tidak menghubungi saya sama sekali, baik melalui chat aplikasi Gojek, telepon, WhatsApp, maupun SMS. Hingga hari ini, pesanan saya belum saya terima.

Per tanggal 04 September 2025, saya telah memverifikasi bahwa alamat pengiriman yang tertera adalah benar dan berbeda dari bukti pengiriman yang disertakan oleh kurir Gojek. Saya juga telah melakukan survei langsung ke lokasi yang tercantum dalam bukti pengiriman dan menanyakan kepada warga sekitar, tapi tidak ada yang menerima pesanan saya.

Namun, ada saksi dari warga sekitar yang menyatakan bahwa mereka melihat kurir Gojek tersebut hanya berhenti untuk mengambil foto di depan rumah dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan membawa pesanan saya. Saya juga telah menanyakan kepada warga di sekitar rumah saya, tetapi tidak ada yang menerima pesanan saya.

Saya sudah berkali-kali mencoba menghubungi kurir Gojek tersebut, tetapi tidak ada respon. Lalu pada malam harinya, nomor handphone saya diblokir oleh kurir Gojek tersebut.

Selanjutnya, saya berusaha mengajukan pengembalian dana melalui aplikasi TikTok Shop. Namun tidak bisa diajukan dengan alasan “Paket tidak diterima” dan hanya bisa membuat tiket pelaporan setelah 1×24 jam jika paket diterima.

Kemudian, saya menghubungi nomor telepon Gojek Indonesia, tetapi tidak dapat tersambung, sehingga saya mengirim email ke Customer Support Gojek. Saya mendapatkan respons bahwa saya harus mengirimkan laporan melalui TikTok Shop terlebih dahulu karena S&K Gojek dan mitra marketplace.

Per tanggal 05 September 2025, saya baru bisa mengajukan tiket pelaporan ke Pihak Tiktok Shop. Nomor permintaan: #202509050613205285. Saya hanya mendapatkan respon bahwa laporan saya sudah diteruskan ke pihak jasa kirim Gojek Indonesia dan saya diminta untuk menunggu oleh pihak TikTok Shop. Saya juga menghubungi pihak penjual untuk menceritakan kronologi yang terjadi dan meminta data kurir Gojek tersebut.

Per tanggal 06 September 2025, saya melakukan chat dengan live agent CS TikTok Shop dan telah dibuatkan tiket pelaporan baru. Nomor permintaan: #20250906213207621. Respons yang saya terima adalah saya diminta untuk menunggu karena masih dalam proses investigasi dari pihak jasa kirim Gojek Indonesia. Tiket Pelaporan saya yang sebelumnya, yaitu #202509050613205285, ditutup oleh pihak TikTok Shop dengan alasan untuk menghindari kebingungan dan fokus pada satu tiket pelaporan saja.

Hingga hari ini, tanggal 09 September 2025, belum ada pembaruan dari pihak TikTok Shop maupun Gojek Indonesia. Saya kembali hanya disuruh menunggu hasil investigasi dari pihak jasa kirim Gojek Indonesia. Sebagai konsumen, saya sangat kecewa dengan penanganan yang lambat dari pihak TikTok Shop dan Gojek Indonesia. Harga produk yang saya beli mencapai belasan juta dan termasuk asuransi. Saya sudah menunggu selama 5×24 jam, tetapi belum ada pembaruan dan belum ada kontak dari pihak TikTok Shop maupun Gojek Indonesia.

Saya mohon kepada pihak TikTok Shop dan Gojek Indonesia untuk segera merespons dan menangani kasus saya ini. Saya ingin mendapatkan refund 100% karena hingga saat ini saya belum menerima pesanan saya. Jangan hanya membiarkan saya menunggu tanpa ada pembaruan apapun.

Sistem pemesanan di Tiktok Shop juga seharusnya diperbaiki. Dalam kasus saya, pesanan otomatis dianggap selesai jika status pengiriman sudah “Terkirim”, padahal belum tentu pesanan tersebut sudah diterima oleh pembeli yang bersangkutan. Seharusnya pesanan tidak boleh diselesaikan jika pembeli belum menekan tombol menerima pesanan.

Untuk bagian permintaan pengembalian karena paket belum diterima, seharusnya juga diaktifkan, sehingga pembeli bisa langsung mengajukan pengembalian dana jika barang belum diterima. Jangan seperti ini, pembeli hanya disuruh menunggu tanpa kepastian dan khawatir akan dana yang tidak dikembalikan.

Cindy
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

        • Memang TikTok Shop Tokopedia adalah Market Place yang sangat sangat tidak sempurna untuk Penjual dan Pembeli.
          Banyak celah yang bisa diambil oleh pihak yang berniat buruk.
          Berbeda jauh dengan Lazada dan Shopee.
          Ini adalah pengalaman saya selama berjualan di Market Place sejak 2016

          • @toko
            Betul tuh saat ini yg ok ya shopee dan lazada.

            Tapi orderanku yg banyak justru dari tiktok shop. Piye iki.
            Shopee banyak saingan sih..

            Barang mahal jangan dijual tiktok dan tokopedia yg sudah dikelila tiktok ini. Spt gadjet, ekektronik dll kecuali pemain kelas mall.

    • 2 faktor. CS TikTok Shop > TikTok Mall Shop > pembeli > toko biasa. Hirarki kasta TikTok Shop, seperti Shopee jadinya. Karena penulis berurusan ama official store, yah jelas bakal dipersulit.

      Faktor ke-2, gojek udah ngak peduli ama urusan begini. Saya juga kaget pas pernah masalah begini. Kan kita pikirnya, mereka data driver, GPS, foto, dll. lengkap, katakan beli akun pun, mustinya bisa dilacak. Ternyata ngak niat bantu sama sekali. Mungkin karena mau dijual ke Grab, jadi dipecat semua CS nya ala Tokopedia pas diambil alih TikTok Shop.

  • Hanya ingin memastikan, sejak kapan TikTok shop menyediakan asuransi ?? Yang saya tahu asuransi hanya tersedia di Tokopedia

  • Mau ngirit jd rumit... Beli belasan juta di online... Belanja online beli krupuk aza jgn barang mahal.

    • Jaman skrng ud berubah pak ..
      klu emng belanja mahal ga diperbolehin melalui online, mungkin e-commerce ud pd tutup pak.

      • @vexa
        Untuk batasan maksimal belanja online sedang digodok di komdigi. Karena sudah banyak aduan masyarakat paket jutaan dibawa kabur/hilang/dicuri.

      • Bukan soal boleh atau nggak tapi seharusnya ngotak. Ibarat Naroh motor gak dikunci di pinggir jalan juga ga ada yg larang , Tapi kitanya sendiri aja yg ngotak , motor dikunci aja bisa hilang apalagi kagak dikunci ??

  • Beli barang online emg lebih hemat waktu, belum lagi kalau dapet banyak diskon. Tapi mulai banyak kasus, terutama barang mahal. Jadi agak mikir lagi kalau mau beli lewat online. Semoga bisa segera terselesaikan

  • Aku kok bingung ya sama komentar yang menyalahkan pembeli karena berani membeli barang mahal di tiktok.

    Bukankah yang harus disalahkan adalah penjahatnya???

    Yang jahat disini adalah kurir yang membawa kabur barang pembeli.

    Gak ada yang salah dengan belanja di Online shop

    Yang salah disini adalah pencurian yang dinormalisasikan oleh beberapa komentator.

    • bukan menyalahkan pembeli, harusnya pembeli berpikir jernih akan konsekuensinya belanja online, bisa di kirim barang palsu atau rusak cacat, tidak aman dalam pengiriman, karena orang kalau di beri titipan barang atau benda berharga suka khilaf karena tergoda bisikan untuk berniat jahat. jadi kita sebagai pembeli lebih banyak waspada.

  • Tenang aja sih.. klo emang dinyatakan udah dlm investigasi oleh gojek itu berarti emang sedang diinvestigasi oleh gojek, utk masalah seperti ini pihak gojek ga pernah main2, mereka akan bener2 mengusut pelakunya sampai tertangkap dan pasti akan mengganti rugi sesuai dgn nominal barangnya. Memang benar dan sdh dpt dipastikan klo pihak gojek mempunyai data2 tentang driver, data2 tentang orderannya bahkan data2 dr proses pengantaran orderannya tp kejadian seperti ini itu biasanya terjadi apabila akun drivernya bkn akun asli alias akun yg sdh dipindahtangankan, klo akunnya akun asli pasti ga akan berani berbuat seperti itu karena data2 mereka ada di kantor gojek dan gampang dilacak dan karna pelakunya bkn driver asli yg sesuai dgn akunnya maka pihak gojek perlu mencari tahu dulu ke driver akun aslinya kpd siapa dia menjual akunnya dan biasanya pd proses ini sdh menyertakan pihak kepolisian utk menyelidiki dan melakukan penangkapan, maka dr itu perlu waktu yg cukup lama utk proses investigasinya, tunggu aja dgn sabar karna uang anda pasti akan diganti 100% oleh gojek..

  • Duit 10 m dikawal polisi aja bisa dibawa kabur pas polisinya berak, apalagi cuma gadget sejenis laptop ?? Memang ga ada yg salah dgn jual beli online tuk barang yg Kalo perlu smpe harga miliaran, cuma kita nya aja yg seharusnya mikir, jangan Krn malas gerak dan tergiur diskon atau harga murah , mau untung malah jadi buntung. Dan yg komen kalo shopee aman pasti orang dalam shopee sendiri krn shopee justru jauh lebih bobrok ktimbang tiktok

  • saya ingin tahu, apakah TS pas beli barang mahal itu, sudah pakai asuransi?
    saya asumsikan sudah pakai asuransi, maka gak perlu ribet. langsung klaim barang tidak sampai, proses asuransi.
    kalo CS Tokopedia melakukan "perlawanan", langsung sebut, 3 hari, atau saya lapor polisi untuk kasus penggelapan, dan saya sebar di berbagai media tanpa menyembunyikan identitas. sebar sesuai laporan polisi asli.
    beres masalah. everything by the law. sesuai regulasi aja. mereka pasti merasakan niat galak TS.

  • saran saya jika ada kendala di atas, pastikan data driver yg pick up sesuai dgn ktp & sesuai orgnya, krn jika ada perbedaan wajah dengan ktp bisa jd duplikat ktp, utk menyamarkan ketika pakai akun bodong ,langkah kedua order lagi brg termurah ke toko tsb utk dapatkan lokasi fisik toko dgn cara melobi driver yg akan mengantar ,jika bisa minta video cctv saat driver pick up brg utk di jadikan bahan BAP saat melaporkan kepolisian, dgn catatan kita sudah melampirkan alamat saat di aplikasi pengiriman, foto tampak depan rumah jelas & foto bukti dari driver yg kirim.share sebanyak-banyakny bukti di media online ksih hadiah utk org yg bsa bntu ,pasti cepet kok itu ketemu ny.menurut pendapat saya saja ini.

  • Wah ngeri beli barang 11jt via online non COD, bener² nekat. Jaman sekarang ini jaman lagi serba sulit terutama ekonomi, mohon maaf bukannya saya menasehati tapi kedepannya alangkah lebih kalau lebih berhati². Lebih baik kita kehilangan waktu & uang yang tak seberapa untuk biaya mondar² ke pusat perbelanjaan elektronik dari pada kita kehilangan seluruhnya. Karena kalau sudah kejadian seperti ini, waktu yg terbuang jadi jauh lebih banyak, dan penggantian dana pun masih tanda tanya. Saya pernah beli barang elektronik diatas 3jt, tapi COD, saya ga berani kalau tanpa COD ya karena menghindari kejadian seperti ini. Kalau tidak ada pilihan COD, ya terpaksa saya belanja offline, boros waktu boros ongkos tapi tenteram setelahnya.

    Moga² kasusnya bisa segera selesai, pembeli bisa mendapatkan apa yg sudah menjadi haknya. Dan pelaku kejahatannya (oknum gojek) diberikan hidayah agar tidak mengulanginya lagi.