Ditagih “Annual Fee” Kartu Kredit Bank Mega Tahun 2014

Nama saya Siti Khodijah. Saya menerima email dari Bank Mega yang isinya menyatakan saya memiliki tagihan di Bank Mega yang saat ini sudah masuk ke daftar blacklist Bank Indonesia. Saya sangat terkejut karena saya sama sekali tidak punya hutang dengan bank mana pun. Lalu saya hubungi nomor telepon yang tertera di email tersebut. Ternyata saya ditagih annual fee tahun 2014. Padahal kartu kredit tersebut sudah saya ajukan penutupan sejak tahun 2014, lalu kartu langsung saya musnahkan.

Yang sangat mengecewakan, sudah 6 tahun berlalu, mengapa baru ditagih sekarang di tahun 2020? Dengan statement sudah blacklist Bank Indonesia! Lalu saya tanyakan nomor kartunya kepada petugas yang bernama Lia, dia jawab nomor kartu 4201920148968272 dengan tagihan sekitar Rp361.000,-.

Saya mengajukan penghapusan annual fee, tapi ditolak. Saya hanya diberikan keringanan pembayaran annual fee menjadi Rp261.000,-. Saya tetap diminta untuk melunasi tagihan annual fee tahun 2014 tersebut.

Saya meminta kebijaksanaan dari Bank Mega mengenai penghapusan annual fee karena saat pandemi, nominal ini sangat berharga. Di samping itu, saya tidak punya hutang di Bank Mega dan secara fisik kartu sudah saya musnahkan sejak tahun 2014.

Siti Khodijah
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Siti Khodijah

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Siti Khodijah di mediakonsumen.com (12/12), “Ditagih “Annual Fee” Kartu Kredit Bank Mega...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Saya tidak menerima opsi yang ditawarkan via email oleh Bank Mega. Saya sudah melakukan pengecekan di SLIK OJK dan sampai saat ini Bank Mega belum membersihkan nama saya dari daftar blacklist BI.

    Saya meminta Bank Mega menghapus dan membersihkan nama saya dari daftar blacklist BI. Saya tidak memiliki hutang 1 rupiah pun, jadi saya harap Bank Mega tidak mempersulit prosesnya dan membuat ini menjadi berbelit.

    Saya tunggu respon dan kerjasamanya, karena tindakan Bank Mega telah sangat merugikan saya, yang membuat nama saya menjadi tercemar.

    Salam,
    Siti Khodijah
    Data tercantum di redaksi dan Bank Mega pernah mengirim email ke saya serta mengetahui alamat rumah saya.