Penarikan Kendaraan oleh Pihak BAF (Bussan Auto Finance) Tidak Ada Koordinasi dengan Pihak Ketiga

Saya memiliki 2 cicilan motor di BAF, yaitu: Yamaha R15 dan Yamaha Aerox. Per bulan Mei 2020, R15: Sisa 2x cicilan lunas (Nomor Kontrak: 110010197312), Aerox: Baru berjalan 9x cicilan (Nomor Kontrak: 110010215494).

Pada tanggal 28 Mei 2020 saya kedatangan orang dari BAF yang menawarkan restrukturisasi cicilan. Maka saya pun berniat melakukan restrukturisasi cicilan pada motor Yamaha R15 saya, dikarenakan kondisi covid yang baru muncul mengakibatkan pemotongan gaji dan sulit untuk membayar cicilan. Terlampir buktinya:

Kwitansi cicilan R15. Adendum hilang. Restruturisasi berjalan lancar pada motor r15 saya.
Kwitansi cicilan R15. Adendum hilang. Restrukturisasi berjalan lancar pada motor R15 saya.

Karena saya masih merasa berat akan cicilan dan saya rencana ingin melakukan restrukturisasi juga pada motor Yamaha Aerox saya, berdasarkan info orang BAF yang sempat datang ke rumah saya tanggal 28 Mei 2020, masih bisa dilakukan restrukturisasi cicilan Yamaha R15nya. Maka tanggal 27 Juni Saya kembali ke BAF Mampang dan melakukan restrukturisasi untuk Yamaha R15nya.

Pada saat di lokasi BAF, saya dimintai STNK yang ingin direstrukturisasi cicilannya. Saya berikanlah STNK Yamaha AEROX saya. Saya diminta tunggu karena akan dibuatkan adendumnya. Ketika adendumnya sudah dibuatkan, saya dipanggil dan diminta untuk membayar sebesar Rp800 ribu karena sudah 2 bulan programnya berjalan. Saya berikan dan saya menerima kwitansi pembayaran dan adendum. Terlampir buktinya:

Adendum untuk cicilan Aerox
Adendum untuk cicilan Yamaha Aerox
Kwitansi cicilan Aerox
Kwitansi cicilan Yamaha Aerox

Saya tidak mengecek nomor kontrak lagi, karena saya juga tidak hafal nomor kontrak, dan si petugas juga bilang untuk motor Aerox (sesuai STNK). Maka saya pulang.

Pada bulan Agustus 2020 saya didatangi debt collector dan diminta untuk membayar angsuran AEROX dari bulan Mei dan diminta lunasi semuanya beserta dengan bunga keterlambatan. Saya bingung dan saya bilang sudah melakukan restrukturisasi kenapa masih dibilang telat bayar?

Setelah saya cek lebih detail, ternyata adendum yang dibuatkan di bulan juni adalah nomor kontrak untuk R15. Saya kaget dan komplain kepada CS BAF. 1 bulan sampai pertengahan September 2020 BAF menanggulangi masalah ini dengan tidak profesional, tetap meminta saya sebagai pelanggan untuk melunasi tagihan yang sudah berjalan 4 bulan menunggak dan denda yang sudah memuncak.

Alhasil karena geram dengan BAF dan merasa dicurangi, di akhir bulan September 2020 saya meminta BAF untuk mengambil motornya. Pada pertengahan bulan Oktober, ada pihak KETIGA bernama VICTORIA TARGET yang datang ke rumah saya untuk mengambil motor saya. Saya lupa jelasnya tanggal berapa, yang pasti malam sekitar pukul 19.00-20.00. Saya diberikan kertas tanda terima motor oleh pihak ketiga dan saya juga sempat foto dengan debt collector-nya. Saya berikan motor, kunci dan STNK secara baik-baik dan tidak melakukan perlawanan.

Pada bulan November 2020, kembali orang BAF kali ini yang datang ke rumah saya untuk menagih cicilan/menarik motor saya. Saya sudah info ke orang tersebut bahwa motor sudah dibawa oleh pihak ketiga dan saya berikan surat buktinya. Beliau sempat memfoto surat tsb dan dimasukkan ke grup WA (sepenglihatan saya).

Namun sampai hari ini saya masih ditagih untuk membayar cicilan AEROX saya atau juga pihak BAF meminta motor dikembalikan. Saat ini saya tidak dapat menemukan kertas bukti penyerahan motor kepada pihak ketiga (Victoria Target) karena sudah hilang suratnya. Dan saya juga tidak bisa memberikan foto debt collector tersebut karena HP yang saya gunakan untuk foto bersama debt collector itu hilang di bulan Desember (data dan foto saya pun ikut hilang).

Yang terhormat pihak BAF, kalian adalah perusahaan leasing besar di Jakarta, apakah susah melakukan koordinasi dengan Pihak Ketiga kalian? Kenapa kami pihak konsumen yang masih dikejar-kejar oleh Anda? Saya sudah sempat bilang ke BAF, silakan cek ke Victoria Target, tapi mereka menolak dan tetap ingin menagih cicilan dan menarik motor saya. Bahkan pihak BAF menelepon ke nomor telepon kawan saya yang juga sudah merasa risih ditelepon.

Hey, sudah cukup saya di buat kecewa oleh kru BAF mu yang salah memasukkan nomor kontrak, sekarang Anda menekan saya untuk membayar cicilan/mengembalikan motor yang sudah saya serahkan ke Pihak Ketiga?

Mohon menghubungi saya via whatsapp message 0821138648** atau email: henryysutanto@gmail.com, karena HP saya sedang rusak, tidak dapat menerima panggilan masuk.

Terima kasih kepada Media Konsumen atas wadah yang diberikan kepada konsumen.

Henry Sutanto
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bussan Auto Finance (BAF):
[Total:10    Rata-Rata: 1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

18 komentar untuk “Penarikan Kendaraan oleh Pihak BAF (Bussan Auto Finance) Tidak Ada Koordinasi dengan Pihak Ketiga

  • 2 Februari 2021 - (17:20 WIB)
    Permalink

    Ya ampun lugu dan polosnya anda
    Main kasih motor ke pihak ketiga
    Di hipnotis ato gimana bang?

    • 2 Februari 2021 - (18:30 WIB)
      Permalink

      Posisinya saya tidak mengerti akan hal itu, karena saya tidak pernah cacat kredit atau mengembalikan unit. Sebelumnya kan saya sudah blg, saya minta pihak BAF untuk ke rmh saya ambil unitnya, kebetulan deptcollector datang saya mikirnya utusan dari BAF. Makanya saya berani kasih. Lagi juga kalo memang saya tahan unit dirumah, pihak deptcollectornya tidak mau pergi.

      • 15 Februari 2021 - (16:23 WIB)
        Permalink

        Kmren sama skg saya didatangi depkoletor pdhal baru telat 2 bulan dah mau narik motorku ….aq juga gak mau …enak aja asal narik ,,,aq gerang jenuh dengan baff …dipkoletor gak sopan .alah minta uang angsuran tp gak tak beri wong kenyataanya gak ada uang blas ,motor hbs dibuat kecelakaan temenku aq juga hbs dandan banyak kok seenaknya mau narik motor ….klo narik motor uang storane dikembikan aj biar pada2 enak biar tidak merugikan konsumen ,, kecewa 100% buat BAF

  • 2 Februari 2021 - (18:12 WIB)
    Permalink

    Seharusnya pengembalian unit diberikan/antar langsung ke pihak baf jgn melalui pihak lain. Yg ditakutkan menjadi masalah kemudian hari karna sering kurangnya kordinasi antara pihak atau ada oknum yg nakal. Mudah2an masalahnya cepat terselesaikan.

    • 2 Februari 2021 - (18:31 WIB)
      Permalink

      Dari pihak deptcollector sendiri bisa membuat gaduh tetangga, jadi saya menghindari hal itu terjadi. Dan juga saya sudah minta pihak BAF untuk ambil kembali unitnya. Saya pikir mereka rekanan BAF.

  • 2 Februari 2021 - (19:01 WIB)
    Permalink

    Ada yang fatal yg bisa merugikan anda Bang,, Dalam klausul hukum yang berhak menyita jaminan adalah pengadilan TETAPI ADA PENGECUALIAN BAGI pihak kreditur yaitu leasing bisa menarik atau mengambil jaminan atau benda yg di jadikan objek kredit..apabila pihak DEBITUR sudah dengan sadar dan tanpa paksaan menyerahkan sendiri dan mengakui secara tertulis bahwa sudah tidak memiliki kesanggupan untuk melanjutkan proses kredit,, kalo pihak ketiga itu tidak ada korelasinya Bang,, saya yakin itu motor di BUANG KE LAIN TANGAN,, yg sangat di sayangkan bukti2 anda hilang…,, Tetapi masih bisa Bang jika ada saksi…dan tadi sempat di katakan pihak BAF pernah memfoto bukti serah terima,, jika Abang masih hapal orangnya, dan tau serta adanya saksi di sekitar tempat Abang…bisa di proses hukum itu,, Delik aduan penggelapan…!!

    • 2 Februari 2021 - (21:15 WIB)
      Permalink

      Mohon maaf, posisinya debtcollector itu mengganggu suasana malam di sekitar rumah saya, dan saya juga tidak mau terjadi kegaduhan (Menahan motor tersebut sampai pihak BAF datang ke rumah). Lagipula saya tidak berpikir panjang kesana, karena saya juga sudah meminta Pihak BAF untuk datang mengambil motor tersebut. Saya tidak tau betul bagaimana proses pengembalian motor tersebut yang seharusnya terjadi sebagai orang awam. Yang saya tahu, beliau membawa surat berita penarikan resmi dari BAF dan juga bisa membuat surat keterangan penarikan resmi dari Pihak Ketiga. Demikian dan Terima kasih.

      • 3 Februari 2021 - (18:19 WIB)
        Permalink

        Salam Bang Henry sedikit solusi dari saya semoga bermanfaat,,

        Yang pertama jika Abang masih di tagih kerumah oleh orang BAF,, Abang jangan bayar…Abang datangi kantor BAF ,, saja…dimana Abang kredit,
        Kemudian…Abang pertanyakan dl status kendaraan Abang, kemudian Abang ceritakan kronologis…ada satu kuncian yg Abang masih ingat…saya cermati di tulisan Abang pada November 2020 Abang masih pegang bukti penyerahan unit yaaa, sebab Abang bilang masih sempat di tunjukan ke orang BAF, dan di foto…,, Abang masih ingat nama, atau orangnya…jika masih bisa di konfirmasi dl,,
        Berikutnya saat penyerahan Abang ada saksi gak .., jika ada Abang bisa Lapor ke polisi…dg aduan dan kronologis yg Abang alami dan disertai saksi yg melihat, mendengar…termasuk Abang sendiri,
        Kemudian sambil Abang ingat2 apakah surat tsb hilang, jika ada dokumentasi di HP bisa di cari, KL terhapus masih bisa di pulihkan Bang, KL kesulitan bisa japri saya…saya kasih tau,,
        Yang penting Abang punya kekuatan HUKUM dulu…sebagai pegangan Abang…dan membuktikan bahwa Unit tsb memang benar sudah di serahkan dg di sertai saksi yg saat itu ada di tempat . Sebab jika di biarkan Impack kedepan Buruk bang.
        Nama Abang di OJK jelas jelek,
        Kemudian jika ada oknum nakal bisa saja manipulatif riwayat kredit Abang.
        Jika tanpa penyelesaian yg cepat bisa jadi Bom waktu, kredit berjalan tanpa Abang sadari…bunga makin besar..dan denda berlipat tiba2 datang kerumah , external…yg gak tahu adab.
        Ketika Abang punya kekuatan hukum, dan bukti yg konkrit…saya yakin semua clear.

        Salam

  • 2 Februari 2021 - (19:50 WIB)
    Permalink

    @Henry

    Anda sendiri yang salah, bukan pihak BAF.

    Coba anda ingat ingat lagi,

    1. Pertama ajukan Restrukturisasi, anda hanya mengajukan Restrukturisasi pada ‘Nomor Kontrak’ untuk Motor R15.

    Adendum Restrukturisasi sudah terbit, namun anda tidak puas dan mengajukan Restrukturisasi lagi.

    2. Anda kembali ke kantor BAF dan berniat mengajukan Restrukturisasi pada motor R15 lagi.

    Ingat, anda sendiri berkata demikian, bahwa niat anda hanya mengajukan Restrukturisasi untuk Motor R15 saja.

    Ketika pihak BAF meminta STNK, sebenarnya pihak BAF hanya mencocokkan Nama dan Alamat anda saja. Pihak BAF, mencocokan Nama dan Alamat yang ada di STNK Anda itu apakah sama dengan data yang ada pada Nomor Kontrak Motor R15. Ternyata sama. Dan Adendum untuk Motor R15 pun terbit lagi.

    Mungkin anda Salah Paham. Mentang mentang yang anda kasih adalah STNK Motor Aerox, menjadikan anda yakin bahwa motor yang akan di Adendumkan adalah motor Aerox. Tidak.

    Adendum membutuhkan Nomor Kontrak, sedangkan anda sama sekali tidak memberikan Nomor Kontrak untuk Motor Aerox.

    Jika anda mau mengurus Restrukturisasi, Nomor Kontrak adalah ID anda. Bukan STNK.

    Pengajuan Restrukturisasi wajib memberikan Nomor Kontrak.

    • 2 Februari 2021 - (21:13 WIB)
      Permalink

      Sebelum komen harap baca dengan baik, saya sudah sempat tanya dengan orang baf yang datang ke rmh saya, beliau mengatakan bisa 2 motor di restrukturisasi. Jika anda dalam posisi sulit apakah anda tidak akan melakukan hal yang sama seperti saya? Saya melakukan han itu juga semata-mata untuk menunaikan kewajiban dan itikad baik saya untuk mencicil motor saya. Lagipula, hal tersebut sudah diberi penjelasan oleh BAF dan memang BAF juga sudah setuju untuk menerima kembali motor aerox tsbt. Disini yang menjadi perkara bukanlah hal Restrukturisasi tersebut, melainkan saya menyayangkan tindakan BAF yang tidak ada koordinasi dengan Pihak Ketiga yang sudah menarik motor saya. Terima Kasih.

      • 2 Februari 2021 - (21:31 WIB)
        Permalink

        Buat pelajaran ke depan Bang,, jika proses kredit…baik di leasing atau perbankan yg lain…Pegangannya hanya satu…yang berhak menarik/menyita atau apapun sebutannya…dg artian yg demikian…hanya pengadilan,!!!
        Saran saya…,, Abang bikin LAPDU ( laporan pengaduan ke kepolisian) karena ini sudah penggelapan masuknya Bang,, MOTOR gak jelas dimana keberadaanya, proses kredit berjalan, KL di biarkan berlarut larut nanti ber imbas Buruk ke Abang,, …!!! Saran aja…dari saya demikian..!!

        • 3 Februari 2021 - (11:18 WIB)
          Permalink

          bener yg bang @davin bilang, minimal buat laporan polisi dulu, biar ga berimbas buruk kedepannya

          • 3 Februari 2021 - (17:49 WIB)
            Permalink

            Boleh di bantu, kira-kira laporan nya seperti apa dan apakah bisa? karena saya tidak punya bukti apa2, buktinya hilang

  • 3 Februari 2021 - (16:09 WIB)
    Permalink

    Kesalahan yang sangat fatal, menyerahkan motor kepada orang yang tidak jelas. Seharusnya jika mau serahkan motor kepada tukang tarik, minta surat perintah penarikan, foto atau videokan orangnya sehingga punya bukti jika terjadi tuntutan dari leasing.

    • 3 Februari 2021 - (17:50 WIB)
      Permalink

      Sudah sempat saya foto dan surat jga sudah saya terima, cuman semua itu hilang, itu masalahnya

  • 5 Februari 2021 - (20:07 WIB)
    Permalink

    Tugas bapak sekarang adalah mencari bukti, peras otak bapak sampai tetes embun terakhir.
    Ingat2 lagi hal hal apa yang bisa d gunakan untuk dijadikan bukti.

    Bingung juga kalau tidak ada bukti, lapor polisi pun paling bikin berita acara aja.

 Apa Komentar Anda mengenai Bussan Auto Finance (BAF)?

Ada 18 komentar sampai saat ini..

Penarikan Kendaraan oleh Pihak BAF (Bussan Auto Finance) Tidak Ada Koo…

oleh Henry dibaca dalam: 3 min
18