Ilustrasi Permohonan Surat Pembaca Permohonan Klaim Tagihan IndiHome dan Perbaikan Pascabanjir Bandang di Aceh Tamiang 16 Mei 2026 Karina Beri komentar Aceh Tamiang, Customer complaint handling, Gangguan internet, GraPari, IndiHome, Internet Service Provider, Klaim Tagihan, Telkomsel, Telkomsel Indihome Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Nama saya Karina, berlokasi di Aceh Tamiang. Saya ingin bertanya kepada pihak IndiHome terkait nomor internet 111134110422 atas nama Balkis Andre*** Put***, bagaimana perhitungan tagihan yang dilakukan oleh IndiHome, sementara tidak ada pemakaian internet sejak banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025. Yang sangat disayangkan, hingga saat ini internet belum dapat digunakan, namun sudah ditagihkan lagi billing April dan Mei. Selaku customer, kami sudah berusaha mengonfirmasi ke pihak IndiHome terkait perbaikan dan tagihan. Pada tanggal 17 Januari 2026 saat berada di Bireuen, saya sudah konfirmasi ke pihak GraPARI Bireuen. Namun sangat disayangkan pihak GraPARI Bireuen tidak mau membantu follow up kendala pascabanjir, dengan alasan saya melapor di hari Sabtu dan mereka kerja hanya setengah hari, sehingga tidak bisa follow up update ke kami di sore hari. Saya tahu bahwa pelanggan area Kualasimpang di-handle oleh GraPARI Langsa. Saya melapor ke GraPARI Bireuen dikarenakan saya ada kepentingan pribadi, dan bukankah layanan mereka satu pintu dalam artian pelanggan bisa melapor di GraPARI manapun? Apalagi masih satu provinsi. Selanjutnya, kami membuat laporan melalui kanal resmi Telkomsel di 188 pada Maret 2026. Saya meminta CS untuk melakukan claim tagihan dikarenakan belum ada perbaikan, dan kami pun meminta CS untuk mengisolir sementara layanan internet agar tagihan tidak berjalan, dikarenakan kami juga belum bisa menempati rumah karena masih proses pembersihan pascabanjir. Kami bersedia membayar tagihan abonemen isolir sementara (Rp30 ribu/Rp35 ribu per bulan). Saya merasa layanan IndiHome terlalu berbelit-belit. Kami selaku customer dibuat susah karena harus menelepon CS 188 berulang kali demi meminta claim tagihan, sampai harus berdebat. Di akhir Maret atau awal April sebelum billing baru keluar, saya telepon kembali 188 mempertanyakan tagihan Maret tersebut, dan ternyata sudah di-claim. Saya juga mempertanyakan untuk tagihan bulan depan agar tidak muncul, namun pihak CS mengatakan kita lihat bulan depan saja. Di bulan 5 tanggal 3 Mei, setelah kami bisa kembali ke rumah, kami melihat tagihan internet sudah 2 bulan, April dan Mei. Saya menghubungi lagi pihak 188. Awalnya mereka menolak claim dengan dalih sudah ditutup untuk program claim tagihan pascabanjir di bulan Maret. Oplus_131072 Lalu saya bersikeras kami sudah mengajukan untuk isolir sementara di bulan Maret melalui kanal 188. Saya pertanyakan kenapa pihak IndiHome mengabaikan permintaan customer. Setelah berdebat, akhirnya pihak IndiHome mengajukan untuk di-claim tagihan, namun harus menunggu 1 x 36 jam. Kami sudah menunggu sesuai instruksi, namun tidak ada tindak lanjut. Kami hubungi lagi terakhir di tanggal 9 Mei, masih dalam proses pengajuan. CS meminta untuk secara berkala cek tagihan, setelah tagihan di-claim baru bisa dilanjutkan tiket perbaikan internetnya. Anehnya, pada nomor tiket 1-QN9SPB5 masuk email bahwasannya telah diperbaiki. Oplus_131072 Hingga surat ini dibuat pada tanggal 14 Mei 2026, tagihan masih ada dan internet belum diperbaiki. Kami selaku customer memohon kepada pihak Telkomsel/IndiHome untuk menindaklanjuti permohonan kami, dan mohon dengan teramat sangat agar meningkatkan layanan customer-nya, baik GraPARI ataupun kanal resmi lainnya seperti 188, sehingga tidak terkesan bertele-tele dan membuat ribet pelanggan. Terima kasih atas atensinya, dan Bapak/Ibu pimpinan Telkomsel bisa cross-check rekaman suara saya dengan agen 188 jika dirasa informasi yang saya berikan keliru. Karina Adelia Aceh Tamiang, Aceh Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.