Keluhan Surat Pembaca Baru 2 Minggu Ganti Baterai di Service Center Resmi, Muncul Pink Line Permanen di Layar Samsung S23 Saya 17 Juni 2026 Bangkit 2 Komentar aftersales, aftersales service, Barang Elektronik, Biaya perbaikan, Cacat produksi, Customer complaint handling, Customer Service, Estimasi Biaya, Galaxy S23, Goodwill Warranty, hardware defect, jaminan kualitas produk, kerusakan LCD, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Kondisi produk tidak sesuai harapan, Kualitas produk, Layanan Purna Jual, layanan purnajual, layar bergaris, Masa Garansi, penggantian baterai, perbaikan barang elektronik, pink line, Ponsel pintar, Samsung, Samsung Galaxy S23, Samsung Indonesia, Samsung Service Center, Smartphone, spare part, Suku cadang, Update Software, Warranty Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Yth. Manajemen/CEO Office Samsung Indonesia, Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan keluhan sekaligus permohonan solusi dari pihak Samsung Electronics Indonesia, terkait kendala yang terjadi pada perangkat Samsung Galaxy S23 milik saya. Sebagai pengguna setia (loyal user) lini flagship Samsung S-Series selama lebih dari 13 tahun (sejak generasi S3 Mini, S7, S10, hingga S23), saya selalu memercayakan perawatan perangkat ke pusat servis resmi demi keamanan optimal. Perangkat Galaxy S23 saya selalu dalam kondisi prima dan tidak pernah mengalami kelalaian penggunaan (human error) seperti terjatuh atau terkena air. Namun, kendala muncul setelah saya melakukan penggantian baterai resmi di Samsung Service Center (SSC) Bandung Electronic Center (BEC) pada tanggal 2 Mei 2026 (nomor nota: 4434572810). Hanya berselang dua minggu pasca perbaikan tersebut, tepatnya pada tanggal 16 Mei 2026, layar perangkat tiba-tiba memunculkan garis merah muda (pink line) vertikal secara permanen. Saya telah melayangkan email keluhan ke CEO Office Samsung pada 27 Mei 2026 dan diminta membawa unit ke SSC terdekat. Pada 30 Mei 2026, saya kembali mendatangi SSC BEC. Berdasarkan hasil pengecekan teknisi, kendala terdapat pada LCD dan diwajibkan melakukan penggantian LCD dengan estimasi biaya sekitar Rp3 juta. Pihak SSC mengonfirmasi tidak ada kebijakan khusus atau keringanan biaya karena masa pemakaian unit sudah lebih dari 3 tahun. Sebagai konsumen, saya merasa keberatan dan kecewa, karena kendala layar ini muncul dalam jendela waktu yang sangat singkat setelah proses pembongkaran/perbaikan resmi oleh teknisi Samsung. Selain itu, kebijakan ini dirasa kurang selaras dengan komitmen Samsung yang menjanjikan dukungan pembaruan OS hingga 4 tahun untuk seri S23, jika perangkat justru mengalami kerusakan hardware fatal sebelum masa tersebut habis tanpa adanya kelalaian pengguna. Melalui surat pembaca ini, saya sangat berharap pihak Manajemen/CEO Office Samsung Indonesia dapat memberikan atensi khusus dan solusi yang bijaksana atas kasus ini. Semoga Samsung dapat menjaga kepercayaan konsumen loyal yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. Hormat saya, Bangkit Sanjaya Bandung, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
madman17 Juni 2026 - (21:39 WIB)Permalink Mengganti baterai tidak serta-merta menyentuh komponen layar (kecuali kasus khusus seperti model flip dengan layar depan belakang). Layar mungkin saja terdampak karena kelalaian teknisi, tapi tidak perlu menunggu 2 Minggu kecuali ponsel baru dinyalakan 12-13 hari setelah servis. Kasus layar bergaris pada ponsel Samsul umumnya dampak dari update software. Jika anda tidak merasa melakukan update, ada kemungkinan teknisi yang melakukannya tanpa sepengetahuan anda (poin penting ponsel harus full lock saat dibawa servis dan ditinggal), atau layar OLED ponsel Samsul memang cuma kualitas 3 tahun saja. Login untuk Membalas
Wisnu18 Juni 2026 - (13:35 WIB)Permalink Samsung tidak mengupgrade kualitas layar OLEDnya kah? kenapa terus-terusan ada korban layar kena light saber! Login untuk Membalas