15 Juta Rupiah Transaksi Fraud Tetap Dibukukan, Walau Kartu Kredit BNI Terblokir

Saya merupakan pengguna kartu kredit BNI tipe Platinum sejak 2012. Saya memiliki dua jenis kartu dengan tipe platinum, yang berbeda payment gateway-nya.

Pada 25 November 2021, salah satu kartu BNI saya mengalami transaksi fraud pada Apple Store Korea, dengan total transaksi 1.230.000 Korean Won atau setelah dikonversi ke Rupiah menjadi Rp15.044.939. Saat transaksi fraud terjadi, saya mendapat notifikasi dari BNI SMS Banking dan email. Saya langsung memeriksa statement transaksi kartu via aplikasi BNI Credit Card, pada aplikasi tersebut dinyatakan telah diblokir, kemungkinan besar karena transaksi fraud ini.

Untuk konfirmasi, saya menghubungi BNI Call pada 1500046 dan mendapat konfirmasi dari CS bahwa kartu memang telah diblokir dan transaksi masih dalam keadaan menggantung atau tidak settle. Saya tanyakan juga apakah saya perlu membuat surat sanggahan, jawaban CS saat itu adalah tidak perlu.

Namun, pada 29 November 2021 betapa terkejutnya saya saat memeriksa kembali status kartu melalui aplikasi BNI Credit Card, saya menemukan bahwa transaksi fraud tersebut telah dibukukan pada kartu yang terblokir.

Saya menghubungi kembali pihak BNI Call dan diminta untuk membuat surat sanggahan oleh CS. Saya bersikeras bahwa seharusnya transaksi tidak dibukukan karena kartu telah diblokir. Jawaban CS hanya seperti robot dan mengarahkan untuk membuat surat sanggahan. Pada 29 November 2021 malam hari, saya telah mengirimkan surat tersebut via email ke bnicall@bni.co.id.

Sungguh mengherankan sistem BNI, mengapa transaksi tetap dibukukan walaupun kartu telah terblokir dan transaksi juga dinyatakan mencurigakan oleh CS?

Setelah pengajuan penyanggahan, Call Center BNI kembali menelepon saya dan menyatakan proses investigasi telah dimulai, maksimal memakan waktu 45 hari kerja. Pihak Call Center berkata bahwa transaksi ditangguhkan dan tidak usah dibayar dulu.

Betapa terkejutnya saya ketika menerima billing kartu saya pada 11 Desember 2021, transaksi tetap dibukukan. Halo bagaimana ini BNI?? Saya sebagai konsumen merasa sangat dirugikan dan nampaknya berada dalam posisi lemah.

Saya cukup percaya diri untuk menjaga keamanan transaksi keuangan saya. Latar belakang saya adalah pekerja dan pengajar di dunia IT, serta pernah mengelola keamanan sebuah payment gateway. Saya tahu bagaimana harus menjaga keamanan transaksi saya, lalu bagaimana dengan keamanan verifikasi transaksi dari BNI sendiri?

Ini adalah fraud saya yang kedua selama menggunakan kartu kredit BNI. Fraud pertama pada tahun 2015 dan baru diketahui ketika cetak billing, karena pada tahun itu belum ada notifikasi via email dan SMS. Namun, pada fraud pertama pelayanan BNI cukup memuaskan dan saya tidak menerima tagihan apapun dari transaksi fraud tersebut. Baru tahun ini seakan pelayanannya menurun, mohon tanggung jawab dan bantuan pihak BNI.

Terima kasih.

Tonny Adhi Sabastian
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Keamanan Kartu Kredit BNI:
[Total:35    Rata-Rata: 1.4/5]
Penjelasan BNI Tentang 15 Juta Rupiah Transaksi Fraud Tetap Dibukukan, Walau Kartu Kredit BNI Terblokir

Dengan hormat, Berkaitan dengan surat pembaca dari Bapak Tonny Adhi Sabastian (mediakonsumen.com, 13/12) tentang “15 Juta Rupiah Transaksi Fraud Tetap...
Baca Selengkapnya

20 komentar untuk “15 Juta Rupiah Transaksi Fraud Tetap Dibukukan, Walau Kartu Kredit BNI Terblokir

  • 13 Desember 2021 - (19:17 WIB)
    Permalink

    Kira2 dbobolnya drmn y.. Koq bs dpt data2 mis No card, cvv, masa berlaku.. Apa pernah transaksi k LN..

    • 14 Desember 2021 - (10:56 WIB)
      Permalink

      data leak biasanya bisa banyak, tidak mesti transaksi di LN, bisa transaksi di Indo, kemudian ada kebocoran data di e commmerce nya sendiri, kemudian datanya dijual di internet

      ataupun hal simpel seperti penggunaan kartu fisik nya di swipe mesin pembaca kartu dikasir/difoto/cm dihafalkan, kemudian data jg bisa dijual di internet

      paling aman langkah utama adalah CVV ditutup i dengan kertas/tempelan

      kemudian tidak bertransaksi di website2 yang kurang aman(aman pun kadang bisa kebobol di ecommerce nya sendiri)
      kalau mau paling aman berbelanja di internet bisa menggunakan kartu kredit virtual
      kalo di indo sudah ada di bank niaga, BNI kalo tidak salah

      jaman sekarang ngeri bung, orang yang paham keamanan dan IT saja bisa kebobolan 2 kali(bukan salahnya juga sih harusnya, biasanya ada data leak), harus pengamanan maksimal

    • 14 Desember 2021 - (11:41 WIB)
      Permalink

      Kemungkinan Data Leak. Salah satu e-commerce travel yang saya gunakan ternyata pernah mengalami data leak di akhir 2020 (aka Agoda dan grupnya). Mungkin saja datanya ikut dalam kebocoran tersebut.

  • 14 Desember 2021 - (00:39 WIB)
    Permalink

    Ini sangat mengejutkan
    Orang sekelas anda saja yang berlatar belakang IT dan juga pernah di payment gateway bisa kebobolan, apalagi kami yang masyarakat pada umumnya.
    Mohon ceritakan lebih panjang mengapa anda bisa kebobolan, dan juga tips bagi saya khususnya agar tidak mengalami hal serupa.
    Kebetulan saya ada beberapa kali transaksi dan subscribe LN.
    Trims

    1
    2
    • 14 Desember 2021 - (11:01 WIB)
      Permalink

      bisa pakai kartu kredit virtual, di Indo niaga dan BNI bisa setau saya, jadi data kartu kredit anda aman di bank tersebut, kemudian diberikan sebuah nomor kartu kredit “palsu” untuk bisa anda gunakan dalam transaksi

      kalo tidak melalui bank indo mungkin bisa gunakan layanan seperti privacy.com, sistem kerjanya sama kurang lebih tapi kalau privacy.com saya kurang tahu khusus US atau tidak, mungkin anda bisa menemukan layanan serupa

      • 14 Desember 2021 - (11:38 WIB)
        Permalink

        TIL, Today I Learned. Terima kasih, kemungkinan saya akan coba kartu kredit virtual ini.

        Biasanya untuk transaksi e-commerce luar negeri, kartu saya bind via Paypal untuk payment processing. Namun ada satu e-commerce travel yang sering saya pakai yakni Agoda, kartunya saya binding kesana.

        Ternyata Agoda dan grupnya kena Data Breach di akhir 2020 lalu (https://www.dailymail.co.uk/news/article-8931631/Popular-travel-booking-sites-hit-huge-data-breach-stealing-millions-credit-card-numbers.html).

        Ada kemungkinan disini letak data breachnya.

        Lesson Learned : Never Bind your Card Again to Any Site, atau jika terpaksa bind seperti untuk berlangganan cloud infrastructure di AWS/Digital Ocean, tetap review keamanan mereka.

        • 15 Desember 2021 - (00:52 WIB)
          Permalink

          Mas, lebih baik kedepannya kl bind mnding seperlunya aja. Kalau tdk dipakai atau setelah transaksi berhasil mending dihapus lagi. Sy pake cc buat ke aliexpress doangan. Setelah itu hapus lagi.
          Namanya sistem buatan org mas, maling lebih unggul dua langkah didepan

  • 14 Desember 2021 - (08:52 WIB)
    Permalink

    saya pny kartu jenis yg sama, tidak pernah saya pakai sama sekali, tau2 dpt sms dr BNI kalau ada percobaan trans fraud, dan diinfokan kartu sudah di blok. Saat itu saya pny 2 kartu BNI, tp ga diinfoin kartu yg mana. Setelah call bni baru diinfokan klo yg kena fraud kartu pertamin* yang blm pernah saya pake sama sekali… Dan trans nya juga mata uang asing.

    Heran banget kan? drmn data bisa bocor, klo sy saja blm pernah pake kartu itu sama sekali. Bank di Indonesia selalu bangga dengan keamanan sistem OTP & PIN, tp mrk lupa, diluar negeri ga perlu pake OTP, asal tau no card, exp date & cvv sdh bisa transaksi…

    • 14 Desember 2021 - (11:05 WIB)
      Permalink

      betul sekali, di luar negeri memang tidak perlu OTP, kelemahan sistem kartu kredit kita di Indo seperti itu, meskipun misal kartu kredit visa saya dari BCA menggunakan OTP verified by visa, transaksi luar negeri akan mengabaikan verifikasi tersebut

      ngeri jaman sekarang, belum dipake aja bisa kebobol, ada indikasi kuat orang dalam jual data

  • 14 Desember 2021 - (10:51 WIB)
    Permalink

    Aduh … bank ini lagi, sepertinya yang sering dibobol itu kalau bukan kartu jenis Garuda ya Pertamina.

  • 14 Desember 2021 - (11:24 WIB)
    Permalink

    ah dipake anaknya kali buat jajan kpop, diem2 nyomot kartu bapaknya terus dibalikin wkwkwk. transaksi di apple store biasanya pake angka cvv di belakang kartu, tau sendiri kan anak jaman now palagi yg gila kpop, wkwkwk

    2
    3
    • 14 Desember 2021 - (11:32 WIB)
      Permalink

      Halo Troll, saya belum punya anak sampai sekarang. Saya tahu namanya batas data privasi sendiri yang harus dijaga dan tidak diberikan walaupun ke keluarga keluarga.

  • 14 Desember 2021 - (14:44 WIB)
    Permalink

    ada yg tau nomor kartu, exp kartu, cvv hingga nama lengkap.
    Tanpa OTP pun, pembelian bisa terjadi. Makanya hati2 dlm menjaga data kartu. Kalo tidak merasa meminjamkan kartu kreditnya, mungkin ada yg memfoto kartu bolak balik. Makanya tdk disarankan utk menitipkan kartu kreditnya ke siapapun termasuk pelayan toko, krn dpt disalahgunakan. Data2 tsb bisa dijual ke siapapun

  • 15 Desember 2021 - (06:30 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yang sama di Juni kemarin. Transaksi nya juga tertulis APPLE STORE di email notifikasi yang saya terima. Langsung saya telpon BNI Call Centre nya. Call pertama saya diminta cek ulang apakah saya benar tidak ada subscription di APPLE. Setelah saya cek dan saya yakin tidak ada subscription, saya telpon lagi BNI nya baru diminta bikin surat sanggahan dan kartu lama akan diblokir dan dikirim kartu baru. Untung nya tagihan itu akhirnya tidak muncul di billing bulan berikut nya. Dan mungkin data saya juga bocor di kasus Agoda berarti. Karena saya juga mengkoneksikan kartu CC BNI saya di aplikasi Agoda. Ternyata banyak temen nya

  • 15 Desember 2021 - (12:55 WIB)
    Permalink

    Wah bkn orng biasa kyknya. Btw pak laporan seperti ini jika melalui telp cs minta nomer tiket, dan lebih baik juga pakai email. Dengan adanya nomer tiket dan email track nya kelihatan semua.
    Cara kedua jika bank ini msh minta tagihan, nah minta keringanan aja, karena semuanya tanggung jawab pengguna kartu kredit. Di baca2 aja term and condition

  • 15 Desember 2021 - (20:43 WIB)
    Permalink

    Per tanggal 14 Desember 2021, saya telah melihat billing kartu kredit pada app BNI Card telah dikembalikan kreditnya sejumlah nilai fraud.

    Terima kasih @BNI atas tanggapannya.

    • 15 Desember 2021 - (20:44 WIB)
      Permalink

      Tanggal 15 Desember 2021, dan bukan tanggal 14 Desember 2021.

      • 15 Desember 2021 - (22:00 WIB)
        Permalink

        Keren
        Mantap
        Oke kalau gitu ini AGODA ya kemungkinan breachnya
        Masalahnya di Toped juga pernah data breach waktu itu, dan saya juga ada bind cc disitu
        Melihat transaksi LN yang yg tanpa OTP bisa proceed, sepertinya saya harus ganti kartu sekarang.

        Trims

 Apa Komentar Anda mengenai Keamanan Kartu Kredit BNI?

Ada 20 komentar sampai saat ini..

15 Juta Rupiah Transaksi Fraud Tetap Dibukukan, Walau Kartu Kredit BNI…

oleh Tonny Adhi Sabastian dibaca dalam: 2 menit
20