Terdampar di Batam Akibat Salah Pesawat dalam Penerbangan LION Air Pontianak – Jakarta

Tanggal 09.09.2022 saya connecting flight dari Ketapang ke Jakarta via Pontianak, dengan kode penerbangan IW1347 pukul 15.45 dan JT 687 pukul 14.00. Setelah panggilan untuk boarding, saya masuk gate 3 dan petugas merobek potongan tiketnya. Ketika berjalan di lorong, tidak ada satu petugas pun yang mengarahkan. Sesampai di pesawat, saya tunjukkan tiket saya ke pramugari dan saya dipersilahkan duduk di kursi 27F.

Setelah sekian lama terbang, pesawat mendarat. Saya baru tahu kalau pesawat yang saya naiki turun di Batam, bukan Cengkareng di Jakarta sesuai tiket saya. Saya tanyakan ke pramugari perihal ini dan dilanjutkan ke petugas LION di Batam.

Setelah diskusi dan koordinasi dengan petugas di Batam dan Pontianak, mereka hanya bertanggung jawab pada pembelian tiket Batam-Jakarta untuk penerbangan keesokan harinya. Sementara itu saya harus menginap di Batam, karena sudah tidak ada tiket ke Jakarta. Jadilah saya terdampar di Batam.

Padahal saya sudah janji keesokan harinya dengan istri dan anak saya untuk bisa mengantar ke kampus mengikuti ospek. Sementara itu biaya menginap di hotel dan taksi PP harus saya bayar sendiri!! Sudah jatuh ketiban tangga, itulah kira-kira yang terjadi pada diri saya.

Rasanya aneh ketika saya salah naik pesawat kenapa pramugari tidak melihat kertas boarding saya dengan teliti??? Kalau saya salah naik pesawat harusnya jumlah penumpang menjadi kelebihan karena bertambah penumpang dari flight lain??? Kenapa tidak dicek jumlah penumpangnya???

Saya tunggu respons pihak maskapai LION perihal keluhan saya ini.

Sudarwanto
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lion Air:
[Total:194    Rata-Rata: 2.5/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

59 komentar untuk “Terdampar di Batam Akibat Salah Pesawat dalam Penerbangan LION Air Pontianak – Jakarta

  • 10 September 2022 - (18:51 WIB)
    Permalink

    Saya rasa ini benar2 keterlaluan. Andaikata terjadi apa (maaf yah…) anda tidak terdeketesi keberadaan nya.

    SOP yang amburadul.

    24
    3
        • 12 September 2022 - (14:21 WIB)
          Permalink

          Untuk semua yang komentar harap dipahamin dulu apalagi untuk yang belum pernah naik pesawat harap pahami dulu baru komentar.
          Semenjak awal September ini banyak perubahan yang terjadi hampir disemua bandara di Indonesia. Skr petugas bandara banyak dikurangin dan penumpang di minta self service. Bagi yang belum paham maupun terbiasa akan mengalami kejadian kyk penulis. Maka untuk calon penumpang pesawat terbang diharapkan lebih awal tiba dibandara dan lebih konsentrasi dan teliti supaya menghindari hal2 seperti yg dialami penulis.

          3
          1
          • 12 September 2022 - (23:28 WIB)
            Permalink

            Bording pass robek sendiri…pengumuman dri ihak crew ngak di dengar sampai 3 pengumuman…tidak melihat no penerbangan…tapi masih aja merasa ngak bersalah…

            8
            3
    • 11 September 2022 - (08:48 WIB)
      Permalink

      Numpang Post di atas supaya warga MK yang budiman baca. Ini bukan untuk Pak Firman.
      Penulis adalah orang dewasa yang tidak perlu tunjukkan bahwa seharusnya ini seharusnya itu. Saya yakin penulis tidak akan pernah lagi seumur hidupnya terdampar seperti ini.
      Memang Lebih mudah mencari kesalahan seseorang dibanding menyalahkan suatu perusahaan. Kalian harus pahami bahwa setiap orang berbeda jangan berkomentar seakan-akan orang itu Anda sekalian. Komentar-komentar menyerang tandanya tidak dewasanya suatu individu.

      17
      17
      • 11 September 2022 - (12:17 WIB)
        Permalink

        Kalau gatau masuk pesawat mana ya tanya dodol, salah masuk sendiri nyalahin orang tipikal orang buta map

        9
        12
          • 12 September 2022 - (23:30 WIB)
            Permalink

            Hahahah…boss lain kali…bording nya jgn robek sendiri..dan lihat no penerbanganmu…jgn asal main salah orang…dan kalo pengumuman nya di dengar…

    • 11 September 2022 - (09:45 WIB)
      Permalink

      Saya mau mecoba netral, tapi tetap saja saya akan mempermasalahkan ketidaktelitian anda sebagai penumpang. Memang pada waktu pengumuman atau gate penerbangan biasanya berubah, tapi tetap biasanya diumumkan keberangkatan ke mana.
      Anda berharap petugas teliti melihat flight anda? Coba dibayangkan, petugas di depan gate itu paling hanya 2, dan mereka masing-masing harus mengecek nama sesuai ktp setidaknya 70-90 org. Anda berharap mereka yg kasitau kalau flight anda salah? Lha anda sendiri menyimak gak ketika ada beberapa kali pengumuman dari petugas atau pramugari? Mustahil pramugari ketika awal di pesawat tidak mengumumkan tujuan pesawat ke mana. Anda menyimak gak?

      Tapi kritikan mengenai ketelitian juga perlu untuk petugas lion, perlu ditegaskan berulang ulang ketika mengumumkan flight nya ke calon penumpang.

      Pesan saya untuk Sudarwanto, lebih menyimak y Pak. Tetap penting mendengarkan pengumuman dari pramugari ketika di pesawat.

      26
      5
      • 11 September 2022 - (12:27 WIB)
        Permalink

        Anda bodoh sangat komentar “mempermasalahkan ketidaktelitian penulis sebagai penumpang’ Selama di bandara ada proses cekin dan boarding dan itu sudah sepenuhnya tanggung jawab maskapai sebagai penyelengara penerbangan. Kenapa ada proses dan petugas boarding supaya tidak ada kesalahan salah angkut pax dan itu tanggung jawab maskapai bukan ketidaktelitian penulis. Mau penulis teliti atau tidak atau ketiduran dll itu hak penumpang makanya ada ruang boarding dlll utuk minimalkan kesalahan. Ini sudah dibilang satu gate banyak boarding. Itu tanggung jawab maskapai untuk ketelitian supaya tidak ada kesalahan angkut pax tidak bisa disalahkan pax, hak pax mau tidur kek kurang dengar kek kurang baca kek kurang kopi atau dll karena kalau salah angkut pax itu sudah dipastikan maskapai tidak ada pengawasan makanya loss ambroll. Ini sudah sangat fatal sebagai penyelengara penerbangan. Karena akibatnya sangat fatal sekali apa yg terjadi dengan bagasi pax apa yg terjadi pesawat kecelakaan pax penumpang tidak terdaftar. Jadi anda pakai otak anda kalau menyalahkan penulis tidak teliti di bandara jangan asal gunakan bacotan
        “Anda berharap petugas teliti melihat flight anda? ” memang kewajiban pasasi atau petugas bandara harus teliti mau dia ada hanya 1 pun atau 2 pun harus teliti makanya ada petugas kalau petugas ga teliti buat apa dibutuhkan ya biarkan aja tanpa ada petugas.
        “Anda berharap mereka yg kasitau kalau flight anda salah? ” betul itu yg benar harapan penumpang kewajiban pasasi petugas maskapai memberitahu pax karena tugas pasasi itu mau dia ada 1 atau 2 ada petugas pasasi kan disitu. Hak penumpang (penulis) untuk mendapatkan penerbangannya sesuai tiket dan mendapatkan arahan dari petugas ke pesawat tujuan sesuai tiket. Kalau ga sangup ya jangan buka gate buat banyak flight jangan disalahkan kepada penumpang itu pembodohan karena selama dibandara itu sudah kewajiban petugas mengarahkan penumpang ke pesawat sesuai tiket mau alasan tiket murah kek efesien kek ya penumpang beli tiket sesuai nilai yg dijual maskapai, urusan petugas cuma 1 kek atau 2 kek itu urusan bukan penumpang pikirkan.
        Penulis saya harap lapor minta kompensasi melalui Kemenhub dan angkasa pura sebagai penyedia bandara ke lapor.go.id karena ini manusia bukan barang ekspedisi yg diganti sesuai biaya kirim atau sesuai tiket saja. Karena manusia butuh konsumsi dan ada kelelahan juga butuh tempat istirahat yang memadai apabila ada kesalahan maskapai yang menyebabkan penumpang tidak mendapatkan penerbangannya sesuai jadwal karena kesalahan bukan dari penumpang tapi dari petugas maskapai tidak ada pengawasan.

        36
        18
        • 11 September 2022 - (19:50 WIB)
          Permalink

          Kalo komen begini.. Ini pasti kompetitor nya lion.. dia tau betul masalah di bandara. Ga jauh beda sama angkutan darat … Hehehe 😁

        • 12 September 2022 - (11:34 WIB)
          Permalink

          Anda terlihat *****, saat mengatakan anda bodoh.
          Saya pernah mengalami hal serupa saat pertama kali naik pesawat.
          Saat mau masuk ke dalam pesawat, saya bertanya pada pramugari yg berdiri di pintu… Apakah pesawat yg akan saya naiki betul menuju Jakarta? Dan pramugari menjawab, bisa pesawat tersebut menuju palembang. Dan petugas menunjukan kelorong mana saya harus menuju pesawat tujuan Jakarta.
          Disini bisa saya simpulkan klo si penulis orang sombong yg ga mau menyapa dan bertanya pada pramugari saat di pintu masuk pesawat. Atau penulis adalah orang bodoh yg sok pintar, yg merasa hanya perlu menunjukan tiket pada petugas, tanpa menanyakan apakah benar pesawat yg akan dimasukinya menuju ke tujuannya. Atau bisa juga si penulis adalah seorang tunawicara, maaf jika itu yg terjadi akan sangat dimaklumi..
          Seperti kata pepatah, malu bertanya jalan jalan.

          9
          2
        • 12 September 2022 - (23:38 WIB)
          Permalink

          Bosss…bording di sobek sendiri…dan di dalam pesawat salalu ada pengumunan…masak si penumoang gak dengar… masak ngak lihat no penerbangan…setiap penerbangan beda² no penerbangan…kalo itu pesawat tujuan mana…dan tiket balik ke jakarta…itu di tanggung sama pihat staf bandara…
          Tapi masih salah orang…salah sendiri tidak di sadari…

        • 13 September 2022 - (21:23 WIB)
          Permalink

          Benar2 argumentasi yg bodoh sekali
          Kalau anda mau naik pesawat mau disuapi seperti bayi ya jangan naik pesawat komersil tapi charter 1 pesawat

          1. Panggilan boarding sudah ada
          2. Petugas yg sobek tiket
          3. Pramugari yg biasa nyapa sebelum duduk
          4. Pramugari saat menjelaskan tujuan arah pesawat dan berapa lama perjalanan

          Kalau sampai penulis baru nyadar pas mendarat ya jelas salah penulis
          Apa yg mau disalahkan maskapainya kalau penulis tidak mendengarkan dan tidak mau bertanya
          Kecuali memang penulis memiliki disabilitas yg rasa saya sepertinya tidak ada

      • 11 September 2022 - (20:23 WIB)
        Permalink

        Sy tambahkan ya, sy tdk salah masuk gate, dan kebetulan 1 gate ini dipakai 3 penerbangan.
        Sy tuliskan kejadian ini agar bisa menjadi catatan perbaikan utk pihak maskapai dan juga pengguna jasa penerbangan.
        Smoga anda paham

        8
        8
        • 12 September 2022 - (14:25 WIB)
          Permalink

          Iya Pak, semenjak September ini di bandara memang banyak perubahan aturan. Petugas juga byk dikurangin serta penumpang dipaksa self service. Musti lebih teliti dan lebih hati2. Kalau untuk anak muda mungkin tidak terlalu bermasalah. Yang berat itu kalau untuk orang tua yg sudah berumur dan GK terlalu paham dikarenakan petugas dilapangan berkurang banyak.

        • 13 September 2022 - (13:53 WIB)
          Permalink

          Apa kah tidak melihat no penerbanganya…dan di dalam pesawat kan juga..ada pemberitahuan…jgn hanya menyalahkan sepihak…dan mereka juga bertanggung jawab kok…dan tidak membiarkan anda begitu saja kan…tapi anda juga tidak mengakui kesalahan anda…mereka juga manusia…yg gak bisa sempurna…

    • 11 September 2022 - (16:47 WIB)
      Permalink

      Ini kalau tujuan luar negeri udah jadi film, pendatang illegal tanpa visa terdampar di bandara negara bukan tujuan.

  • 10 September 2022 - (19:36 WIB)
    Permalink

    kedua pihak sama² kurang teliti.
    sebagai penumpang harusnya juga aktif mendapatkan informasi atas pesawat yang akan dinaiki. jika ragu-ragu bisa tanya ke petugas yang ada di bandara.
    pihak maskapai juga mustinya memastikan tiket penumpang sudah sesuai dengan pesawat yang akan terbang.

    26
    4
  • 10 September 2022 - (20:37 WIB)
    Permalink

    Kemungkinan bisa jadi penumpang sesuai jumlah manifes karena maskapai ini paling doyan ninggal penumpang yang lagi makan/ketiduran. Saya beberapa kali melihat penumpang ditinggal sama maskapai ini, dengan panggilan yang biasanya cuma sekali saja.Paling kasihan pas nenek² ketiduran ditinggal terbang, yang sibuk membantu ya penumpang lain. Petugas Lion cuma melongo aja.
    Kemungkinan kedua ya memang amburadul sistemnya !
    Bukankah setelah pintu pesawat ditutup ada pengumuman dari pramugarinya ? Menjelaskan no flight, tujuan ,pilot dan co pilot. Atau udah ga ada lagi macam gini. Sejak pandemi ga pernah naik pesawat sih ,😁

    10
    2
  • 10 September 2022 - (21:12 WIB)
    Permalink

    Wow bisa kejadian kayak gitu dan pas bener kursi itu kosong. Kacau. Lionnya gak teliti penumpang jg gak teliti dan tanya

  • 10 September 2022 - (22:15 WIB)
    Permalink

    Seharusnya dr pihak maskapai hrs lebih teliti dan hati². Wallahu’alam jika terjadi musibah tak diinginkan, bisa² penumpang tsb bisa tak terdeteksi akibat kelalaian petugas. Ketika si penumpang menyerahkan tiket kpd petugas/pramugara/i hrsnya dpt dibaca/di cek dg teliti, jika ada kesalahan penumpang masuk maka dpt diarahkan pd gate yg benar. Semoga kinerja LION dpt lebih baik kembali agar lbh optimal.

    • 11 September 2022 - (00:15 WIB)
      Permalink

      Hari gini masih ada pengecekan tiket saat penumpang masuk ke dalam pesawat? Saya sering terbang rasanya tidak lagi menemui hal tersebut. Pemeriksaan tiket & kartu identitas terakhir adalah saat di boarding gate. Kalaupun ada pemeriksaan tiket saat penumpang masuk pesawat, bisa jadi sifatnya hanya random/sampling beberapa penumpang aja, bukan suatu prosedur mandatory.
      Setelahnya, penumpang tinggal mengikuti rombongan penumpang di depannya yang masuk dari gate yang sama dan tetap ‘pasang mata & telinga’, karena setelah proses boarding selesai pun pilot atau awak kabin senior pasti memberitahukan terkait penerbangan yang akan dilakukan (nomor penerbangan dan rute).

      12
  • 11 September 2022 - (01:46 WIB)
    Permalink

    Maskapai harus bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang. Ada di UU No. 1/2009 Tentang Penerbangan pasal 1 no. 22.

    Misalnya kalau pas waktu itu ada audit manifest, pasti pihak maskapai kalang-kabut nyangka ada penumpang hilang .

  • 11 September 2022 - (06:44 WIB)
    Permalink

    Penumpang tidak fokus dengan monitor board dan info pengumuman dari speaker digate? Atau salah menunggu digate yang tidak sesuai dengan boarding pass

    • 11 September 2022 - (07:16 WIB)
      Permalink

      Untuk yg ini ga bisa dipastikan pak. Apa yg tertera di layar monitor sangat amat tidak sesuai dengan kenyataan. Gate yg ditentukan antara yg tercantum pd boarding pass, monitor dan mulut petugas suka berbeda. Dan paling aman adlh nanya penumpang yg satu pesawat sama kita. Kalau uda ketemu serombongan djamin lebih aman. Karena ga mungkin dtinggal rame2. Sisanya ga tau harus percaya sama info mana lagi kl d bandara.
      Saya kadang harus bbrp kali cek nomor penerbangan dan tujuan baik d monitor, ground staff, maupun pramugari to make sure saya ada d pesawat yg benar. Itupun kadang kesel krn kursinya suka dtempatin org lain dan “terpaksa” harus ngusir.

      Ini ada 2 kelalaian antara pihak maskapai jg penumpang yg sampai ga ngecek nomor penerbangan dengan benar.

    • 11 September 2022 - (07:31 WIB)
      Permalink

      Gate sdh benar dan nomor flight sdh muncul di pintu, tp terdapat bbrapa flight dlm wkt dan gate yg sama

      2
      1
    • 11 September 2022 - (16:53 WIB)
      Permalink

      Kemungkinan besar 1 gate utk beberapa flight dari maskapai yg sama dalam waktu berdekatan.
      Tapi kalau sistem maskapainya bagus seperti maskapai premium, biasanya sebelum penumpang masuk, boarding pass di scan lagi, sehingga kalau salah flight pasti ditolak oleh sistemnya (muncul peringatan di monitor petugas yg mau merobek boarding pass)

  • 11 September 2022 - (08:20 WIB)
    Permalink

    pada saat boarding dari gate di pengeras suara diinformasikan no penerbangan dan tujuan pesawat, check point terakhir pada saat masuk pesawat pramugari yg menyambut pasti meminta boarding pass penumpang memastikan no kursi dan no penerbangan sambil menginformasikan tujuan pesawat. lah kok msh bisa salah pesawat, ini kali yg namanya sama…sama2 gak fokus, FA nya ngeliat sambil lalu penumpangnya ho oh ho oh aja gak menyimak, kombinasi yg pas 🙂

    • 11 September 2022 - (16:06 WIB)
      Permalink

      Menurut analisa saya sebagai pengguna rutin dan pengamat transportasi udara, titik terang permasalahan anda sepertinya begini :

      Kemungkinan Pertama, di GATE 3 Bandara Supadio pada Tgl 9 September, terjadwal 2 penerbangan Lion Air dengan waktu keberangkatan yang berdekatan :
      – JT687 : PONTIANAK-JKT PK.16.15
      – JT989 : PONTIANAK-BATAM PK.16.25

      Ternyata pesawat JT989 tujuan Batam telah tersedia lebih dulu di garbarata GATE 3, sehingga penumpang tujuan Batam dipersilakan boarding terlebih dahulu. Anda ikut boarding ke JT989 karena mengira pesawat tujuan Jakarta pasti berangkat lebih dulu kalau dilihat dari jadwalnya.

      Analisa saya tsb berdasarkan data histori flight JT687 dan JT989 di tanggal 9 September dimana :
      – Flight JT687 tujuan Jakarta, jadwal take off 16.15 mengalami Delay 5 menit menjadi 16.20.
      – Flight JT989 tujuan Batam, jadwal Take Off 16.25 dimajukan menjadi 16.15.
      Jadi flight tujuan Batam berangkat mendahului flight Anda tujuan Jakarta.

      Kalau Anda mengatakan bahwa “Di Gate 3 ada banyak penerbangan dan banyak penumpang yang boarding bersamaan” rasanya kurang tepat.
      Karena di bandara Supadio setahu saya setiap 1 Gate hanya terhubung dengan 1 garbarata, otomatis kalau boarding melalui 1 Gate hanya akan mengarah ke 1 pesawat. Total ada 7 Gate dan 7 garbarata.

      Kemungkinan kedua, pesawat anda JT687 dipindahkan dari Gate 3 ke Gate lain tanpa anda sadari, karena di Gate 3 telah tersedia lebih dulu flight JT989 tujuan Batam.

      Yang membuat saya penasaran, kalau petugas ground tidak memberikan arahan/pengumuman, kenapa hanya Anda sendiri yang salah boarding?

      26
      • 12 September 2022 - (08:12 WIB)
        Permalink

        Pak Yun, izin bertanya sebagai pengamat transportasi udara.
        Bagaimana kejadian ini dimata otoritas/kementrian perhubungan bidang transportasi udara? Penumpang tidak sengaja salah masuk flight(bukan menyelinap secara diam-diam).
        kira-kira yang akan ditegur atau diberikan sanksi?
        kemudian apabila amit-amit sesuatu terjadi dengan flight tersebut??bagaimana keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan hak? karena nama tidak tercatat dimanifest(saya kurang paham istilah ini).
        Saya tidak menampik kemungkinan bahwa setiap perjalanan ada risiko kecelakaan, tapi apakah kejadian ini adalah hal wajar? tentu saja edukasi passanger harus selalu dilakukan.

        • 15 September 2022 - (10:25 WIB)
          Permalink

          Setuju, gara² males nanya doang. Sangat sepele sebenarnya. Malah TS dengan sukarela mempublikasikan keb0d0hannya keseluruh dunia. Bjorka bakal nangis liat kelakuan orang kaya gini

  • 11 September 2022 - (11:49 WIB)
    Permalink

    Sepengalaman saya menggunakan maskapai Citilink, Sriwijaya dan Garuda setiap saya memasuki pintu pesawat dan disambut oleh Pramugari / Pramugara, mereka selalu menyempatkan menyebutkan tujuan penerbangan pesawat yg saya baru masuki saya pikir itu pasti memang SOP yg seharusnya dijalankan oleh mereka namun saya pribadi memang sudah membiasakan diri untuk menanyakan ulang kepada Pramugari / Pramugara yg menyambut saya di pintu masuk mengenai tujuan pesawat yg saya masuki tersebut seraya menyerahkan boarding pass yg saya pegang, ini saya lakukan sebagai bentuk antisipasi saja kalau kalau saya salah masuk pesawat.

    Dalam hal ini sebaikan memang dari pihak kita sebagai penumpang juga harus proaktif sebagai antisipasi saja karena dengan suasana ruang terminal bandara yg terkadang bising dengan berbagai aktivitas yg belangsung hingga kita tidak terlalu dapat mendengar dengan jelas pengumuman boarding yang disampaikan melalui pengeras suara sekalipun.

    Namun dalam hal keluhan penulis ini saya sangat sayangkan tidak adanya informasi terakhir yg disampaikan oleh petugas AP saat petugas menyobek boarding pass mengenai lorong mana yg harus dimasuki penumpang sesuai dengan tujuan penerbangannya. Saya rasa tidak mungkin 2 penerbangan melakukan proses boarding terakhir disaat waktu yg bersamaan dengan petugas AP yg sama bukan …. (sepengalaman saya biasanya petugas AP selalu menyebutkan tujuan pesawat dan nomer penerbangan saat merobek boarding pass penumpang)

    Dan untuk kasus penulis yg harus terdampar di Batam dengan biaya sendiri seharusnya pihak maskapai memberikan kompensasi mengenai biaya tersebut.

    Oya Maaf sebelumnya tanpa bermaksud diskriminasi tetapi saya sudah berjanji tidak akan pernah menggunakan maskapai Lion Air Group lagi karena alasan pengalaman tidak mengenakan yg beberapa kali saya alami dengan Maskapai ini.

    Demikian Pengalaman, Pendapat dan Tips dari saya menanggapi keluhan Penulis, semoga dapat berguna. Terima kasih.

  • 11 September 2022 - (16:58 WIB)
    Permalink

    SUDAH jangan debat di komen, kenyataannya adalah yang keliru cuma dia 😃 seluruh penumpang di gate itu lainnya betul, GATE BUKA bukan berarti anda boarding, gate buka itu ada pengumumannya kemana tujuannya dan flight berapa. PILOT juga pasti mengumumkan akan kemana tujuannya

    sudah jelas yang salah siapa

    9
    1
    • 11 September 2022 - (18:22 WIB)
      Permalink

      Ya memang sudah jelas, bahkan dapat pertanggungjawaban untuk penerbangan ke Jakarta sudah dicover.
      Sepertinya saya akan gunakan lion air dibanding dengan maskapai lain karena mereka dengan perhatian dengan penumpang/passangernya.

      2
      1
  • 11 September 2022 - (17:38 WIB)
    Permalink

    Ijinkan saya berbagi cerita pengalaman tanggal 6 Mei 2022 di Bandara Adi Sumarmo, Solo.
    Sore itu saya berada di ruang tunggu Gate 1 untuk penerbangan GA tujuan Jakarta.
    Saat itu di Gate 1 sedang berlangsung proses boarding penumpang pesawat Lion Air. 10 menit setelah proses boarding selesai, petugas boarding gate mengumumkan Last Call dengan menyebut 1 nama penumpang pria untuk segera naik pesawat. Last call diulang-ulang dalam waktu 5 menit. Saya dan calon penumpang GA di sebelah pun celingukan, penasaran.
    Setelah pengumuman Last Call berulang atas 1 penumpang itu berakhir dan pintu kaca ke garbarata ditutup, berdirilah 1 orang pria dari tempat duduknya yang berjarak hanya 4 meter dari petugas boarding gate tsb.
    Pria seumuran 30-an tahun itu menghampiri petugas boarding dan menanyakan flight dia yang ternyata dia adalah nama penumpang Lion Air yang dipanggil terakhir tapi tidak segera boarding.
    Penumpang2 penerbangan lain yang sedang di ruang tunggu sontak kaget dan geleng2.
    Apalagi melihat pria tsb mulai beringas terhadap 2 petugas boarding yang menahan dia supaya tidak memaksakan diri menorobos gate untuk mengejar pesawat yang saat itu sudah mulai taxing. Akhirnya petugas keamanan bandara dan 2 anggota TNI yang sedang bertugas saat itu ikut mengamankan pria tsb.

    Point pentingnya adalah, perlunya penumpang untuk “aware”, pasang mata-telinga, dan jangan malu bertanya dengan penumpang lain atau petugas untuk memastikan penerbangan kita demi kenyamanan perjalanan.
    Hal paling mungkin menjadi penyebab lengahnya penumpang bisa karena : sibuk menatap layar HP/chatting, mendengarkan musik menggunakan ear phone, ngobrol dengan teman2. Sebagian kecil lainnya disebabkan minim pengalaman naik pesawat (pemula).

    • 11 September 2022 - (18:54 WIB)
      Permalink

      Setuju, pasang mata dan telinga, dan buka mulut, sering2 nanya…. Ketiga hal itu saya lakukan selama ini kalau di bandara, alhamdulillah ga pernah salah naik pesawat. Biasanya sebelum taxing ada lengumuman dari pilot atau pramugari kok tujuan kemana, ketinggian jelajah berapa ribu kaki, jarak tempuh berapa lama. Kalaupun disuruh boarding di gate yg sama dgn penerbangan lain, biasanya ada pemberitahuan kita lewat garbarata atau disuruh turuh terus naik bis. Di bawa garbarata, sebelum naik bis juga biasanya ada petugas yg kasih tau penerbangan kita naik bis yg mana

  • 11 September 2022 - (19:49 WIB)
    Permalink

    izinkan saya berbagi kisah tanpa bermaksud memihak apalagi menyalahkan. saya tgl 3/9/22 HAMPIR salah gate karena diketerangan check in boarding di gate E6 tp saya melihat dipapan informasi bahwa pesawat saya di gate E5, MAKA saya berinisiatif untuk bertanya dan memastikan ke petugas yg berjaga di gate E6. Alhamdulillah masih sesuai di gate E6. saya pun sempat berpikir mungkin petugas typo ketika menginput di papan informasi HAHAHAHA

  • 11 September 2022 - (21:53 WIB)
    Permalink

    Dari saya lihat komentar dan artikel tersebut saya simpulkan “Bahwa penumpang berindikasi memakai earphone dan fokus melihat HP dan tidak melihat petunjuk arah kemana pesawat penumpAng (sipenulis) dikarenakan saya sering melihat penumpang ketika turun ataupun naik pasti ada yg hmpir salah masuk” dan yg lebih riskan ketika penumpang turun sudah terpampang besar petunjuk arah turun belok akan tetapi pax tersebut lurus dikarenakan dia terlalu fokus melihat HP”

    Selanjutnya “bukan saya disini mau sombong atau pamer saya sering terbang hmpir 1 bulan pling sedikit 8 kali dikarenakan tugas kerja saya dan keluarga saya sangat jauh tapi saya akui saya menjadi ragu dengan bapak(si penulis) apakah betul FA tidak ada naucement di psawat?? Selama saya terbang dri saya pertama naik pesawat smpai skrang anaucement itu selalu dilakukan oleh Fa Kemudian oleh PILOT atau CO PILOT”

    saya yakin bapak(sipenulis) sudah dewasa akan tetapi bapak tidak utarakan kelalaian bapak contohnya tidak melihat papan petunjuk arah,mendengar petugas boarding gate dan tidak bertanya atau memastikan kembali pesawatnya sebelah mana.

    Memang bapak (si penulis) merasakan pengalaman yg tidak menyenangkan akan lebih baiknya bapak intropeksi diri dan ungkapkan sebenarnya di artikel bapak

    Untuk maskapai nilai 8 dari 10 dikarenakan bertanggung jawab dengan tiket kembali BTH CGK dan memonitor kejadian tersebut agar tidak terulang lagi

    Memang gampang mencari kesalahan seseorang tapi mengakui kesalahanya sndiri itu susah

    Terima kasih

    13
  • 12 September 2022 - (16:56 WIB)
    Permalink

    buset dah Lion Air, udah ky naik angkot, bisa salah jurusan. Andai terjadi kecelakaan, Lion buka manivest daftar penumpang. dan eng ing eng, nama anda muncul di berita2 nasional maupun internasional. kacau banget sih ini Lion Air.

  • 12 September 2022 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Bodohnya kelewatan udah gak bisa baca, gak mau bertanya lagi untuk sekedar mastiin.. Terus nyalahin orang lagi.

  • 13 September 2022 - (10:22 WIB)
    Permalink

    apesnya anda nomor kursi yg anda duduk sepertinya kosong,
    coba kl udah di isi ga akan kejadian seperti ini
    semoga kedepannya tidak kejadian seperti ini dan lebih teliti

  • 13 September 2022 - (23:49 WIB)
    Permalink

    Kok pada komen tiket dirobek sendiri sih, jelas2 penulis udah bilang

    “Setelah panggilan untuk boarding, saya masuk gate 3 dan petugas merobek potongan tiketnya”

    • 14 September 2022 - (08:44 WIB)
      Permalink

      Disini mulai janggal si penulis berbicara jujur atau tidak dan atau si penulis hiperbola melebih lebihkan kronologis dan menyudutkan maskapai…kalau smpai bukti terkuak sebenarnya seperti apa bapak(si penulis) bisa terkena UU ITE pencemaran nama baik

    • 15 September 2022 - (10:20 WIB)
      Permalink

      Inilah implementasi peribahasa malu bertanya sesat kemudian. Udah jelas dipesawat dibilangin ini adalah penerbangan JT xxx dengan tujuan bandara xxx. Makanya didengerin kalo pramugari ngomong jangan liatin bodi semlohaynya aja, tanya juga pas masuk pesawat kalo ragu, kalo masih malu, tanya kursi sebelah anda, jangan sok apatis jadi orang!
      Bener kata alm Kasino, yang dipiara cukup kambing, jangan ke******an.

  • 14 September 2022 - (08:47 WIB)
    Permalink

    Saya selalu ikutin artikel ini dan saya menunggu balasan dari si penulis…kenapa komen orang lain di balas tapi komen saya gk dibalas???

    Pak sudarwanto yang terhormat

  • 15 September 2022 - (12:28 WIB)
    Permalink

    teman2 sekalian baca kan sebelum komentar, ada tulisan,
    “Mohon bijak dalam memberikan komentar. Mari berdiskusi dengan saling menghargai”.
    tulisan itu sangat bagus dipahami. Jujur sy adalah pembaca yg suka membaca artikel2 di MK ini sbg pembelajaran utk saya. Tapi semakin kesini sy lihat media ini jadi ajang untuk membully org yg memberi tulisan disini. Kita semua adalah konsumen disini, apa yg membuat anda merasa lebih hebat dan seenaknya mengata2i penulis MK? Bukannya dari tulisan2 mereka kita bisa belajar. Pengalaman adalah guru yg sangat berharga dan di MK kita bisa mendapatkannya dgn gratis. Untuk apa kalian sok mengata2i penulis MK, utk membuktikan perasaan diri kalian paling hebat? org kena musibah akan menulis disini, bukan orang yg dapat rejeki nomplok. Kolom komentar idealnya sbg sarana berdiskusi yg sehat, tanpa perlu menggunakan kata2 kasar dan menyudutkan penulis.
    biarpun penulis salah misalnya, tidak perlu dikata2i kasar, dia tidak ada salah apa2 ke kalian yg menghardiknya. Semoga iklim komentar di MK bisa menjadi sehat ke depannya, sehingga media ini bisa ttp menjadi pilihan utk konsumen mencari keadilan sebagai konsumen tanpa perlu merasa takut dibully apabila menulis disini.

  • 15 September 2022 - (14:29 WIB)
    Permalink

    pertanyaannya cuma 1 , kenapa bapak doang yg ke sasar, yang lain kenapa di arahin oleh petugasnya. anda dimana pada saat boarding, apa anda telat?? kalau boarding selesai biasanya saya liat petugas nya pada ngumpul di depan pintu pesawat. makanya jangan lari dari rombongannya.lain kali kalau tidak yakin dengan pesawatnya tanya ke pramugarinya, apakah benar ini tujuan kesini ??? begitu pakkk, udah tau baru pertama kali naik pesawat jgn pd pd aja naik pesawat dah kek naik angkot, ada pepatah mengatakan . malu bertaya sesat di jalan. sesat kan jadinya bapakk, jangan salahkan 1 pihak ,semua nya salah,
    untuk pihak maskapaipun kalau ada sekiranya penumpang yg kebingunggan seperti bapak ini , di cek boarding pass nya, ga semua orang sering naik pesawat, terutama untuk bapaknya, kalau ada pemberitahuan2 di dalam pesawat di dengan sebentar pak, biasanya saya kalau naik peswat pilotnya suka memberikan informasi penerbangan tujuan begitupun pramugari nya. jadikan pengalaman ya bapakk. dah tauu kann naik pesawat gmana skrg. untuk kedepan lebih hati2 lagii, ga ada yang benar disini. semuanya salah

  • 15 September 2022 - (15:26 WIB)
    Permalink

    Numpang nanya ke bapak yg nyasar. Apakah barang di bagasi bapak sampai ke Jakarta atau ke batam?
    Biasakan tanya pramugarinya saat mau cari tempat duduk, ini pesawat kemana ya?

  • 21 September 2022 - (02:44 WIB)
    Permalink

    Lion group sebagai maskapai penerbangan LCC pasti merasa mau bagaimana pun pelayanan kami kalian sebagai customer akan terima saja

 Apa Komentar Anda mengenai Lion Air?

Ada 59 komentar sampai saat ini..

Terdampar di Batam Akibat Salah Pesawat dalam Penerbangan LION Air Pon…

oleh Sudarwanto dibaca dalam: 1 menit
59