Keputusan Sepihak AXA Mandiri

Tanggal 21 April 2011 saya dan istri datang ke Bank Mandiri cabang Rawamangun bermaksud untuk membuka rekening Bank Mandiri untuk syarat penerimaan gaji bulanan di kantor. Selesai membuka rekening mandiri, saya berniat untuk membuka tabungan pendidikan untuk anak ke CS Bank Mandiri. Selanjutnya saya dan istri diarahkan oleh CS Bank Mandiri ke meja sebelah: “Bapak bisa membuka tabungan Pendidikan dengan Pak Ferri”. Beliau memperkenalkan diri atas nama Pak Ferri dari AXA Mandiri. Saat itu saya masih lugu, tidak mengetahui apa itu AXA MANDIRI.

Berikut dialog saya waktu itu: “Saya berencana membuka tabungan pendidikan untuk anak masuk sekolah, supaya nanti saat anak masuk sekolah tidak pusing lagi untuk biaya anak masuk sekolah dasar (SD). Jawaban dari Pak Ferri: “Bisa dengan saya Pak Umar”, lalu beliau menjelaskan ini tabungan biasa yang bisa diambil saat dana terkumpul Rp5 juta dan menawarkan tabungan sebesar 300 ribu per bulan.

Beliau meminta KTP saya dan menunjukan form pembukaan tabungan. Semua form beliau yang isi, saya percaya saja karena nama besar BANK MANDIRI. Setelah semua form diisi FA Ferri, saya hanya disuruh untuk tanda tangan di beberapa form. FA Ferri sama sekali tidak menjelaskan biaya-biaya, tabel ilustrasi, benefit rawat jalan maupun rawat inap, saham, unit link, pilihan unit investasinya dan buku AXA Mandiri akan dikirim sesuai alamat KTP.

Buku AXA Mandiri yang menerima paman saya karena dikirim sesuai KTP. Saya baru terima buku AXA MANDIRI setelah 3 bulan, karena saya sudah pindah ke Bekasi. Karena sangat percaya dari MANDIRI jadi saya tidak membaca buku polis lagi dan saya simpan rapi buku polis tersebut.

Tahun 2014, saya baru membuka dan membaca-baca buku polis, merasa tidak sesuai isi buku dengan yang dibicarakan FA Ferri. Akhirnya saya coba mencari-cari apa itu AXA MANDIRI, unit link, saham, harga unit, dan lain-lain yang tertera di buku. Saya mulai berinteraksi dengan CS AXA Mandiri via email, email dan nomor telepon harus didaftarkan terlebih dahulu. Dari sini saya mulai sering bertanya, komplain dan kekecewaan saya terhadap FA Ferri.

Saya merasa ditipu di awal karena tidak sesuai dengan omongan FA Ferri. Saldo tidak sesuai dengan pendebitan, kalau mau diambil harus tersisa Rp5 juta (bukan bisa diambil Rp5 juta sesuai dengan omongan FA Ferri). Saat anak saya masuk SD saja, saldo tidak mencukupi untuk anak saya masuk sekolah, benefit rawat jalan tidak pernah saya pakai sampai sekarang.

Saya sering komplain ke CS AXA Mandiri via email, chat, FB. Saya belum menerima dan setuju keluhan pertama tapi kenapa di Media Konsumen saya dibilang setuju dan sudah mengetahui ini unit link, bukan tabungan?

Electronic Statement

Saya tidak pernah menerima laporan saldo dari tahun 2011 sampai 2014, baru tahu saldo tahun 2014 dan menerima laporan saldo (Electronic Statement) setelah diminta via email. Itupun tidak lancar menerima electronic statement tiap bulan, kadang terima, bulan berikut tidak terima.

Saat mulai kecewa dengan AXA Mandiri, saya coba mengecek keluhan di Media Konsumen, media sosial dan lain-lainnya. Banyak sekali nasabah bernasib sama dengan saya, di awal tidak mengetahui apa-apa tentang asuransi, tidak jujur FA saat pembukaan tabungan. Saya tidak terima kalau saya yang disalahkan saat keluhan pertama, kenapa sejak awal mengetahui ini tidak membuat keluhan? Saya baru tahu ada form keluhan dari media sosial, makanya saya baru membuat keluhan di bulan Mei tahun ini dan tidak ada solusi dari pihak AXA Mandiri.

Tanda tangan Palsu di Buku Polis

Setelah saya teliti buku polis, saya kembali mengingat ingat kejadian 9 tahun yang lalu dengan FA dapat disimpulkan bahwa FA AXA memalsukan tanda tangan saya di materai karena saya tidak pernah tanda tangan di atas materai. Oleh karena itu saya menuntut refund 100% saldo saya sesuai pendebetan dari tahun 2011 sampai tahun 2020.

Bukti
AXA Mandiri

Telepon konfirmasi pihak CMU tanggal 29 Juli 2020, menginformasikan:

  1. Bagian mana saja TTD yang dipalsukan
  2. Tidak boleh komentar negatif tentang AXA di media sosial
  3. Menunggu 7-14 hari kerja untuk hasil investigasi

Estimasi 14 hari sudah lewat tapi belum ada hasil. Saya menanyakan terus progress tiap minggu dan selalu disuruh tunggu sampai hasil investigasi selesai. Tanggal 25 Agustus baru ada telepon dan menolak dengan alasan yang sama dengan keluhan pertama, yaitu dengan melihat email dan history nasabah yang menanyakan saldo dan produk AXA. Padahal tahun 2016 saya tidak mengerti apa itu AXA Mandiri, makanya saya sering menanyakan saldo dan produk ke AXA Mandiri, alasan yang tidak tepat dengan keluhan TTD palsu.

AXA Mandiri selalu memutuskan keputusan sepihak yang hanya mementingkan AXA Mandiri saja tanpa melihat nasabah.

Umar Firdaus
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AXA Mandiri:
[Total:217    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) atas Surat Bapak Umar Firdaus

Dengan hormat, Sehubungan dengan dimuatnya Surat Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Umar Firdaus pada tanggal 26 Agustus 2020, berjudul “Keputusan...
Baca Selengkapnya

Loading...

22 komentar untuk “Keputusan Sepihak AXA Mandiri

  • 26 Agustus 2020 - (18:46 WIB)
    Permalink

    Cuma 1 kata: ngeri.
    Ada orang mau buka tabungan pendidikan untuk keperluan anak. Sekali lagi: TABUNGAN. Asumsi kata “tabungan” adalah: duit tidak hilang, cuan ataupun bunga normal (kecil sekali pun tidak masalah), karena tabungan sesungguhnya hanya sekedar cara menyimpan duit (supaya tidak mudah terpakai entah secara sengaja ataupun tidak sengaja), & bukan sarana investasi (di mana titik beratnya adalah cuan/keuntungan).

    Digiring ke “unit link” yang mana nilai akhir “tabungan” tersebut bakal fluktuatif, & PENDAPAT SAYA PRIBADI (namun *bisa dikonfirmasi dengan pengalaman orang2 lain*) adalah bahwa “nilai akhir tabungan ybs” PASTI AKAN TURUN & tidak akan tetap apalagi cuan.
    Mengapa “pasti akan turun”? Karena segala macam biaya tetek bengek bulanan yang dikenakan terhadap “tabungan” tersebut TIDAK AKAN TERKEJAR oleh “potensi cuan” yang di-besar2kan oleh para pendukung “tabungan” jenis ini. Sehingga mirip seperti tabungan konvensional ketika saldo terlalu kecil, sehingga biaya admin bulanan lebih besar daripada bunga yang didapat, sehingga akhirnya tanpa di-apa2kan setiap bulan nilai tabungan malah semakin menurun.

    *Mungkin* memang ada manfaat asuransi, tapi sekali lagi: tidak disampaikan kepada penulis (sesuai pengakuan penulis). Lagipula penulis sedang berminat terhadap tabungan pendidikan, bukan lagi nyari asuransi.

    Para pendukung asuransi bakal ngomong bahwa “asuransi itu penting” dll & bahwa sales/marketing model begini adalah “oknum” yang tidak berlaku sesuai SOP.

    Respon saya:
    1. “Oknum” kok banyak bener? Yang tidak sesuai SOP kok banyak bener? Jangan2 memang “tidak ada SOP” wkwkwk
    2. Yang “kena” (khususnya yang nulis di MK ini) kok banyak bener? Entah berapa banyak yang diem2 aja. Beberapa x di kolom komentar dibilang bahwa: salah “sang korban” yang “salah mengerti,” “gak membaca” dll. Jadi dengan kata lain, semua korban2 tersebut salah/bodoh2 semuanya ya LOL. Enak memang di kolom komentar ini, tinggal ngetik doang. Coba ketemu langsung dengan para korban yang duitnya “berkurang” puluhan juta, padahal mereka awalnya cuma kepingin “menabung.”
    3. Mau ngomong asuransi itu penting atupun tidak penting, yang jelas para sales-nya kesulitan tuh menonjolkan “apa pentingnya asuransi” tersebut, sampai akhirnya pake cara2 muslihat macam yang ditulis di surat ini.
    4. Mau dibilang bahwa “itu perbuatan oknum” yang “tidak sesuai SOP perusahaan,” eh tapi ternyata perusahaan tidak terima/menyetujui komplen yang dilontarkan oleh nasabah2 “tabungan” yang kecewa karena duitnya berkurang. Berarti dengan kata lain perusahaan menyatakan bahwa “tidak ada kesalahan” di awal pembukaan “tabungan” tersebut bukan? Berarti itu bukan oknum dong. & berarti juga menurut perusahaan sudah sesuai dengan SOP kan hahahaha.

    11
    2
    • 26 Agustus 2020 - (22:27 WIB)
      Permalink

      benar pak, saya yang ngerasain sendiri gimana awal pembukaan, FA tidak sama sekali mengucapkan asuransi jiwa, harga unit, unit apa yang di daftarin…kalau axa menolak keluhan saya karena saya sudah lama berinteraksi dengan axa mandiri…saya punya email komplain ke FA dan saya email semua unek2 saya di situ…bagaimana saya mencari sendiri tentang asuransi dan yang lain…jangan anggap saya ini sudah mengerti asuransi di awal dan menanyakan saldo, menanyakan saldo karena saya khawatir uang saya tidak sesuai dengan apa yang di bicarakan oleh FA yaitu seperti menabung biasa yang bisa di tarik sampai uang sudah terkumpul 5 juta

  • 26 Agustus 2020 - (23:43 WIB)
    Permalink

    Pengalaman yg sama Pak Umar, saya dari April 2014 sampai Juli 2018 sdh setor premi ke Manulife ada kalo 35jt. Dilaporan saldo hanya tertulis 6jt sekian, saat itu kecewa langsung sy cut off tdk sy bayar, bln2 selanjutnya premi ngambil dari 6jt itu (invest yg terbentuk) dan saat ini saldo sdh 0 dgn status lapse.
    Terus uang saya yg 35jt kemana ? hilang jadi biaya asuransi.
    Manfaat asuransi pun tak dapat..

    4
    1
    • 27 Agustus 2020 - (11:30 WIB)
      Permalink

      Ya pak, asuransi masih belum saya butuhkan dan benefitnya sama sekali tidak terpakai, mo narik juga harus ada uang mengendap 5 juta, terus biaya anak saya masuk sekolah gimana, saya perlu utang.

      • 27 Agustus 2020 - (11:54 WIB)
        Permalink

        Menurut saya ini kejahatan yg luar biasa, selalu ditekankan kata menabung menabung dan menabung tapi begitu di approve nasabah keluarnya polis asuransi.
        Kalo menabung di akherat iya kita kasih warisan disaat kita meninggal. Tapi konteksnya kan lain.
        Maka ketika ada yg menawarkan tabungan bank apapun sy selalu berkata, tabungan saya di Manulife hilang 35jt, mereka langsung speakless

        • 27 Agustus 2020 - (12:31 WIB)
          Permalink

          benar pak, setiap komplain kata yang terakhir keluar…maaf kalau bapak meninggal dunia, ada biaya untuk anak sekolah sampai 21 tahun…padahal awal sudah saya jelaskan, saya mo menabung bukan asuransi jiwa…saya malah tidak kepikiran meninggal dunia saat permbukaan tabungan..

        • 27 Agustus 2020 - (13:51 WIB)
          Permalink

          kami juga pernah dulu pas saumi saya msh kerja d hutan…krna gaji suami masuk via mandiri…suatu hari suami dapt telpon dri axa mndri posisi suami tuh lg krja krna nda konsen ndengerin pihak axanya ngomong di jwab jah iya. trus nda lama kami dpt email bhwa ad proses pemotongan dri axa tapi nda jelas besarannya berapa. pada awal2nya msh ada laporan tapi lama2 nda tau yah….tapi sering saldo d rekening hilang bgtu sja tnpa da pemberitahuan hilangnya sekisaran 300-400. akhirnya kami komplen ke bank madiri…dri pihak sananya bilang kalau kami ada ikut axa ya?? untuk lbh jelasnya harus ke pihak axanya krna saat itu kami jauh dri kota dan adnya teras mandiri. ya bgitu sja…smpai sekarang tdk prnh lg di urus lg pula no rek sdh tdk d pke lagi.

  • 27 Agustus 2020 - (18:59 WIB)
    Permalink

    Walau saya peserta axa mandiri dan bayar polis rutin, di debet tiap bulan oleh axa, tapi saya ragu2 kalau ujung2nya bisa bikin nyaman. Soalnya yg kebayang adalah bikin kesal dan dapat kecewa.
    Klo mereka yg nelpon lancar, pagi siang malam klo ngemis…
    Tapi di telpin gak bisa 99% gagal terus. .
    Belum pernah berjasil.

    • 27 Agustus 2020 - (19:23 WIB)
      Permalink

      komplain di awal via email saja tentang FA, jawaban buat kecewa pak…seharusnya kita beli product mesti tahu apa saja di dalamnya, bukan kita yang mencari product itu sendiri di internet…lah sekarang saya malah ditolak dengan alasan sering berinteraksi…padahal saya tidak mengerti itu asuransi…keluhan pertama, axa mandiri minta bukti dangen alasan yang sama, keluhan kedua saya kirim bukti dan alasan juga sama dengan keluhan pertama…terus bukti saya kirim dan spesimen tanda tangan buat apa, buat pajangan doank….axa mandiri tidak baca kronologi saya…saya mau menabung bukan asuransi jiwa…

  • 27 Agustus 2020 - (20:02 WIB)
    Permalink

    Pada awal nya saya tertarik atas tabungan pendidikan di AXA MANDIRI yg d tawari..trus saya d suruh tanda tangan..utk mendaftr…pas waktu tu saya belum konfirmasi sm suami saya..saya langsung iya kan costumer AXA mandiri bahwa saya setuju..langsung lh uang saya terdebet 500 rb..sudah sampai d rumah..saya cerita ke suami..trus suami gk setuju..udh d pikir2 mau kami batal kan lh..ada 2 minggu..dr saya mendaftar..saya dtg kembali ke costumer AXA tu sndri..trus kt nya..iy mbak..nti d konfirmasi..saya kirim data ny ke jakarta utk pembatalan..oke lh saya percaya..dan plg ke rumah..sudah berjalan 1 bln dr saya mendaftar..tiba2 ada sms..uang saya terdebet 500 rb..jd saya kaget..lgsg lh saya dtg ke AXA tu..saya tanya..knp tedebet lg..padahal 1 bln yg lalu..saya sudah ada pembatalan..trus katanya..iy mbak..ni masih pandemi..kantor tutup..jd laporan ny blm.terkonfirmasi..jd saya tanya..uang saya gimana sudah terdebet 2x..dr mulai mendaftar..jd dia cuma meyakin kan saya saja..jd sya dapat dr google email AXA mandiri tu..jd saya melapor kn masalah tu..panjang lah cerita nya..akhir ny..uang saya d kembali kn 156.000..sementara uang saya sudah terpotong 1 jt..uang pertama mendaftar 500 rb..dan uang terdebet 500 rb..sdh berjlan 1 bln..tp org tu hitung dari uang terdebet yg sdh bejln 1 bln..di potong 75%..seharus nya kan tidak..

    • 28 Agustus 2020 - (16:56 WIB)
      Permalink

      harusnya bukan kesalahan kita,kenapa tidak kembali uang yang terdebit kedua kali…mengerikan.

  • 27 Agustus 2020 - (22:15 WIB)
    Permalink

    Waduhhh gwat,, sy setiap th dipotong dr rek tabungan tp g pernah ada laporan saldo dr axa mandiri. Trus klo udah 5 th bisa diambil ga y?? Jd takut juga seperti jiwa sraya sy 150jt, di klaim dr bln desember 2019 smpe skarang blm bisa cair

    • 28 Agustus 2020 - (16:57 WIB)
      Permalink

      coba check saldo pak, tapi jangan kayak saya…pas komplain di tolak karena menanyakan saldo dan sering berinteraksi….alasan yang aneh, maslaah tanada tangan dan data yang salah bagaimana

  • 28 Agustus 2020 - (05:29 WIB)
    Permalink

    Saya juga awalnya dibilang tabungan pendidikan yg ada asuransinya, karena sebelumnya sudah pernah buka dan sesuai dengan keinginan, pada waktu itu iya iya aja disuruh tanda tangan di form kosong. Seperti itu kan sudah biasa kalo kita di dpn CS bank. Sudah setahun ini dapat notifikasi dari email ya ga pernah dibaca, setelah diberitahu banyak yang tertipu akhirnya saya cek. ternyata unit link, tidak sesuai dengan keinginan awal mau buka tabungan pendidikan.

    • 28 Agustus 2020 - (17:06 WIB)
      Permalink

      ya benar pak…harus lebih hati2 dan teliti lagi saat baca semua formulirnya dan kita yang harus isi sendiri formulirnya, baca semua keterangan didalamnya…pengalaman saya yang percaya saja dengan FA AXA Mandiri tapi kenyataan semua berbeda apa yang di bicarakan oleh FA.

  • 28 Agustus 2020 - (11:56 WIB)
    Permalink

    Beberapa minggu lalu dapat telepon dari AXA BCA – hahaha belum dijelasin CS nya sudah saya tolak mentah2, asuransi di Indonesia itu horor – bayar premi bisa auto debet begitu saat klaim nasabah suasana alot dan horor. Saat jelasin manfaat asuransi mulut CS begitu manis dg janji2 surga dan menjelek2an asuransi lain, niat keji dan jiwa TIDAK bertanggungjawabnya sama horornya. Kalau anda tidak ingin tabungan masa depan anda sirna, mutlak kelola dan simpan sendiri. Jangan percaya sedetikpun perusahaan asuransi peduli dengan nasib uang anda.

    • 28 Agustus 2020 - (17:02 WIB)
      Permalink

      ya benar pak, harus lebih teliti lagi tpai kasian orang awam seperti saya dulu, masih banyak orang awam yang belum ngerti apa, iya-iya saja tahu asuransi jiwa, uang saja tidak boleh diambil semua, kalau mo ambil harus tutup polis, apakah itu semua itu diinfokan ke kita pas awal pembukaan oleh FA, tidak ada info sama sekali…kita yang harus banyak bertanya atau mencari sendiri di internet.

  • 29 Agustus 2020 - (10:36 WIB)
    Permalink

    Jangan pernah percaya dengan asuransi yang ada di indonesia mereka hanya mengeruk keuntungan dari nasabah dengan jalan yang bathil.sudah banyak teman teman saya yang tertipu dengan asuransi axa Mandiri.. ini merupakan kejahatan ya bg yang terjadi diAxa Mandiri dari pada nyesel di kemudian hari lebih baik jangan pernah ikut asuransi. kasus jiwa saya merupakan pembelajaran untuk kita semua. Sekali uang kita masuk maka banyak alasan dari cs nya.

    • 29 Agustus 2020 - (14:32 WIB)
      Permalink

      benar pak, dengan pengalaman ini saya tidak tertarik lagi dengan axa mandiri

  • 24 September 2020 - (16:04 WIB)
    Permalink

    dari dua hari yg lalu baca keluhan axa manxxxx….semua..kasus/permasalahan hampir sama…semua, dibohongin sama FA…, saya baru tadi pagi menutup polis axa karena kenyataan tidak sesuai dgn yg disampaikan diawal…masih untung baru satu tahun setengah ketahuan…coba klo udah 5 tahun…mungkin lebih besar buntungnya…manis dimulut kenyataan lain……sudah terdebet 16 x500.000 di cek saldo 3,3 jt lalu croscek ke kantor axa baru tahu ternyata saya polisnya Asuransi jiwa unitlink ? (asli ga paham) setelah tanya panjang lebar dan melihat bakal ga gelas untungnya ditambah referensi dari keluhan axa di berbagai media…saya tutup polis tadi pagi ….dari 8 jt yg terdebet dipotong 4 jt biaya proteksi (Hangus) dan kena penalti karena tutup polis di tahun kedua sebesar 60% entah keterima nanti berapa…? kata CS Axa sekitar1,5 jt-an… ditunggu sampai 7 hari kerja…yg jelas sudah buntung 6,5 jt-an…yg awal di benak saya adalah asuransi pendidikan, saya akan dapat mencairkan full 100 % setelah 6 thn sebesar 36 jt + bonusnya…seperti yg disampaikan CS bank mandiri waktu awal menyetujui ikut polis…bukan jadi unitlink asuransi jiwa yg fluktuatif dan tidak dijamin karena urusannya dgn naik turun saham…(jelas ga paham urusan gitu-gituan)….mulai hari ini saya tidak akan percaya lagi sama yg namanya asuransi…apalagi asuransi yang satu ini….no…no…no

  • 22 Oktober 2020 - (20:45 WIB)
    Permalink

    Kasus pada bapak Firdaus bisa dimajukan ke Ranah hukum karna pemalsuan tanda tangan di atas materai. Dan itu sangat kuat hukumnya. Saya juga menyesal ikut AXA Mandiri. Apapun itu memang kita harus teliti, dan harus pintar berusaha mencari tau terlebih dulu invest apa yg kita inginkan.

 Apa Komentar Anda mengenai AXA Mandiri?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Keputusan Sepihak AXA Mandiri

oleh Umar Firdaus dibaca dalam: 3 min
22