Akun Asetku di Akulaku Telah Diretas

Dear Asetku dan Akulaku. Saya Ihsan Budi Wibowo nomor KTP 327504130******, nomor telpon yang terdaftar di Asetku dan Akulaku 0812239081**.

Saya sangat kecewa dengan Akulaku dan Asetku, setelah saya membuka aplikasi Akulaku ada tagihan pinjaman Asetku yang cair tanggal 30 Oktober 2020 sebesar 900rb. Saya juga langsung kroscek rekening pribadi saya melalui Mandiri Mobile Banking 1370113424** tidak ada duit yang masuk sebesar 900rb pada tanggal 30 Oktober 2020.

Saya tidak akan membayar pinjaman saya, karena saya tidak meminjam seperpun. Tolong dong Akulaku dan Asetku, konfirmasi dahulu ke saya jika ada yang meretas akun saya. Dan saya meminta pertanggung jawaban kepada Akulaku dan aset ku. Saya ingin akun saya dibersihkan dari hutang apapun karena saya tidak pernah melakukan pinjaman sebesar 900rb, dan saya tidak mau BI checking saya jelek karena kasus ini.

Ihsan Budi Wibowo
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:7    Rata-Rata: 2.6/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Ihsan

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Akulaku dan Mediakonsumen.com...
Baca Selengkapnya

Loading...

11 komentar untuk “Akun Asetku di Akulaku Telah Diretas

  • 31 Oktober 2020 - (23:23 WIB)
    Permalink

    Emang bobrok nih aplikasi ..kok bs data bocor org lain bs minjem seenakny di akun org .. hati2

  • 1 November 2020 - (05:27 WIB)
    Permalink

    Ya, stlh saya tlp customer servis akulaku, nadanya bicara nya tidak menyenangkan. Dan emosional. Saya mnta pertanggung jawaban dari akulaku dan asetku. Karena akun saya sdh di retas dan saya mnta mohon di telusuri kemana cairnya pinjaman yg atas nama saya. Karena saya tidak mengajukan pinjaman dan di rekening bank mandiri saya jg tidak ada saldo masuk tanggal 30 Oktober 2020 jadi jika ada penagihan saya tdk akan bayar karena saya tidak pakai duit itu dan tidak mengajukan pinjaman

    • 1 November 2020 - (09:59 WIB)
      Permalink

      Harus ditanya SOP pencairan pinjaman di akulaku, Kalau pinjaman di bank dan transfer ke rekebing bank lain maka nama rekening dibank lain tersebut harus sama dengan nama orang yang mengajukan pinjaman, kalau nama rekening penerima dana tidak sama dengan nama yang mengajukan pinjaman maka dana tidak bisa ditransfer dan dana pinjaman tidak bisa dicairkan.

      • 1 November 2020 - (23:55 WIB)
        Permalink

        Betul saya setuju, saya bsk mau bikin ke kantor polisi untuk bikin surat karena penyalahgunaan data saya.

    • 2 November 2020 - (10:19 WIB)
      Permalink

      Menyimpan dan memelihara sesuatu yang Haram, cepat atau lambat akan sengsara.

      1. Dagingbabi Haram.

      Kalian dulu makan dagingbabi karena terpaksa, tidak ada makanan lain selain dagingbabi. Namun kemudian ketika anda anggap enak nikmat. Kalian sengaja membeli dagingbabi, menyimpannya dikulkas. Anda siapkan kalau kalau nanti ‘terpaksa’. dagingbabi sudah siap untuk anda makan.

      2. Selingkuh Haram.

      Ada orang yang dulunya selingkuh karena terpaksa. Terpaksa karena rasa solidaritas. Ikut ajakan teman, gak enak karena sudah di bayarin teman, gak enak takut di bilang gak kompak sesama teman. Namun ketika dia menemukan wanita selingkuhan yang cantik dan sempurna, dia simpan nomor hp nya. Dia biayai hidupnya seperti wanita simpanan. Walaupun temannya sudah tidak pernah lagi mengajaknya. Namun dia tetap siapkan wanita itu kalau kalau nanti ‘terpaksa’ dengan artian ‘terpaksa’ karena benar benar nafsu.

      3. Fintech Haram.

      Kalian dulu terpaksa meminjam di Fintech, demi kebutuhan mendesak, akan mati jika tidak segera terpenuhi. Kalian mendaftar membuat akun Fintech. Dana cepat cair terasa sangat simpel dan nikmat. Hutang (terpaksa) karena kebutuhan mendesak itu sudah lunas. Dan kondisi sudah kembali normal. Namun kalian tetap menyimpan akun Fintech itu. Kalian terus menerus berhutang secara rutin, apa apa bayar pakai Fintech, dikit dikit Fintech, bahkan ada yang berambisi naik limit. Sampai disituasi ini. Tidak ada lagi unsur ‘terpaksa’ seperti dulu, namun sudah menjadi gaya hidup. Gaya hidup Haram.

      4. Pada kasus media konsumen ini, terlalu sering makan dagingbabi membuat badan di gerogoti penyakit, kalian penyakitan berobat kesana kemari habis biaya banyak dan bangkrut. Wanita simpanan menguras habis harta benda dan meninggalkan anda, dan Aplikasi Fintech anda di Retas transaksi orang lain di bebankan ke anda. Namun kalian disini berkeluh kesah tanpa malu.

      5. Itu merupakan Azab bagi kalian yang bermain main dengan yang Haram.

      Kalian harus berpikir ulang. Ketika yang haram menunjukkan keharamannya apakah kalian memohon kepada Tuhan untuk mengembalikan yang haram itu. Anda ingin uang anda kembali.?Sementara itu memang sengaja Tuhan hadapkan ke kalian sebagai azab dari sesuatu yang Haram. Itu merupakan azab bagi pelaku Riba’ (Nasabah, DC, Fintech dan Pegawainya). Kalian sebagai pelaku Riba’, hal itu adalah Azab. Ketika terkena azab, gerakkan sepenuh jiwa raga mengakui kesalahan dan fokuslah bertobat. Karena niat tobat akan memberi jalan penyelesaian. Niat cepat cepat melunasi hutang dan tidak akan berhutang lagi. Lupakan dulu ambisi untuk kaya ambisi untuk bahagia, yang penting adalah ambisi menghapus dosa.

      6. Azab harus ditanggung sendiri, tidak ada yang bisa menolong. Bertobatlah dan kembali kejalan yang benar.

      Penyebar agama hanya bisa mengingatkan dan tidak bisa menolong. Azab yang Haram begitu sulit di obati. Harta yang terkuras habis siapa yang bisa membantu.? Dermawan, hartawan, keluarga besar yang kaya saja tidak mungkin bisa. Di bantu kali ini mungkin hanya beres kali ini, keesokan hari bisa saja yang Haram diulang kembali. Apakah Dermawan itu akan bolak balik membantu.? Sekali dimaklumi apakah berulang kali bisa dimaklumi. Pemegang akun Fintech yang berulang kali berhutang hingga naik limit. Apakah bisa dimaklumi.?Pemegang kartu kredit pun demikian. Memang tidak ada yang bisa membantu karena azab harus di tanggung sendiri.

      Penyebar agama hanya bisa memberi nasehat kepada yang belum terjerumus. Tulisan ini harus di resapi oleh kalian yang belum terjerat Riba’. Jika yang sudah terjerumus mendengar nasehat seperti ini memang akan semakin terasa menderita karena menganggap nasehat tidak bisa merubah keadaan. Memang benar. Kalian saat ini sedang sakit sedang sengsara, obati dulu sakit kalian, keluarlah dulu dari kesengsaraan itu, baru kemudian kalian amalkan nasehat penyebar agama. Itu tujuan dari tulisan tulisan ini.

      7. Itu merupakan peringatan bagi yang belum terjerumus.

      Kalian semua pembaca yang belum terjerumus, hal itu adalah peringatan agar kalian menjauhi segala yang Haram. Yang Haram itu dampaknya tidak main main, bukan untuk dicoba coba, bukan untuk iseng iseng. Tuhan memberi peringatan karena sayang terhadap kita semua.

      8. Teknologi serba cepat namun otak pemakainya tidak secepat teknologinya.

      Teknologi yang menjadikan manusia melakukan segala sesuatu dengan cepat dan instan, bertolak belakang dengan kebiasaan kita jika beribadah. Kita pergi ke masjid naik motor dengan berjalan kaki, lebih besar pahalanya jika berjalan kaki. Sholat jumat dimasjid pahalanya bukan dihitung dari sholatnya saja, namun mendengarkan ceramah itu juga bagian dari sah nya sholat. Yang dinilai adalah kesungguhan kita dalam segala hal. Serba instan menjadikan otak tidak sempat menelaah, baik atau buruk. Seperti sekarang, belanja serba instan lihat tergiur langsung klik bayar, setengah jam kemudian baru nyesel ternyata ada yang lebih murah dari yang di klik tadi, ada yang lebih bagus dari yang di klik tadi. Teknologi serba cepat dan instan menjadikan manusia tidak bisa meresapi lebih lama apa yang telah dilakukan mereka, apakah salah apakah benar, benar dan salah di ketahui dibelakang.

      9. Proses harus di lalui dan diresapi agar kita bisa bercerita bagaimana itu bisa terjadi.

      Jika ingin kaya, bekerja lebih giat, rajin menabung, berhemat membedakan kebutuhan dengan keinginan, dan rutin bersedekah. Jika prestasi ingin cemerlang, belajar yang giat dan tekun mengasah bakat dan ide. Jika ada orang yang berkata, “wah hebat, juara terus, apa rahasianya”, saya belajar lebih giat dan tekun. Berbeda dengan cara instan dalam prestasi, praktek plagiarisme dimana mana, yang lambat laun akan ketahuan dan mempermalukan dirinya sendiri.

      Jangan mudah tertipu daya setan. Setan semakin cerdas, membalut yang haram terkesan halal. Jadilah manusia yang lebih tangguh darinya.

  • 1 November 2020 - (10:20 WIB)
    Permalink

    Jangan mau bayar pak kasus nya kaya temen saya lapor polisi aja kalau ada yang nagih tandai orang nya gak perlu takut masuk checking bi karena bi juga bisa menilai selama bapak ada bukti

    • 1 November 2020 - (23:56 WIB)
      Permalink

      Siap, bsk saya akan bikin BAP ke kantor polisi, karena saya disini yg di rugikan

  • 1 November 2020 - (10:36 WIB)
    Permalink

    Halo pak ihsan. Sy juga pengguna apk akulaku sejak april 2020. Bapak sdh lama menggunakan apk ini pak? Sy ingin uninstal apk akulaku tp jd was was setelah ada kejadian seperti ini.😢

  • 2 November 2020 - (03:02 WIB)
    Permalink

    Aku juga bingung sih Aplikasi fintech dan marketplace bisa mengeluarkan program sejenis kartu kredit atau akun rekening virtual. Bukannya itu pihak bank reguler yang mengeluarkan? Akun aku bank reguler saja sering bermasalah apalagi yang begini.
    Kemudian untuk verifikasi menggunakan attachment foto ktp dan selfie ktp. Berani sekali. Tidak tahu kepada siapa mengirim data vital.

  • 5 November 2020 - (14:26 WIB)
    Permalink

    Kak .. sekarang gmn akun kakak? D bayar apa nggak kak? Soal nya saya juga sama limit saya habis gara gara d retas . Dan sekarang saya bingung harus gmn kak? … Pas buka akun tau tau ada tagihan , sedangkan saya gk ngambil .

 Apa Komentar Anda?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Akun Asetku di Akulaku Telah Diretas

oleh Ihsan dibaca dalam: 1 min
11