Kenaikan Budget Iklan yang Tidak Wajar, Tidak Diikuti dengan Kenaikan Penjualan Produk

Terima kasih untuk tim Media Konsumen apabila surat ini diterbitkan. Surat pembaca ini kami tujukan kepada tim Iklan Shopee. Saya salah satu seller di Shopee, yang merasa dirugikan dengan alokasi budget iklan, yang digunakan secara otomatis pada fitur “Iklan Produk Serupa”. Yang mana terjadi kenaikan penggunaan saldo iklan secara tidak wajar, tapi penjualan tidak naik juga. Sehingga secara tidak langsung efektivitas pada fitur iklan Shopee sangat buruk dan patut dipertanyakan.

Toko kami biasanya menggunakan fitur iklan kata kunci. Namun jumlah klik dan budget yang disedot Shopee, tidak pernah naik secara tidak wajar. Kalaupun ada kenaikan jumlah klik, maka penjualan akan ikut naik juga.

Saya merasa ada kejanggalan pada fitur iklan Shopee, yaitu “Iklan Produk Serupa”, entah klik yang tidak valid (potensi fake click produk oleh kompetitor, maupun terjadi error pada sistem iklan ini). Mungkin seller lain jika sudah merasa dirugikan, tidak mau bersuara melalui media elektronik atau merelakan kerugian beriklannya. Namun kami, dengan adanya wadah Media Konsumen, ingin menyuarakan bahwa ada kejanggalan pada fitur iklan Shopee, yang merugikan seller-seller yang aktif menggunakan iklan Shopee. Khususnya yang saya pertanyakan adalah “Iklan Produk Serupa”.

Jika tidak ada tindak lanjut ataupun feedback dari sistem iklan Shopee ini (yang menyedot budget iklan seller secara tidak fair), maka yang dirugikan adalah pihak Shopee sendiri, karena seller akan tidak mempercayai efektivitas iklan Shopee ini.

Berikut rincian penggunaan “Iklan Produk Serupa” saya:

Mulai aktif tanggal 16/09/22-24/09/22 atau 8 hari

Halaman Utama-Rekomendasi:
Penjualan: Rp1.447.000
Biaya: Rp1.819.302
Biaya per Konversi: Rp606.433,99
Konversi: 3

Halaman Rincian Produk-Kamu Mungkin Juga Suka:
Penjualan: Rp5.996.000
Biaya: Rp1.978.044
Biaya per Konversi: Rp197.804,42
Konversi: 10

Untuk info saja produk yang kami jual adalah produk sepeda roda 3 anak-anak, dengan rentang harga Rp300 ribu s.d. Rp1 juta dan sudah ada penjualan 100++ terjual dengan profit bersih rentang Rp50 ribu s.d. Rp100 ribu per produk.

Kami sebenarnya sudah memahami bahwa iklan tidak selalu untung/profit. Namun yang kami pertanyakan dan masalahkan, bahwa kerugian yang kami alami tidak fair. Yaitu karena budget tersedot akibat kenaikan klik dan view yang melesat secara tidak wajar, tapi penjualan turun. Seperti pada grafik tanggal 18-20 September 2022, jumlah klik naik secara drastis, tapi penjualan turun.

Jumlah konversi atau produk terjual di atas juga belum valid, yang mana konversi dihitung ketika pembeli checkout. Jika pembeli tidak membayar/dibatalkan pesanan pun juga dihitung konversi. Jadi kerugian yang kami alami kurang lebih maksimal senilai Rp1.978.044 + Rp1.819.302.

Rentang waktu yang digunakan untuk iklan ini adalah 8 hari dan sudah cukup matang untuk menilai hasilnya. Mungkin tim Shopee atau seller lain bisa beropini bahwa batasi saja modal atau matikan saja iklannya jika dirasa merugikan. Saya sengaja tidak mematikan, karena saya sudah memakai iklan Shopee sejak lama dan dibutuhkan waktu minimal 7 hari untuk menilai hasilnya.

Namun siapa yang tahu tiba-tiba ada jumlah kenaikan klik yang tidak wajar? Makanya saya pertanyakan ke manakah budget iklan saya digunakan hingga terjadi naiknya klik secara tidak wajar tanpa hasil? Saya merasa dirugikan dengan fitur di iklan Shopee ini.

Untuk nama toko kami dan produk yang diiklankan, kami tidak sebutkan di sini untuk menjaga privasi kami sebagai seller. Nomor laporan: 1573703816571007064. Saya harap ada timbal balik atau tanggapan jawaban yang jelas, mengapa terjadi kenaikan klik secara tidak wajar tapi penjualan sangat sedikit dengan ratusan klik yang terjadi di sistem iklan Shopee pada produk ini.

Kami harap ada tanggung jawab atau ganti rugi dari tim Iklan Shopee atas kejanggalan di fitur iklan Shopee ini. Saya yakin banyak sekali seller yang aktif menggunakan Shopee dan dirugikan atas kejanggalan sistem klik yang tidak wajar, tapi tidak memprotes atau mungkin sudah melapor. tapi tidak ada tindak lanjut.

Kami tunggu feedback dari tim Iklan Shopee. Terima kasih.

Christian Budi Hartanto
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan online di Shopee:
[Total:70    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

80 komentar untuk “Kenaikan Budget Iklan yang Tidak Wajar, Tidak Diikuti dengan Kenaikan Penjualan Produk

  • 29 September 2022 - (18:00 WIB)
    Permalink

    memang banyak pengguna shopee yg cuma liat2 doang, beli nya kagak. aplg penjual berada di Sidoarjo, tanpa bermaksud mengecilkan, namun ada jarak yg signifikan dgn kota2 besar yg populasinya besar, sehingga ongkir membengkak. terlebih barang yg berat seperti sepeda roda tiga ini. Sebagian besar pembeli pasti mengurungkan niatnya. No offense

    5
    5
    • 29 September 2022 - (19:34 WIB)
      Permalink

      whoops, kata siapa gan? banyakan malah luar pulau juga yang beli, saya ada data penjualannya, yang saya masalahkan disini bukan lokasi seller, tetapi kenapa ada klik iklan yang begitu besar naiknya, namun penjualan turun? jumlah klik iklan kata kunci saja tidak menghabiskan begitu besar klik, apalagi cuman produk serupa yang ditayangkan dibawah halaman produk. Untuk ongkir saya cek sama saja baik disurabaya-sidoarjo tidak ada perbedaan signifikan.

      7
      4
      • 9 Oktober 2022 - (17:30 WIB)
        Permalink

        Emang market shopee lagi turun gan disemua jenis produk dan kayaknya shopee lagi berbenah ngumpulin budget buat 10.10 atau efektivitas kinerja perusahaan. Sayangnya diwaktu yg tidak tepat. Penurunan kualitas shopee dari waktu ke waktu terus dimanfaatkan oleh pendatang baru semisal *toktokshop*. Dan shopee gak ada usaha memenangkan kompetisi.

    • 1 Oktober 2022 - (00:45 WIB)
      Permalink

      Saya juga pengguna fitur iklan di Shopee.
      Apa yang dikeluhkan penulis, sayapun pernah merasakannya.

      Dalam 1 minggu, selalu ada pola dimana ada 1 hari budged iklan akan membengkak karena jumlah klik yang naik signifikan, sedangkan penjualan tidak ikut bertambah.

      Dan terkadang, ada beberapa hari dalam sebulan, jumlah kliknya masih terhitung rata-rata, tapi penjualannya meledak hebat.

      Maksud saya, hal semacam ini sangat wajar terjadi dalam beriklan di marketplace.

      Adakalanya market sedang euforia bertekad membeli, dan adakalanya market sedang sekedar klik untuk membandingkan saja atau untuk lihat-lihat saja.

      Kalau saya sendiri, iklan selalu saya pantau beberapa kali sehari. Terutama di waktu pagi jam 9.

      Jika jam 9 pagi ternyata budged iklan yang tersedot sudah 2x atau 3x dari rata-rata harian pada jam 9, maka saya akan mematikan iklan.

      Itu karena saya sudah menangkap pola-pola semacam itu. Jika iklan dengan budged yang jebol di jam 9 pagi lalu diteruskan seharian, saya yakin iklan itu akan semakin menggerus budged anda. Saya sebut hari itu adalah hari market sedang gabut.

      Yang pasti, pantau terus iklan anda. Jika pengeluarannya tidak wajar, matikan.
      Nyalakan lagi esok hari.

      11
      2
      • 1 Oktober 2022 - (12:29 WIB)
        Permalink

        harusnya tim iklan shopee berbenah diri lah ya, difilter mana orang yang keseringan gabut dan mana orang yang memang sering belanja di shopee, jadi iklan ditampilkan ke orang yang berpotensi membeli produk yang di iklankan, bukan merepotkan seller dengan menyuruh membatasi modal atau mematikan iklan. Menurut saya membatasi modal itu bukan solusi hanya bantahan shopee saja agar tidak terlihat bersalah, dengan diberi modal yang banyak harusnya shopee juga memberikan trafik yang berkualitas bukan trafik sampah yang merugikan modal iklan seller, bayangkan biaya 600rb per konversi belum lagi data konversinya itu bukan fix konversi melainkan dihitung saat buyer checkout.. saya ada iklan produk yang lain dan ada batas wajar kerugian, tetapi kasus di produk ini iklan serupanya “aneh” sendiri menyedot budget iklan secara tidak wajar.

        3
        1
    • 5 Oktober 2022 - (16:27 WIB)
      Permalink

      Jangan merendahkan kemampuan penduduk selain di kota2 besar. Mereka di kota kecil uangnya utuh karena sarana utk menghabiskan duit jauh lebih sedikit. Sedangkan di kota2 besar lebih berpotensi uang cepat habis karena biaya hidup yg memang lebih tinggi juga gaya hidup boros seperti jalan jalan ke mall dsb.

      • 5 Oktober 2022 - (17:31 WIB)
        Permalink

        Maaf bu, bukan merendahkan. tp sy melihat dari segi populasinya. di kota besar jumlah penduduk lebih banyak daripada di pedesaan / kota kecil. otomatis permintaa / penawaran barang banyak dari kota2 besar. ilmu ekonomi bu hehe..

    • 8 Oktober 2022 - (19:28 WIB)
      Permalink

      Saya pasang iklan klo lagi sepi order aja. Karna efeknya mnurut saya ga terlalu signifikan. Agak mendingan sih program afiliasi shopee. Ya walopun ga menjamin toko rame. Tetep aja untung² an. Hehe

    • 29 September 2022 - (19:56 WIB)
      Permalink

      ruginya bukan maen gan makanya kita buat surat media 🙁 sudah buat laporan dishopee jawabnya kaya robot

      10
      4
        • 1 Oktober 2022 - (12:23 WIB)
          Permalink

          seenggaknya kalau mau bangkrut jangan ngajak sellernya bangkrut juga hahaa

          2
          1
      • 30 September 2022 - (08:27 WIB)
        Permalink

        Wkwk Moon maaf nih. Iklan itu :

        1. Coba cek akun anda banyak kloningan gak toko nya? 1 kepemilikan bisa sampe 5 toko keatas

        2. Banyak pesaing yg memanfaatkan akun akun banyak nya yg mengklik klik iklan anda Tujuan supaya boncos Dan rugi. (Niat dari pesaing anda) biar klak klik klak klik dari akun akun pesaing anda yg rata rata di shopee 1 kepemilikan Bisa sampe 100 akun toko 🤣🤣🤣. Beda beda ktp staff nya bisa buat hingga 100 akun toko akun kloningan . Blum lg jk pesaing anda menggunaksn jasa klik biar iklan anda di klik klik oleh akun akun tuyul dari pesaing anda dgn metode nya sendiri.

        10
  • 29 September 2022 - (19:05 WIB)
    Permalink

    Hanya mengingatkan kalau di shopee tidak ada asuransi, kalau rusak/hilang tidak diganti penuh seharga barang dan kalau ada komplain dari pembeli pasti pembeli yg dimenangkan shopee meskipun tanpa video unboxing.

    7
    4
  • 29 September 2022 - (19:29 WIB)
    Permalink

    Berarti disaat ekonomi lesuh seperti ini, banyak orang tua yg menghayal dlu untuk membelikan sepeda ke anak..
    Jd di klik banyak, cuma khayal mau beli.
    Dibeli belum, mungkin masuk di favorit..
    Heeheee..

    6
    1
    • 29 September 2022 - (19:45 WIB)
      Permalink

      kalau dipikir secara logika memang ekonomi lesu orang akan favorit dulu, tapi kalau di pikir lebih dalam lagi kalau ekonomi lesu orang sudah malas buka shopee dan view akan turun, lah ini jumlah view dan klik tiba2 meningkat tajam, ya mungkin saja view dan klik ditunjukkan kepada orang yang lagi cari baju, eh dikasih iklan sepeda roda tiga, ya jelas tidak efektif makanya gak beli tapi iseng klik doang… yang rugi sellernya shopeenya ga tanggung jawab cuman bilang turunkan modal harian.. 🙁

      4
      3
      • 29 September 2022 - (20:01 WIB)
        Permalink

        Heehee orang punya data buat sekedar browsing n liat liat yg diinginkan walau masih jauh untuk kebeli..
        Contoh gw, pengen punya iPhone 12 mini, sekedar browsing liat barang sejenis dishoppe buat baca baca aja.. beli nya mah kagak masih jauh..
        Ekonomi lesu tp data kan banyak buat khayal, cuma itu hiburan satu satunya khayal

        8
        3
        • 29 September 2022 - (20:18 WIB)
          Permalink

          lha itu misalnya kalau shopee sudah tau tidak efektif menayangkan iklan ke orang yang tidak cari produk yang kita iklankan kok masih digenjot budgetnya ke situ, dugaan saya sih seperti itu makanya view dan klik naik, biaya meroket tapi penjualan merosot, ini kan sama saja merugikan seller intinya, tidak membantu penjualan seller

          5
          3
          • 30 September 2022 - (05:43 WIB)
            Permalink

            Gk mau rugi jangan pasang iklan bro. Itu hal biasa terjadi, resiko pasang iklan ya seperti itu bro, kemungkinan akan rugi besar bisa terjadi. Jumlah klik banyak tapi yang beli cuma sedikit itu hal biasa saja bro. Saya sering klik iklan di shopee tapi apalah daya akan beli ? Ya belum tentu bro, lalu kenapa iklannya muncul sehingga bisa saya klik ? Itukan system’ shopee yang membaca apa yang cari ( ketik ) sehingga munculah iklan iklan yang bisa di klik. Gk mau rugi jangan pasang iklan. Seperti contoh saya, apakah saya mau pasang iklan yang bayar perklik ? Oh saya gk mau bro betapa bodohnya saya kalau saya harus pasang iklan perklik saya bisa rugi besar, apalagi jika harga produk yang saya iklankan jauh lebih mahal dari seller lain bisa bisa boncos bro. Gk mau rugi jangan pernah pasang iklan ya bro, simple dan gampang solusinya tanpa harus menyalahkan pihak lain ok bro.

            11
            1
          • 30 September 2022 - (08:29 WIB)
            Permalink

            Kalo merasa ga cocok ya tinggal cabut aja jasa iklannya.gitu aja kok repot.

            4
            1
          • 30 September 2022 - (10:35 WIB)
            Permalink

            @deni: emang gampang ngomong kalau ga mau rugi matiin aja, padahal sudah saya singgung pasti ada aja orang macam kamu yang bakal komen di postingan, ini pasti orang2 yang ga baca full postingannya, dibaca dulu makanya postingannya biar tau letak masalahnnya dimana, kamu liat dulu jumlah klik dan penjualannya, apakah wajar seperti itu? Kalau kamu udah lama beriklan pasti paham kalau naiknya klik secara tidak wajar dan budget disedot habis tanpa ada penjualan berarti ada yang aneh di fitur iklan tsb, ya wajar dong saya komplain, apa hak kamu melarang orang untuk komplain sesuatu apalagi berdasarkan data yang benar?

            4
            9
  • 29 September 2022 - (19:30 WIB)
    Permalink

    Biaya iklan separuh dari hasil penjualan. Rugi luar biasa. Pengalaman untuk food delivery,macam Grab dan Gojek cuma 10% dari klik yang akhirnya beli.Bahkan kadang bisa kurang, ini normal ga bisa diprediksi Kurang efektif kalau pakai iklan jualan online, rata² cuma kepo.
    Surabaya-Sidoarjo kalau pakai kurir reguler harusnya sama ongkosnya,terbilang dalam kota,mungkin itu pertimbangan TS pakai iklan. Sayangnya Shopee free ongkir nominalnya sedikit, apalagi toko sebelah ada yang Plus sekarang. Sesama provinsi bisa gratis ongkir sampai 7-8 KG.

    4
    3
    • 29 September 2022 - (19:36 WIB)
      Permalink

      kalau iklan ditoko ijo ga enaknya kurang banyak fiturnya gan, masih terbilang efektif iklan dishopee, kalau di ijo maen kata kunci + jumlah ulasan produk aja udah efektif ga pake iklan..

      2
      4
          • 30 September 2022 - (19:09 WIB)
            Permalink

            Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah klik bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

            4
            1
      • 30 September 2022 - (08:30 WIB)
        Permalink

        Kalo soal iklan mAh susah… Kalo loe merasa rugi ya ga usah pasang. Susah ngemisminta rugi dari iklan sih. Paling kasih kompensasi iklan yg ga seberapa 😂😂😂

        • 30 September 2022 - (10:29 WIB)
          Permalink

          Ya ini orang asal komen aja, padahal dipostingan sudah di disclaimer pasti aja ada komenan kek gini

          • 30 September 2022 - (19:04 WIB)
            Permalink

            Udah baca… Cm kamu mesti tau iklan emang gitu… Masih aja ngemis ngemis minta gantiin 😆😆😆

            2
            1
        • 30 September 2022 - (19:43 WIB)
          Permalink

          Lah lontong ni orang mana ada kalimat gua yang ngemis??? Kalo caper jangan disini nak, kasih data2 iklan lu, ajarin gua kalo lu emang mampu, gimana? Gua bayarin dah

          • 30 September 2022 - (19:45 WIB)
            Permalink

            Haha marah biasanya banyak salah 😄

            1
            1
          • 30 September 2022 - (19:47 WIB)
            Permalink

            Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah klik bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

    • 30 September 2022 - (19:58 WIB)
      Permalink

      Urusin tuh Shopee.. 1 akun bisa punya 20-100 toko.. Kasih rejeki ke org yg itu itu jg. Payah 😌

  • 29 September 2022 - (20:14 WIB)
    Permalink

    harusnya sistem ads MP itu seperti sosmed yg klik keliatan akun personal jd kita bisa tracking siapa aja yg sdh liat, sedangkan MP hanya ksh data total view real/fake kita mana tau

    • 30 September 2022 - (19:57 WIB)
      Permalink

      Banyak yg cilukba di Shopee. 😆. 1 orang bisa ada 100 toko jgn heran pemainnya itu itu aja tanpa kita sadari. Ga worted Shopee soal belanja. Kasih rejeki ke org itu itu jg cuma beda toko.

  • 29 September 2022 - (23:47 WIB)
    Permalink

    Kombinasi harga dan minat pasar lah gan. Iklann ga 100 persen jaminan. Kecuali barang paling murah trus iklan gencar baru dah

    2
    2
    • 6 Oktober 2022 - (07:36 WIB)
      Permalink

      Sy juga seller di shopee… Menurut sy iklan serupa ga efektif hanya buang duit aja.. yg klik hanya cari pembanding.. iklan pencarian sebaiknya di batasi karena sy juga pernah ngerasain.. biaya iklan terlalu besar ga sesuai sama penjualan. pembeli cuman cari yg paling murah..

  • 30 September 2022 - (01:34 WIB)
    Permalink

    DH males ngiklan di shopee. 500k aja ga ada berpaa hari abis dan tanpa hasil. Beda jauh sama ngiklan di tokpedia yang cuma 50/100k, penjualan langsung ada hasilnya.

    Ga tau apakah iklan di shopee itu emang dimainkan agar cepet abis gitu. Atau biaya iklan emang terlampau besar. Gue mau dah kapok ngiklan di shopee. Ga ada untungnya. :v

    Mendingan kalau ngiklan jutaan itu di Tokopedia aja. Dijamin lebih tepat sasaran

    4
    3
    • 30 September 2022 - (08:33 WIB)
      Permalink

      Iklan shopee utk target market user yg cm liat liat kalo termurah baru di ambil … Jd target market shopee utk kalahan anak Delilah Dan menengah bawah kebanyakan. Jd list target market dulu barangnya. Dan harga.

      Beda sama tokopedia yg harga ga terlalu masalah selama wajar

      3
      1
    • 30 September 2022 - (08:35 WIB)
      Permalink

      Ah loe paling 50 ribu di tokopedia jg dapet iklan gratisan Kan yg dari tokopedia klaim nya 😆

  • 30 September 2022 - (08:41 WIB)
    Permalink

    Kalo menurut ku Kaya gini aja komplen disini sangat buang buang waktu untuk membaca nya. Pasang iklan ya emang gitu. Heran gue

    3
    1
    • 30 September 2022 - (10:28 WIB)
      Permalink

      Baca lagi postingannya bair paham bahkan disitu sudah saya tulis seller lain pasti bilang kalau ga mau rugi jangan ngiklan.. kalau ruginya tidak wajar saya wajib komplain dong.. ga ada salahnya orang komplain kalau merasa dicurangi, kau liat dulu dataku baru ngomong sudah puluhan ribu klik penjualannya merosot

      • 30 September 2022 - (19:06 WIB)
        Permalink

        Haha. Shopee emang gitu… Sistem mereka kan emang gitu ga beres dari dulu. Baru tau??? 😆. TokopediaCare aja.. Jgn pelit iklan sama TokopediaCare makanya. Lokal punya tuh.

      • 30 September 2022 - (20:03 WIB)
        Permalink

        Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah pas di klik di bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

        Itu kan yg serupa. Udah paham blum pak tua sampe sini??? 😆

      • 30 September 2022 - (20:04 WIB)
        Permalink

        Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah pas di klik di bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

        Itu kan yg serupa. Udah paham blum pak tua sampe sini??? 😆. .

  • 30 September 2022 - (09:32 WIB)
    Permalink

    duitnya habis diputer buat ngasi komisi ke yg upload shoppe video yg ga ada faedahnya ama buat bayar sales affiliate link shopee 🤭🤭

    1
    1
  • 30 September 2022 - (09:39 WIB)
    Permalink

    Strategi beriklan di marketplace memang memerlukan banyak riset terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Klo dilihat data yang disajikan penulis ada beberapa yang belum optimal memang.

    Mengiklan itu konsepnya PPC atau Pay Per Click artinya kita diharuskan membayar ketika ada orang yang meng-klik dan masuk ke halaman produk. Meskipun demikian tidak menjamin orang yang masuk ke halaman produk akan berubah menjadi pembeli. Calon konsumen akan mempertimbangkan banyak faktor. Klo tidak salah dibahas di buku Marketplace Spesialis bab beriklan jg https://shopee.co.id/Deepublish-Buku-Marketplace-Spesialis-Rian-Rahmanda-i.269267373.20447796881?sp_atk=919580a3-0aea-4fb9-ac12-933dbeefb19a&xptdk=919580a3-0aea-4fb9-ac12-933dbeefb19a

    Prosesnya disebut dengan customer journey. Yang dimulai dari awareness, consideration, evaluation sampai conversion. Dibahas lengkap di buku tersebut.

    Itu iklannya aktif pada tanggal 16 September 2022 sampai 24 September 2022 momen ketika tidak ada promo di Shopee. Akan lebih efektif jika membuat iklan pada masa promo seperti 10.10 ,
    https://shopee.co.id/xplodcompany
    Atau SMS (Shopee Mantul Sale) pada tanggal 25 setiap bulan.

    • 30 September 2022 - (12:51 WIB)
      Permalink

      Yang saya masahkan disini biaya per konversinya sangat tinggi padahal jumlah klik yang masuk banyak, difitur iklan yang lain masih masuk akal biaya per penjualannya, tapi difitur iklan serupa ini yang aneh sendiri menghabiskan begitu banyak klik, pertumbuhan klik tinggi tapi konversinya sangat buruk, ya wajar dong saya tanya kok seperti ini efektifitas iklan serupa.

      • 30 September 2022 - (19:35 WIB)
        Permalink

        Jika kita peka terhadap situasi ekonomi sekarang, sudah tentu pasti akan tahu saya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga-harga. kebanyakan konsumen di masa sekarang lebih mendahulukan kebutuhan pokok dan kebutuhan pokok tersebut pun berkurang dari segi qty,,
        Maka menurut saya akan sangat berpengaruh pada tingkat konversi pesanan yang telah dipaparkan diatas..
        Karena konsumen hanya bisa melihat barang dan menyimpannya dikeranjang tanpa melakukan checkout pesanan..

        Akhir kata mulai dari sekarang sesuaikan kebutuhan stok penjualan sesuai kebutuhan serta analisa kembali penjualan per hari, per minggu, per bulan.
        Kemudian bisa diSesuaikan kembali budget iklan untuk penjualan yang sudah dianalisa tadi..

        Tks

      • 30 September 2022 - (19:50 WIB)
        Permalink

        Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah klik bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

        1
        1
  • 30 September 2022 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Buang buang waktu ketik” panjang,pada dasarnya shopee kebal malu,klo tidak benar benar viral tidak akan di tanggapi serius
    Tapi gk apalah namanya juga usaha

    • 30 September 2022 - (12:48 WIB)
      Permalink

      Buang2 waktu apa nggaknya itu kan tergantung sudut pandang orang masing2 ya gan, karena ada wadah media konsumen jadi saya bisa menyuarakan keluhan yang saya alami khususnya dengan fitur iklan shopee ini, yang anehnya masih ada yang nyinyir kalau ga mau rugi jangan iklan, itu pasti orang2 ga pernah ngiklan dan ga ngerasain rugi puluhan juta cuman asal komen aja atau mungkin buzzerp shopee? Wkwkwk

      • 30 September 2022 - (20:02 WIB)
        Permalink

        Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah pas di klik di bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

        Itu kan yg serupa. Udah paham blum pak tua sampe sini??? 😆

        1
        1
        • 30 September 2022 - (20:05 WIB)
          Permalink

          Gini loh pak tua..
          Udah baca… Cm kamu yg terlalu polos soal iklan. Kamu tau ketika ada yg klik kamu bawah berjejer pesaing kamu yg lebih murah… Itu sebabnya kamu di klik trus org belinya tempat lain.. Keslahan Shopee disitu. Udah pas di klik di bawa produk kita kasih link link produk pesaing yg lebih murah. 😆. Shopee kan marketnya gt ada yg lebih murah kabur. Makanya konversi loe gede.. 😅😅😅😅

          Itu kan yg serupa. Udah paham blum pak tua sampe sini??? 😆

    • 30 September 2022 - (19:53 WIB)
      Permalink

      Kalo soal komplen mengenai transaksi jual beli sih lumayan berguna loh disini. Aku 3 x beres cepat masuk disini. Tp kalo soal iklan ini kebijaksanaan marketplace. Emang buang waktu sih 😆

  • 30 September 2022 - (23:19 WIB)
    Permalink

    Ijin komen TS.
    Kalo sepengalaman beberapa teman di sekeliling saya, ya iklan emang kadang kayak gitu udah siap boncos istilahnya.

    Karena banyak faktor sih menurut saya.
    Orang banyak yang klik belum tentu juga jadi beli bisa jadi hanya iseng lihat atau iseng ngeklik aja biar iklan boncos (bagi pesaing).

    Intinya sih dah ngiklan dah siap konsekuensinya ya kalo gak untung ya rugi.

    Saya juga sebenernya seller juga di shopee cuma jujur dari pertama saya belum pernah masang iklan. Cuma temen2 saya yang dah ratusan paket tiap hari emang ada masanya iklan boncos..

    • 1 Oktober 2022 - (09:57 WIB)
      Permalink

      Dipostingan masalah udah siap boncos saya sudah singgung tapi kalau boncosnya karena saya merasa di sengaja oleh shopee ya boleh dong saya share data-datanya disini, kalaupun ada tim shopee kasih feedback boleh kasih analisa kenapa di iklan ini konversinya buruk. Atau jika memang ada kesalahan penarikan budget ya boleh juga ganti rugi dalam bentuk refund.

      • 1 Oktober 2022 - (12:35 WIB)
        Permalink

        Maaf pak rudi sebelumnya,
        Disini saya tidak masuk dengan logika pak rudi. Menurut saya jumlah konversi bukannya lebih ke konsumen yang beli yah.
        Idealnya memang banyak yang klik jumlah konversi naik. Tapi pak rudi bisa saja kan mengalami keadaan tidak ideal di tambah ekonomi lagi lesu2ny sejak BBM naik. Saya yakin bukan pak rudi saja yang mengalami hampir sebagian besar seller pun pasti mengalami sepi orderan apalagi kalo pak rudi ikut beberapa komunitas seller. Sebagian besar ya sama mengeluh seperti ini.

        Terkait jumlah klik jikalau memang tidak puas memang pak rudi mungkin punya hak bertanya ke pihak shopee tapi balik lagi pihak shopee mau menjawab atau tidak, balik lagi ke kebijakan perusahaan.

        Memang idealnya jumlah klik meningkat harusnya konversi ikut meningkat.
        Tapi menurut saya hal seperti itu tidak mengikat karena terkadang kita mengalami hal yang tidak ideal (banyak faktor) dalam keseharian kita.
        Ya mungkin saran saya demi meminimalisasi hal yang serupa di batasi saja iklannya berapa ratus ribu.

        Mohon maaf pak rudi sekali lagi

        • 1 Oktober 2022 - (12:45 WIB)
          Permalink

          betul gan dikalimat saya tidak ada pernyataan bahwa iklan harus untung, tetapi kalau saya iklan dan saya rela mengeluarkan modal, harusnya trafik yang dimasukkan shopee benar2 berkualitas dan iklan ditunjukkan kepada market yang mencari produk saya, bukan trafik sampah yang menggerus modal iklan saya, begitu saja intinya, kenapa saya bilang trafik sampah, bukti sudah terlampir ribuan klik konversi buruk bahkan mencapai biaya per konversi 600rb dalam seminggu. Saya rasa batasi modal bukan jawaban yang bertanggung jawab, saya memberikan modal tanpa batas agar membiarkan iklan memberikan trafik yang banyak tetapi berkualitas, bukan yang banyak tapi sampah (konversi buruk).. karena ini iklan serupa – otomatis tidak bisa di riset maupun olah seller seperti kata kunci. kalau sudah seperti ini bukan saya batasi modalnya, saya sudah kapok pakai fitur iklan produk serupa, biar semua seller tau betapa buruknya fitur iklan ini.

        • 1 Oktober 2022 - (12:52 WIB)
          Permalink

          dan untuk lagi masalah ekonomi makro atau diluar shopee memang mempengaruhi, tapi disini kita bicara data, kalau berhubungan dengan data maka yang dianalisis harusnya datanya, bukan memaparkan masalah makro yang tidak ada hubungannya dengan masalah di internal shopee.

          simpelnya saja, kalau shopee sudah ada data konversi sudah buruk dimodal 50rb yang sudah di habiskan seller, kenapa shopee meneruskan iklan seller tetap digerus modalnya (grafik view dan klik naik tajam), kenapa tidak diturunkan saja viewnya ke pengguna yang konversinya buruk, sehingga klik sampah berkurang dan kerugian seller tidak membengkak. Ini sama saja tidak mau tau dan menyalahkan seller (pokoknya kita sudah kasih trafik dan klik banyak, masalah konversi itu masalah kamu sebagai seller) padahal mungkin yang dikasih seller trafiknya sampah semua…

    • 1 Oktober 2022 - (09:54 WIB)
      Permalink

      Iklan serupa mana ada manual gan? Ya jelas otomatis kalau serupa, kan ga perlu ketik kata kunci. Bidnya sudah pasang terendah 250 tapi view dan kliknya melejit penjualan merosot wkwkwk, padahal harga deskripsi gambar produk sudah ok juga sudah ratusan terjual..

      • 2 Oktober 2022 - (20:58 WIB)
        Permalink

        Nih ts pak tua oon pa ga ya. Jelas loe pilih serupa.. Loe yakin loe yg termurah???

        Udah Jelasin kalo serupa bawah iklan loe sama Shopee tuh dijejerin toko toko lain yg jual serupa yg lebih Murah.. Itu masalahnya. Kalo gue sih males masang iklan di Shopee 😂😂😂.

        Coba loe analisa sendiri klik iklan lpe sendiri apa yg terjadi???

        Ini pak tua ga pernah ngecek ngecek sih pa yg terjadi.

      • 2 Oktober 2022 - (21:00 WIB)
        Permalink

        Yg 10 ribu terjual juga bisa kalah sama pemain baru yg jual lebih murah… Haha
        Itu target market Shopee ya gt. Ini Shopee ga seller, ga pembeli sama sama alay

        • 2 Oktober 2022 - (22:02 WIB)
          Permalink

          Silahkan adek caper berkomentar sebanyak mungkin biar postingan ini makin viral 👍 meskipun komentar ente tidak berfaedah tapi gua salut wkwkw

  • 1 Oktober 2022 - (08:59 WIB)
    Permalink

    Sya sebagai seller shopee(status star) juga dan tokopedia(status merchant Pro) juga, cuma memang untuk penjualan di shopee sya tdk terlalu fokus, karena potongan fee penjualan produk nya sya hitung² 5,65%, jauh sama tokopedia yg hanya 1,75%, coba para seller shopee cek lagi penjualan di akun shopee kalian, contoh produk yg terjual 100rb, di situ kelihatan juga rincian potongan²an sehinggan dana yg yg di terima 94.350 atau kepotong 5.650, bagi sya jika di bandingkan dengan tokopedia yg hanya kepotong 1,75% atau jika produk 100rb yg kepotong 1.750 bagi sya itu lebih manusiawi/wajar jika di bandingkan dengan potongan shopee, maka dari itu kita sebagai seller harus² pintar behitung juga bukan hanya pintar beranalisa 😉

    Silahkan berdiskusi dan berkomentar dengan bijak, saling terima pendapat/masukan orang lain juga yg mungkin lebih berpengalaman di bandingkan kita

    • 2 Oktober 2022 - (21:02 WIB)
      Permalink

      Betul. Shopee rampok bgt fee nya bisa 7‰, tapi mesti di akui sih trafik dia lebih unggul ketimbang Tokopedia.. Pusing dah mau ga mau sombong Shopee., fee nya berani dia 7‰

  • 1 Oktober 2022 - (13:16 WIB)
    Permalink

    Yg merah lebih parah. Coba top up 20rb sehari habis by klik n view. Mending terjual wkwkwk. Kalau gak iklan lapak kita gak terlihat. Jd ya pasrah aja

  • 1 Oktober 2022 - (15:30 WIB)
    Permalink

    Iklan produk serupa bisa di limit budget harian dan diberi periode (manual). Biasanya kesalahan awal aku dulu bikin iklan produk serupa, ga sadar setelah bikin iklan serupa terdapat rekomendasi iklan pencarian (biasanya orang-orang yang asal next-next tanpa baca kepencet ikutan iklan pencarian).
    Iklan Produk serupa tidak rekomendasi untuk harga yang lebih mahal dari pesaing lainnya.
    Iklan produk serupa otomatis mati apabila stok produk habis.

    Saya pakai dan tidak ada kendala kok.
    Settingan iklan coba di otak-atik lagi sampai sesuai gan, biar ga boncos.

  • 5 Oktober 2022 - (08:00 WIB)
    Permalink

    Saya dulu pernah mengaktifkan fitur iklan di Shopee. Biaya iklan tidak sebanding sama hasil penjualan. Saya matikan fitur iklan. Pihak Shopee pernah telp menawarkan mengaktifkan fitur iklan. Saya komplain, saldo iklan saya cepat habis, beda sama di Tokopedia. Ternyata di Shopee, 1 akun pembeli bila klik 100x tetap dianggap 100x klik, jadi banyak kompetitif iseng sengaja klik bolak balik. Dan Pihak penelepon dari Shopee juga jawab begitu, betul dihitung per klik bukan per akun yg sama. Kalo.di Tokopedia 1 akun kalo mau 100x klik juga cuma dihitung 1x klik. Itu bedanya kenapa Shopee cepat habiskan saldo iklan.

    • 5 Oktober 2022 - (15:50 WIB)
      Permalink

      emang lagi apes apes iklan serupa tiba2 nyedot parah gini, ya kalau nyedotnya bener ke akun asli. udah gitu ga da tanggung jawabnya pihak shopee 👎👎

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan online di Shopee?

Ada 80 komentar sampai saat ini..

Kenaikan Budget Iklan yang Tidak Wajar, Tidak Diikuti dengan Kenaikan …

oleh rudi dibaca dalam: 2 menit
80