Kecewa PLN Ogah-ogahan Melayani Pelanggan

Tanggal 30 Maret 2020 saya mengirim pesan melalui Twitter terkait migrasi dari prabayar ke pascabayar. Hasilnya sampai Juni tidak direspon. Berlusin-lusin kali saya seperti pengemis minta admin PLN di Twitter membaca pesan saya tapi tak direspon. Akhirnya 2 Juni 2020 saya kembali mengirim pesan ke PLN melalu Twitter dan direspon sore harinya.

Esok harinya 3 Juni 2020 saya mengisi semua data yang diminta oleh PLN sebagai berikut:

PT. PLN (Persero) @pln_123
Bulan kemarin saya datang ke Kantor PLN Menteng Jakarta Pusat terkait migrasi listrik dari token ke berbayar bulanan. Karena sisa token masih banyak disarankan pengajuan migrasinya menjelang habis token. Perhitungan token habis 15 April. Apakah PLN buka 15 April?Terkait corona.

Mar 30, 2020, 7:48 AM.

Percuma PLN punya sosmed. Inbox pelanggan aja gak pernah direspon. Mati ajalah kau PLN.

Tue 11:09 AM

Mohon maaf Kak Ocky, berikut admin informasikan :

Permohonan migrasi dari prabayar menjadi paskabayar dapat diproses tanpa datang ke unit PLN terkait dikarenakan kantor PLN tutup terkait pandemi Corona-19 dengan melengkapi data :

1. Nomor ID pelanggan.
2. Nomor identitas pemilik sesuai dengan KTP.
3. Nomor telepon.
4. Alamat lokasi pengajuan (jalan, RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi).

Apabila permohonan diwakilkan, mohon melengkapi data pemohon :

1. Nama dan nomor identitas dengan nomor KTP.
2. Surat kuasa bermeterai.
3. Alamat lokasi (jalan, RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi).

Proses migrasi prabayar menjadi paskabayar tidak dikenakan biaya penyambungan namun dikenakan biaya UJL (Uang Jaminan Langganan). Pelunasan biaya UJL dapat dilakukan menggunakan nomor register melalui loket mitra PLN, antara lain : Kantor pos atau ATM bank yang telah bekerja sama dengan PLN.

Untuk permohonan tersebut apabila telah ada realisasi penyambungan dan masih terdapat sisa kwh maka sisa kwh tersebut akan hangus. Mimin menunggu konfirmasi lebih lanjut ya. Trims.

-Daus

Saya isi semua data sesuai permintaannya. Dikarena PLN terdaftar nama almarhum kakek, saya mengkonfirmasi bahwa untuk KTP kakek sudah tidak ada. Saya mengirim e-KTP saya sesuai alamat meteran PLN terpasang tapi sampai hari ini dengan berkali-kali juga saya chat PLN melaui Instagram, Twitter, dan Facebook; hasilnya sama semua tidak ada respon.

Bahkan saya sakit hati melihat admin PLN justru bisa membalas pesan dari pelanggan lain yang minta PLN membaca inbox/DM mereka. Saya yang minta admin PLN baca inbox saya mulai 3 Juni 2020 pun gak direspon. Saya makin sakit hati call center 123 justru tidak bisa dihubungi.

Saya ini bayar, bukan gratisan. Giliran telat bayar PLN respon cepat kasih surat tagihan. Giliran ada masalah, PLN kabur seolah-olah saya sebagai pelanggan ini dianggap pengemis. Sebenarnya PLN ini kerja atau tidur? Jangan ketika pelanggan marah, mereka malah ngajarin pelanggan bicara sopan. Pelanggan gak akan marah kalau PLN cepat respon.

Ocky Dharma Budiwan
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:4    Rata-Rata: 3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Kecewa PLN Ogah-ogahan Melayani Pelanggan

oleh Ocky Dharma Budiwan dibaca dalam: 2 min
0