Astagfirullah, Akun Traveloka Saya Dibobol dan Fasilitas PayLater Disalahgunakan

Pada hari Minggu, 17 Februari 2019, 10:49 WIB, saya mendapatkan notifikasi e-mail bahwa nomor HP dan e-mail yang saya daftarkan di akun Traveloka telah dihapus, sehingga saya sebagai pemilik akun tidak dapat masuk/login.

Menanggapi hal tersebut saya segera menghubungi call center Traveloka Indonesia di nomor 08041500308. Namun karena proses yang cukup lama akhirnya mulai pukul 10:59 – 11.14 WIB masuk 10 (sepuluh) notifikasi Rincian Pembayaran PayLater Traveloka ke email saya dengan detail:

1. Nomor: #1804936 Nominal Rp300.378,-
2. Nomor: #1804941 Nominal Rp300.227,-
3. Nomor: #1804945 Nominal Rp300.188,-
4. Nomor: #1804985 Nominal Rp299.974,-
5. Nomor: #1804992 Nominal Rp299.815,-
6. Nomor: #1804997 Nominal Rp299.497,-
7. Nomor: #1805016 Nominal Rp300.341,-
8. Nomor: #1805032 Nominal Rp300.003,-
9. Nomor: #1805051 Nominal Rp299.816,-
10. Nomor: #1805077 Nominal Rp300.255,-

Semuanya untuk pembelian Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo & Museum Satwa) Tickets – Easy Access 19-Feb-2019 dengan menggunakan limit PayLater saya sebesar Rp3.000.000,-

Saya kembali menghubungi hotline Traveloka 0804 150 0308. Setelah tersambung dan melaporkan akun saya yang dibobol, customer service meminta saya untuk menunggu email dari Traveloka karena laporan saya katanya sudah diteruskan ke tim yang mengurus PayLater Traveloka.

Tidak patah semangat saya menghubungi Traveloka via email cs@traveloka.com dengan merincikan nomor pesanan yang disalahgunakan dengan akun PayLater saya. Namun sangat mengecewakan jawaban yang saya terima dari Traveloka bahwa;

  • Jika kasus penyalahgunaan akun traveloka PayLater terjadi, maka Traveloka tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dalam hal ini, untuk transaksi yang tercatat berhasil akan tetap ditagihkan pada akun Anda.
  • Kerahasiaan dan keamanan akun Traveloka merupakan tanggung jawab dari pemilik akun, sehingga kami tidak bertanggung jawab penuh atas penyalahgunaan akun anda. Sesuai dengan perjanjian PayLater, tagihan akan tetap dibebankan kepada anda selaku pengaju pinjaman.
  • Tiket tidak dapat dibatalkan karena bersifat final/non-refundable.

Astagfirullah, saya yang jadi korban, tapi kenapa saya juga yang harus bertanggung jawab untuk membayar. Sementara pelaku pembobol akun saya bebas dan enak-enak saja memakai atau menjual tiket haram hasil pembobolannya dari akun saya.

Saya dirugikan sekali dari fasilitas ini, saya yang melapor kehilangan akun dan penyalahgunaan PayLater yang bukan saya ajukan, tapi saya yang disuruh bertanggung jawab membayar. Dan pihak Traveloka dengan enaknya menjawab atas apa yang terjadi dan keamanan akun merupakan tanggung jawab pemilik akun dan penagihan akan dibebankan kepada pemilik akun. Apakah ini sikap yang profesional? Ingat Traveloka besar karena customer. Namun bukan langkah penyelesaian masalah yang saya terima dari Traveloka tapi malah tetap tagihan PayLater.

Saya sudah meminta bantuan Traveloka agar tiket-tiket tersebut dicancel, namun saya tetap mendapatkan jawaban serupa bahwa tagihan tetap dibebankan pada saya dan Tiket non refundable.

Sudah terbukti saya bukan satu-satunya korban pembobolan PayLater ini. Di website ini (www.mediakonsumen.com) juga sudah banyak yang melaporkan hal serupa namun dengan jawaban yang sama dari Traveloka. Harusnya Traveloka memperbaiki regulasinya dengan pihak-pihak yang menerapkan pembayaran tidak bisa di-refund dan ada pengecualian terhadap indikasi transaksi mencurigakan atau laporan pembobolan akun.

Yang membuat saya juga bingung, akun saya sudah diambil alih dengan email dan nomor hp baru namun kenapa tagihannya masuk ke email lama saya? Bukan email barunya si pelaku? Dan yang ganjil karena PayLater saya digunakan untuk pembayaran-pembayaran yang sama dengan membeli tiket-tiket yang sama dengan batas penggunaan di hari yang sama.

Bagi kawan-kawan yang memiliki akun PayLater Traveloka, atau akun-akun serupa lainnya, berhati-hatilah. Amankan akun anda segera atau nonaktifkan fasilitas PayLater-nya. Fasilitas ini terbukti sudah banyak memakan korban, gak safe. Semoga kawan-kawan lainnya tidak ada yang mengalami nasib serupa dengan saya, aamiin.

Semoga pihak Traveloka bisa lebih profesional menangani laporan saya.

Best regards,

Ramli Ahmad
Blitar, Jawa Timur 66131

N.B.

*Mohon solusi kawan-kawan semua, terima kasih.
*Ini Nomor HP baru yang terdaftar di akun Traveloka saya yang telah di-hack yang masuk via email saya +6281903926440. Semoga dapat dilacak pelakunya.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan Traveloka atas Surat Bapak Ramli Ahmad

Kepada Yth., Bapak Ramli Ahmad Terima kasih telah menjadi pengguna setia Traveloka. Pertama tama kami mengucapkan mohon maaf atas kendala...
Baca Selengkapnya

29 komentar untuk “Astagfirullah, Akun Traveloka Saya Dibobol dan Fasilitas PayLater Disalahgunakan

    • 20 Februari 2019 - (07:56 WIB)
      Permalink

      Gak bisa diakses mas, krn sdh diambil alih sm pelaku. Email & no.hp yg sy pake daftar di #Yunikon traveloka kan dihapus sm pelaku, trus diganti pake email & no.hp dia

    • 13 Juni 2019 - (00:06 WIB)
      Permalink

      Hal yg sama juga terjadi di saya. Yg lucu saya nggak pernah mendaftar paylater tiba tiba saja dpt imel paylater saya aktif dan lgs ada transaksi pembelian tiket pesawat dan hotel. Limitnya juga besar 10 juta. Saya konfirmasi ke pihak traveloka memang jawabannya sama menyudutkan dan saya harus membayar. Lah saya aja nggak pernah daftar:) nama pemesan dan no hp pemesan bahkan saya ndak kenal.

  • 21 Februari 2019 - (09:34 WIB)
    Permalink

    Kpd pak ramli, bagaimana kah kelanjutan kasus ini?krn saya jg mengalami hal yang sm tp tdk ada penyelesaiannya.

    • 21 Februari 2019 - (09:47 WIB)
      Permalink

      Sangat prihatin atas musibah yg menimpa mba Ladya juga..

      Alhamdulillah, penagihannya sdh dibatalkan mba. Seyogyanya kepada semua korban yang mengalami kasus serupa dibatalkan juga penagihannya.

      Silahkan menghubungi cs traveloka lagi mba..semoga dapat terselesaikan dengan baik

      • 22 Februari 2019 - (00:38 WIB)
        Permalink

        Saya juga mengalami hal yang sama..
        Berulang kali send email kepada pigak traveloka dan menelfon CS, jawaban yg didapat sama..
        Namun sayangnyaa, penagihan tetap di bebankan kepada sayaa.. dan yg lebih menyedihkan, akun paylater beserta akun traveloka saya di blokir..
        Ketika saya melapor, pihak traveloka mengatakan saya masih dapat menggunakan akun saya hanya saja tidak dapat menggunakan fasilitas paylater..
        Namun, ketika saya coba tetap saja di blokir dan tidak bisa mengakses akun saya kembali..
        Tagihan paylater dikirim pihak traveloka di email saya ?

        • 22 Februari 2019 - (09:41 WIB)
          Permalink

          Terus mas gimna penanganan dari pihak traveloka apa masih dibebankan pembayaran ya dan apa mas bayar tagihanya.

    • 22 Februari 2019 - (11:54 WIB)
      Permalink

      Mba ladya gmna masalh akun pay later ada penyelesai n kah? Soalnya saya juga sma. Bagi info untuk penyelesaian masalahnya. Terima kasih.

  • 21 Februari 2019 - (10:23 WIB)
    Permalink

    Iya kalau buat surat pembaca baru di dengar krn kejadiannya sudah dr desember, saya sudah menghubungi cs baik via tlp maupun email tp jwbnnya sama.

    Terima kasih pak ramli, saya akan coba hubungi pihak cs lg. Tp apakaha ada org yg dpt saya hubungi lgsg pak untuk membantu menyelesaikan masalah ini?

    • 21 Februari 2019 - (10:28 WIB)
      Permalink

      Iya, baiknya dihubungi kembali baik2 mba..

      Maaf mba Ladya, sy gak punya no orang yg bisa lgsg dihubungi, tapi mba bisa coba telp 021-80681212

      Moga berhasil mba..

      • 10 Maret 2019 - (20:35 WIB)
        Permalink

        saya juga mengalai hal yang sama mbak. atas kasus ini apakah tetap membayar atas tagiha tersebut atau gmn ya???

        karena takutnya tercatat di BI checking..

        mohon bantu solusinya

    • 21 Februari 2019 - (11:59 WIB)
      Permalink

      Hati-hati mba..Tgl 7 Februari akun tiket.com sy juga kena bobol. Pelaku sdh melakukan transaksi pake CC/kartu kredit tapi statusnya failed krn sy gak punya CC

  • 22 Februari 2019 - (06:37 WIB)
    Permalink

    Kepada pak ramli kasus ya bagaiamana cara biaya tidak dibebankan ke saya. Nominal hampir 10 jutaan. Sya sudah hub pihak traveloka udah 3 x jawabannya sama tagihan dibebankan kesaya. Dan aneh lagi kenapa limit saya bisa tiba2x naik jadi 10 juta sedangkan saya hanya p unya limit 2 juta. Aneh Kenapa pihak traveloka tidak cek lagi ya data dokumeny gak masuk akal aja saya tidak pernah mengajukan naik limit segitu. Kerja aja tidak hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Tolong bantu ya rekan2x sekalian untuk penyelesai nya. Pusing saya untuk memikirkan tagihan sebanyak itu.

    • 22 Februari 2019 - (07:28 WIB)
      Permalink

      Astagfirullah..sangat prihatin atas musibah yg menimpa mba juga dan rekan2 lainnya..
      Itu kemungkinan stlh akun mba dibobol, lalu pelaku menaikkan limit mba jadi 10jt, baru kemudian dipakai transaksi.

      Baiknya mba hubungi kembali baik2 pihak traveloka atau tulis surat pembaca yg sama di media ini agar jelas kronologisnya, serta permasalahan mba dan rekan2 lain dapat terselesaikan dg baik..atau mba dapat meminta bantuan mediasi kpd OJK.

      Semoga berhasil mba..semoga dimudahkan ikhtiarnya, jangan putus asa

      • 22 Februari 2019 - (08:39 WIB)
        Permalink

        Iya pusing saya sudah ditelpon dan saya minta keringan untuk bayar semampu saya tapi pihak traveloka tidak memeberi jawaban. Padahal saya ada etikat untuk membayar walaupun semampu saya. Kalau pak ramli sendiri bagaimana masalah tagihan nya tetap bayar apa sudah dihapus.

        • 7 April 2019 - (15:51 WIB)
          Permalink

          Mbak …jadi kasusnya sekarang gimana…sudah clear…karena punya kasus Persia pak Ramli Ahmad…

  • 22 Februari 2019 - (09:38 WIB)
    Permalink

    Iya pusing saya sudah ditelpon dan saya minta keringan untuk bayar semampu saya tapi pihak traveloka tidak memeberi jawaban. Padahal saya ada etikat untuk membayar walaupun semampu saya. Kalau pak ramli sendiri bagaimana masalah tagihan nya tetap bayar apa sudah dihapus.

      • 22 Februari 2019 - (11:56 WIB)
        Permalink

        Pak saya coba hub no HP yang pernah pak ramli cantumkan itu 021 80681212 ni no apa saya tidak bisa menghubunginya.

        • 22 Februari 2019 - (15:57 WIB)
          Permalink

          Itu nomor kantor traveloka sepertinya mba..sy pernah dihubungi lwt nomor itu

          • 7 April 2019 - (14:54 WIB)
            Permalink

            Pak Ramli…kasus bapak sama persis dengan saya…mohon trik triknya pak…dan berapa benar benar Clear hingga pembatalan bisa dilakukan…

    • 22 Februari 2019 - (14:12 WIB)
      Permalink

      Percuma kalo mbak menghubungi mereka langsung via telepon atau email, yg jawab paling hanya staf CS yg gak punya kewenangan memutuskan. Paling jawabannya copy paste seperti yg udah2. Mending mbak tulis surat pembaca yg lengkap dengan kronologi dan bukti2nya ke MK, supaya jadi perhatian pihak yg punya wewenang di Traveloka, dan juga berguna bagi pembaca lainnya supaya lebih hati2 pake PayLater Traveloka. Sy aja gara2 sering numpang lewat di sini jadi males aktifin PayLater Traveloka..hehe.

      • 7 April 2019 - (14:52 WIB)
        Permalink

        Kasus pak Ramli Ahmad persis kasus saya…mohon triknya pak Ramli…agar segera tuntas kasus saya…dan berapa lama benar benar Clear pak Ramli…

  • 5 April 2019 - (23:39 WIB)
    Permalink

    Saran buat temen-temen jangan pernah menggunakan jasa Gestun karena berpotensi akun kita di bobol.

  • 15 Agustus 2019 - (22:49 WIB)
    Permalink

    Sama sy baru mengalami malam ini. Pulang kerja liat byk email dr traveloka yg isinya sy login dr perangkat lain & sy mengubah password, email & no hp dan itu tdk ada verifikasi terlebih dahulu.
    Parahnya sdh panjang kali lebar tlp CS & dsuruh kirim ini itu, ujung” nya mengecewakan. Hny dsuruh ganti password. Pdhl mw login z ga bs gmn mw ganti password.

 Apa Komentar Anda mengenai Sistem Keamanan Traveloka?

Ada 29 komentar sampai saat ini..

Astagfirullah, Akun Traveloka Saya Dibobol dan Fasilitas PayLater Disa…

oleh Ramli Ahmad dibaca dalam: 2 menit
29