Tidak Ada Kepastian dari Grab

Dear Grab Pusat,

Berhubung dengan penonaktifan sementara akun saya, saya kecewa karena tidak ada solusi yang tepat. Di keterangannya, saya harus ikuti training online di Grab Academy, tanpa perlu telepon kantor atau datang ke kantor.

Semua petunjuk dan kemauan dari Grab sudah saya jalankan, tapi tetap akun saya belum aktif. Terkait permasalahan cancel order, harusnya ditanyakan atau dikonfirmasi ke driver. Jangan seenaknya langsung menonaktifkan akun. Jadi biar tahu siapa yang cancel atau siapa yang salah. Kalau semua apa-apa salah driver, berarti tidak ada keadilan buat driver.

2 hari yang lalu saya sempat buka pusat bantuan dan disuruh menunggu 1×24 jam, akun akan aktif. Ternyata sampai saya membuat pernyataan ini belum aktif juga. Respons penanganan Grab untuk driver masih seperti dulu, tidak ada perubahan yang bagus, tidak ada peningkatan. Apa harus memakai jasa pihak ketiga lagi untuk membantu pengaktifan akun saya lagi? Ujung-ujungnya bayar dan bayar nanti.

Danang Tri Atmojo
Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab Indonesia:
[Total:283    Rata-Rata: 1.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

49 komentar untuk “Tidak Ada Kepastian dari Grab

  • 3 Agustus 2022 - (10:58 WIB)
    Permalink

    karena ini mediakonsumen, saya rasa agak aneh bahwa anda bikin surat pembaca di sini, ini bukan mediamitrakerja, anda bukan konsumen dari grab, anda mitra kerja mereka

    dari sisi konsumen saya menyuarakan frustasi ketika driver2 minta kita cancel order/penjemputan, alasan terlalu jauh lah, antri lah, kita mau nunggu kok

    26
    58
    • 4 Agustus 2022 - (11:58 WIB)
      Permalink

      Tidak semua driver online begitu.kita yang benar kerja mencari nafkah di situ.gak mungkin melakukan yang merugikan diri sendiri.dan anda jangan asal menyalahkan driver belum tentu minta cancel kesalahan dari driver..kalau alasan terlalu jauh itu wajar soalnya harga dan jarak tidak sesuai.maka jadilah pengemudi online dulu baru komen.salam driver online Kalimantan salam satu aspal tiga pedal

      51
      9
    • 4 Agustus 2022 - (15:37 WIB)
      Permalink

      Ya kalo jauh anda mau ganti bensin pnjemputan.
      Smetara ongkos asli yg anda bayar aja kmi cma nerima 58% stlh pot, bensin dan apk.
      Mau di pot lg jmpt anda jauh, macet.. ! Anda kira kami ga butuh makan. Dan hanya mengabdi dgn cs tanpa keuntungan gitu???

      36
      5
      • 5 Agustus 2022 - (08:37 WIB)
        Permalink

        Ya akang cari makan sabar memang kadang driver dirugikan apa lagi promo saya sering jarak 3 km hanya disuruh bayar cuma 3 ribu karena kasihan saya kasih 10 rb.

        4
        1
    • 4 Agustus 2022 - (17:27 WIB)
      Permalink

      driver ojol sedang tertindas, terutama driver grab, orderan grab sedang turun dan jumlah driver grab semakin banyak (karena tidak dibatasi). karena mitra driver mereka sangat banyak, mereka bisa berbuat apapun ke mitranya termasuk melakukan putus mitra secara sepihak tanpa harus menjelaskan alasanya, dan grab bisa dengan mudah mengabaikan keluhan mitranya karena itu tidak berpengaruh apa2 buat mereka.

      kalau ada mitra grab komplain di kanal konsumen, memang tidak relevan, tapi karena tidak ada lagi tempat untuk mengeluh, ya mau gimana lagi. kami harus memanfaatkan segala kesempatan untuk mendapat simpati masyarakat, meskipun dengan cara yang (mungkin menurut anda “bego”).

      27
      3
    • 4 Agustus 2022 - (18:30 WIB)
      Permalink

      Saya yakin anda seorang pekerja atau pengusaha yg akan mempertimbangkan semua faktor untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan. Pun demikian driver online, mereka punya hitungan juga. Wajar anda kesal karena sering ditolak orderannya. Toh ada sistem performa yg didapatkan driver, yg berimbas pada orderan yg akan mereka dapatkan.
      Khusus grab, memang sering kali aneh sistemnya. Kadang posisi driver lebih dekat dengan drop point dibanding pick up point.
      Jadi kalau kita belum merasakan posisi seseorang atau tidak memposisikan diri di orang lain plus pengalaman yg tak mengenakan maka opini yg di ucapkan akan berseberangan, kadang mengabaikan fakta yg ada atau tidak mau tau.

      7
      2
      • 4 Agustus 2022 - (19:45 WIB)
        Permalink

        Intinya sih antara driver dan penumpang salimg menghormati dan menghargai. Jadi sama² enak.
        Gtiu aja kok repot…

      • 6 Agustus 2022 - (12:11 WIB)
        Permalink

        sana yang cancel, sana yang ngitung untung rugi, konsumen yang disuruh cancel, masuk akal?

        1
        1
    • 4 Agustus 2022 - (22:56 WIB)
      Permalink

      Nah klo driver minta penumpang cancel dgn alasan jemput kejauhan itu driver suek, kan itu resiko pekerjaan.

      Lain cerita klo penumpang cancel tanpa konfirmasi ke driver padahal driver sdh otw ke titik penjemputan + alasan yg dipilih ” driver minta pembatalan”, ini nama ny penumpang suek, krn performa driver jd turun.

    • 4 Agustus 2022 - (23:11 WIB)
      Permalink

      Maaf ya mas saya memiliki pendapat begini… Saya seorg driver online gr*b car saya mengerti dan bisa merasakan bila diposisi anda sebagai pengguna yg memang di grab itu pengguna bayarnya mahal tapi harusnya anda tahu juga berapa argo yg bersih yg diterima driver?
      Nah inilah yg menjadi penyebab utama sementara penumpang telah membayar mahal tapi yg diterima bersih oleh driver itu kecil sekali… Nah PR buat anda silahkan anda tanya driver bagaimana sih cara penghitungan pendapatan bersih driver di gr*b.
      Terima kasih… Mohon maaf kalau kurang berkenan.

      6
      1
      • 6 Agustus 2022 - (23:19 WIB)
        Permalink

        Klo tarif penumpang 34/35rb, driver terima ny 24rb. Rincianny biaya aplikasi 4rb klo pake asuransi +1rb, biaya perjalanan 30rb. Nah yg 30rb di potong lgi 20% sm aplikator, yg masuk kantong driver jd ny 24rb

    • 5 Agustus 2022 - (20:30 WIB)
      Permalink

      Logika jika titik jemput jauh, mayoritas customer pasti tidak mau menunggu. Dan kerugian bagi driver adalah beban biaya BBM yang terbuang.

      Dan perihal cancel karena restoran antri, disini juga banyak customer yang tidak sabar, belum lagi waktu tunggu bagi driver hanya buang waktu, yang harusnya bisa menyelesaikan 2-3 orderan, tetapi tertahan 1 orderan di restoran antri.

      • 6 Agustus 2022 - (12:12 WIB)
        Permalink

        lah logikanya kalau customer g mau, customer bisa cancel sendiri, jangan putusin buat customer, karena jauh customer suruh cancel

        kalau sana ngerasa jauh dan rugi, ya sana yang cancel, ngapain suruh2?

  • 3 Agustus 2022 - (17:38 WIB)
    Permalink

    Grab mah emang kaya gitu…
    Saya vermuk pake muka sendiri aja di suspen, pas dateng ke kantor buat aktifin akun mereka ga bisa jelasin alesan di suspen kenapa, malah mereka menebak masalahnya di sinyal… Dan kejadian itu terulang ga sampe sebulan, pas dateng ke 2x nya ke kantor malah suruh bikin surat pernyataan diatas materai kalo ngulangin sekali lagi putus mitra… Kan geblek… Salahnya dimana, tau2 dapat hukuman…
    Udah bang mending pindah aplikator aja, grab ga beres emang dari dulu… Awalnya gw juga ga percaya cuma denger2 cerita driver di jalanan soal grab, eh taunya kejadian sendiri ama gw…

    12
    2
      • 5 Agustus 2022 - (20:03 WIB)
        Permalink

        Sy juga driver onlen ya kadang kepanasan, kehujanan, kelaparan, kahausan sy alami titik jemput titik antar meleset jauh yg buat pening kepala sy jalani demi uang 8rb 9rb, 10rb custumer ada yg baik ada juga yg sebaliknya memang ada sebagian driver yg pilih2 order tp dgn alasan keselamatan, daerah rawan dan banyak lagi krn kuda besi satu2 harta yg harus dirawat, dijaga krn itu aset yg hrs dijaga smoga driper dan kastemer saling memaklumi demikian impo curhatan saya

  • 4 Agustus 2022 - (11:28 WIB)
    Permalink

    ini aplikasi pemakan 20% dr driver banyak gaya !!!!
    dasar aplikasi asing tukang jajah ….

    9
    7
    • 4 Agustus 2022 - (15:09 WIB)
      Permalink

      Kalau saya hitung2 koq akun saya kepotong sekitar 30℅ bukan 20℅ seperti yang abang bilang.
      Semoga aja Grab Indonesia cepat bangkrut…
      Customer service suport nya juga gak bisa di telp, kirim email jawabannya sama alias kopi-paste, jadi jawabannya suka gak nyambung ama pertanyaannya.
      Untung aja saya masih ada akun GO-JEK, jadi fokus di GO-JEK.

      7
      1
      • 4 Agustus 2022 - (21:19 WIB)
        Permalink

        emang *******, mootong ga kira2, kata nya 20 % …. di cek lg ada biaya aplikasi dan tambahan biaya siluman juga … di tambah banyak aturan yg suka2 dia , ngerugikan driver !…
        hello, kita mitra bukan pegawai, apalagi kacung loh ….. penjajah

        3
        3
    • 4 Agustus 2022 - (15:39 WIB)
      Permalink

      Di palembang pot 3000 dlu baru pot 24%
      Dri hrga asli… Trus pot lgi bensin jmpt dan antar.

      3
      1
  • 4 Agustus 2022 - (17:59 WIB)
    Permalink

    Mungkin bisa dijelaskan juga, kenapa anda/pemesan sering cancel order.. Siapa yg sering cancel? Anda atau pemesan? Alasan?

    2
    1
    • 4 Agustus 2022 - (22:40 WIB)
      Permalink

      Biasa otobid on, pas terima orderan jemput ny jauh trus tarif murah, ujung² ny di cancel driver. Itung²an ny driver rugi di bbm sm waktu.

      • 4 Agustus 2022 - (23:20 WIB)
        Permalink

        Kesalahan driver dong kalau gitu.. “mitra kerja” tapi gk kooperatif dengan grab, dikasih job order tapi di cancel berulang kali.. Akhirnya di nonaktifkan..

        2
        2
        • 4 Agustus 2022 - (23:36 WIB)
          Permalink

          Nah klo driver cancel orderan yg ud diterima itu punishment ny lebih berat drpd driver cuekin orderan masuk. Klo cuekin orderan 5x berturut² klo ga salah disuspend 30menit di Grab

          • 5 Agustus 2022 - (09:52 WIB)
            Permalink

            Gw juga driver.. Maxim dan indrive, pakai mobil.. Orderan kecil cuma 15rb juga gas mau gk mau, kalau itu auto/otobid..

            2
            1
          • 5 Agustus 2022 - (09:54 WIB)
            Permalink

            Namanya usaha kerja ya kadang rugi angin kadang untung.. Kalau maunya untung terus ya pasti pihak grab gmw pake lah.. “mitra kerja” kurang kooperatif

            1
            3
  • 4 Agustus 2022 - (18:35 WIB)
    Permalink

    Kalau grab indo bangkrut, anda tau berapa keluarga yg menggantungkan hidup di grab?
    Sungguh ***** hati anda, hanya karena tidak cocok anda langsung mendoakan orang bangkrut
    Pantas ja cma gojek yg mau menerima anda, semoga juga pihak gojek baca komen toxic kamu kemudian juga memutuskan mitra kerja kamu
    AMIN

    3
    5
  • 4 Agustus 2022 - (22:39 WIB)
    Permalink

    Maka ny jgn otobid bang, klo otobid on trus cancel lebih berbahaya drpd otobid off trus dicuekin. Makanya perjanjian mitra kerja dibaca, jgn cuma di centang “saya setuju, lanjutkan”. Grab sm Gojek sama potongannya, 20%. Perincian biaya dan potongan di tiap² orderan Grab ato Gojek jelas. Misal penumpang bayar ny cash 34/35rb, driver terima ny 24rb. Tarif asli 30rb trus biaya aplikasi 4rb/5rb tergantung pilihan penumpang pakai opsi proteksi ato ga. Masing² aplikator ada plus dan minus ny, silahkan pilih sesuai selera masing².

    3
    1
  • 5 Agustus 2022 - (01:23 WIB)
    Permalink

    Saya juga driver bang, kalo saya pribadi lebih pilih ambil orderan walaupun titik jemputnya jauh ketimbang bengong nunggu orderan:) driver jaman sekarang emang kebanyakan ngeluh. Dikasih orderan ngeluh, gak dikasih orderan juga ngeluh

    7
    1
  • 5 Agustus 2022 - (04:28 WIB)
    Permalink

    saya sih memposisikan sebagai pengguna grab dan mitra grab juga,walau hanya onbid di weekend kalau sempat, mungkin ada baiknya didatangi aja kantor grabnya dan diselesaikan permasalahannya.
    Toh ga rugi jugakan dengan mendatangi kantornya biar ketemu solusinya.
    Ya alhamdullilah sejauh apapun kalau dapat penumpang saya samperin aja,itung2 jalan jalankan.
    Pada prinsipnya kerjakan pekerjaanmu dengan happy maka semuanya akan mudah.

  • 5 Agustus 2022 - (19:04 WIB)
    Permalink

    Saya tidak menyalahkan driver, saya juga tidak menyalahkan aplikator.yg saya sesalkan kadang ada oknum driver yang merasa dirinya paling benar, contohnya dapat order grabfood makanan udah jadi tapi driver menunda-nunda, giliran belum jadi nanyain udah jadi apa belum padahal order baru masuk, saya juga disini mitra grab juga jikalau ada orderan langsung saya jemput,no alasan cancel2 Orderan giliran di-suspend nyalahin aplikator, jadilah driver yang cerdas kalo sudah On aplikasi berarti sudah siap jemput rejeki

  • 6 Agustus 2022 - (07:00 WIB)
    Permalink

    Sy tidak peduli dg keluhan driver grab, narik dpt angin kek, potongan gede kek, titik jauh bensin boros kek
    Yg penting sy bayar sesuai aplikasi, klo sy kira kemurahan biasanya sy kasih lebih
    Tp klo driver nya ******, ngeluh sana sini, smp dengan terang2an minta uang tip auto sy kasih bintang 1

    1
    2
    • 6 Agustus 2022 - (07:37 WIB)
      Permalink

      Wooy.klw ngomong yg enak pian.kita sama2 membutuhkan.pian kdd driver gak bakalan bisa dan sebaliknya driver gak ada konsumen gak jalan.bintang buat kita driver sangat berarti.lun doakan Pian order susah dpt driver dan sekali dpt mudah2n di cancel terus.kasihan driver klw dpt CS kayak pian.beujung Suspen akun atau susah dpt orderan kedepannya gra2 CS yg tidak tau diri.emang kita cuman ojol tpi pekerjaan kami lebih mulia dri pada orang2 yg kurupsi atau menipu.saya pribadi sangat tidak suka dengan stitmen Pian…

      1
      1
  • 6 Agustus 2022 - (08:09 WIB)
    Permalink

    Tolong konsumen yg budiman untuk memahami ya…. Tarif Car yang ada di konsumen Rp 16.000, setelah dikurangi biaya pemesanan Rp 4.000 dan potongan 20%, yg diterima mitra pengemudi Rp 9.600. Kira2 adil atau tidak? Herannya masih saja ada driver yg bangga ditempeli stiker group binaan paman… Dulu biaya pemesanan itu tidak ada, sekarang ada… Dan para moderator group binaan cuma diem wkwkwkwwk

  • 7 Agustus 2022 - (14:15 WIB)
    Permalink

    Curhat..
    Aku pernah pesan di tokped mau beli printer, pakai Gosend instant, pakai kode promo gosendhemat 15rb
    setelah pesan, tau2 di telpon dimaki2 sama driver nya, “Pak ini tarif kemurahan nih, mau gak tambahin ongkos biar kita anterin, musti masuk gedung bayar parkir”
    Saya jawab, “Baik pak, biaya parkir saya kasih tunai disini, biasa juga saya selalu kasih biaya parkir, tapi kalau soal tarif kemurahan bagaimana saya bisa jawab?”

    Saya ini konsumen, bukan Aplikator, pertanyaan itu hrsnya di sampaikan bukan ke saya.
    Hanya bisa menghela dada, dicancel terus sampai ketemu ada driver yg mau pickup, akhirnya sy kasih 20rb uang tambahan

    Kesel bat dah hari itu, sampai rasanya males pake Gosend instant lagi

 Apa Komentar Anda mengenai Grab Indonesia?

Ada 49 komentar sampai saat ini..

Tidak Ada Kepastian dari Grab

oleh Danang dibaca dalam: 1 menit
49