Beli Sepeda di Shopee, Barang Tidak Diterima tapi Status Selesai

Hati-hati Belanja di Shopee Seller Shopee Masukkan Nomor Resi Sembarangan dan Diterima oleh Shopee

Karyawan saya minta tolong diberikan sepeda lipat di Shopee, karena dia gak punya aplikasi Shopee dan uangnya belum cukup, jadi minta bantu mau dicicil sama saya. Tanggal 20 Juni saya PERTAMA KALI belanja online di Shopee dengan membeli sepeda lipat di Shopee dengan penjual ceatoko1 seharga Rp.3.150.000 dengan biaya kirim JNE Rp.162.000 dan biaya layanan Rp.115.920, setelah sebelum menanyakan stok sepedanya, dijawab ada stok.

Tanggal 20 Juni transaksi berhasil dengan nomor invoice 200620A5N3PHMM. Tanggal 21 status di Shopee sedang dikemas tapi belum ada no resi JNE. Maka saya tunggu. Tanggal 22 Juni muncul resi JNE di Shopee tapi statusnya langsung sudah diterima oleh be##ard di TAMAN KENCANA, padahal estimasi kiriman tanggal 25 Juni. Sedangkan alamat paket di Taman Jeruk, Bojong Indah yang jelas-jelas berbeda dan jauh. Dalam pikiran saya mungkin paket sampai di Depo JNE Jakarta Barat, nanti akan dikirim lagi ke alamat saya. Maka saya tidak klaim apapun.

Sampai tanggal 24 Juni tiba-tiba status Shopee sudah selesai dan saya dinyatakan SUDAH TERIMA barangnya padahal sepeda itu TIDAK PERNAH DIKIRIMKAN oleh penjualnya. Saya cek resi JNE ternyata paket dikirim dari Cje##lyn online shop ke Sun## Mel#### di Taman Kencana. Paket yang dikirim berupa aksesoris dengan berat 1kg dan biaya Rp.9.000, sedangkan paket saya Rp.162.000.

Langsung saya telpon dengan Shopee tapi tidak bisa-bisa, jadi saya livechat dengan Shopee. Dan disuruh untuk chat dengan penjual. Nanti kalo 1×24 jam gak ada jawaban baru hubungi Shopee lagi. Di chat sudah saya jelaskan untuk tidak mengirim dana ke penjual karena ada indikasi penipuan.

Sorenya saya berhasil telepon ke Shopee dan dijawab sama dengan yang di chat dan sudah saya pastikan lagi sama Shopee untuk tidak MENGIRIM DANA KE PENJUAL. Maka saya menunggu. Lalu esoknya saya kirim email ke Shopee dan dijawab akan diurus dalam 3x24jam. Lalu email dijawab bahwa kesalahan di pihak saya karena sudah lewat masa garansi Shopee yang katanya melindungi konsumen, tetapi malah menjerumuskan pembeli.

Sampai saat ini sudah 3 kali saya komplain tapi jawaban Shopee tetap sama. JADI SAYA DIHARUSKAN MEMBAYAR SEPEDA yang TIDAK PERNAH DIKIRIM KAN DAN TIDAK PERNAH SAYA TERIMA, dengan alasan sudah lewat masa garansi. Padahal pas hari itu saya langsung komplain ke Shopee dan menyatakan jangan mengirimkan dana ke penjual tapi Shopee tidak perduli dan tetap mengirimkan dana ke penjual.

Shopee SAMA SEKALI TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB. Sayang sekali perusahan sebesar itu tidak menerima dan tidak mau tahu dengan komplain pembeli yang jelas-jelas dirugikan dalam kasus ini. Shopee jelas-jelas mengetahui nomor telepon dan alamat penjual dan bisa untuk membekukan rekeningnya. Tapi Shopee tidak mau menanggapinya. Hati-hati jangan sampai ada orang lain yang tertipu belanja online di Shopee seperti ini.

Hendry Djohan
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:45    Rata-Rata: 3.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

36 komentar untuk “Beli Sepeda di Shopee, Barang Tidak Diterima tapi Status Selesai

  • 26 Juli 2020 - (08:23 WIB)
    Permalink

    Penjual input no resi palsu itu berarti. No Resi yg diinput adalah no resi lama yang diinput kembali. No resi JNE nya berapa itu pak ? Mungkin bisa di sertakan buat yg pengen kepo.

    Nama tokonya apa betul “ceatoko1” ? Di Shopee tidak ditemukan nama tokonya apa mungkin sudah di hapus..

    • 26 Juli 2020 - (09:01 WIB)
      Permalink

      Shopee sdh blokir toko nya. Cuma itu yg dilakukan shopee. Resi JNE kiriman barang lain. Ke alamat berbeda

      • 26 Juli 2020 - (12:46 WIB)
        Permalink

        No Resinya bisa disertakan mungkin pak. Bisa dilacak di JNE nya nanti apakah pesanan tersebut diinput no resi yang tidak sesuai.

        • 26 Juli 2020 - (14:04 WIB)
          Permalink

          Sdh di lacak, pengiriman nya aksesoris dgn berat 1kg, harga resi 9rb, sedangkan resi saya harus nya dgn harga 162rb, pihak di taman kencana juga sdh di konfirmasi. Dan sdh saya cek dgn JNE nya

  • 26 Juli 2020 - (08:34 WIB)
    Permalink

    Saya merasa aplikasi belanja shopee sudah cukup aman dan nyaman. Penjual shopee cepat respon. Saya merasa bisa kendali penuh aktifitas pembelian saya di shopee. Ini juga karena saya sebagai pengguna lebih dari 3 tahun.

    Saran saya kepada pengguna baru sebagai pembeli.
    1. Tanya produk sejelas jelasnya kepada penjual melalui chat di aplikasi shopee jangan di luar itu.
    2. Bila ingin menghadiahi atau mengirimkan barang ke orang lain (alamat yang bukan saat ini di singgahi atau jauh dari alamat yang di singgahi), sebaiknya rutin berkomunikasi dengan orang yang ada di alamat tersebut mengenai kehadiran paket kiriman kita.
    3. Jangan pernah menekan ‘tombol selesai’ jika tidak yakin barang sudah sampai. Dan jika yakin barang memang belum sampai, ajukan komplain. Layanan pengaduan shopee tidak bisa berbuat banyak bila pengguna keliru dalam hal ini.
    4. Belanja online dengan aplikasi apapun membutuhkan pengamatan yang rutin tentang keadaan paket kiriman kita. Dalam arti kita harus sering sering melihat perkembangan kiriman (yang kadang estimasi meleset dari yang tertulis).
    5. Sewaktu melihat tampilan di aplikasi shoppe terkadang aplikasi membutuhkan proses loading untuk menampilkan dengan sempurna fitur fitur yang ada. Jangan buru buru menekan nekan bagian yang belum tampil sempurna. Terkadang banyak dari pengguna keliru menekan bagian/tombol yang akibatnya aplikasi bekerja kemana mana tidak disadari.
    6. Jika memang itu bukan penipuan, letak dari penyelesaian adalah pada penjual. Terus berkomunikasi dengan penjual. Telusuri paket dengan tuntas. Dan jika memang terbukti itu ada kejanggalan. Penjual yang bukan penipu akan benar benar bertanggung jawab, karena segala proses pengiriman sampai pada pembeli adalah tanggung jawab penjual dan layanan pengiriman.

    • 26 Juli 2020 - (09:05 WIB)
      Permalink

      saya tidak pernah tekan tombol selesai. Order nya otomatis selesai tgl 24. Penjual tidak ada jawaban lagi pas order selesai, dan lsng saya infokan untuk tidak meneruskan dana ke penjual, tapi shopee tetap meneruskan dgn alasan sdh lewat masa garansi

      • 26 Juli 2020 - (09:38 WIB)
        Permalink

        Dalam kasus ini sudah pasti Resi yang di cantumkan pada transaksi anda adalah resi untuk barang lain bukan resi untuk barang anda.

        Bahaya Resi yang mengambang

        Perubahan kemajuan resi sengaja di permainkan oleh jasa pengiriman, update baru di cantumkan bersamaan ketika sudah lewat masa proses dari semua tahap pengiriman.

        Saya curiga ada oknum layanan pengiriman yang menjual barang di shopee. Dan menggunakan Resi yang mengambang.

        • 26 Juli 2020 - (12:44 WIB)
          Permalink

          Apa iya bisa seperti itu ? Sedangkan di fitur “Lacak Pesanan” itu ada detail kurir yang mengambil, kantor yang menginput, Hub yang dilewati, dan kurir yang mengantar. Kalo memang ada pasti mudah sekali mencari tahu nya.

          Coba no resi JNE nya di sertakan di SP ini, pasti nanti bisa keliatan di situs JNE nya proses – proses yang dilewati paket dengan no resi tersebut.

          • 26 Juli 2020 - (17:10 WIB)
            Permalink

            Resi JNE 012310163134120

      • 26 Juli 2020 - (12:44 WIB)
        Permalink

        Untuk belanja di Shopee anda harus bener bener memperhatikan masa garansi, kalau barang belum diterima tapi statusnya sudah diterima, anda harusnya mengajukan pengembalian dana ketika masa garansi masih ada, karena kalau masa garansi udah berakhir, tapi anda gak ngajuin pengembalian yah dana akan tetep di lepasin ke penjual, bisa di baca di bantuan apa masa garansi itu, Shopee kasih masa garansi sebagai batas buat anda mengajukan pengembalian dana jika barang tidak sesuai atau belum diterima, begitu jg klo H-1 status barang masih belm diterima, anda bisa ajuin perpanjang masa garansi atau ajuin pengembalian dana, notifikasi di aplikasi pun sudah jelas ada masa garansinya

        • 26 Juli 2020 - (14:07 WIB)
          Permalink

          estimasi tgl 25 juni, tapi tiba2 tgl 24 juni sdh selesai semua. Dan saya langsung ajukan pengembalian dana saat itu juga, tapi pihak shopee tidak menghiraukan nya, di email dari pihak shopee jelas2 shopee membutuhkan waktu 3×24 jam, sedangkan complain saya tidak sampai 12jam sejak pesanan selesai.

          • 29 Juli 2020 - (15:40 WIB)
            Permalink

            Mungkin akun anda kena Hack
            Apa pernah ada yg meminta otp ?
            Sehingga aplikasi anda di hack orang
            Apa hp pernah di pegang anak anda. Sehingga salah klik ?

        • 26 Juli 2020 - (17:36 WIB)
          Permalink

          Pas tgl 20 juni juga ada kejadian serupa di Surabaya , artikel ada di detik juga, kasus nya mirip dgn yg saya alami di shopee.

  • 26 Juli 2020 - (12:06 WIB)
    Permalink

    Celah permainan resi seperti ini sangat bisa di lakukan oleh layanan jasa pengiriman. Yang terlibat adalah admin yang menginput di lokasi awal dan admin yang menginput di lokasi akhir.
    Bahkan jika oknum ingin agar aktifitas terlihat normal, di tiap lokasi pelaporan ada oknumnya.

    Mengingat nominal yang anda keluarkan lumayan besar yaitu lebih dari 3 juta. Bukan tidak mungkin mereka melibatkan banyak oknum demi harga yang pantas itu.

    Bila ingin di telusuri :
    1. Siapa admin yang input resi di lokasi awal?
    2. Lihat laporan kemajuan lokasi resi di tengah perjalanan, siapa yang menginput laporan di lokasi itu ? (Dalam kasus anda tidak ada pelaporan ini, sehingga tidak perlu di telusuri).
    3. Siapa admin Jasa Pengiriman yang input resi di lokasi akhir (dalam kasus anda di Taman Kencana) ?
    Mereka semua adalah pelakunya.
    Penipuan bersindikat seperti ini sudah pernah saya baca diulasan ulasan terdahulu, ingin berbagi ulasan itu tapi saya lupa judul kasusnya apa.

    Mengingat pula, kondisi ekonomi yang memilukan ini memaksa seseorang berbuat sesuatu yang tidak lagi memakai hati nurani. Keterpaksaan pelaku melakukan itu di dasari oleh adanya celah dan kesempatan. Dan terdesak pada kebutuhan hidup yang harus di penuhi.

    Tidak mungkin penghasilan (gaji) admin layanan jasa pengiriman kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun mungkin ada keadaan diluar itu yang memaksa mereka para pelaku senekat ini. Jeratan hutang misalnya, atau tanggung jawab keuangan lain yang merupakan kesalahan kesalahan mereka terdahulu.

    Saya doakan semoga pelaku sadar akan kejahatan mereka ini, sadar sebelum terlambat.

    Saya percaya, niat baik bapak untuk membantu karyawan sudah tercatat amal baiknya dan mendapat pahala, semoga dilain waktu diberikan rejeki berlebih. Aamiin.

    • 26 Juli 2020 - (13:32 WIB)
      Permalink

      Dalam kasus SP ini belum bisa mengambil kesimpulan seperti itu. Kalo kita melihat tulisan yang disajikan, masih kurang begitu jelas dimana ada celahnya.

      Pertama nama toko yang dituliskan tidak bisa ditemukan di Shopee, jadi kita tidak bisa melihat nama tokonya valid atau tidak.

      Kedua no resi tidak disertakan, yang membuat pembaca lain tidak bisa mengecek di website JNE apakah benar Resi yg diinput sesuai dengan yang dituliskan.

      Ketiga attachment gambarnya terpotong, kita tidak bisa menyimpulkan apakah itu benar pembelian sepeda dari toko yang dituliskan (mengingat tokonya sudah tidak bisa ditemukan)

      Keempat ada fitur “Lacak Pesanan” di Shopee yang bisa membuat kita melihat urutan perjalanan paket dengan no resi yang dimaksud. Akan lebih baik klo Screenshot dari fitur “Lacak Pesanan” bisa di attach juga.

      Setelah 4 4 nya jelas, baru bisa menyimpulkan apakan memang ada celah di Shopee yang bisa dimanfaatkan untuk input resi palsu tersebut atau tidak.

      • 26 Juli 2020 - (14:39 WIB)
        Permalink

        Data2nya saya pegang semua, sayang di kolom comment ini tidak dapat menyertakan gambar sih, sdh saya konfirmasi semua dgn JNE dan pihak yg menerima di taman kencana nya juga.

        • 27 Juli 2020 - (06:51 WIB)
          Permalink

          Saran aja, kalo mau belanja online ketahui dulu tata caranya, yang namanya sistem sudah diatur sedemikian rupa,dan sudah diberi keterangan di bantuan, belanja online udah dikasih masa garansi selama masa garansi ada aman aman saja, yang namanya belanja online itu kita mengikuti sistem bukan sistem yang mengikuti kita dan sudah ada bantuanya tinggal kita baca terlebih dahulu di pusat bantuan, saya rasa semua marketplace atau jasa lainya sepeti itu, saya belanja online dari dulu aman aman saja 😊

      • 26 Juli 2020 - (14:42 WIB)
        Permalink

        Memang benar ke-empat info pendukung tersebut bisa membantu kita menganalisa pokok masalah yang terjadi. Ulasan yang saya berikan belum berupa kesimpulan namun dugaan sempit yang saya kaitkan dengan fakta sebagai berikut.

        Pengguna akun tidak merasa menekan “tombol selesai” atau tombol “pesanan selesai”. Tapi nyatanya status transaksi sudah selesai, dana sudah diteruskan ke penjual, dan akun penjual tidak respon dihubungi, dan setelah itu akun penjual di blokir oleh shopee.

        Menurut pengalaman saya, yang bisa mengubah transaksi selesai (dana diteruskan ke penjual) adalah :

        1. Pengguna Akun itu sendiri. dengan menekan tombol “pesanan selesai”.

        2. Pengguna akun (pembeli) yang memberi kuasa kepada penjual untuk melakukan point 1 diatas. Melalui komunikasi yang tanpa dia sadari memberi akses masuk ke akun pribadinya (akun pembeli diretas penjual).

        3. Waktu 2×24 jam. Marketplace rata rata menunggu waktu 2×24 jam setelah barang sampai, maka transaksi akan selesai otomatis. Nah selesai otomatis tanpa di tekan tekan oleh siapapun.

        Dengan begitu pada kasus ini ‘Waktu’ yang dipermainkan. Yang bisa mempermainkan waktu tersebut adalah Pelaporan jasa pengiriman mengenai status keberadaan barang.

        – 20 Juni transaksi berhasil dengan nomor invoice 200620A5N3PHMM,
        – 21 Juni sedang dikemas (belum ada no resi)
        – 22 Juni muncul resi JNE dan statusnya langsung sudah diterima/ pesanan selesai.

        Data status tersebut hanya bisa di permainkan oleh Layanan jasa pengiriman. Coba perhatikan baik baik, Jasa Pengiriman melaporkan status cuma 1 kali, yaitu pada tanggal 22 Juni. Hanya itu. Mereka menginput pelaporan dengan data sebagai berikut :

        – 20 Juni transaksi berhasil dengan nomor invoice 200620A5N3PHMM,
        – 20 Juni Barang diterima Petugas Jasa Pengiriman (sudah ada nomor Resi)
        – 20 Juni Barang sudah sampai (sudah diterima pembeli).
        Tapi pelaporan ini cuma di karang oleh admin Jasa Pengiriman dan belum di input kesistem online dikantor. Mereka menunggu 2×24 Jam agar Transaksi selesai otomatis.
        – 21 Juni, 1×24 jam status barang sudah diterima oleh pembeli.
        – 22 Juni, 2×24 jam status barang sudah diterima oleh pembeli,

        Nah ketika tanggal 22 Juni inilah mereka baru merapeL Laporan status barang ini. Sehingga saat mereka menginput status, saat itu pula di aplikasi shopee ‘Transaksi selesai otomatis’.

        Prihal masa garansi pengaduan sudah habis, kemungkinan pembeli terulur ulur waktu untuk memberi pernyataan lengkap kepada admin shopee sehingga lewat 5 hari berjalan.

        • 26 Juli 2020 - (15:04 WIB)
          Permalink

          Fokus anda keliru pak, harusnya menganalisa dulu klaim nya tepat ato tidak. Tokonya yang dituliskan pembuat SP tidak ada di Shopee dan gambar yang di attach tidak ada nama tokonya.

          “Jasa Pengiriman melaporkan status cuma 1 kali” ini juga tidak tepat pak. Pengupdate status itu ada di halaman lain bernama “Lacak Pesanan” yang tidak di attach di SP ini. Di halaman “Lacak Pesanan” statusnya akan banyak sekali.

          Tapi kenapa penulis SP tidak memberikan No Resinya disini ? Padahal sudah ditanyakan 3x dan bisa diketik aja.

          • 26 Juli 2020 - (15:28 WIB)
            Permalink

            Tapi kenapa penulis SP tidak memberikan No Resinya disini ? Padahal sudah ditanyakan 3x dan bisa diketik aja.

            Nomor Resi itu tercantum data SP yang mungkin memang tidak diinginkan diketahui publik dan juga harus di maklumi.

            Resi PaLsu dengan Transaksi semulus dan selancar ini tidak mungkin dilakukan hanya seorang diri. Saya berasumsi Penjual dan Jasa Pengiriman adalah orang yang sama/ yang bekerjasama.

            Dan saya sudah ratusan kali berbelanja online sering mengalami pelaporan (input status pelacakan barang) yang dirapel/ sekali input untuk semua proses/ status tahapan proses muncul bersamaan. Data untuk pelacakan yang seharusnya diinput sesuai perkembangan keberadaan barang, namun laporan hanya di input saat hari dimana barang sampai. Saya anggap biasa untuk paket yang jarak pengirimannya tidak terlalu jauh. Ini terkesan malas input, atau lambat input. Dan ini celah yang saya kritisi.

          • 26 Juli 2020 - (17:28 WIB)
            Permalink

            no resi JNE 012310163134120

        • 26 Juli 2020 - (15:50 WIB)
          Permalink

          Seperti yang sudah kita jelaskan sebelumnya ya. Proses pelacakan barang itu tidak dirapel pak. Itu ada detailnya di halaman “Lacak Pesanan”. Mulai dari request pickup, masuk kantor, masuk hub, berangkat ke kota tujuan, sampai kota tujuan, sampai ke hub, sampai ke dibawa kurir itu di update dan ada di fitur “Lacak Pesanan”. Sejauh ini sudah berjalan lancar dan sistem itu digunakan di semua platform.

          • 26 Juli 2020 - (15:56 WIB)
            Permalink

            Iya bisa jadi untuk sistem di jasa pengiriman dan di sistem marketplace tidak singkron,

            Pengalaman saya benar terjadi, dan bukan satu dua kali dan bisa di pastikan pelanggan lain mengalami hal serupa.

            Itu masalah klasik tapi bisa jadi celah dengan kasus seperti ini.

          • 26 Juli 2020 - (17:22 WIB)
            Permalink

            Untuk kasus ini saya juga bingung tidak ada tracking kiriman nya. Langsung tgl 22juni sdh diterima oleh ber##rd di taman kencana, biasa nya kalo saya beli di OL lain ada tracking nya. Dan kalo kita track di JNE baru jelas tracking nya.
            Tgl 21 juni 17.43 shipment counter by JNE
            Tgl 21 juni 19.22 shipment pick up by JNE courier
            Tgl 22 juni 01.27 received at sorting center
            Tgl 22 juni 01.41 shipment forward to destinasi
            Tgl 22 juni 02.36 shipment inbound stadion at angke
            Tgl 22 juni 8.34 with delivery courier
            Tgl 22 juni 13.09 delivered to be###rd at taman kencana.
            Tapi kalo di sistem shopee tracking paket hanya 1 aja, dgn status sdh di terima tgl 22 juni oleh be###rd di kalideres.

          • 26 Juli 2020 - (17:26 WIB)
            Permalink

            Pesanan saya tidak bisa di lacak pesanan. Kalo di lacak cuma ada 1 keterangan bahwa sdh di terima tgl 22 juni di kalideres, tidak ada tracking nya

    • 26 Juli 2020 - (14:10 WIB)
      Permalink

      Kasus ini menurut saya murni penjual yg menipu, karena sdh saya cek semua dgn pihak JNE nya, kasus ini bisa di cegah kalo shopee mau mendengarkan complain pembeli yg lsng complain pada saat pesanan selesai, tapi shopee tidak mau mendengarkan complain nya.

      • 27 Juli 2020 - (01:40 WIB)
        Permalink

        setelah saya menyimak pokok pemasalahan yg terjadi kendala sepeda lipat
        pertama bpk bisa ke agen jne terdekat dengan bukti resi yang di input oleh seorang penjual karena setiap agen tentunya berbeda beda kode resinya
        kedua setelah cek kode resi tanyakan ke agen jne terdekat bahwa resi tersebut yang di input penjual di posisi agen di daerah mana apabila sudah sering mengirim barang online biasa nya pihak agen yg menerima paket itu mengenali wajah pelaku tersebut
        ketiga untuk batas masa garansi biasanya garansi pengiriman 7hari sejak paket tersebut di nyatakan vaid di terima oleh penerima paket
        ke empat kami menduga bahwa penjual setelah melihat system tracking di shoppe sudah berhasil di terima ada seorang kawan nya berpura pura menelephoneke call center shoppe sebagai pembeli penerima paket ( bahwa paket telah di terima dengan baik dan kemungkinan setelah pemeran pemain yg ber pura pura menjadi pembeli itu menyuruh meneruskan dana nya ke penjual ) jadi call center pun membantu memprogress penerusan dana nya ke penjual . alangkah baik nya coba di lacak terlebih dahulu resi yg di gunakan oleh penjual untuk mengirim paket anda berada di posisi agen manakah. dan sebagai pembeli harus selalu pro aktif apabila merasa mencurigakan adanya resi yang di berikan penjual langsung komplain ke shoppe nanti akan di berikan arahan bagaimana cara untuk komplain di pusat resolusi shoppe

        • 27 Juli 2020 - (09:45 WIB)
          Permalink

          Saya juga mengamati, kasus ini terjadi untuk produk yang harganya mahal, sepeda, smart tv, dll. Dan saya juga baru tahu kalau beberapa akhir ini marketplace memberi diskon untuk berbagai produk tersebut. Geliat pembeli yang ramai inilah yang di manfaatkan pelaku.

          Modusnya begini.

          1. Penjual menawarkan produk yang mungkin di bawah rata rata harga di toko lain. Beda beda tipis pun akan terasa menggiurkan di masa sulit begini.

          2. Pembeli akan di buat untuk segera membayar.
          Penjual pasti memberi informasi ke pembeli bahwa barang yang mereka jual sangat banyak peminatnya dan stok nya pun terbatas. Pembeli yang tergiur terlalu buru buru melanjutkan transaksi pembayaran.

          3. Biasanya harga produk produk sejenis tersebut mendapatkan perlakuan spesial pada paket pengirimannya, namun untuk produk pada toko penjual ini. Harga yang di tawarkan untuk layanan spesial itu sungguh sangat murah, seperti harga paketan biasa. Ini juga membuat pembeli tergiur dan merasa lebih hemat.

          4. Transaksi mulai di berproses.

          – H1 Pembayaran sudah dilakukan,
          – H2 Pembeli menunggu. Terlihat status ‘pick up’.
          – H3 Pembeli menunggu. Dan harusnya status ‘pick up’ berubah ‘dikirim’, namun status belum berubah.

          Disitu belum ada sentuhan dari Layanan Jasa Pengiriman.

          – H4/ Hari berikutnya (tapi sebelum lewat estimasi), tiba tiba tampil barang sudah sampai/ diterima.

          Itu pertama dan terakhir sentuhan dari Layanan Jasa Pengiriman.

          – Pembeli mengetahui info tersebut, namun info menyatakan bahwa barang di terima oleh ‘nama orang lain’ dan terkirim ke ‘alamat orang lain’

          – Pembeli merasa ganjil, namun juga tidak yakin itu keliru. Masih berprasangka baik bahwa mungkin barang memang sedang mampir saja. Dan akan melanjutkan perjalanan lagi di hari berikutnya.

          Kenapa pembeli merasa seperti itu ?
          Karena Layanan Jasa Pengiriman baru sekali input status. Hanya sekali itu. Tidak seperti biasa. Dan pembeli merasa proses pengiriman belum selesai dan berharap ada status baru lagi.

          – H5 sampai H6, Pembeli melihat status ‘Transaksi Selesai’. Dana di teruskan ke Penjual.

          – Ketika penjual sudah menerima dana, Serta merta penjual mengamankan dan yang sudah masuk.

          – Saat status Transaksi selesai, dana sudah masuk ke penjual, dan penjual sudah mengamankan dananya, barulah Pembeli melakukan Pengaduan ke cs Shopee.

          – Nah, cs Shopee mau berbuat apa.? Memang masih ada kesempatan 5 hari lagi masa garansi. Namun, untuk keadaan seperti ini, masa garansi tidak bisa lagi memberi solusi karena ‘Dana sudah Aman di tangan PenjuaL’.

          Tips untuk menghindari Penipuan semacam ini.

          Masih bisa di hindari ketika saat H-4, pembeli sudah mengklik ‘ajukan komplain’ dan menambah waktu tunggu agar dana tidak di teruskan ke penjual. Kemudian ketika itu barulah menelepon cs Shopee untuk instruksi lebih lanjut.

  • 26 Juli 2020 - (19:51 WIB)
    Permalink

    Saya pernah juga mengalami seperti itu. Tapi alhamdulilah dana ditahan oleh pihak Shopee dan dikembalikan ke saya. Cuman yang saya ga habis pikir, sudah jelas jelas bukti screenshot saya menunjukkan bahwa seller merupakan penipu, tapi cs Shopee tetap menyuruh melakukan proses pengembalian dana sesuai prosedur. Apa tidak ada kebijakan khusus gitu wong bukti sudah jelas. Bagaimana coba kalo ketika proses pengajuan pengembalian dana dan respon seller menolak pengajuan, begitu terus sampai masa waktu pengajuan habis, bukankah seller yang menang akhirnya.

  • 27 Juli 2020 - (14:23 WIB)
    Permalink

    Permasalahan dengan pihak shopee sdh selesai dan dana sdh dikembalikan ke rekening saya. Terima kasih kepada media konsumen dkk.

  • 27 Juli 2020 - (14:55 WIB)
    Permalink

    Saya jg pernah kek gitu pesen barang,pas di cek di statusnya udh di terima,menurut saya sih kejadian kek gitu tuh,emang dari awal penjual nya niat nipu, menurut saya si penipu udh jauh-jauh hari ngirim barang make make kurir dan Sampai barang udah sampai contoh:JNE
    Dari pengiriman itu kan dapat resi
    Nah resinya di simpen
    Pas ada yang order ke tokonya
    Di masukin tuh resi barang yang udh di terima,karena resinya belum pernah di input di toko online jadi otomatis pas di input resi nya lolos

  • 27 Juli 2020 - (18:53 WIB)
    Permalink

    Dalam kasus ini saya angaap yg bersalah adalah pihak Shopee. Saya baru tahu kalau di Shopee seller bisa input resi yg tidak sesuai dengan nama dan alamat penerima yang ada di invoice. Untuk hal ini saya salut terhadap Tokopedia yg bisa melacak nomor resi yg tidak sesuai dengan nama dan alamat penerima pada invoice.

 Apa Komentar Anda?

Ada 36 komentar sampai saat ini..

Beli Sepeda di Shopee, Barang Tidak Diterima tapi Status Selesai

oleh Hendry Djohan dibaca dalam: 2 min
36