Terjebak Travelio

Pada awalnya saya tertarik untuk menyewakan apartemen bekerja sama dengan Travelio. Dibuatkanlah kontrak selama 1 tahun dengan janji minimal terisi 20% hari dalam 3 bulan. Setelah berjalannya waktu, maintenance dari pihak Travelio sangat buruk. Hal ini bisa dilihat dalam review customer yang pernah menyewa. Dimana kebersihan bekas penyewa yang sudah check out dan pemeliharaan fasilitas apartemen yang buruk, walaupun dalam sebulan pihak Travelio memotong biaya perbaikan berkali-kali.

Akhirnya saya memutuskan SEBELUM kontrak periode baru dimulai, untuk tidak mau bekerja sama lagi dengan pihak Travelio. Namun pihak Travelio menuntut biaya penalti jutaan untuk break kontrak yang belum ada persetujuan/sign dari saya. Penyewaan periode kontrak yang baru, hanya terisi 1 hari dalam beberapa bulan, dan pihak Travelio tetap menuntut biaya penalti jika saya memutuskan kontrak sebelum 6 bulan.

Saat ini biaya maintenance, listrik dan air tetap dibebankan ke saya yang jumlahnya jutaan sebulan. Sedangkan penyewa tidak ada, karena review maintenance yang buruk dari Travelio, disertai tuntutan dari Pihak Travelio melalui Yulv*** Re*** untuk membayar penalti jutaan bila break kontrak. Saya merasa terjebak oleh manajemen Travelio yang sangat tidak profesional.

Moga-moga tidak ada konsumen lain yang terjebak seperti saya.

Steve Putra
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Travelio:
[Total:15    Rata-Rata: 1.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

11 komentar untuk “Terjebak Travelio

  • 23 November 2019 - (08:22 WIB)
    Permalink

    Lha terus benefitnya ikut Travelio apa yah? ? Order gak ada, maintenance tanggung sendiri. Ibaratnya pihak Travelio mau ikut dapat hasilnya, tapi gak mau berbagi risikonya. Itu sih namanya bukan kerja sama, tapi penghisapan. ?

    1
    1
  • 26 Juni 2020 - (19:07 WIB)
    Permalink

    Saya juga hampir sama kasusnya pak, dari bulan januari 2020 saya sudah kontrak menyewakan travelio sampai sekarang setengah tahun 26/6/2020 apartemen saya masih kosong dan belum disewakan sama sekali sedangkan harus maintenance tetap harus saya yg bayar setiap bulannya. saya mau batalkan kontrakny karena belum berjalan juga salesnya tidak mau dan menahan2. gimana nih travelio

  • 1 Juli 2020 - (21:26 WIB)
    Permalink

    Kalau penulis dan 2 komentator di atas adalah pemilik apartemen yg dirugikan oleh travelio, kami adalah pengguna unit yg dirugikan juga oleh travelio. Menyesal sy tdk baca review dulu di play store, karena sy masuknya lewat agoda.
    Betul betul pelayanan yg sangat mengecewakan.
    Sy masuk di unit yg dimaksud agak telat karena pemegang kunci ternyata beryanggung jawab juga di gedung lain yg berjauhan meski sama Bekasi. Begitu masuk ternyata AC nya rusak. Kurir meninggalkan begitu saja katanya ada penyewa lain yg mau masuk kamar. Katanya akan datang. 1 jam tdk datang juga. Sy sdh menghubungi CS tapi jawabannya tdk menyenangkan dan bertele tele. Akhirnya menjelang maghrib kami baru dipindahkan di unit lain yg ternyata kualitasnya jauh lebih rendah meski AC nya menyala. Colokan listrik ada yg hampir copot. Lantai kotor. Istri sy ngepel lantainya. Handuk setelah dikomplain baru dapat. Sampai disitu emosi kami mereda dan mencoba memaafkan biar kami bisa menikmati liburan kami. Tp travelio memang sungguh tdk professional. Harusnya token listrik dicek terlebih dahulu. Kalau kurang ya diisi. Tengah malam lampu mati dan kami tdk tau harus menghubungi siapa karena kuris susah dihubungi dan cs slow respon. Sekitar jam 9 pagi barulah token diisi. Sy menuntut ganti rugi atas ketidaknyamanan ini. Dan ternyata mereka tdk mau. Betul betul Brengsek travelio. Tapi travelio betul betul tdk tahu diri. Baru baru ini sy dapat WA dr travelio mart mrnawarkan sayur dan buah. Haha

    1
    1
  • 10 Juli 2020 - (08:03 WIB)
    Permalink

    DO NOT SIGN A CONTRACT WITH TRAVELIO. THEY ARE PREDATORS ESPECIALLY IF YOU ARE AN EXPAT OR FOREIGNER. If you are looking for an apartment, go straight to the apartment building and ask to see apartments at their front desk or after you find out the unit number you want from Travelio. I am among many other foreigners cheated into signing a contract with Travelio which requires you to make a full payment with no possibility of refund, even for a full year. Their room boy / sales contact told me that I would not have to pay for maintenance – only water and electricity. But the contract said that the tenant would be responsible for maintenance service charges too. I refused to sign the contract unless they amended it but they said it was computer generated and couldn’t be changed so I said to get the owner to pay the whole year ‘ s maintenance in advance and then I would sign it. Days later, the boy room called and said the payment was settled so we could meet to sign the contract. I shouldn’t have trusted them. It was a straight out lie. Later, I started getting emails, whatsapp messages and phone calls demanding I pay maintenance, not the owner as it says on my contract and I demanded an explanation. Three months of no maintenance payments and they cut off your electricity and water supply until you pay maintenance that the room boy said would be paid by the owner. That left me with 7 months of paid rented accommodation with no water and electricity. What a scam. Travelio is a bunch of criminals. Stay away from them !! DO NOT TRUST TRAVELIO. THEY ARE LIARS AND CHEATS !!

  • 24 Juli 2020 - (23:24 WIB)
    Permalink

    Setiap bulan di cas asuransi keusakan apartemen, saat serah terima kembali apartemen, ternyata ada tutup kompor yang pecah oleh penyewa dan di perbaiki oleh pihak Travelio.
    Kemudian di janjikan untuk diperbaiki oleh cs yang bernama v1ra.. melalui teknisi antara lain bernama d3va dan h4b1b1… setelah hampir 8 bulan janji tersebut tidak terlaksana… bahkan v1ra lepas tanggung jawab.. dengan mengignore sanggahan dari pemilik…
    Bener2 perusahan BOBROK..
    Jaman covid kaya gini apakah anda percaya akan kebersihan apartemen yang dikelola travelio?

    1
    2
  • 3 Agustus 2020 - (15:42 WIB)
    Permalink

    Duh untung baca artikel ini,, baru aja saya mau join untuk daftarkan unit apartment saya… dihubungi salah satu csnya via WA. Dan menurut saya agak kurang profesional yah bahasanya, setiap habis ngomong 1 kalimat pasti ada embel2 “he he he” nya… agak kaget juga klo profesional kan ngga mungkin begitu ya.. thanks for sharing, will definitely wont listed my apartment on travelio…

  • 14 Agustus 2020 - (15:32 WIB)
    Permalink

    saya baru berencana untuk bekerja sama dengan travelio….melihat testimoni agan” semua diatas saya akhirnya takut untuk melanjutinya…..apakah semua itu benar adanya? dan apakah lebih banyak kerugiannya dibandingkan dengan keuntungan??

    trimakasih

  • 15 September 2020 - (14:05 WIB)
    Permalink

    baru saja di telepon travelio untuk mendaftarkan unit apartmen saya yang di Bandung,

    ternyata kenyataannya pihak travelio telat ya untuk masalah kebersihan saja?
    berarti kalo di sewa harian tidak rekomen ya?
    pihak user experiencenya bagaimana ya ? team travelio apakah standby di apartment selalu?

  • 6 Oktober 2020 - (11:44 WIB)
    Permalink

    Baru saja saya mau bekerjasama dengan Travelio untuk menyewakan unit apartemen saya. Terima kasih untuk semuanya yang telah memberikan masukan terkait travelio ini.

    Pertanyaan saya, selain travelio, opsi apalagi yach untuk menyewakan unit apartemen? Ada yang pernah mencoba di Reddorz, Oyo, ataupun Airbnb? Selain itu apalagi yach?

    Terima kasih

    1
    1
  • 23 Oktober 2020 - (21:25 WIB)
    Permalink

    Ternyata banyak owner yang senasib seperti saya. Saya tinggal nunggu selesai kontrak saja. Abis itu bye bye Travelio. Apartemen saya sewanya lancar. Tapi CS nya memang parah. Di bulan pertama, saya lihat pintu freezer kulkas saya sudah patah. Saya lihat dari foto check out di liopartner, tetapi kerusakan ini tidak dicatatkan sama sekali di liopartner. Padahal kulkas ini kulkas baru. Waktu kulkas datang pun, yang terima orang Travelio. Saya minta dicek langsung ke unit, butuh berminggu2 dan bolak-balik nanya baru mereka bisa/mau cek. Saya notified ke mereka awal tahun ini, bulan agustus baru ada action. Alasannya macem2, ga boleh masuk sama tenant, begitu tenant keluar belum diberesin juga. Pas saya tagih lagi, malah saya diminta screen shoot notifikasi perbaikan!!!!! Hello…. kemarin2 saya info itu knp ga dicatat?
    Saya harus kejar2 terus karena banyak masalah lainnya termasuk sofa yang awal tahun patah tapi ternyata belum dibenerin padahal dibilang sudah beres.
    Karena cuman dijawab akan diproses dan akan dicek terus, saya komplen deh di IG tapi ditanggapi standard, ga ada solusi. bbrp hari kemudian komen saya dihapus. Email saya pun tidak dibalas. Tiap hari saya tanyakan terus lewat chat liopartner sampai akhirnya chat saya 2 hari dicuekin. Ga dibaca sama sekali, cuman centang satu.
    Setelah dibantu agen saya, akhirnya chat saya dibaca dan dijanjikan akan diselesaikan. Tetapi akhirnya jawabnya cuman sedang diproses terus, susah cari barangnya etc. Masa sudah 3 minggu, cari barang satu jakarta belum kelar2. Akhirnya saya ancam minta kompensasi, baru mereka menawarkan saya yg cari barang sendiri. Memang dasar pemalas. Saya minta ke tukang saya tolong telfonin CS sharp dan tanyakan barangnya. Setelah 2 hari bolak-balik nelponin CS sharp, dijanjikan barangnya available dalam 1 minggu. Orang Travelionya ngapain aja dong?
    Ujung2nya saya juga yang harus repot untuk beresin kerusakan ini, mereka cari barang aja ga becus. Padahal saya bayar kompensasi 15-25% untuk setiap sewa.
    Jangan coba2 deh gabung travelio!!!! Daripada makan hati. Dijawab sekenanya. Banyak penaltinya, tapi mereka service seenak2nya, ga ada batas waktu kapan harus beres. Yang lebih kurang ajar lagi, CS Travelio ga segan2 berbohong hanya untuk cari selamat. Setelah dikonfrontasi, cuman bisa minta maaf dan masih ngeles nyalahin operations. Sepertinya mereka kurang training, client tahunya travelio ya travelio, jangan nyalah2in departemen lain ke client. Malah tambah ketahuan gimana bobroknya kerja sama antar departemen di travelio sendiri.

  • 10 November 2020 - (09:58 WIB)
    Permalink

    Hal ini telah diselesaikan secara baik antara Bapak Steve Putra dengan Travelio dan telah dilakukan serah terima unit apartment tersebut.
    Terimakasih atas saran dan masukan yang Bapak Steve berikan, kami akan berusaha untuk melayani konsumen lebih baik untuk kedepannya.

 Apa Komentar Anda mengenai Travelio?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Terjebak Travelio

oleh Stv dibaca dalam: 1 min
11