Mengejar Debt Collector Bank Mega

Selamat pagi menjelang siang Media Konsumen,

Kali ini saya terpaksa menulis di sini karena dari pihak Bank Mega maupun pihak ketiga alias debt collector-nya tidak ada itikad baik sama sekali.

Singkat cerita, saya di-email oleh orang bernama Andi Ginting +62821 2210 76** yang menagih pembayaran dua kartu kredit saya.

Email dari Andi Ginting

Saya balas dan minta dihubungi secepatnya karena saya mau melunasi dan menutup kartu. Selang seminggu, saya dihubungi oleh Vino G. (saya tidak tahu nama asli atau palsu) mengaku sebagai DEBT COLLECTOR BANK MEGA dengan nomor telepon +62877 7518 97** menawarkan diskon pelunasan kedua kartu.


Saya menyetujui karena memang saya berniat menutup 2 kartu kredit tersebut.

Setelah saya mengiyakan, sepanjang hari entah pagi siang sore malam, enggak peduli saya lagi buang air besar, mandi, makan, kerja, Vino meneror terus menerus minta langsung ditransfer. Bahkan sampai diancam tenggat waktu (khasnya debkol). Saya jadi jengkel karena pekerjaan saya menuntut konsentrasi tinggi, salah sedikit tangan orang bisa saya potong. Saya sudah kasih penjelasan, saya akan bayar setelah selesai kerja, jadi tolong jangan WA atau telepon saya melulu.

Malamnya tanggal 01 Desember 2020, saya bayar sesuai dengan nominal yang disebutkan Vino melalui bank transfer. Kemudian saya minta bukti surat lunas, dia janji akan email secepatnya.

Anehnya, tanggal 03 Desember 2020 saya di-WA oleh orang yang mengaku DEBT COLLECTOR BANK MEGA juga dengan nama BUDI +62821 1018 55**. Dia bilang kalo dia bawa surat tagihan yang belum lunas atas nama saya, saya bilang kalau sudah bayar tanggal 01 Desember berdasarkan program pelunasan dari Vino. Tapi Budi ngotot saya belum lunas karena memang saya belum pegang surat lunas, cuma ada bukti transfer.

Di sini jelas saya marah, saya bingung ini para DEBKOL nggak ada koordinasi atau bagaimana? Apa data nasabah nggak kalian update??


Saya kasih nomor Vino ke Budi, tetap aja si Budi ngeyel. Akhirnya daripada saya motong tangan orang, si Budi ini saya blok karena sangat mengganggu, dan saya nanya ke Vino. Vino jawab enggak jelas, bilang saya suruh sabar, tunggu surat lunas lagi diproses, karena katanya nasabah banyak enggak cuma saya doang.

Please, saya juga tahu nasabah gak cuma saya aja, tapi kan memang pekerjaan dia. Mau nasabah banyak atau sedikit ya tugas dia buat bikin surat lunas. Nasabah sudah bayar kewajibannya, sekarang minta hak kenapa enggak dikasih? Ketika menagih pembayaran membabi buta enggak kenal waktu, giliran sudah dibayar susah sekali ditanya surat lunas.

Dan setelah itu, Vino di WhatsApp atau telepon sama sekali nggak digubris. Catat ya, sama sekali nggak dihiraukan. Bahkan dia sempat blok WhatsApp saya kemudian di-unblock lagi. Maksudnya apa?

Kemudian saya coba email ke Andi Ginting karena dia yang pertama hubungi, tidak dibalas juga. pun saya coba WhatsApp ke nomornya juga tidak ada jawaban.

Akhirnya saya coba telepon ke Bank Mega. CS Bank Mega bilang kalau saya belum lunas, masih ada tunggakan. Saya tanya perihal diskon pelunasan yang saya dapat dari DEBT COLLECTOR Vino dan CS Bank Mega cuma bilang: “Nanti dibuatkan laporan”, “Tunggu kabar tim terkait”, “Mohon menunggu 5 hari kerja”, tanpa ada kejelasan. Saya harus menghubungi ke siapa kalau begitu?

Setiap hari saya tanya dan jawaban CS Bank Mega masih sama, sementara Vino sama sekali enggak menjawab ribuan chat dan telepon dari saya. Padahal saya sudah bayar sesuai nominal yang Vino bilang pada tanggal 01 Desember 2020, tapi hingga detik ini tanggal 16 Desember 2020 masih belum ada surat lunas saya.

Atika Pratiwi
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:135    Rata-Rata: 1.4/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Atika Pratiwi

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Atika Pratiwi di mediakonsumen.com (17/12), “Mengejar Debt Collector Bank Mega“, kami kesulitan...
Baca Selengkapnya

Loading...

28 komentar untuk “Mengejar Debt Collector Bank Mega

  • 17 Desember 2020 - (09:27 WIB)
    Permalink

    wkwkkwkw itu bank emang parah gan, saya aja begitu 2 bulan lalu, janji surat lunas diemail 7hr kerja sampai detik ini belum juga diemail, saya malah disuruh ke gedung mega jakarta selatan untuk minta surat lunas..kalau udah kita transfer aja dianggap gk penting..gilaran telat aja bisa 100x sehari telp.

    • 17 Desember 2020 - (10:02 WIB)
      Permalink

      Update : kemarin dari nomornya Vino akhirnya tlp sy tapi bukan Vino nya, ngakunya atasan Vino namanya Duma. Mrk bilang ada kekurangan bayar 113k.. dan dari kemarin saya dikejar-kejar dong disuruh lunasi..
      Lucu ya. nominal awal yg Vino sebutin, kenapa udah lewat 2 minggu baru bilang ada kesalahan? mana si Vino nya selama 2 minggu ngilang, udah jelas salah dia gak ngaku salah, malah nyuruh orang lain yg tlp sy. udah gitu sekarang ngejar-ngejar.. sumpah gak punya attitude ini mrk, entah apakah emang gak pernah sekolah atau gak ada training di pekerjaanya. LOL

      13
      1
      • 17 Desember 2020 - (11:50 WIB)
        Permalink

        jangan mau bayar gan sisanya, emang begitu cara mereka buat menguras nasabah..lapor OJK aja lampirkan bukti chat dan bukti bayarnya, nanti itu DC pasti kena tegur minimal SP3 lah…

      • 18 Desember 2020 - (00:17 WIB)
        Permalink

        Coba aja mba langsung datang ke kantornya di belakang rumah sakit mata aini setia budi…bilang aja mau ke bagian collection…saya sekitar bilan maret juga begitu langsung datang ke kantornya untuk melunasi tp Alhamdulillah karna dc nya kooperatif surat lunas dua hari langsung dikirim ke email…bawa aja bukti chatnya dan struk pembayarannya

      • 18 Desember 2020 - (00:27 WIB)
        Permalink

        Saya aja sudah 3 tahun ga ada surat lunas, katanya hrus bayar 110rb, persis sperti Ibu, makanya sya yakin ada tunggakan 110rb, mau urus ke Mega pasti sulit, karena divisi collection parah customer servicenya.

        Emang gila tuh Bank…๐Ÿ˜’

      • 18 Desember 2020 - (01:27 WIB)
        Permalink

        Kejar terus bu jgn kasih kendor!! Giliran mereka menagih ibu gk kenal waktu. Ibu hrs tetap bertahan utk tdk melakukan pmbyran lg aplg bukti2 chat ibu dgn kolektor tak brtgg jwb itu cukup kuat. Ibu sdh mengambil keputusan yg tepat utk tdk lg berurusan dgn si mega cc. Namanya doang bagus..”mega”.. tp kenyataannya..??๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž

        • 30 Maret 2021 - (04:10 WIB)
          Permalink

          Emang betul nama doang bagus ..kenyataan pretttt๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž

      • 18 Desember 2020 - (08:15 WIB)
        Permalink

        Rata2 bank punya pendor yg MOUnya tdk melibatkan nasabah.
        Yg ribet justru pihak vendor.
        Kalau nasabah ada masalah mereka selalu ngejar,kalau pihak bank yg ada masalah diam.
        Kasus sy di beberapa bank peti es sampai sekarang,K 300 di bank BRI sdh hampir 4 thn tdk kembali,tarnsfer anak di bank BTN ke bank BCA hilang sdh hampir 4 thn ga ada keterangan.
        Kalaupun jadi nasabah salah satu bank hanya sekedar memudahkan untuk transaksi di internet banking itu juga karena alhamdulillah aampai sekarang tdk ada masalah.
        Kalau sy berpendapat rata2 bank tdk profesional.

    • 17 Desember 2020 - (21:27 WIB)
      Permalink

      harusnya langsung ke banknya,jgn percaya sama pihak ketiga,sudah banyak makan korban,maklum dc itu cuma perantara,.under table staff ,jd waspadalah!

    • 30 Maret 2021 - (03:59 WIB)
      Permalink

      Itulah bank mega ….gimana mau percaya ya…sudah ikut aturan aja …masih dibuat susah

    • 17 Desember 2020 - (09:58 WIB)
      Permalink

      buang-buang waktu banget ngejar mereka.. padahal kan kita juga punya kegiatan lain

  • 17 Desember 2020 - (09:52 WIB)
    Permalink

    Seharusnya jika mau lunasi tunggakan langsung ke rekening bank penerbit atau datang langsung ke Bank, bayar dan minta surat lunas.

    Ada kemungkinan si DC itu mau diembat uangnya atau dia tidak lapor / setor ke Bank sehingga di bank bank masih belum lunas.

    • 17 Desember 2020 - (09:58 WIB)
      Permalink

      Sebelumnya sy udah tlp ke bank Mega, bilang kalau mau tutup cc. cuma CS bank mega bilang kalo data sy udah ditangani pihak ketiga alias Debkol jadi kalau mau lunas harus melalui mereka.. gak bisa ke bank Mega nya.

    • 16 Januari 2021 - (01:48 WIB)
      Permalink

      Bisa kok langsung transfer seperti biasa kita bayar cc-nya atau biasanya dikasih virtual account atas nama kita sendiri.
      Itu kayaknya emang kesalahan ngitung dari DC-nya deh jadi yaudah biarinin aja gak usah dibayar sisanya. Dan jangan lupa di-screenshot WhatApp-nya dari si Vino, mbak.

  • 17 Desember 2020 - (14:34 WIB)
    Permalink

    Laporan polisi sekarang juga BPK/ibu terhadap DC, saya sdh pernah laporkan polisi 2 x , hasil 3 dop kolektor masuk jeruji besi. Berserta colletion kena pasal perbuatannya tidak menyenangkan.

  • 17 Desember 2020 - (16:37 WIB)
    Permalink

    Untung…. Saya nggak jadi buat kartu kredit!!! Memang kalau pegang kartu kredit harus kuat nahan godaan. Banyak promo khusus lagi buat pemegang kartu kredit. Dan buat DC, emang udah pekerjaannya main ancam dan teror! Dan parahnya, ada beberapa oknum DC yg suka menggelapkan dana pelunasan dari Nasabah yg menunggak.

  • 17 Desember 2020 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Pakai pengacara aja Bu. Kash semua bukti bayar dan screenshot pembicaraan ibu Ama DC yg ngaku dari Bank Mega itu. Biar pengacara yg urus masalah ibu

  • 17 Desember 2020 - (19:10 WIB)
    Permalink

    Bang Mega bank paling kejam lebih dari penjajah Belanda buat kalian yang ada rencana keredit saya saranin Jagan bank Mega cari bank lain aja buat yang udah terlanjur harap sabar dan Jagan pernah gambil lagi di bank Mega cari bank lain yang lebih menghargai konsumen

  • 17 Desember 2020 - (20:43 WIB)
    Permalink

    Dari jaman dulu sampai sekarang semua orang juga tau kalo bayar Utang jangan ke Debt collec, langsung ke Kantor nya aj karena resiko, debt collec bisa kabur juga bawa uang karena mereka dibayar kalo ada pelunasan.

    • 17 Desember 2020 - (20:44 WIB)
      Permalink

      Maksud sya datangi kantornya langsung jangan transfer.karena urusan gini kalo transfer transfer pasti Ribet karena sudah pihak 3

      • 17 Desember 2020 - (21:29 WIB)
        Permalink

        Perhatikan bos. bukti struk bayarnya. DIa transfer langsung ke Bank Meganya. Bukan ke rekening pribadi DC. Ini sdh benar. Pasti akan masuk saat itu jg dan menerima notifikasi.. Hanya saja salahnya SI DC salah memberikan jumlah yang harus di bayar. Dia hitung-hitung sendiri semaunya cari keuntungan dgn membesar besarkan bunga tagihan. Disini ada kerjasama berapa untuk bank mega dan berapa untuk DC.. Makanya perlu perundingan lagi dan butuh waktu untuk menyatakan utang sudah selesai

  • 17 Desember 2020 - (21:32 WIB)
    Permalink

    Iya kejadian kaka belum separah saya,, saya nunggak cc BNI master card 6bln karna keadaan ekonomi lagi sulit pas covid corona… Tapi apah tampa pemberitahuan dari pihak BNI, pas saya gajian lewat bank BNI gajian saya di kuras semua alias hilang saya bingung pas saya call cs BNI mereka mengatakan kalo saldo saya alias gajian saya yg baru di trf itu di potong lgsung oleh pihak cc BNI master card. Kelewatan banget tidak punya perikemanusiaan padahal pemerintah sudah acc relaksasi atw program lain di masa covid bahkan dr bulan Mei smpai sekarang surat keterangan lunas nya ajh belum ada kata nya mau dikirim via email tpi kagak ada.

  • 17 Desember 2020 - (22:13 WIB)
    Permalink

    Hal tersebut termasuk tindakan yang merugikan pihak nasabah apalagi Debt Collector tidak mau tahu bagaimana kondisi nasabah. Yang dipikirkan bagaimana supaya nasabah tersebut Bayar.

    Untuk saat ini saya sarankan pada penulis segera lakukan pelaporan ke pihak Bank Mega Cabang/Pusat dan OJK terdekat supaya ditindak lebih lanjut.

    Terima kasih pada para nasabah termasuk penulis sudah sharing tentang Pengalaman buruk yang dialami. Ini akan menjadi pembelajaran bagi pembaca supaya lebih berhati hati dalam membuat keputusan soal Kartu Kredit.

    Terima kasih semoga dengan tulisan saya ini dapat membantu penulis dan pembaca lainnya paham akan kondisi Pandemi sampai saat ini yang disandingkan dengan berbagai macam bentuk kesulitan khususnya “Ekonomi”.

  • 18 Desember 2020 - (21:54 WIB)
    Permalink

    sy pernah di sms debt collector nagih hutang yg g jelas. Pdhal sy tdk pernah punya hutang kartu bank mega. kartu sy tiba2 diblokir sepihak krn sy tdk mengupdate data. stlh diblokir sy dikenakan iuran thnan. sy mau tutup via telp dipersulit, akhirnya sy tetap g mau byr iurannya. Stlh itu dikenakan bunga berbunga, ga sy gubris. Eh di teror debt collector. Lgs sy ke kantornya yg di kuningan. Sy marah knp g punya hutang diteror, coba tunjukkan hutang sy. stlh dicari2 mrk bilang hutangnya iuran tahunan blm dibyr. Sy balik tanya mrk, bila kartu anda diblokir sepihak o/bank mega terus ditagihkan iuran, apa anda mau bayar? Pantas ga tagih iuran tp kartu diblokir? Diam..akhirnya mrk menghapus iurannya dan kartuku lgs kututup, minta surat penutupan ke CS. Bank ini emang parah banget, di Instagramnya yg komplain segudang. saran sy kl memang ada masalah, jgn deal dgn debt collector, buang waktu, energy, mungkin uang jg. Mending langsung ke kantornya spy jelas dan selesai. Hadapin debt collector diputar2 sampe naik pitam. kadang 1 debt collector bs berperan jd 3 orang.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 28 komentar sampai saat ini..

Mengejar Debt Collector Bank Mega

oleh atika pratiwi dibaca dalam: 2 menit
28