BCA Melakukan Standar Ganda terhadap Pelapor Penipuan

Saya nasabah BCA, kalau tidak salah mulai tahun 1996 di BCA Darmo Surabaya. Saya melaporkan terjadinya penipuan yang dilakukan seseorang dengan bukti ID laporan 1985836198.

Setelah melaporkan pada tanggal 16 November 2025 dan saya diminta untuk membuat surat pernyataan lalu laporan kepolisian, saya sudah melakukan semuanya dan telah saya kirimkan melalui email maupun hard copy ke cabang yang saya tunjuk.

Berjalannya waktu, tanggal 26 November saya diminta membuat laporan dan surat blokir yang ditandatangani Kapolres atau yang berpangkat AKBP.

Dari awal laporan, saya menyampaikan bahwa saya ingin dimediasi oleh BCA agar bisa telekonferensi dengan pemilik rekening yang saya transfer tersebut, tetapi diabaikan. Saya juga meminta untuk dilakukan blokir sementara pada rekening penerima tersebut, tetapi juga tidak dilakukan.

Apabila tidak ada blokir sementara, saya pikir BCA akan kesulitan apabila pemilik rekening mengganti nomor telepon. Akan lebih mudah mencarinya apabila ada blokir sementara karena pemilik akan menelpon BCA apabila rekeningnya terblokir.

Dulu, beberapa kali saya kena tipu dan setelah melapor dengan surat yang saya email, BCA memberikan waktu, kalau tidak salah 3×24 jam, untuk memberikan laporan polisi. Apabila saya tidak memberikan laporan polisi, maka rekening yang diblokir akan dibuka kembali. Cara tersebut sangat bagus dan efektif.

Akhirnya, dengan putus asa, saya cari dan lacak sendiri penipunya dan akhirnya dia menghubungi saya serta akan mengembalikan uang saya. Uang tersebut akhirnya dikembalikan dari rekening yang sama. Saya sangat kecewa BCA meremehkan laporan korban penipuan, dan sampai surat ini dibuat rekening tersebut masih tidak terblokir. Dalam artian, BCA tidak melindungi nasabah korban penipuan seperti saya, dan mungkin masih banyak korban lainnya.

Tanggal 13 Agustus 2024 saya juga menjadi korban penipuan dengan ID laporan:

  1. 2018183220
  2. 2018184465
  3. 2018182791
  4. 2018186456
  5. 2018183919

Sampai surat ini dibuat, tidak ada respons atau kabar apa pun dari pihak BCA. Sebenarnya kalau pihak BCA mau dan peduli, bisa memblokir rekening penipu dan rekening tujuan transfer penipu tersebut. Menurut saya hal itu tidak dilakukan karena dianggap kesalahan pelapor, dan BCA tidak berusaha melindungi nasabah yang menjadi korban. Seolah-olah BCA cuci tangan dalam hal ini.

Sangat disayangkan BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia, tetapi tidak ada sedikit pun perhatian terhadap korban penipuan meskipun bukti-buktinya lengkap.

Herman
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “BCA Melakukan Standar Ganda terhadap Pelapor Penipuan”

Menanggapi keluhan Bapak Herman ******** *********** di Redaksi Media Konsumen tanggal 01 Desember 2025 dengan judul “BCA Melakukan Standar Ganda...
Baca selengkapnya

33 komentar untuk “BCA Melakukan Standar Ganda terhadap Pelapor Penipuan

  • 1 Desember 2025 - (13:56 WIB)
    Permalink

    Mungkin anda yg harus belajar dan hati2 supaya tidak kena tipu lagi. Kena tipu kok terus-terusan

    • 1 Desember 2025 - (14:39 WIB)
      Permalink

      Yg tetakhir sdh sering saya beli barang, yg terakhir tiba2 menghilang, siapa juga yg ingin tertipu

      • 1 Desember 2025 - (20:05 WIB)
        Permalink

        Dalam hal ini kita sebagai nasabah harus hati² juga dalam bertransaksi tp dalam kasus ini sy liat dari pihak bank juga seolah olah TDK terlalu peduli dengan kerugian nasabah. Dulu pernah ada orang salah transfer kerekening sy dan yg salah transfer itu pihak karyawan bank dan hari itu juga pihak bank langsung datang ke alamat sy. Seandainya perlakuan bank sama sprti itu kepada nasabahnya mungkin masalah ini cepat teratasi

        1
        1
        • 1 Desember 2025 - (20:16 WIB)
          Permalink

          Alangkah indahnya bca bisa seperti itu, bca akan menjadi lebih baik apabila memperhatikan nasabah yang kena musibah bukan spt skr seolah2 cuci tangan, coba kalo nasabah yg uangnya ber ember2 hasil kejahatan pun dia ga peduli yg penting uangnya tetap di bca

          1
          1
    • 2 Desember 2025 - (16:59 WIB)
      Permalink

      Mudah²an, semoga dan semoga dalam waktu yg sangat dekat anda juga tertipu, ditunggu aja ya, kamu tuh bukan sombong sekali tapi sombong berkali kali, Mudah²an anda juga berkali kali tertipu, jaga ucapan anda ya, hati hati bicara.

      • 2 Desember 2025 - (17:42 WIB)
        Permalink

        Budayakan baca dgn baik dan benar kecuali andan tidak pernah belajar bahasa indonesia

      • 3 Desember 2025 - (04:21 WIB)
        Permalink

        Sebodoh2nya tupai gak mungkin bisa masuk lobang yg sama sampe berkali2,, yg hrsnya belajar ya nasabahnya lah,,secanggih apapun teknologi keamanan klo nasabahnya bodoh ya ttrp akan ketipu jg lah logika aja pak,,yg bedain manusia sama binatang kan OTAK,, binatang aja bisa gak jatoh di lobang sama berkali2.. Masa iya manusiaa gak bisa😂

  • 1 Desember 2025 - (14:05 WIB)
    Permalink

    Oalaaa kena tipu lagi, sepertinya Februari kemarin ada masuk MK transaksi dari Facebook, sekarang kena lagi pak?

    Pembelajaran hidup untuk bertransaksi pada toko yang resmi secara langsung, bukan transfer ke individu yang kenal di social media.

    Bank punya SOP yang sesuai ketentuan dari Regulator, dalam hal ini BI
    Kalau dirasa tidak sesuai, mnrt saya laporkan ke BI saja pak beserta dengan kronologis tertipunya seperti apa.

    3
    0
    • 1 Desember 2025 - (14:40 WIB)
      Permalink

      Terimak kasih masukkannya, saya yg sangat kecewa tidakan dari bca nya yg tidak melindungi nasabah dgn cara blokir sementara sambil dilihat siapa yg salah

      • 4 Desember 2025 - (13:47 WIB)
        Permalink

        sedari awal drmn bank tahu kalo bukan ente yg menipu?
        seenaknya minta blokir rekening orang lain

        semua ada aturan mainnya

        ini kok macam anak kecil minta permen, tidak diberi, lalu marah

        emang ada aturan kalau bank harus ikuti kemauan nasabah? nasabah minta rekening orang lain diblokir, lalu bank harus turuti? bisa2 banknya yg dituntut

        ini contoh TS kurang literasi kalau tidak mau dikatakan bodoh

        TS adalah jenis orang yg mementingkan diri sendiri tanpa pernah memikirkan apa yg terjadi pada pihak lainnya (dalam kasus ini adalah pihak bank)

        apakah TS akan peduli nantinya bila pihak bank dituntut oleh nasabah yg oleh si TS minta diblokir rekeningnya?

        kutipan komen TS :
        saya yg sangat kecewa tidakan dari bca nya yg tidak melindungi nasabah dgn cara blokir sementara sambil dilihat siapa yg salah

        apa bank harus percaya begitu saja kepada ente?
        bisa2 kacau sistem perbankan kalau org minta blokir rekening orang lain dan dituruti oleh pihak bank hanya berdasarkan pengakuan sepihak

        ente mau tiba2 rekening ente diblokir sementara karena ada pihak lain yg lapor kalo ente itu penipu?

        kalo menurut ente pihak bank sudah mengecewakan, ya pindah bank saja, gitu aja kok repot, cari bank yg bisa blokir sementara rekening orang lain hanya berdasarkan pengakuan ente saja

        • 4 Desember 2025 - (14:16 WIB)
          Permalink

          Ente baca dulu baru cuap2, saya nipu ga perlu repot2 lapor dan memberikan laporan polisi, ente ini buzer nya bca yg mikir ga pakr jidat tp pake dengkul, bank mau percaya atau tidak kan bisa liat saya transfer atau tidak, saya sdh kasih tau bank bahwa saya minta di mediasi krn saya sebenarnya tidak mau laporkan pelaku ke polisi, baca kalo kaga bisa bahasa indonesia belajar dulu baru cuap2

          • 4 Desember 2025 - (19:51 WIB)
            Permalink

            Dari awal laporan, saya menyampaikan….
            artinya sebelum lapor polisi

            ente sendiri ngaku minta dimediasi karena tidak mau buat laporan polisi tapi minta blokir rekening org lain, what a joke!

            bukan kewajiban bank utk menuruti permintaan ente, kasarnya : minta permen, ga dikasih, marah, emang siapa ente?

            sudahlah tak perlu cari2 pembenaran, ente mau mengelak dr tulisan ente sendiri??
            ane kutip lagi :
            Dari AWAL laporan, saya menyampaikan…..
            apa arti kata AWAL?
            ente belajar lagi bahasa Indonesia yg baik dan benar, buka kamus, cari arti kata AWAL

            sudah botol, ngotot, masih cari2 pembelaan atas tindakannya

            ente yg ketipu, bank yg disuruh sibuk, upgrade dulu otak ente
            pihak lain sibuk karena kebodohan ente, ente berani bayar berapa ke bank utk mediasi? dengan mediasi pihak bank keluar biaya dan tenaga dan juga buka data nasabah

            minta TOLING ke bank pakai bukti kalo ente bener2 ketipu dengan bukti laporan kepolisian bukan langsung memerintahkan bank utk blokir

            pertanyaan yg belum ente jawab : apa mau ente tiba2 rekening diblokir karena ada org yg menyuruh bank blokir rekening ente karena ente dituduh menipu?

            WHAT A JOKE!

            hati2 dengan org spt TS, contoh org yg bila meminta sesuatu tidak diberi, marah.
            jenis org yg tidak tahu apa yg ditulis, arti kata awal saja tidak tahu.
            jenis org yg sok tahu, org yg suka melanggar aturan, bukti : memerintahkan bank utk melakukan blokir tanpa ikuti aturan

            1
            1
        • 4 Desember 2025 - (14:20 WIB)
          Permalink

          Yg saya masalahkan di bca adalah bca punya standart operasional ganda, awal minta laporan polisi saja dan yg berikutnya laporan polisi dengan tandatangan kapolres minimal berpangkat akbp, ente ga bisa bahasa indonesia atau memang bodoh

          • 4 Desember 2025 - (19:58 WIB)
            Permalink

            standar ganda saja tidak mengerti, itu bukan standar ganda, bodoh kok dipiara
            belajar lagi bahasa sebelum menyuruh org lain belajar bahasa

            what a joke this guy, arti standar ganda saja tidak tahu, malu2in guru bahasa sekolahan ente

            percuma dijelasin disini arti standar ganda sebab otak ente sudah sesak, ngapain juga ngajarin org spt ente, biarlah ente mempermalukan diri ente sendiri di sini

            1
            1
        • 4 Desember 2025 - (20:17 WIB)
          Permalink

          Goblok, blokir sementara itu bukan berarti blokir permanen, sering kali nasabah tidak memperbaharui data sehingga di telp tidak bisa, kalo terblokir secara otomatis nasabah akan hubungi bak, tolol kok terus

          • 4 Desember 2025 - (21:00 WIB)
            Permalink

            itu bank yg blokir karena permintaan pemerintah utk pembaharuan data, jd pemerintah yg tanggungjawab kalo terjadi penuntutan

            lah kalo ente yg minta blokir, siapa ente? ente yg punya bank?
            botol jgn dipiara

            penipu udah dapat duid yah kabur, mana mau dimediasi oleh bank, penipu itu mau dimediasi kalau sudah tertangkap polisi

            botol jangan dipiara
            hahahahaha

            1
            0
        • 4 Desember 2025 - (20:21 WIB)
          Permalink

          Ente kan tifak tahu, saya diminta buat laporan polisi dan saya buatkan tp saya tetap bilang tolong bca memediasi saya ingin bicara telekonference, kaga ngerti jalan cerita nya ngotot, goblok dipiara malah ngata2in, dasar goblom tidak berpendidikan

          • 4 Desember 2025 - (20:31 WIB)
            Permalink

            se-goblok2nya ane, ya ga ketipu, kalo ente? ente yg ngaku pinter tp ketipu berkali-kali (org pinter pasti tahu artinya, yaitu lebih dr 1x) , biar yg baca saja yg jd jurinya, siapa sebenarnya yg botol

            coba tunjunkan bank yg berani blokir sementara atas perintah nasabah lainnya tanpa surat kepolisian/pengadilan, kalo ga tahu hukum, jangan sok tahu, lawak

            percuma debat dengan ente, takut ketularan “pinter” nya ente

            Never argue with stupid people, they will drag you down to their level and then beat you with experience.’

            1
            1
        • 4 Desember 2025 - (21:58 WIB)
          Permalink

          Goblok dipiara, blokir bukan saja permintaan pemerintah blok, otak dan mulut di pantat makanya ga ngotak, dasar buzer , emak bapak lu sekolahkan tinggi2 tp ente bisanya bolos makanya goblok

          • 4 Desember 2025 - (22:23 WIB)
            Permalink

            iya deh, yg rajin sekolah dan pintar

            kasian yah, nyekolahin anak yg rajin sekolah dan pinter, tapi kena tipu berkali-kali 🤣

            ente tuh saking rajinnya sampe2 si rajin nempel di badan ente, RAJIN kena tipu

  • 1 Desember 2025 - (14:42 WIB)
    Permalink

    Semakin kesini keknya semakin kurang dah pelayanan bank satu ini. Pernah juga buat laporan, tapi bukan laporan penipuan. Waktu itu mau bayar pake QRIS gagal malah saldo berkurang, udah buat laporan berkali-kali tapi gak ada balik saldo sampe sekarang, capek beud ngurusnya

    • 1 Desember 2025 - (14:50 WIB)
      Permalink

      Kira2 demikian semakin besar maka akan semakin kaga peduli dengan nasabah ecek2

  • 1 Desember 2025 - (14:51 WIB)
    Permalink

    zaman sekarang jangan berharap dari orang/pihak lain bang..
    harus waspada dari kita sendiri..
    banyak-banyak cari informasi untuk tau modus-modus penipuan yang semakin canggih juga..
    pihak-pihak seperti bank ini tidak akan perduli kalau belum viral..
    itu pun hanya karena viral, bukan karena perduli dengan nasabah nya..

    1
    1
    • 1 Desember 2025 - (14:56 WIB)
      Permalink

      Betul bang, semua hatus viral dulu baru ada perhatian, kasian bagi mereka2 yang tidak melek tehnologi bang akhirnya terabaikan seolah2 hanya kotoran mata di sudut pandang bank.

  • 1 Desember 2025 - (16:57 WIB)
    Permalink

    Saya jg salah transfer antar rekening BCA ribet nya minta ampun sampe skrg blum ada solusi

    • 1 Desember 2025 - (18:30 WIB)
      Permalink

      Pasti bca jawab tunggu sampai pemilik rekening transfer kembali krn bca tidak bisa berbuat apa2, itu jawaban konyol dan ngelawak

  • 2 Desember 2025 - (15:14 WIB)
    Permalink

    1. Kalau bisa lacak penipu sendiri Dan semua kasus penipuan bisa kelar duitnya balik, ngapain pake blokir2.
    2. Penipu jaman skarang emangnya masih ada pake rek pribadi ama no HP pribadi untuk penipuan? Gw rasa penipuan 3 arah itu udah sangat popular sampe yg transfer Dan ditransfer itu bisa Jadi korban.

    Disarankan aja kalo beli barang atau transaksi itu pake rekber, escrow, marketplace. Modal dikit biar aman.

  • 2 Desember 2025 - (16:51 WIB)
    Permalink

    Zaman skg BCA dan bank bank lain memang sangat sulit untuk dimintai blokir, apalagi nasabah mengakui salah transfer, kena penipuan online aja sulit blokir, apalagi salah transfer. Baiknya kita harus hati hati, jangan andalkan 100% usaha bank untuk selamatkan dana nasabah. Semoga dana nasabah aman

    • 3 Desember 2025 - (05:21 WIB)
      Permalink

      Setuju, saya posting ini hanya memberitahukan kualitas bca dulu dgn skr jauh berbeda dalam melindungi nasabah

  • 2 Desember 2025 - (21:08 WIB)
    Permalink

    Ini negara konoha pak, ladusing disini gemuk-gemuk dan tindakannya nihil. Sekelas mantan menteri kelautan aja bilang kalau ladusing disini sangat lambat kok apalagi rakyat seperti kita pasti gak digubris.

    Turut empati atas tindakan penipuan yang dilakukan berkali-kali.
    Transaksi berkali kali bukan jaminan akan kredibilitas penjual.

 Apa Komentar Anda?

Ada 33 komentar sampai saat ini..

BCA Melakukan Standar Ganda terhadap Pelapor Penipuan

oleh Herman dibaca dalam: 1 menit
33