Perubahan Kepemilikan Kartu Halo Tanpa Persetujuan Pelanggan oleh Telkomsel

Saya menjadi pelanggan kartu Halo Pascabayar – Telkomsel sejak tahun 2013 dan selama ini selalu membayar tagihan, serta aktif menghubungi call center/datang ke GraPARI bila ada kendala dalam mengakses jaringan seluler. Pada tanggal 12 April 2019, sinyal di HP saya tertulis “No Service”. saya sudah me-restart hp, mengeluarkan SIM card, dan mencoba menggunakan SIM Card di handphone lain namun tetap tidak memperoleh sinyal.

Saya berinisiatif menelepon Call Center Telkomsel dan terkejut ketika ditanyakan identitas perusahaan sebab saya tidak bekerja di corporate agency dan tidak pernah ditanyakan identitas kantor oleh pihak Telkomsel sebelumnya. Oleh customer service, saya diinfokan bahwa telah terjadi penggantian data/no telepon pada tanggal 11 April 2019 dari penggunaan pribadi atas nama saya menjadi penggunaan perusahaan atas nama PT. AIA Financial tanpa sepengetahuan saya. Pihak Telkomsel juga tidak meminta izin dan tidak melakukan verifikasi/konfirmasi atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada saya yang masih berstatus sebagai pengguna sah no Kartu Halo tersebut (atas nama Fadila Ayu Hapsari dengan no Kartu Halo terdaftar: +6281191637**).

Hanya sebuah SMS bertuliskan: “penggantian kepemilikan KartuHALO Anda telah berhasil.” yang tidak saya pahami pada tanggal 11 April pukul 16.59.

Pada tanggal 12 April 2019, saya ke GraPARI Gandaria City dan menyatakan permasalahan tersebut. Oleh Customer Service, saya diinfokan bahwa nomor GSM yang semula atas nama saya kini menjadi nomor telepon/akun corporate sebab sebelumnya nomor tersebut adalah milik perusahaan yang kemudian dijual lagi oleh Telkomsel dan saya beli.

Oleh pihak perusahaan (PT. AIA Financial atas nama Person in Charge-PIC : Stefanus), nomor Halo tersebut lalu diaktifkan (menurut informasi CS GraPARI, pihak corporate yang sudah lama tidak menggunakan nomor Halo, bisa mengaktifkan sendiri nomor tersebut tanpa perlu ke GraPARI atau menghubungi pihak Telkomsel). Padahal, saya tidak berafiliasi dengan perusahaan PT. AIA Financial (baik hubungan profesional-pribadi dan keluarga serta sebagai customer).

Oleh pihak CS, saya disarankan untuk membawa e-KTP asli dan bukti tagihan 3 bulan terakhir yang kemudian akan diurus surat pengaduannya 7×24 jam (cukup lama menurut saya untuk mem-follow up pengaduan pelanggan yang diambil haknya/diubah data tanpa izin). Pihak CS di GraPARI pun menyatakan bahwa kejadian ini pertama kali dialami Telkomsel yang kemudian membuat saya mempertanyakan reputasi dan jaminan keamanan data-data pelanggan yang berjumlah jutaan di Indonesia.

Sayangnya, e-KTP saya hilang dan harus di urus minggu depannya. Saya membawa surat keterangan hilang dari kantor kepolisian dan KTP lama namun tidak diterima, begitupun menggunakan identitas lain seperti passport asli. Saya juga mengontak CS melalui twitter namun jawabannya tidak membantu.

Saya merasa sangat dirugikan, sebab saya khawatir data pribadi saya yang sudah terdaftar di Telkomsel melalui nomor tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, Telkomsel tidak bertanggungjawab menjaga kerahasiaan data pelanggan, maupun menjaga database nomor pelanggan terdaftar. Aturan yang dibuat berbelit-belit untuk pelanggan pribadi rupanya tidak diberlakukan sama untuk pihak corporate.

Belajar dari pengalaman ini, saya butuh kejelasan dari pihak Telkomsel terkait:

  1. Status nomor tersebut yang terdaftar atas 2 nama (personal dan corporate), namun kini hanya bisa diakses oleh corporate
  2. Status tagihan nomor Halo saya
  3. Keamanan data pelanggan,
  4. Mekanisme kepemilikan kartu SIM dan pemindahan data pelanggan (pemilik lama ke pemilik baru)

Melalui surat pengaduan ini, saya berharap pihak Telkomsel dapat segera memberikan klarifikasi resmi dan menyelesaikan permasalahan ini, sebab sebagai pelanggan saya berhak memperoleh informasi apabila ada pihak yang berupaya untuk mengubah data kepemilikan kartu SIM saya. Sudah selayaknya provider seluler seperti Telkomsel melakukan verifikasi maupun meminta persetujuan kepada pelanggan apabila ada pihak yang mencoba mengubah data pelanggan terdaftar.

Seharusnya Telkomsel tidak memperjualbelikan nomor atau mengalihkan nomor yang sudah terdaftar secara resmi kepada pihak lain dan memberikan informasi yang jelas serta jujur mengenai kondisi dan jaminan penggunaan kartu pascabayar kepada pelanggan, saya berharap Telkomsel tidak mempersulit upaya pengaduan pelanggan apabila ada layanan jasa yang tidak memuaskan dan butuh segera ditangani.

Fadila Ayu Hapsari
Jakarta selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Telkomsel:
[Penilaian Rata-rata: 2]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

5 komentar untuk “Perubahan Kepemilikan Kartu Halo Tanpa Persetujuan Pelanggan oleh Telkomsel

  • 18 April 2019 - (19:35 WIB)
    Ya ampun, parah bener nih nasib pelanggan pascabayar, kok diperlakukan kayak pelanggan gak terdaftar aja.
    Saya juga ada nomor pascabayar Telkomsel, 2 nomor malahan. Jadi ngeri kalau-kalau kena kejadian beginian pula.
    Heran bener sistemnya, lah kalau komputernya mau mengambil alih/mengganti data, emang gak dicek dulu status nomor tersebut bagaimana, tidak bertuan atau sudah ada tuan yang baru? Ini pascabayar loh, identitas pemilik (saat ini) nya amat sangat jelas & jelas-jelas bayar teratur per bulan.

    Kalau kemudian dipaksa ganti nomor, sudah kepalang tanggung nomor berganti, mungkin bisa dipertimbangkan sekalian aja cabut dari provider ini & berpindah ke lain hati — kalau memungkinkan sih, karena kadang urusan sinyal juga susah-susah gampang.
    Yang jelas kartuHalo sih tergolong mahal hehehe

  • 19 April 2019 - (15:53 WIB)
    Baru kali ini dengar kejadian seperti itu. Telkomsel mengubah kepemilikan nomor pelanggan yang sah ke pihak lain. Biasanya nomor itu akan dijual apabila pelanggan lama sudah berhenti atau menonaktifkan dengan alasan: tidak berlangganan lagi atau tidak membayar tagihan kartu halo selama 3 bulan berturut-turut. Tapi ini aneh. Pelanggan nomor ini masih aktif pakai dan bayar tagihan kok dialihkan kepegguna lain. Sangat kecewalah pastinya.
  • 22 April 2019 - (15:53 WIB)
    Hari ini, saya mendapat jawaban dari CS telkomsel setelah 2x mengirimkan email. Isi dari email balasan tersebut adalah:

    Kepada Yth.
    Ibu Fadila Ayu Hapsari

    Selamat siang,
    Terima kasih telah menghubungi layanan pelanggan Telkomsel melalui email cs@telkomsel.co.id. Perkenalkan nama saya Milly Customer Care yang akan membantu Ibu Fadila.
    Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Mengenai status nomor Ibu Fadila, saya infokan sebagai berikut:
    1. Saat ini nomor 62811916**** sudah menjadi kartuHalo Corporate dan hanya bisa digunakan oleh pemilik nomor saat ini (corporate),
    2. Untuk informasi tagihan akan dikirimkan ke alamat email yang terdaftar saat ini di nomor tersebut,
    3. Mengenai keamanan data pelanggan, saya bantu koordinasikan kepada tim terkait terlebih dahulu,
    4. Umumnya untuk nomor yang sudah di recycle oleh Telkomsel tidak terikat secara personal ataupun corporate. Namun, untuk kendala Ibu Fadila saya bantu koordinasikan kepada tim terkait.

    Untuk proses koordinasi, silakan infokan nomor Ibu Fadila yang bisa dihubungi (Contact Person).

    Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan. Silakan menghubungi kembali apabila membutuhkan informasi, permintaan, atau keluhan lainnya.

    Terima kasih untuk tetap setia menggunakan produk Telkomsel.
    Hormat kami,
    Milly
    Customer Service Telkomsel

    Sungguh saya amat kecewa dengan jawaban dari telkomsel yang seolah-olah tidak bertanggung jawab terhadap nomor pascabayar yang diberikan kepada pelanggan. bila nomor sudah berpindah tangan tanpa persetujuan pemilik aktif, berarti ada mekanisme yang “putus” antara provider-pelanggan-pengguna baru.

    • 27 April 2019 - (01:44 WIB)
      Ini jawabannya kok enak bener, nomor sudah menjadi nomor corporate, seenak udel nya sendiri dong.
      Kemudian alamat e-mail terdaftar itu e-mail corporate atau e-mail pemilik “sementara” yang sudah sejak 2013 itu?
      Yang terakhir, setelah kasih jawaban seperti itu, kemudian masih bisa bilang “akan dikoordinasikan” kembali, lah ini kasus sudah putus (nomor jadi milik corporate) atau belum sih (karena masih perlu dikoordinasikan).

      Masih berani minta nomor yang bisa dihubungi lagi… kasih aja nomor kartuHalo yang sejak 2013 tersebut.

      LOL asli kejadian ini benar-benar absurd.

  • 25 April 2019 - (21:49 WIB)
    Mohon masalah seperti ini di sounding di medsos. Karena ini sudah di luar kewajaran. Pihak telkomsel harus bertanggung jwb dalam hal ini.

 Apa Komentar Anda mengenai Telkomsel?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Perubahan Kepemilikan Kartu Halo Tanpa Persetujuan Pelanggan oleh Telk…

Fadila Hapsari 2 menit
5