Shopee Tidak Mengembalikan Uang e-Money Saya

Pada tanggal 31 Juli 2020 Pukul 20:35, saya mengisi e-money via aplikasi Shopee dengan pesanan nomor: 202007312135256309  senilai Rp100.000, tetapi ketika di-top up, tidak ada dana masuk. Saya sudah mencoba segala cara untuk top up via NFC, ke Indomaret, dan ATM Mandiri, tetapi tetap saja tidak ada dana yang masuk ke e-money saya. Sehingga saya mengajukan pengembalian dana pada tanggal 1 Agustus 2020.

Setelah saya mengajukan pengembalian dana, saya tunggu, tetapi tidak ada proses apapun dari Shopee sehingga saya chat ke admin Shopee dan mereka meminta email saya. Tanggal 15 Agustus 2020 mereka kirim email meminta saya melakukan top up lagi via ATM Mandiri dan meminta bukti foto “tidak ada pending top-up“. Lalu saya coba kembali untuk top up dan hasilnya tetap tidak ada pending top up, sehingga saya lampirkan bukti foto tidak ada pending top up.

Lalu mereka mengirimkan email yang sama kembali lagi kalau saya di suruh top up kembali karena pesanan telah berhasil. Begitu terus hingga 2 bulan dari permintaan proses pengembalian saya. Akhirnya mereka menyuruh saya ke Bank Mandiri untuk memeriksakan kartu e-money saya.

Suasana lagi pandemi begini disuruh pergi ke Mandiri untuk memeriksakan kartu e-money saya yang padahal saya tahu kartu e-money saya baik-baik saja. Namun karena itu merupakan syarat dari Shopee agar dapat mengembalikan uang saya, saya pun mendapat hasil dari Bank Mandiri bahwa kartu e-money saya baik-baik saja dan dapat riwayat transaksi bahwa tidak ada uang yang masuk senilai 100 ribu pada tanggal 31 Juli 2020 tsb.

Saya mengirimkan seluruh bukti dari Bank Mandiri tsb, tetapi tanggapan yang saya terima dari Shopee yang lagi-lagi mengatakan bahwa transaksi berhasil. Saya disuruh top up kembali dan menyertakan bukti foto. Saya pun kembali top up dan hasilnya tetap sama tidak ada pending dana masuk di e-money saya.

Hingga saat ini saya sudah menyertakan banyak bukti sesuai yang diminta Shopee, tetapi mereka tetap mengatakan bahwa transaksi berhasil dan tidak mau mengembalikan uang e-money saya.

Saya mohon jika ada yang mengetahui bagaimana caranya agar saya sebagai konsumen bisa diperjuangkan haknya lewat cara apapun akan saya ladeni. Mohon hubungi saya lewat media ini karena sudah 4 bulan dan tidak ada niat baik dari Shopee untuk mengembalikan uang saya padahal saya member platinum-nya Shopee. Saya sangat percaya tadinya pada Shopee.

Amalia Ramadhini
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:4    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

4 komentar untuk “Shopee Tidak Mengembalikan Uang e-Money Saya

  • 17 Oktober 2020 - (18:24 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah di Bukalapak. Dibilangnya sudah berhasil tapi tetep ga ada saldonya. Capek komplain akhirnya saya relakan saja. Kapok top up di Bukalapak.

  • 18 Oktober 2020 - (11:30 WIB)
    Permalink

    Di zaman now ini, semua korporasi mengiklankan “praktis,” “mudah,” “aman,” “dari rumah saja segala sesuatu bisa dilakukan,” & sederet lain jargon2 yang terkesan memberikan banyak nilai tambah buat calon konsumennya, apalagi ditambah lagi dengan bonus cashback ataupun diskon.

    Sudah saatnya calon konsumen nyadar, bahwa semua iklan & jargon & bonus tersebut hanya bagus di atas kertas, karena kalau terjadi hal2 yang tidak diinginkan (seperti yang sudah sering terjadi & banyak diangkat di medsos maupun MK ini), maka tidak akan ada lagi praktis, mudah, dari rumah saja, dll tersebut.

    Calon konsumen (pengguna) servis dari suatu korporasi/fintech/bank/marketplace/dll mesti benar2 mempertimbangkan (DEMI KENYAMANANNYA SENDIRI) bagaimana reputasi korporasi/fintech/bank/marketplace/dll tersebut, bagaimana reliabilitasnya, bagaimana rekam jejaknya ketika terjadi error. Jangan hanya sekedar tergiur jargon, iklan, promo, kata2 buzzer/influencer, dll.
    Karena kalau terjadi error (sesuatu yang tidak diinginkan) seperti nyangkut dll, akhirnya konsumen juga yang disusahkan. Contohnya seperti isi surat ini, duit 100 rb nyangkut berbulan-bulan, konsumen malah “diperintahkan” ke sana sini, top-up ulang, minta bukti dari pihak lain, toh akhirnya tetap zonk sampe “terpaksa” nulis surat ini.

    Semoga uangnya bisa segera didapat kembali.

  • 18 Oktober 2020 - (16:36 WIB)
    Permalink

    Shopee dan marketplace sejenisnya memang membingungkan saya. Itu marketplace atau fintech. Lalu ada paylater, pinjam, dll. Marketplace dan Fintech nya bergerak bersama. Ijin ya. Marketplace atau Fintech. Kalau fintech apakah ada dalam pengawasan OJK. Saya jadi gagal paham. Mungkin itulah kenapa sudah begitu banyak orang dirugikan waktu dan materi gara gara system yang nggak jelas, aturannya juga nggak jelas.

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Shopee Tidak Mengembalikan Uang e-Money Saya

oleh amelia dibaca dalam: 1 min
4