Kurir Ninja Express Purwokerto Tidak Profesional

Selamat siang media konsumen, selamat siang para pembaca yang Budiman.

Kronologis kejadian hari ini saya ada paket dari Lazada senilai 35.000, dengan no resi NLIDAP. 1124268138. Dengan metode pembayaran COD. Yang saya keberatan adalah attitude dan etika kurir tsb. Saya hari itu tidak pegang cash dan saya bilang saya transfer saja, kebetulan saya sudah punya rekening pimpinan Ninja Purwokerto atas nama Bapak Aji.

Saya jelaskan dengan detail tetapi kurir tsb dengan gaya songongnya ambil kembali paket tsb dan bilang dengan nada keras GAK BISA. Ini di depan rumah saya, sangat memalukan dan sangat tidak punya etika.

Saya minta kepada Ninja Indonesia dan teamnya untuk segera melakukan pembenahan kepada team yang demikian, karena sangat tidak etis dan kaku dalam bekerja.

Winda Arum 
Purwokerto, Jawa tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:36    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

103 komentar untuk “Kurir Ninja Express Purwokerto Tidak Profesional

  • 12 Maret 2021 - (19:21 WIB)
    Permalink

    Kurir sudah sangat profesional, lebih profesional dr yg nulis surat ini. Namanya COD, ya bayar ditempat. Dan itu sudah tugas kurir sesuai sop. Kl menyalahi nanti bisa2 dipecat, anda mau tanggung jawab?

    18
    • 12 Maret 2021 - (19:29 WIB)
      Permalink

      Sangat di sayangkan anda tidak paham antara uang tunai dan cash secara elektronik, …!! Saya sudah jelaskan saya tidak pegang cash…paham, dan di kurir yg lain secara rutin jika saya tidak di tempat, maka detik itu juga saya akan langsung bayar melalui m banking, statuse sama2 bayar …tafsiran COD bukan kaku barang di tukar uang,, sedangkan saya rutin transaksi dg cod dan menggunakan jasa pengiriman baik ninja dan JNE…fine2 saja.
      Menurut saya sebelum anda memberi pendapat…sedikit belajar dan pahami dulu kronologis dari apa yg anda baca, anda dengar dan anda lihat. Jadi perlu di tekankan lagi…bukan transfer besok, atau lain hari…yaa detik itu juga langsung transfer ….

      1
      111
      • 13 Maret 2021 - (09:53 WIB)
        Permalink

        Ni orang goblok atau ga ya
        Kalo loe mau pembayaran sistem transfer kenapa ga milih aja bayar transfer saat pembelian barang?
        Ngapain loe pilih metode cod kalo ujung ujungnya transfer bikin repot aja
        Kurir mah ga salah dia liat sistem cod ya bayar harus lewat kurir
        Tau ga arti cod apa?Cash on delivery artinya pembayaran cash saat pengiriman bukan transfer on delivery
        Kalo loe lewat transfer ya mana bisa
        Disini kurir udah bener menolak alasan anda

        Lain kali belajar lagi soal belanja online
        Dan jujur ama kurir bilang aja ga punya duit buat bayar

        16
      • 14 Maret 2021 - (12:26 WIB)
        Permalink

        Tolong jika ingin membeli online pahami dulu sistem pembayarannya wahai costumer yg baik hati dan tidak sombong 🤣🤣

      • 14 Maret 2021 - (12:27 WIB)
        Permalink

        Sharelok bosss mari baku hantam !! Loe kira kurir cuma ngurusin paket loe doang apaa ?!
        Kaga tau arti cod loe belajar dulu sonooo njay

      • 14 Maret 2021 - (14:47 WIB)
        Permalink

        1. Kurir tidak salah dia menolak pembayaran transfer Pak Davin ke rekening pimpinan Ninja Xpress arau rekening Ninja Xpress, karena SOP kurir untuk COD wajib terima pembayaran cash atau tunai untuk bukti laporannya.
        2. Pak Davin tidak salah melakukan pembayaran transfer ke rekening Pimpinan Ninja Xpress atau rekening perusahaan Ninja Xpress saat barang diterima, dengan catatan jika aturan tsb dibenarkan oleh sistem COD yg dimaksud.

        Sebenarnya jika Pak Davin tidak ada uang cash saat barang datang, solusinya adalah bisa bilang ke kurir untuk tunggu dulu dan Pak Davin bisa tarik tunai di ATM terdekat untuk selanjutnya uang tunai tsb diserahkan ke kurir untuk COD.

        Namun jika metode COD yg diinginkan Pak Davin adalah bisa dilakukan pembayaran transfer saat barang datang mungkin bisa diajukan atau direview oleh pihak Lazada atau Ninja Xpress.

        Sekali lagi ini sangat disayangkan jika keluhan Pak Davin disampaikan ke mediakonsumen yg notabene publik bisa membaca dan menanggapinya, karena secara aturan yg sudah disepakati dan dibuat oleh pihak Lazada dan Ninja untuk COD adalah pembayaran tunai saat barang datang dan diterima.

        Thank you. CMIIW

    • 12 Maret 2021 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Ini sedikit unik,
      Sekarang kita pakai analogi…kita berbicara agak melebar yaa, jangan bahas apa yg saya beli dan sistem transaksi apa yg saya lakukan dg merchant….!! Kita fokus ke sistem distribusi kurir…!! Tidak ada aturan yang mengikat dan mengatur soal COD harus di lakukan dg wujud uang,, atau skema barter antar barang dg uang…!! Karena sistem COD itu adalah atau hanyalah sebuah nama dari sistem transaksi ketika barang tsb sampai dan kita harus bayar, terlepas apapun itu caranya….hari itu dan saat itu di bayar lunas, jadi tidak ada yg mengikat harus dg wujud bentuk uang di tangan.mengenai SOP…itu bukan hal yg mengikat dan kaku, jika semua di lakukan dg tujuan yg sama meski berbeda cara…karena tujuan COD adalah barang sampai di bayar.

      99
      • 13 Maret 2021 - (11:21 WIB)
        Permalink

        tidak ada aturan yang mengikat juga untuk si kurir HARUS menyetujui metode pembayaran anda, oke bang?

    • 14 Maret 2021 - (12:20 WIB)
      Permalink

      lebih di pahamin lagi soal metode pembayaran bang,ya kalo memang belum punya cash kan bisa atur pengiriman lagi, jangan cuma sepihak awowkwkkwwk

    • 12 Maret 2021 - (19:56 WIB)
      Permalink

      Masih…tradisional cara berpikir dan cara berpendapat anda, harusnya pahami dulu..apa yg saya perdebatkan dan permasalahkan. Bukan soal COD itu bayar di tempat…!!! Apakah ketika detik itu juga saya transfer ke pihak kantor atau lewat rekening penanggung jawab cabang yg jelas terkonfirmasi secara sistem..adalah bukan traksaksi hari itu juga saat barang diterima. COD buka barter barang dg uang yg berbentuk kertas atau koin,, COD itu kita siap bayar saat barang tsb diterima, apapun dan bagaimanapun cara dan bentuk pembayaran ya…yg jelas saat barang di terima kita selesaikan transaksi Boss, jadi mohon maaf..mesti belajar lagi tentang tekhnologi dan informasi

      1
      98
  • 12 Maret 2021 - (19:50 WIB)
    Permalink

    Ternyata banyak yg gagal paham dg sistem transaksi kita…,, Saya secara pribadi paham apa itu COD cash on delivery,, tujuanya sama barang datang kemudian bayar…!! Sekarang kita pakai analogi kerja yg real…saja!! Apakah ketika barang di Alfa mart yang seharusnya di bayar di kasir pakai uang tunai tidak di sebut cash ketika kita bayar pakai debit,, apakah laporan keuangan akan berbeda karena tidak ada bentuk uangnya…!!
    Kita semua gagal paham….!!
    Baca dan cermati apa yg saya permasalahkan..saya rutin menggunakan jasa ninja dan JNE, bisa di buktikan…saya sudah jelaskan ke kurir tsb saya sudah biasa dan rutin jika tdk ada cash saya transfer ke rekening kantor atau lewat pimpinan cabang, yg secara otomatis terkonfirmasi ke pembayaran…dan transfer tsb saya lakukan sebelum si kurir pergi, sebagai bukti…transaksi sudah clear..!! Ini bagian kewajiban saya sebagai konsumen…yg juga di lindungi UU, tetapi kewajiban saya di halangi oleh sikap kaku…berarti ada hak saya yg tidak terpenuhi yaitu pelayanan yg baik. Jadi kalian harus paham dulu…sebelum berpendapat tentang apa yg harus kalian semua beri opini. Prosedur bukan hal yg kaku dan baku, karena dilapangan situasi dan kondisi bisa merubah sebuah ritme kerja..!! Selama semua di jalankan dg baik dan siap di pertanggung jawabkan…jadi tidak ada yg salah dg apa yg saya lakukan.

    95
    • 13 Maret 2021 - (22:16 WIB)
      Permalink

      Cash on Delivery… CASH = TUNAI… beda dengan PAY ON DELIVERY.. artinya boleh bayar pakai apapun …

    • 14 Maret 2021 - (03:04 WIB)
      Permalink

      Besok lagi kalau ada kejadian yg sama mohon di videokan ya bang, krn ada kemungkinan anda bisa viral dan terkenal gara-gara pola pikir anda yg kacau dan kaku

    • 14 April 2021 - (14:11 WIB)
      Permalink

      lah kasihan dong kurirnya, kurir kan matuhi aturan dr tempat dia bekerja.. kecuali anda telpon dlu atasannya biar atasannya yg ngasih tau kurir biar bayarnya via transfer.. anda bilang gitu gk jd transfer, kalaupun sudah ditransfer nanti kurir mau follow up kesiapa juga belum jelas,, malah ada nanti tombok dah kurirnya.. malah bisa dipecat.. jgn kolot jgn manja.. COD = Cash (tunai) On Delivery.. bukan pay on delivery..

  • 12 Maret 2021 - (20:28 WIB)
    Permalink

    kurir nya udah benar dengan menolak sistem pembayaran transfer. kalo anda bayar dengan transfer maka prosesnya sudah keluar dari alur sistem COD itu sendiri. akan menyulitkan kurir update status pembayaran di sistem. menambah pekerjaan kurir.
    sistem tidak bisa secara otomatis pembayaran terkonfirmasi apalagi anda transfer ke rekening pimpinan cabang.

    12
    • 12 Maret 2021 - (20:36 WIB)
      Permalink

      Ini agak sedikit beda lagi,, saya bisa bicara dan protes karena saya bukan sekali tapi hampir tiap hari ada transaksi COD…bisa kita buktikan di JNE Purwokerto, apa ada kesulitan dg cara saya…ternyata fine 2 saja….karena sebuah perusahaan yg besar punya seribu langkah untuk memenuhi konsumen, ini era sudah 2021… Bukan zaman old,, yang semua harus dg wujud…!! Yang di permasalahkan pemahaman kurir dan attitude penyelesaian masalah.

      94
      • 12 Maret 2021 - (21:13 WIB)
        Permalink

        Namanya cod ya bayar di tempat, kenapa jadi ribet trf ke org lain..
        Gimana kalau g di trf?
        Kalau di trf tp stasannya bilang engga gimana?
        Atau di terima, tp si kurir di marahin Krn g sesuai SOP?

        Sistem yang ada di jalankan dengan baik, di ikuti, bukan malah bilang “kaku”..
        Anda ini siapa?
        Kok malah nyolot gitu?
        Klw ada merasa tidak pegang cash dan bisa red pilih metode yang bukan cod

        Orang2 seperti Anda ini merusak birokrasi dan merasa selalu harus di utamakan
        Dunia sangat luas, tapi fikiran anda sempit sekali

        18
        1
      • 14 Maret 2021 - (10:54 WIB)
        Permalink

        sesuatu yang tidak benar tetapi karena dibiarkan akhirnya menjadi sebuah pembenaran.

  • 12 Maret 2021 - (20:33 WIB)
    Permalink

    ”Kronologis kejadian hari ini saya ada paket dari Lazada senilai 35.000, dengan no resi NLIDAP. 1124268138. Dengan metode pembayaran COD. Yang saya keberatan adalah attitude dan etika kurir tsb. Saya hari itu tidak pegang cash dan saya bilang saya transfer saja, kebetulan saya sudah punya rekening pimpinan Ninja Purwokerto atas nama Bapak Aji”

    Maaf neh pak, dari kalimat yang bapak tulis tidak ada kalo bapak akan transfer pada saat ada kurirnya langsung, bapak hanya bilang ”Saya hari itu tidak pegang cash dan saya bilang saya transfer saja”, saya hanya kasih masukan, bapak kirim suratnya tidak jelas dan lengkap makannya ada yang komentar seperti di atas, dan kalo bpk mw disamakan dengan kasir di supermarket yah bedalah pak ( kalau bayar di supermarket pasti bayar di kasir yang masih di dalam tempat kerjanya si kasir, nah kalo kurir sudah di luar tempat kerjanya ) , dan juga bapak jangan samakan pembayaran melalui kartu debit/kredit dengan transfer, coba bapak bayar di kasir supermarket melalui transfer, pasti sama pihak kasirnya juga bilang gak bisa kok.
    Jadi kalau mau pakai analogi yang sesuai dengan kondisi yang bapak ceritakan,
    dan maaf, mungkin hanya beberapa orang yang paham dan bisa bayar COD dengan transfer, dan tidak semua orang seperti bapak punya rekening pimpinan ninja ( kalo boleh tahu itu rekening pribadi atau rekening perusahannya), sekali lagi maaf yah pak.

    • 12 Maret 2021 - (20:41 WIB)
      Permalink

      Ada penjelasan dari kalimat saya bahwa saya sudah pegang rekening pimpinan ninja, dan saya sudah jelaskan secara detai…bisa di simak ada kalimat saya sudah jelaskan secara detail ke kurir…ini mewakili semua yang negosiasi yg saya lakukan, tetapi dg songongnya dan ketusnya paket di ambil kembali dg gaya yg tidak ber etika,, demikian Boss

      1
      94
      • 12 Maret 2021 - (20:55 WIB)
        Permalink

        Meski anda bilang kurirnya songong, menurut orang normal dia sudah benar, sudah sesuai SOP pekerjaannya. Kecuali ketika mengantar dia bawa nomor rekening dr perusahaan kalau nanti ada yg bayarnya transfer dll. Dia tidak peduli meski anda kenal atau mungkin masih kerabat dr pimpinan tempat kerja. Lagian 35k kenapa tdk bayar ketika beli dan bisa m banking, malah pilih cod? Sehingga anda hidup anda tidak ribet dan ‘menyongongkan’ orang lain yg tidak bersalah.

        12
        1
        • 14 Maret 2021 - (00:58 WIB)
          Permalink

          gini ajah dah pak,, seandainya saya punya hutang kebapak,, lalu hutang saya bayarkan melalui anak bapak,, lalu anak bapak lupa tidak memberi tahu klo saya sudah membayar hutang

          lantas apakah hutang saya sudah lunas??

          begitulah ibaratnya seperti komplenan bapak ini,,, kurir kasih barang COD, tp bapak malah transfer ke rekening PRIBADI atasan ninja,,,

          yah wlpn bapak udah transfer,,, TAPI TETAP SAJA SI KURIR DPT TAGIHAN UANG COD SAMA PERUSAHAAN tempat dia bekerja..

          sampe disini paham kan?

      • 13 Maret 2021 - (12:20 WIB)
        Permalink

        maaf neh pak, itu bpk transfer kan ke rek prbadi pimpinannya, kalo gitu kan gak masuk kedalam sistem ninja kecuali kalo bpk transfer ke rek perusahaan ninja , dah pak gini aja skrang, kalo misalkan bpk mw belanja online mending langsung transfer aja atau beli langsung ke tokonya jangan COD kalo akhirnya malah transfer juga, dan jangan bawa” zaman teknologi tapi anda sendri malah membuat orang lain bisa kena masalah,

      • 22 Maret 2021 - (16:21 WIB)
        Permalink

        Nitip sendal aja , biar gampang ingat. Cerita dungu yang sangat menghibur. Nunggu, juga kali aja ada yang sudah ketemu lokasi

    • 12 Maret 2021 - (23:08 WIB)
      Permalink

      Saya rasa aneh jika berkutat pada masalah bahwa COD yaaa bayar di tempat, apakah Transfer di tempat juga bukan bayar….!! Ada juga yg bilang menyusahkan kurir…sedikit aneh dan tidak paham substansi pembicaraan saya.
      Yang saya pahami dan saya pelajari…transfer atau apapun itu yg namanya transaksi COD tidak ada hubungannya menyusahkan kurir, karena tidak sama sekali mengganggu aktifitas sistem keuangan,, karena sistem yg ada pada android kurir hanyalah laporan konfirmasi barang terkirim atau tidak, jadi sangat tertinggal jika kita masih berpikir COD itu hukum barter ada uang ada barang dan bayar harus wujud uangnya,, saya rasa perlu pahaman yg lebih untuk sedikit profesional…!! COD itu hanya penamaan sebuah sistem transaksi, dan tidak ada aturan harus di bayar dg wujud nyata uang rupiah…!! Karena perusahaan punya rekening, jika kurir tidak hafal bisa konfirmasi ke kantor utk minta rekening, dan sampaikan apa yg jadi kendala konsumen, . Jika tidak ada rekening kantor…setiap cabang punya pimpinan yg secara profesionalitas kerja pasti siap bertanggung jawab atas service yg di berikan trhdp konsumen. Jadi COD itu intinya kita bayar saat barang diterima terlepas bagaimana pembayarannya…sistemnya yg terpenting kewajiban kita terpenuhi. Jika ada yang bilang transfer di tempat bukan bagian dari COD ,, buktikan ke saya dasar dan aturan yg mengatur itu dalam dunia distribusi dan logistic kurir.

      77
  • 12 Maret 2021 - (20:44 WIB)
    Permalink

    maaf ya bu sebenernya kurir sudah mengikuti SOP perusahaan , dimana kalo COD itu konsumen harus bayar cash dengan alasan apapun,, wlpn ibu bayar pake Transfer,, kenapa gak dari awal ajah bayar dilazada pake mbanking? jd kurir tinggal antar kerumah ibu tanpa adanya konflik kaya gini..

    dan satu lagi ya bu,, wlpn ibu kenal sama pimpinan tertinggi ninja express ,, yang nama nya uang COD tetap di transfer ke rekening perusahaan,,, bukan kerekening PRIBADI..

    jadi disini KURIR cuma mengikuti alur SOP biar tidak dipecat.. tengkyuh

    11
  • 12 Maret 2021 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Track record transaksi saya menggunakan jasa ninja bukan baru 1 x atau 2x,, jadi perlu di pahami….bukan soal 35k…. ,, Jadi jangan samakan diri anda dg orang lain. Setiap orang punya kesibukan masing2 dan berbeda…!! Kebetulan situasi saya berbeda dg anda…jadi tidak bisa di samakan cara berpikir Anda dg saya juga. Mohon maaf . Saya komplain ke ninja bukan ke anda…jadi saya hanya butuh jawaban dari ninja…yg jelas tahu kronologis dan semua permasalahan itu saya dg segala bukti secara video dll yg hanya saya dan pihak ninja yg tahu.

    1
    92
    • 14 Maret 2021 - (18:42 WIB)
      Permalink

      Orang kaya kayaknya neh, ngomong seenaknya aja, tanpa memikirkan tulang kecil, bisanya cm berkelit,

      • 14 Maret 2021 - (23:50 WIB)
        Permalink

        Orang yang beneran kaya justru tau tata cara berbisnis dan segala seluk beluk sistem, termasuk mengenai segala jenis bentuk pengiriman dan pembayaran karena orang beneran kaya itu tau, gimana yg melenceng dari sistem bisa berbahaya bagi perusahaan. Kalo dia kan asal njeplak aja. Ngmg pengusaha, tapi pengusaha apa sih kok lagaknya nglebihin bos besar aja. Palingan cuma rakyat biasa dengan otak di bawah rata2 tp cara ngomong seakan2 dia org intelek. Pengusaha kok 35rb ga ada di dompet, semua org rumah ga ada yg punya 35rb, sampe dibawa2 ke media konsumen. Orang kaya pun ga bakal naruh duit semuanya di rekening. Pasti tetep ada barang 100-200rb buat pegangan cash. Kalopun mereka ga ada uang cash dan keseharian mereka sibuk, di rumah ga ada yg nerima paket, ga akan mungkin mereka pake sistem COD. Mesti mereka pake sistem transfer sebelum pesen barang. Munyuk gni mah bukan org kaya tp org sok kaya, sok penting, sok kenal petinggi2 ini itulah. Kalo mau sombong2an kenal ini itu, gw jg bisa sombong ke dia kalo gw kenal si ini lah,si itu lah.

  • 12 Maret 2021 - (21:29 WIB)
    Permalink

    Kalau merasa gak mau di tanggapi org lain dan cuma dari pihak ninja kirim email dong ke perusahaannya, Anda ini mengirim surat terbuka dimana semua konsumen bisa membacanya..
    Sungguh konyol, “mas saya gak pegang cash, saya trf aja ke rekening bosnya saya kenal dekat kok”. Apa ini?

    Sungguh saya pun akan penasaran seperti apa tanggapan ninja, edukasi untuk siapa?
    Mari kita liat

    12
    • 14 Maret 2021 - (02:24 WIB)
      Permalink

      Udah salah ngotot lagi, kalau udah tau sistem COD ngapain lu minta transfer ? Lu pikir kurir gak ribet ngurus metode pembayaran yg anda inginkan ? Sedih gue liat media konsumen tapi yg curhat model orang beginian.

  • 12 Maret 2021 - (21:40 WIB)
    Permalink

    maap² nih,, kalo sistem COD dimana pun emang begitu peraturannya,, dan disini saya menjelaskan bapak transfer uang COD ke rekening PRIBADI, yah wlpn bapak kenal sama atasan NINJA, itu sudah sangat melanggar aturan perusahaan,, wlpn bapak sudah transfer uang ke pimpinan tertingginya sekalipun..

    dan jangan terlalu berharap komplenan kaya gini bakal ditanggapi,, KECUALI BAPAK SUDAH BAYAR, TP PAKET TIDAK SAMPAI,, nah mungkin itu bakal ditanggapin serius sama ninja..

    *cheerss*

  • 12 Maret 2021 - (21:54 WIB)
    Permalink

    Justru saya tunggu tanggapan serius pihak ninja, biar sama2 bedah dan belajar apakah SOP itu hal yg baku atau bisa flexibel dg situasi dan kondisi yg ada, selama dg tujuan yg sama. Kebetulan saya sangat berharap ada pihak ninja Indonesia yg bisa..menanggapi permasalahan saya.

    83
    • 13 Maret 2021 - (09:30 WIB)
      Permalink

      Orang ini pengen sekali di ranggpin sama ninja. Sayangnya permasalahannya konyol sekali
      Anda ini merasa diri anda harus sangat di utamakan, tetapi anda harus ingat SOP mereka itu udh di buat dengan matang bersama direksi mereka.
      Kenapa harus bedah SOP dengan anda?
      Siapa anda?
      Mereka punya ketentuan yang harus anda ikuti, berbanding lurus dengan hak yang anda bisa dapatkan. Sudah jelas, gak ada yang namanya peraturan bisa di goyang, apa pun hubungan apa yang anda miliki sebagai wanita dengan salah satu orang di ninja.
      Tinggal ngikutin peraturan aja kok repot, minta trf ke atasan si kurir segala, kalau bayar trf ke kurir masih oke lah

      Saya mendukung ninja mengusut tuntas kasus ini, dasar apa yang di pakai kantor cabang tersebut lewat salah satu oknumnya memperbolehkan trf seperti itu sehingga lahirnya pemikiran2 konyol seperti yang anda tulis di sini.
      Dan lagi anda menggunakan kekuatan media konsumen untuk hal yang salah dan sangat ceroboh

    • 13 Maret 2021 - (12:43 WIB)
      Permalink

      dan kalaupun boleh transfer pas bayar COD, ini pasti akan dipakai buat nipu kurirnya karena bisa bukti transferan itu bisa di edit di zaman teknologi seperti sekarang ini.

    • 14 Maret 2021 - (04:44 WIB)
      Permalink

      Udahlah yg nulis surat ini tuh yang pikirannya ndeso.. kenapa dia maunya cod karena takut ditipu.. uang 35k nya hilang.. cuma 35k lho ini ( sesuai kata pelapornya )

    • 16 Maret 2021 - (11:38 WIB)
      Permalink

      Saya kurir ninja pak, sedikit saya beri info masalah SOP di ninja. Metode pembayaran yg anda inginkan memang terkadang bisa dilakukan (karena biasanya kurir juga gak mau rugi point bila paket gagal), asal tetapi kurir juga berhak menolak karena memang sistem pembayaran yg SEBENERNYA/SOP bukan seperti itu.
      Sekarang saya mau tanya pak, apakah kurir sebelum melakukan pengiriman sudah menghubungi anda pak ? Apabila kurir sudah dijalur SOP (termasuk menghubungi penerima sebelum mengirim paket) ? Bila sudah menghubungi anda berarti kurir memang sudah bener, dan untuk masalah kesopanan, saya yakin kurir bakal baik bila kita juga melakukan hal yg sudah benar.

  • 12 Maret 2021 - (23:00 WIB)
    Permalink

    Wawww…. Saya jga pengen lihat langsung tanggapan resmi dr ninja Indonesia wkwkw
    Bung sadar ngga klo tulisan anda ini akan jadi bumerang bagi “atasan ninja Indonesia cabang daerah anda??”
    Dengan anda menulis “biasa ko transfer ke rek pribadi atasan dgn bapak bla2..bla” anda sudah membuka “bangkai” si atasan tsb, karena dalam hal keuangan perusahaan dilarang mencampur adukan dengan pribadi, ini bukan bicara tentang fleksibel atau kaku, tapi aturan tetap aturan, fleksibilitas bisa dilakukan tetapi TIDAK BOLEH melewati batas aturan yg berlaku, saya jga lama di dunia ekspedisi, dan ini kesalahan yg sangat fatal bagi “atasan ninja Indonesia yg anda kenal” karena menggunakan rek pribadi, apapun alasannya harusnya menggunakan rek perusahaan, jadi anda jangan berputar2 dengan analogi ngga jelas

    Intinya klo saya pimpinan pusat, yg akan saya lakukan adalah memberi apresiasi baik bagi kurir karena benar menolak transaksi scr transfer, dan akan saya lakukan audit ke cabang yg bersangkutan ttg SOP, jika ditemukan ternyata benar SOP bisa fleksibel akan diberikan sanksi yg cukup tegas bagi pimpinan
    Terima kasih

    12
    • 13 Maret 2021 - (05:30 WIB)
      Permalink

      Hemmmmm masih nomaden menurut saya cara berpikire.

      Sedikit telaah yaaa, saya ini orang bisnis juga jadi saya juga paham apa itu SOP, dan apa itu service level, ke konsumen..!!
      Ninja ini bukan jualan kacang atau bubur, yang berbentuk benda atau barang…ninja ini berjualan jasa…., Yaitu jasa antar barang dari pihak pertama ke pihak2 berikutnya,, apakah ninja ada SOP ada….!! Saya juga tahu ninja ada SOP, pertanyaannya apakah SOP kantor yang notabene di buat sebagai rambu2 bekerja,, bukan aturan baku….!! Berikutnya apakah saya salah transfer ke rekening atasan….anda bilang itu bangkai ….konyol,, ini bagian daripada service level ninja ke konsumen, berhubung rekening kantor cabang belum tersedia, maka pimpinan sebagai penanggung jawab…area , dan bartanggung jawab atas segala pelayanan pasti akan memberi service yg terbaik,!!!! Di dalam kantor ninja itu bukan pimpinan cabang saja yg bekerja….Boss, ini team work…! Ketika ada satu yang menemui kendala pasti akan koordinasi dg teman yg lain dalam team tsb untuk mencari solusi, !!!! Jadi jangan berpikir SOP kantor adalah barang hukum pasti,, !!!!! Sekarang diri anda pribadi saja sebenarnya sadar…jika dalam hidup ada aturan,, apakah ketika akan mencapai suatu tujuan anda hanya menjalankan satu cara, !!! Dan tetap kaku dg cara tsb….itu analoginya, begitu pula sebuah pelayanan, Gojek saja….sebagai penjual jasa…ada aturannya gak ada…! Ada SOP gak..ada,, apakah driver gojek bekerja di lapangan bawa2 SOP kantor…! Tidaaaak, Di lapangan itu mutlak sesuatu yg berhubungan dg fakta dan realita kemudian berujung pada inisiatif dan konsolidasi team sebagai pemecah masalah.

      77
      • 13 Maret 2021 - (08:33 WIB)
        Permalink

        Apakah kemudian ketika kurir menolak karena dia menjalankan SOP nya,lantas dia menjadi salah? Apakah bapak/ibu pernah tahu permasalahan COD yang sempat viral belakangan ini di daerah Jambi? Hal inilah yang mungkin ditakutkan dari seorang kurir sehingga dia menolak dengan tegas ketika ada cara pembayaran yang berada di luar jalur sistem COD yang semestinya.
        Bapak/ibu, mungkin dalam hal ini, kita sebagai buyer, dengan kerendahan hati perlu memahami dan melihat juga dari sudut pandang dari si kurir. Mereka bukan pebisnis atau pengusaha seperti bapak/ibu, mereka hanya bergantung pada barang yang mereka antarkan sampai kepada tujuan. Jikalau pembeli sudah transfer melalui marketplace, ya mereka cukup antar, apabila pembeli memakai sistem COD ya berarti mereka mengantarkan paket dengan pembeli sudah menyiapkan uang cash untuk diberikan karena seperti namanya Cash On Delivery. Ketika mereka menolak seperti itu, yang ada dalam pikiran mereka hanyalah jangan sampai sesuatu yang berada diluar sistem justru membahayakan nafkah mereka.
        Sekali lagi, mari kita tanggapi dengan kerendahan hati, karena cara anda sebagai pengusaha yg mungkin wajar2 saja transfer kepada atasan, tidak semua kurir bisa menerimanya karena mereka menganggap bahwa jalur yg benar ya mereka terima uang cash, bukan transfer ke rekening mereka, bahkan sampai transfer langsung ke atasan yang mungkin mereka secara pribadi tidak kenal dan tidak tahu menahu secara langsung.

        11
        • 13 Maret 2021 - (10:08 WIB)
          Permalink

          Ternyata bukan kurirnya yang songong koq. Saya pikir justru penerimanya yang songong sok kenal dengan atasannya gitu. Padahal simpel dan mudah, tinggal bayar dengan uang tunai, beres deh. Ga akan ada masalah.
          Anda ga pegang uang tunai?
          Ga masuk akan jika seisi rumah (atau bahkan se-RT) ga ada yang pegang 35.000?
          Jangan mempersulit pekerjaan kurir dengan alasan ini-itu.
          Cukup bayar dan terima barang, lebih mudah ke semua pihak.

      • 13 Maret 2021 - (08:47 WIB)
        Permalink

        Percuma sama orang kolot maunya bener ga intropeksi diri….sop gojek adalah bakai seragam gojek ap bukan sop…cb bayangkan jasa pengiriman cod tidak menyediakan reg perusahaan untuk konsumen tranfer ke perusahan mereka….cb tanya kenapa ? Karena kurir tidak bisa konfirmasi ke reg perusahaan tranfer sudah masuk apa belum…itu klo 1 kurir klo 100 kurir berapa banyak lagi kerjaan waktu yg diperlukan untuk konfirmasi tranferan masuk..klo kurir songong yg jelas mereka takut soalnya apa lagi dengan sifat soudara yg songong jg menurut saya…uang 35 rb kurir suruh tunggu bentar langsung ke atam ato pinjam teman beres dari pada gini bikin ribut dibaca seluruh dunia lagi…

  • 13 Maret 2021 - (09:06 WIB)
    Permalink

    Setau saya lazada klo barang mau datang apa lagi sistem cod di aplikasi pasti diupdate kurirnya sapa harus sediakan uang cash bukan tranfer..klo gini kan seakan akan kurir yg salah…padahal menurut konsumen yg laen penerima barang yg sok benar ga sediakan uang cash….

  • 13 Maret 2021 - (10:02 WIB)
    Permalink

    Anda sendiri yang bikin ribet dan repot, kenapa menyalahkan orang lain. Masa seisi rumah ga ada yang pegang uang 35.000? Dan, bisa tracking di LAZADA posisi barang ada dimana, sehingga anda bisa menyiapkan dana sebelum kurir datang.
    Tidak ada aturan yang MengHaruskan COD bayar dengan uang tunai/cash saat pengantaran, tetapi hal itu bisa mempermudah pekerjaan kurir.
    Dengan proses pembayaran transfer, anda hanya mempersulit pekerjaan kurir dengan harus melalui proses ini-itu lagi. Lebih baik anda bijak dalam proses supaya membantu pekerjaan kurir menjadi lebih mudah.

  • 13 Maret 2021 - (10:19 WIB)
    Permalink

    Parahnya pake nyerempet ke SOP gojek, emang anda tau sampai mana?
    Jangan membuat opini pribadi di publik dong

    Gojek itu punya sop sendiri, drivernya di wajibkan pake seragam, menggunakan motor dengan batas tahun tertentu, tidak boleh mencuri barang/memakan barang yang dikirim,dll

    Setiap perusahaan yang berdiri pasti punya aturan, dan pegawai atau pun mitra yang terikat harus mematuhi peraturan tersebut. Jika anda melihat pengemudi gojek yang tidak membawa SOP tersebut bisa di pastikan pengemudi tersebut kurang mendapatkan edukasi dan pelajaran yang cukup. Karena pendaftaran gojek masih sebatas SKCK, STNK, SIM, dan kendaraan, tidak ada batasan seperti minimal pendidikan
    Begitu juga ninja express, jadi kenapa Anda harus mengikuti standard operasional yang salah dan seolah hanya ingin menunjukan anda punya SEDIKIT kekuatan untuk melakukan apa yang anda mau untuk melawan SOP mereka

  • 13 Maret 2021 - (11:59 WIB)
    Permalink

    Ni orang baru kenal ama spv kurir aja lagunya udah kaya orang maha benar gimana dia kalo punya kenalan jendral tni bisa bisa merasa yg punya tni kali
    😂😂😂😂

    Cod ko transfer ke rekening pribadi pake ngomongin SOP lah masa 1 rumah ga ada yg punya duit 35 ribu doang 😂😂😂

  • 13 Maret 2021 - (12:29 WIB)
    Permalink

    Opini kalian semua norak..dan menunjukan kualitas diri yang rendah dengan tidak pahamnya apa itu substansi dari berita,, entah dari SDM yg rendah apa memang sudah karakter…!! Terbiasa menelan mentah setiap informasi…!! Jadi mohon maaf bisa di katakan kalian yg ber opini rendah kualitas dirinya.

    70
    • 13 Maret 2021 - (12:51 WIB)
      Permalink

      Maaf bu pak, apakah anda tidak punya cermin di rumah anda? Sadarkah anda seberapa bebal, sombong dan egois diri anda itu? Merendahkan orang lain dan menganggap pemikiran diri anda lebih baik, padahal jelas2 yang anda lakukan itu tidak sesuai dengan SOP resmi yang harus dilakukan. Apakah itu karakter anda? Menyedihkan sekali hidup anda ya

      Btw anda sudah menyiapkan cash 35 ribu ketika paket kembali dikirimkan atau masih tetap bebal ingin transfer ke rekening atasan Ninja Express nih bu pak?

      15
    • 13 Maret 2021 - (13:25 WIB)
      Permalink

      anda juga termasuk orang terendah bahkan mungkin yang paling terendah dari terendah kualitas dirinya, anda hidup hanya ingin semuanya sesuai keinginan anda, apa-apa semuanya harus sesuai keinginan anda, mungkin anda pengusaha tapi tingkat kualitas anda tidak mencerminkan seorang pengusaha, banyak pengusaha yang kualitas tinggi tidak seperti anda, saya ambil contoh dari teman saya pernah cerita , teman saya kerja di cabang restoran ternama di bagian marketing, pernah temannya bos pesan makan untuk delivery (diantar ke pembeli) , nah temanya bos ini mw bayar tapi transfer ke bosnya langsung tapi bosnya ini menolak, dia bilang bayar aja langsung ke rek restorannya atau bayar ke yang antar pesannya saja (ini bosnya yang cerita karena bosnya tuh asik sama karyawannya) , karena apa bos nya nolak permintaan temannya, karena bukan hanya bosnya saja yang punya restoran tersebut tapi ada pemegang saham yang lainnya, dan gak mungkin si bosnya mesti bayar lagi ke bagiang keuangan untuk bayar punya pesan temannya,

      dan masa iya untuk sekelas ninja masa masih blom punya rekening bank untuk kantor cabangnya, dan kalo misalkan gak punya yah tinggal minta rekening kantor pusatnya aja langsung, gak usah ke rekening pribadi pimpinannya , emang ninja gak ada pemegang sahamnya yah !!!

      • 13 Maret 2021 - (15:19 WIB)
        Permalink

        Yang norak siapa sih sbnernya?
        Beli barang ada pilihan bayar cod atau trf, pilih cod samep minta trf ke rekening pribadi yang bukan kurirnya sampe nulis di media konsumen cm bwt nunjukin anda kenal dengan salah satu karyawan jasa antar barang
        Situ sadar gak noraknya gimana itu?

        Gw jg termasuk yang paling jarang megang cash, tapi setiap beli barang pasti gw sisihin dan titipin di rumah kalau pake cod

        Sampe ngomongin SDM segala, yang coment disini itu pembaca dan konsumen lainnya memberi tanggapan atas surat ceroboh anda dan mengingatkan anda, bukan sumber daya manusia dari perusahaan mana pun

        Ngomongin substansi pula. Substansi anda menyalahkan pihak kurir, sementara pihak kurir menjalankan prosedur dari perusahaannya dengan benar anda yang mencoba menggoyang prosedurnya dan meminta perhatian lebih, Anda ini play victim apa gimana?
        Dan patut di catat yang anda tulis bukan berita tapi hanya keluh kesah anda yang jelas sekali konyol untuk di benarkan.

    • 13 Maret 2021 - (15:10 WIB)
      Permalink

      Serendah rendahnya sdm yg kasi komentar dan senorak noraknya orang yg komentar tapi buat cod 35 ribu kami mampu buat bayar ga pake drama tf tf segala karna kenal pemimpin ninja 😂😂😂

      Kalo kami dibilang rendah dan norak wah yg ga punya duit cash 35 ribu itu berarti ada di level paling bawah dong
      Kasian 35 ribu aja sampe rela mempermalukan diri sendiri di media konsumen

      11
      • 13 Maret 2021 - (15:33 WIB)
        Permalink

        Bu/Pak ampe geleng2 kepala sambil nyengir saya baca tulisan dan balasan komen Anda.
        Tidak bisa dikritik dan rajin sekali merendahkan orang dengan bilang kolot, SDM rendah dsb.
        Sampe capek saya nge dislike nya

        “Saya punya nomor rekening pimpinan Ninja”
        YA ITU BUKAN URUSAN KURIR NYA PAK/BUK.
        HAHAHA LUCU
        Tugas kurir ya cuma ngejalanin SOP.
        Ada barang, uang pun ada di tangan dia.

        Lagian Anda ingin dihargai sebagai konsumen tapi memenuhi SOP dasar saja tidak mau. Padahal Anda memesan dan memilih metode pembayaran secara sadar.

        11
  • 13 Maret 2021 - (16:25 WIB)
    Permalink

    Untuk sdri winda

    Jadiin aja plajaran kedepannya kalo transaksi lg, kalo metode cod ya wis bayar cash karena secara umum orang taunya bayar di tempat bukan transfer dan berhati2 berkeluh kesah di media kalo kurang teliti bisa jadi senjata makan tuan

    Dan untuk sdr davin anda rajin sekali membalas ingin menujukan kepintaran anda,boleh2 saja tp ini forum terbuka di medsos yg memang berbagai pendapat pasti keluar karena terbuka, cm saran saja di buka juga pikiran anda untuk menerima pendapat orang lain jgn menghakimi orang lain atau mrendahkan orang lain kalo anda bersikuku dengan pendapat anda yg tidak menerima koreksian dr orang lain ya sama saja anda memasang badan anda untuk di cmooh secara trang2an

    Sy pembaca setia media konsumen dan setiap postingan sy jadiin plajaran supaya berhati2 dan berusaha untuk tidak menaikan ke media sosial kalo sekiranya akan membuat malu diri sendiri

    Sudah tidak usah lagi membalas dan saling mnghujat lg, jadiin plajaran buat kita semua, dan perbaikan buat semua pihak.

    Mari bersama2 jaga dan bijak ber medsos

    Kita semua bersoudara

    Terima kasih

    • 13 Maret 2021 - (18:19 WIB)
      Permalink

      Mungkin seneng baru pasang indihome pak jd tiap komentar dibales, pake indihome kan bebas kuota. 😀 dan balesnya pun jg makin konyol 😀

  • 13 Maret 2021 - (22:40 WIB)
    Permalink

    Tahu artinya COD?
    Apa yang di maksud dalam artian C dalam kata tersebut? C=Cash= Uang Tunai.
    Tahu makna Uang Tunai dalam artian KBBI? Kalau tidak tahu silakan cari.
    Tak usah berargumen jauh², silakan pahami kata tersebut.

  • 13 Maret 2021 - (22:51 WIB)
    Permalink

    Dari judul nya saja nyalahin kurir…padahal hampir 100% pembaca di sini membenarkan tindakan kurir…kasihan mas kurirnya dianggab tidak profesional karna konsumen yg super kolot mau seenaknya dewe…intinya klo transfer kan harus cek masuk ato tidaknya uangnya…ini sistem cod lo…belum bayar barang udah datang mau bayar tapi pake tranfer ke pimpinan yg belum tentu mas kurirnya kenal juga dan ga tau juga masuk gak uangnya…klo tranfer kenapa ga mulai awal pesan aja to pakde pakde bikin ribet saja…cb liat judul smpean itu yg kurang profesional bukan kurirnya tapi PENERIMA BARANGNYA….gara gara uang 35rb diuploud ke media konsumen dengan judul kurir ga profesional 😁😁😁😁…..ngakak gulung gulung lalu dibuli sama pembaca.. ga terima dibuly dibilang lagi yg balas komen sdm nya rendah 😀😀😀 saya mungkin lulusan TK tapi saya masih tau mana yg benar dan mana yg sok benar 😀😀😀😂😂😂….

  • 13 Maret 2021 - (23:04 WIB)
    Permalink

    Dari kemarin nyimak aja…orang GUNUNG ber opini,, jelas dan mutlak pihak ninja sudah menemui saya dan tahu kronologis , meminta maaf dan paham dimana salahnya….kalian yg notabene tidak paham apapun berkicau dan ber argument tanpa dasar, wajar namanya manusia rata2 dan jamak…menganggap sebuah hal yg kiranya banyak yg dukung pasti di anggap benar …padahal suatu kesalahan dan ketertinggalan yg di jadikan kebiasaan. Sangat di sayangkan 2021 masih ada kumpulan orang2 yang berpikiran zaman batu….!!

    46
    • 13 Maret 2021 - (23:46 WIB)
      Permalink

      Tapi smpean hebat jg pakde…👍👍 Memang sistem cod bayar tranfer masih belum pernah bisa dilakukan kalau kehabisan uang cash ( meskipun di lazada ada pemberitahuan bahwa kurir akan mengirimkan paket anda hari ini dimohon untuk menyediakan UANG PAS 😂😂😂)…mungkin kedepannya untuk pembayaran cod bisa bayar tranfer untuk semua jasa pengiriman barang 😁😁….meski menambah lagi kerjaan bang kurir yang harus cek regkening tapi perlu diperhatikan pembayaran cod pakai uang digital ( meskipun kita beli barang sudah ada pilihan mau TRANFER ATO COD 😂😂😂 )….mantap pakde perjuangkan keyakinan smpean 😁😁😁👍👍👍….kasihan bang kurirnya klo kenapa napa di tengah pandemi gini gara gara uang 35rb 😱😱😭😭😭…

    • 14 Maret 2021 - (00:25 WIB)
      Permalink

      Bagus, semakin anda mendebat, semakin terlihatlah siapa yang sebenarnya adalah manusia primitif yang batas rasionalnya ada di bawah rata2. Sori2 aja, kita2 yg komen disini bukan PENGUSAHA ato BUSINESSMAN kek lo, tp kita masih punya pola pikir rasional yang tahu membedakan apa itu COD (CASH ON DELIVERY) yaitu PEMBAYARAN UANG TUNAI (CASH) DI TEMPAT (ON DELIVERY). Belum pernah sejarahnya org2 di sekitar gue bayar paket COD dengan sistem transfer ke atasan JNE lah, Ninja lah, JnT lah gr2 mereka ga pegang uang cash. Pesen COD berarti siapin duit lo, kalo ga siap duit cash, jangan berharap terima barang lo. Lo barang 35rb aja belagunya minta ampun, lo rendahin org2 yg komen disini, gw jg bisa rendahin lo abis2an, berasa modern tp otaknya moderat, duit cash 35rb aja kaga punya pake sok2an mau transfer ke atasan lah ato branch spv nya,cuih!! Cara lo berpikir emang ga kaku, tapi itu udah melenceng kemana2, udah gitu pake diumbar di media konsumen, ngatain orang lain yg kasi masukan dengan kata2 yg seolah kita kolot, padahal lo sendiri yg sok2an rebel, bebas, modern, tapi gatau bates dan gatau aturan. Bego jangan dipelihara, sono pelihara sapi aja biar gendut, bisa lo masak buat tambahan protein buat lo

    • 14 Maret 2021 - (00:48 WIB)
      Permalink

      Wah wah kesombongan yang tidak berkesudahan… Sejujurnya dengan mulut besar anda, jawaban/komentar anda yang gaya penulisannya mengawang-ngawang, kesana kemari tapi enggak jelas, cara anda menilai dan memperlakukan orang lain, dan kesombongan level dewa membuat orang lain kehilangan respek dan rasa percaya terhadap anda bu pak…

      Apapun yang kemudian terjadi, orang tidak peduli. Anda sudah kehilangan respek dan nilai diri anda dari orang lain. Bukan benar atau salah yang kemudian dipermasalahkan tapi cara anda bersikap, bereaksi dan memposisikan diri.

      Bu pak anda hanya cocok hidup di dunia anda sendiri, dunia dimana kebenaran absolut adalah milik anda sendiri.

    • 14 Maret 2021 - (05:48 WIB)
      Permalink

      “Pihak ninja datang dan minta maaf?”. Ini bener2 datang ke Anda atau hanya cerita khayalan Anda saja? Haha..

      Ini sudah masuk media konsumen. Normalnya, selain melakukan tindakan perbaik riil, perusahaan juga akan membetikan Surat Tanggapan di sini. Ini tidak ada.

      Jangan2 yg minta Amda hanya berhalusinasi didatangi Ninja dari Konohagakure wkwk

    • 14 Maret 2021 - (10:03 WIB)
      Permalink

      Udh jelas ya, jd anda ini mengada-ada
      Pertama memilih pembayaran cod tapi minta trf ke rekening yang bahkan bukan rekening kurir
      Kedua Anda berbohong soal ucapan kurir yang sampai kepada anda dan yang anda tulis di media konsumen.
      Ketiga anda beresiko menjebak/membuat salah satu karyawan ninja (SVP) terkena indikasi penggelapan uang karena kurangnya pemahaman Anda tentang SOP perusahaan
      Keempat dengan menyesalnya pihak tersebut menyerahkan nomor kepada anda artinya anda kurang menyadari fungsi sebenarnya nomor tersebut di gunakan untuk apa

      Semua konsumen berhak mendapatkan haknya, namun tidak perlu mengharap perhatian terlalu banyak, konsumen bukan cuma anda, dunia tidak berputar mengelilingi anda

    • 15 Maret 2021 - (10:05 WIB)
      Permalink

      Sangat di sayangkan di tahun 2021 ini masih ada orang yang tidak mengerti belanja online dengan cara COD !!!!!!

  • 14 Maret 2021 - (02:20 WIB)
    Permalink

    Selamat malam ..
    Saya dari ninja xpres purwokerto .
    Pertama .saya baru pernah bertemu satu kali dengan bapak davin itupun karena masalah ini.
    Dan saya minta maaf kepada bapak davin karna mungkin menurut bapak davin pelayanan kami tidak memuaskan ..
    setelah saya mendengar penjelasan dari kurir kami,kurir kami sudah sesuai SOP dan attitudenya.dan bahkan sebelum kurir kami akan mengirimkan paket kerumah bapak davin ,kurir sudah lebih dulu chat lewat WA bawasanya paket sedang dalam perjalanan.mohon utk menyiapkan uang cod 35.000…akan tetapi tidak ada balasan dari bapak davin dan hanya di buka saja pesan WAnya..
    Di penjelasan bapak davin disini pihak kurir hanya bilang ‘TIDAK BISA’ saat bapak davin menwarkan tf ..padahal kurir kami bilang “tidak bisa mas .mending di kirim besok lagi aja ” .barulah kurir pergi mengingat masih banyak paket yang harus di antar untuk customer lain.dan kurir berani sumpah demi Tuhan ..

    Jangan hanya kurir yang di salahkan karna dia sudah sesuai SOP dan sudah pakai attitudenya

    Dan kepada semua pembaca yang sudah membaca berita ini saya mohon maaf atas kesalahan saya karna pernah memberikan no rekening saya kepada customer ..
    Ini buat pembelajaran bagi saya.
    Saya siap di beri sangsi apapun jika memang benar saya melalukan kecurangan.

    Terimakasih.

    Salam

    17
    • 14 Maret 2021 - (09:09 WIB)
      Permalink

      Bilang sama kurirnya jangan pernah antar barang pa lagi sistem COD kerumah pak davin lagi bila pak davin tidak minta maaf juga ke ninja dan bang kurir purwokerto… gara gara uang 35rb menulis artikel di media konsumen karna kelakuannya yg kolot dan arogan serta menjelekan bang kurir lewat media konsumen yg pembacanya seluruh dunia yakin 100% bang kurir sudah benar dan sabar mau sekali lagi mengantar barang ORANG RUWET SOK BENAR Dan SAK ENAKNYA DEWE..,saya yakin pak davin ga akan klarifikasi dan minta maaf di media konsumen karna menurut pak davin di rinyalah yg paling benar…..

    • 22 Maret 2021 - (16:53 WIB)
      Permalink

      Ya sudah pastilah ada notif dari Lazada ada WA dari Petugas Kurir, masih nggak sedia Cash. Menurut ku sih karena pelit. Aku sih selalu pembulatan genap ke atas, dan pernah sekali kurir yang saya sudah kenal minta ijin saya untuk menjadikan status “diterima” untuk barang saya , karena kalau Sabtu kantor kami libur/tutup (preferensi pengiriman di kantor). Senin nya dia datang bersama beberapa kiriman lain.

  • 14 Maret 2021 - (03:08 WIB)
    Permalink

    COD ya CASH ON DELIVERY.

    Kalau mau transfer kenapa tidak pilih metode pembayaran transfer saja ketika checkout pesanan ? Kenapa pilih COD ?

    Hidupnya penuh keribetan.
    Sok benar
    KEPALA BATU

    Kasihan sekali kurirnya bertemu customer semacam ini.

  • 14 Maret 2021 - (04:45 WIB)
    Permalink

    Sekali2 coba hidup itu sesuai komitment..
    Belanja pilih COD .. ya bayar cash pas terima barang ..

    Mungkin yg anda bilang fleksible itu bisa saja .. dan sangat mungkin terjadi..
    tapi sebetulnya malah nyusahin semua org loh ..
    Apa kurir nanti pantas mesti minta ato ambil uang cash nya ke kepala cabang? Ato kepala cabangnya mesti tf balik ke kurirnya..

    Disitu kurir sudah sesuai SOP.. ngga mungkin kurir bilang bisa tanpa ijin ke kepala cabang .. mau ijin juga sungkan .. karna pasti jawabannya sudah terbentuk “jangan..”

    Expedisi sudah meminta maaf menandakan mereka sudah dewasa ..

    Anda ???

  • 14 Maret 2021 - (05:36 WIB)
    Permalink

    Ngatain orang “nomaden, kolot, konvensional” , dirinya sendiri yang bertindak diluar system. Mau transfer ke rekening pribadi. Lalu nanti si kurirnya lu suruh nagih ke pimpinannya gitu? Pak, bu ini kmren COD g punya cash, lalu transfer k rekrning bapak. Mohon bapak ambil cash ke atm trus masukkan ke kas Ninja, gitu?
    Lalu si pimpinannya bilang “wah transaksinya yg mana ya? Hari apa, tgl brp?” Dan si kurir nyuruh bos nya buat ngubek2 rekeningnya. Ketemu, iya ada, ini 35 ribu. Trus si pimpinan memindahkan uang itu k rekening Ninja.
    Bayangin ini baru 1 customer aja. Kalau 100customer rempong macam Anda, bertindak d luar system, si kepala cabang ini bisa pusing. Padahal dia bikin rekening buat keperluan pribadi bukan buat kprluan bisnis.
    Saya rasa lebih baik lu ngga usah pakai Ninja lagi deh. Pakai yg lain aja. Ngacak2 system. Gue rasa Ninja juga gak akan rugi kehilangan customer rempong macam lu.
    Haha

    • 14 Maret 2021 - (12:22 WIB)
      Permalink

      mohon di pahami lagi soal metode pembayaran bang, semisal ga ada cash kan bisa diatur ulang pengirimannya, awokwkwkw

    • 14 Maret 2021 - (13:02 WIB)
      Permalink

      masalah hidup yg lain ada gak bro yg mau di curhatin wkwk
      masalah gitu aja di umbar2 udh kaya orang paling bener aja.

  • 14 Maret 2021 - (07:08 WIB)
    Permalink

    Pak.. Saya log in special cuma buat comment aja.. Namanya cash on delivery ya duit kontan pak.. Bkn transfer on delivery.. Lagian bapak mau bilang punya rekening pimpinan cabang cabang. Kakek pimpinan ato siapapun. Kan kasihan kurir nya yang mgkn tidak tahu menahu.. Saya pikir. Tidak perlu ada tanggapan mengenai masalah ini. Karena cukup kita aja yang tangepin.

  • 14 Maret 2021 - (07:54 WIB)
    Permalink

    wajar abang kurir kesal sama kamu…”paket yang mau diantarkan bukan cuma paket kamu”
    COD itu barang tiba bayar ditempat. Nih…35rb saja bikin repot kurir sama paketan lain yg mau diantar. Untung abang kurir kagak keluar samurainya. Teori mu teori Alasanisme… : D

  • 14 Maret 2021 - (08:56 WIB)
    Permalink

    Jelas2 loe da salah bos…buat malu saja loe..pake acara2 komplain di media konsumen lagi…

  • 14 Maret 2021 - (09:29 WIB)
    Permalink

    Kira2 nih orang bakal bacot apa lagi ya setelah ada tanggapan dari orang Ninja Express nya langsung di kolom komentar.

    Nyata2nya permintaan maaf dari Ninja Express itu untuk pelayanan yang ‘kurang memuaskan’ menurut nih orang, bukan untuk membenarkan permintaan konyol transfer ke rekening atasan atas transaksi COD. Skakmat.

    Udah berbacot pake gaya bahasa mengawang-ngawang super tinggi tapi akhirnya terungkap juga ternyata pada akhirnya si kurir sudah sesuai SOP Ninja Express dan attitudenya pun baik ketika menanggapi.

    Fix sih nih orang emang karakternya yang buruk dan busuk.

  • 14 Maret 2021 - (10:03 WIB)
    Permalink

    Cocok nih buat plot cerita sinetron dengan judul:
    Logika yang Tertukar.
    Kutersandung SOP.
    Ketika COD Harus memilih.

  • 14 Maret 2021 - (14:32 WIB)
    Permalink

    Alangkah baiknya kalau anda menghargai dan mengikuti SOP perusahaan yang anda pakai jasanya. SOP dibuat gak sehari dua hari selesai. Saya driver gojek saja selalu mengikuti SOP perusahaan, karena SOP dibuat untuk kemudahan dan perlindungan dalam bekerja. Teman saya ada yang jadi kurir, dia selalu berusaha mengikuti SOP tapi kadang ada saja customer yang seakan memaksa kurir untuk melanggar SOP. Padahal itu telinga panas gara2 diomelin atasan karena melanggar SOP. Pulang kerja sampai di rumah hati masih dongkol dan hilang nafsu makan. Gara2 ulah oknum customer.

    • 14 Maret 2021 - (16:35 WIB)
      Permalink

      Cocok untuk sinetron azab… * Gara gara ga paham COD 35 k habis di bully orang se kampung*

  • 14 Maret 2021 - (19:52 WIB)
    Permalink

    Di komentar sy di atas berpesan kepada sdr davin sdh jangan membalas lg

    Eh malah nyaut lagi malah menulis ngatain orang gunung

    Ya jadinya kena buly lg deh heheh
    Harusnya bersyukur sdh banyak yg ngasih tanggapan dan koreksi lalu minta maaf beres deh

    Kalo kata anak TK sekarang mah sdh jatuh ketiban tangga, lalu keguyur cat, lalu ketiban genteng, sdh ketiban genteg kecebur ke septi tank pula eh blm di bersihin dr bau ee ketabrak motor

    Tp anehnya blm sadar2

    Mudah2an sy berdoa supaya ga di angkat ke sinetron di TV yg kita nonton ikut kesal.

    Dan mudah2an juga ga di somasi oleh seluruh kurir ninja expres ke purwokerto karena dia sdh nulis kurir ninja expres purwokerto tidak profesional, tdk spesifik kurir ninja expres yg antar paket ke dia, walau kenyataannya kurir yg mgirim ke dia sdh sesuai SOP..

    Tetap semngat buat seluruh kurir di manapun berada, saat ini kita warga 62 ada di pihak anda,

    Yu ah nitizen nyeruput kopi lg mayan kita ada hiburan bisa senyum2 bbrapa hari ini supaya imun tubuh kita tetap baik dan selalu sehat badan sehat pikiran sehat isi dompet juga minimal di dompet lebih dr 35 rb buat jaga2 aja heheh

  • 14 Maret 2021 - (21:59 WIB)
    Permalink

    Sistem pembayaran COD (Cash on Delivery/Bayar Tunai) pertama kali diperkenalkan oleh e-commerce Za**la di Indonesia untuk menarik minat pembeli, transaksi tanpa menggunakan kartu kredit/debit atau bank transfer. Jadi intinya, jika pembeli tidak punya kartu kredit/debit atau dana/saldo di rekening, bisa belanja pakai uang tunai di saku.

    Ini belanja online dengan cara COD, paket datang malah ngotot bayarnya mau transfer. Sangat membingungkan, berbelit-belit dan (maaf, seperti kata anda sendiri) kaku dan bodoh. Harga barang 35K rupiah.

  • 14 Maret 2021 - (22:06 WIB)
    Permalink

    Belanja cod,tapi bayar transfer,harusnya ,kan di persiapkan uangnya klu emang belanja cod,klu emang transfer harusnya dari awal,kan bisa pembayaran melalui transfer di marketplacenya,tinggal atur mau bayar seperti apa,kan udah ada pilihannya,belanja 35rb,komplain di media konsumen,si kurir kena sp,trus di pecat……..sepertinya anda tdk punya etika dalam bertetangga…….anda waras toh

  • 14 Maret 2021 - (23:26 WIB)
    Permalink

    Seandainya skenarionya begini,,
    “Maaf mas, saya tidak ada cash, dari tadi saya sudah cari-cari mentok cuma dpt 5000 perak, kalau boleh, bisa minta no. rekening mas nya, biar saya transfer… saya lebihin deh 15 ribu buat mas beli nasi padang, mohon maaf merepotkan”…
    dan mungkin masih banyak skenario lain lagi..
    Walaupun melanggar SOP, setidaknya ada solusi yg d tawarkan, mengingat kita yg butuh barang tersebut dan agar bisa fokus ke pekerjaan lain, dan drama ribut-ribut di MK mungkin tidak diperlukan..

    For All: Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap terapkan protokol kesehatan.

  • 14 Maret 2021 - (23:29 WIB)
    Permalink

    Kalau anda membandingkan dengan kurir lain yang mau bertransaksi secara transfer, justru kurir yang bersedia menerima selain cash itu yg menyalahi aturan. Pahami definisi COD aja ga bisa ini malah bicara profesionalitas, sampai kemanapun juga anda yg salah. Namanya beli online kan bisa ditracking, perjalanan paket sampai mana, kapan sampai, dan kalo anda sudah berkomitmen CoD, ya siapkan uangnya. Initinya dari masalah ini anda yg ga profesional dan ga punya komitmen. Bukan kurirnya. TITIK.

  • 15 Maret 2021 - (05:17 WIB)
    Permalink

    Pak davin, kalau memang mau transfer, ya transfer ke rekening kurirnya dong, biar kurir bisa narik di atm, klo beda bank, ya lebihin.. jangan kirim ke rekening lain

    Mau bos petinggi petonggo, kagak ada urusannya, memang kacamata konsumen gampang bla bla bla

    Lu pikir emang nya mreka bikin laporan nya gimana? Tinggal ngomong “uda di transfer ke rekening bos tuh” ,gitu??? Panjang urusannya

    makna COD memang betul bayar sesuatu ditempat tidak harus dalam bentuk uang, tapi kalau namanya SOP kalau harus wujud tunai ya harus tunai pak..

    Jangan samakan COD pribadi atau sama org lain melalui forum dan sejenisnya dengan COD kurir ekspedisi , mreka memang harus menerima duit cash untuk sebagai pertanggungjawaban kepada perusahaan

    kalau memang g ada megang duit 35ribu, tanya baik2 dl, mas saya transfer ke rekening mas saja ya nanti bantu skalian tarik

    Transfer 50ribu masa iya kurir nolak, pasti terimakasih juga uda di bantu tambahin rejeki si kurir

    Kalau mau spesial lagi, pak davin bikin perusahaan kurir COD sendiri saja, sop nya sesuai pak davin mau dan dambakan

    SOP yg paling mantap adalah SOP IGA TULANG RUSUK MANG IJAY

  • 16 Maret 2021 - (13:25 WIB)
    Permalink

    madang disit sebelum menulis, siapkan uang cash jika memang anda merasa punya pesanan paket COD, tau gak sih artinya COD? cash on delivery, berarti mbayare kes njenengan udu transfer. nek memang duite neng ATM ya jukut disit duite kang..

  • 16 Maret 2021 - (13:54 WIB)
    Permalink

    Dear, customer yg baik. Pahami dulu sistem transaksi dalam sebuah platfrom marketpleace dan ekspedisi sebelum membeli suatu barang. Namanya sistem COD itu langsung bayar di tempat dengan uang cash. Kalo mau transfer ngapain pake COD? sekalian aja bayar langsung via transfer saat pembeliaan. Tindakan kurir juga sudah menggunakan SOP yg sudah di atur perusahaan. Jadi bertindaklah bijak sebelum membuat statment sehingga tidak merugikan pihak satu sama lain.

  • 16 Maret 2021 - (14:38 WIB)
    Permalink

    Dear customer yang baik dan tidak sombong mohon d mengerti lagi masalah paket COD , semisal ingin transfer lebih baik lngsung transfer ke sellernya langsung , paham kan
    Mohon d mengerti lagi

 Apa Komentar Anda?

Ada 103 komentar sampai saat ini..

Kurir Ninja Express Purwokerto Tidak Profesional

oleh Davin dibaca dalam: <1 min
103