Kebocoran Data Pelanggan, Nomor Saya Dibombardir dengan SMS-SMS Sampah

Saya sebagai pengguna kartu Halo benar benar sangat kecewa. Bagaimana bisa nomor saya bocor ke pihak ketiga yang menawar-nawarkan pinjaman? Sms-sms seperti ini sangat mengganggu. Apa gunanya saya dan pengguna lainnya registrasi arus sesuai KTP dan KK tapi pelaksanaannya data-data itu bocor.

Setiap hari selalu terima sms penawaran pinjaman lah, gadai BPKB lah. Dari mana mereka dapat nomor saya? Sebenarnya ini opertor yang bodoh atau Kemenkominfo yang bodoh? Kalau nomor telepon saja bocor ya apa gunanya itu registrasi? Justru setelah aturan registrasi diperketat, saya dibombardir dengan sms-sms sampah seperti ini.

Kalau bikin aturan tapi gak dilaksanakan, mending bubarkan sekalian itu aturan. Yang sms-sms saya pun kebanyakan justru dari nomor Telkomsel. Ini salah Telkomsel atau Kemenkominfo? Kalian berdua harus bertanggung jawab atas kebocoran data ini.

Ocky Dharma Budiwan
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:5    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

5 komentar untuk “Kebocoran Data Pelanggan, Nomor Saya Dibombardir dengan SMS-SMS Sampah

  • 7 Juli 2020 - (21:26 WIB)
    Permalink

    Setuju, banyak sekali sampah sms jg di nomor saya yg telkomsel (as). Setiap hari harus luangkan waktu hanya hapus sms2. Kadang heran liat BUMN, karyawan2nya gaji besar tapi busuknya luar biasa.

  • 7 Juli 2020 - (22:12 WIB)
    Permalink

    semua operator sama aja, biasanya klo nomer sudah pernah isi pulsa dr pihak ketiga, daftar di web marketplace atau sejenisnya , entah bagaimana sms sampah bisa masuk, dan 90% hmpir semua penipuan, dulu katanya dgn registrasi bisa bebas dr hal2 sperti ini atau minimal bisa dilaporin dan ditindak tapi nyatanya nol besar.

  • 7 Juli 2020 - (23:15 WIB)
    Permalink

    100% setuju. Saya kira “registrasi2” an begitu malah jadi “mempermudah” kebocoran ataupun penjualan database nomor2 HP, karena malah “dipermudah” dengan cara dikumpulkan jadi 1.
    Bagus sih, KALAU tidak bocor.
    Bagus sih, KALAU ada nilai positifnya buat user.
    Dua2nya tidak terpenuhi, jadi kesimpulannya peraturan registrasi itu tidak bagus karena tidak ada nilai positifnya buat user.
    Entahlah kalau buat pihak lain, bisa jadi banyak nilai positifnya…

    • 8 Juli 2020 - (08:51 WIB)
      Permalink

      tujuannya kita daftar pakai KTP dan KK diwaktu lalu adalah, ketika ada nomor-nomor yang melakukan penipuan, kita bisa laporkan dan nomor tersebut bisa dilacak siapa pemiliknya oleh polisi
      nah bapak apakah melaporkan nomor-nomor tersebut? kalau anda tidak lapor terus kemkominfo mana tahu kalo nomor-nomor tersebut mengirimi anda sms sampah? bagaimana caranya mereka memblokir?
      emang ajaib kemkominfo bisa tau SMS itu dikirim isinya apa? kamu mau pemerintah memonitor semua SMS kita yang dikirim dan diterima? apakah kamu tidak merasa privasi anda dilanggar apabila seperti itu? tolong pikir

  • 8 Juli 2020 - (08:50 WIB)
    Permalink

    betul nya, kalau kita tidak kasi nomor k siapa2 tidak akan bocor kok, saya pakai telkomsel berapa bulan hanya untuk kuota nomor nya tidak bocor, namun setelah saya pakai untuk daftar gojek, grab, jadinya bocor, mungkin dari aplikasi2 yang anda gunakan, atau bahkan data perbankan jelas bisa bocor. sudah tidak asing lagi bahwa telemarketer bank maupun pegadaian, penipuan memang punya bank data pelanggan yang diperjualbelikan, bukan berarti kemkominfo atau operator yang bocorin, kalo kita jaga data sendiri kan jelas tidak akan terjadi seperti itu? mereka bisa apa? nomor itu suatu hal yang publik, kamu daftar sesuatu pakai nomor, kamu mau berhubungan dengan orang pakai nomor.

    tujuannya kita daftar pakai KTP dan KK diwaktu lalu adalah, ketika ada nomor-nomor yang melakukan penipuan, kita bisa laporkan dan nomor tersebut bisa dilacak siapa pemiliknya oleh polisi
    nah bapak apakah melaporkan nomor-nomor tersebut? kalau anda tidak lapor terus kemkominfo mana tahu kalo nomor-nomor tersebut mengirimi anda sms sampah? bagaimana caranya mereka memblokir?
    emang ajaib kemkominfo bisa tau SMS itu dikirim isinya apa? kamu mau pemerintah memonitor semua SMS kita yang dikirim dan diterima? apakah kamu tidak merasa privasi anda dilanggar apabila seperti itu? tolong pikir

 Apa Komentar Anda?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Kebocoran Data Pelanggan, Nomor Saya Dibombardir dengan SMS-SMS Sampah…

oleh Ocky Dharma Budiwan dibaca dalam: 1 min
5