UI/UX TikTok dan Business Process Tidak Melindungi Customer, Pesan Sepatu yang Datang Keset

Selamat Sore,

Saya ingin menceritakan pengalaman buruk saya berbelanja di TikTok Shop.

Pada tanggal 10 Januari 2023 1;32PM saya memesan sepasang sepatu Aerostreet 2D change color dengan order id 576933445611391743, di mana memang harganya tidak masuk akal (Rp. 85.000). Namun dikarenakan saya memesan dengan metode COD jadi saya anggap akan aman karena belum keluarnya uang.

Setelah proses pembelian selesai status dari tanggal pemesanan hanya stuck pada “Waiting for courier” dan tidak adanya informasi jasa pengiriman yang akan digunakan, setelah saya baca deskripsi produk kembali, ternyata terdapat keterangan Pre-Order, oke, saya kembali tidak khawatir dengan status tracking pesanan tersebut, karena memang pasti akan menunggu lama.

 

Ternyata pada tanggal 12 Januari 2023 tepatnya pukul 14:30 siang datanglah kurir dari jasa pengiriman JNE, serta meminta nilai nominal yang sama dengan pesanan yang ada pada TikTok Shop tersebut. Saya bayarkanlah karena memang saya tahu hanya memesan dari TikTok Shop untuk nominal tersebut, tidak ada pesanan lainnya.

Namun memang kecurigaan saya muncul sebelum saya membayarkan, karena jelas status pada TikTok Shop masih dalam “Waiting for courier“, namun karena saya mempunyai pengalaman bekerja di ecomm sebelumnya di mana seringkali API connection antara platform apps dan 3PL logistik terganggu dan mengakibatkan perubahan status yang tidak ontime, serta tidak adanya informasi pengiriman menggunakan logistik apa yang membuat saya semakin bingung, pada akhirnya saya tetap membayarkan sejumlah nominal tersebut.

Namun betapa kagetnya saya ketika membuka paket tersebut hanya berisikan sandal yang sudah kusam dengan selembar keset kaki.

Kemudian dengan sigaplah saya chat cs TikTok Shop, namun dugaan saya pun terbukti bahwa pasti pihak TikTok shop menyalahkan customer yang tidak teliti tanpa melihat terlebih dahulu resi pengiriman yang bukan dari TikTok Shop padahal saya pernah berbelanja di TikTok Shop di seller lain tapi resinya tidak tertulis TikTok Shop (Foto terlampir orderan dari 3rd day tidak ada embel embel TikTok). Serta cs mereka selalu informasikan perbedaan logisitik pengiriman untuk pesanan tersebut.

Bagaimana saya bisa tahu kalau pengirimannya dilakukan oleh JNT bukan JNE sedangkan pada halaman order detail saja tidak ada informasi mengenai hal tersebut, dimana pada kompetitor ecom lainnya bahkan pada saat check out pun sudah di informasikan terkait pemilihan logisitik yang ingin kita gunakan, serta pada kompetitor ecom lainnya setelah proses check out terdapat informasi mengenai logistik yang akan mengirimkan paket tersebut.

Saya akhirnya paham modus ini, dikarenakan business process dan SOP TikTok shop serta UI/UX yang buruk yang tidak mengcover case-case fraud dan scam seperti ini, maka fake seller pun dengan senangnya melakukan penipuan ini, bahkan dia pun tahu bahwa jika dalam SLA tertentu order tidak di proses maka pihak TikTok shop akan membatalkan otomatis pesanan tersebut yang dimana dia tetap untung karena sudah dapat uangnya, serta customer yang kesulitan untuk melaporkan.

Saya akui mungkin memang ini ketidaktelitian saya melihat resi dikarenakan sesuai pengalaman saya di pembelian sebelumnya pada seller berbeda, tidak adanya keterangan pada resi bahwa pengirim adalah TikTok Shop atau embel embel TikTok shop, dan pada saat kurir datang saya sedang sibuk dengan meeting dan harus buru buru kembali. Namun sangat amat disayangkang pihak TikTok pun lepas tanggung jawab dari hal ini, dimana jika di analisis kejadian ini akan kembali terjadi jika :

  1. Tidak adanya informasi logistik pada halaman order detail (sebelum status di pick up)
  2. Tidak adanya informasi/opsi pemilihan jasa logistik yang tersedia pada halaman check out
  3. Tidak adanya business process dan SOP yang jelas untuk handling case fraud dan scam semacam ini
  4. Tidak dilakukan revamp untuk UI/UX TikTok Shop

Semoga ini bisa menjadi perhatian pihak Product Manager TikTok Shop, UI/UX Team, Serta CX Team. Dan menjadi informasi untuk yang membacanya. Bagi saya nominal tersebut kecil namun hal ini pastinya akan terus terjadi selama 4 poin diatas tidak diperbaiki segera oleh pihak TikTok shop. Semoga dengan surat ini TikTok segera menanggapi dengan kabar baik. Terima kasih.

Gufron
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:28    Rata-Rata: 3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

30 komentar untuk “UI/UX TikTok dan Business Process Tidak Melindungi Customer, Pesan Sepatu yang Datang Keset

    • 14 Januari 2023 - (09:53 WIB)
      Permalink

      Wkkwkwkwk coba kalau tsnya dapet sepatu beneran 85rb pasti muji muji tiktok 🤣🤣🤣 satu kata buat ts “lawak kau”

    • 14 Januari 2023 - (18:25 WIB)
      Permalink

      Lagian platform medsos kok buat belanja, gak ada jaminan , belanja itu di platform market place kayak shopee, ada shopee mallnya, dijamin ORI 100 %

      1
      2
  • 13 Januari 2023 - (19:14 WIB)
    Permalink

    Kalau sudah tau harga nya ga masuk akal jangan mengharapkan hasilnya juga masuk akal. Jika nekad ya itung harga buat belajar jadinya. Apalagi beli d tempat yg memang bukan special marketplace. Ya gimana ya. Kalo aku sih NO hehehe

    14
  • 13 Januari 2023 - (20:36 WIB)
    Permalink

    Klo mmg nomor pengiriman berbeda artinya sepatunya blm sampai.

    Modus seller nakal sblmnya kirim produk ke siapapun yg pernah order di mp (alamat diambil dr data orderan sblmya) berharap keluarga ditujuan bayarin aja.

    Skrg sptnya mrk punya data orderan yg berjalan, jd calon penerima akan menganggapnya itu pesanan yg dia lakukan.

    Terlalu banyak oknum di negara ini haha..

    8
    2
  • 13 Januari 2023 - (20:51 WIB)
    Permalink

    Kesalahan fatal kamu hanya satu:
    Sudah tau harga gak masuk akal, masih diterobos juga, belinya di platform joget-joget yang kebelet jadi marketplace pula.
    Saya sebagai seller aja sampai detik ini gak tertarik jualan di tiktok meski udah ditawarin berulang kali sama tim akuisisi penjualnya. Apalagi sampai belanja disana, masih ada marketplace lain yang lebih kredibel deh. 😃

    16
    2
  • 13 Januari 2023 - (20:58 WIB)
    Permalink

    Seller pake trik phising yg mana order masuk dia tau alamat pembeli lalu dikirimlah keset senilai harga yg dipesan tsb secara manual, berharap pembeli tdk teliti akan main bayar aja senilai order ditiktok

  • 13 Januari 2023 - (21:13 WIB)
    Permalink

    Terima kasih rekan” semua atas saran dan masukannya, ya memang kesalahan fatal adalah membeli produk dgn harga yg tidak masuk akal, namun saya mengira tadinya produk tersebut ada second hand atau mungkin reject production. Tapi dari sini saya tau celah fraud dan scam di TikTok Shop, memang benar menurut komentar di atas, TikTok Shop adalah platform yg kebelet ingin menjadi marketplace namun dgn semua keterbatasan yang masih harus di revamp. Ya saya sih menulis ini bukan meminta balik uang saya, anggap saja ini adalah UAT TikTok Shop 🙂 . Dan semoga yg membaca nya pun menjadi tau celah fraud dan scam tersebut. Tidak menutup kemungkinan penipuan ini akan terjadi pada produk dengan harga yang wajar, malah akan lebih rugi lagi sebagai pembeli jika tertipu 🙂

    18
    3
    • 14 Januari 2023 - (20:18 WIB)
      Permalink

      Semoga bisa jadi pengalaman dan tentunya kedepan lebih baik kalau beli barang branded ataupun barang lain, l3bih baik di marketplace.

  • 14 Januari 2023 - (05:19 WIB)
    Permalink

    Ya elah tiktok lagi,,,udah ,,tiktok itu cm aplikasi hiburan,,jangan di jadiin pasar,,,klo emg mau belanjan udah ada toped/lzd/bli2,,,shopee sy ngga nyaranin ya🫢

  • 14 Januari 2023 - (08:18 WIB)
    Permalink

    Barang reject pun gk segitu harga nya bang 🤣🤣🤣
    Ya allah 2023 masih ada ya orang yang masih bisa di kadalin 🐑🐑🐑

  • 14 Januari 2023 - (11:03 WIB)
    Permalink

    Banyak pake istilah tech buat nutupi kebodohan. Sok bgt pake ui/ux, cx, uat tapi servernya masih pake 386 🤣

    • 14 Januari 2023 - (20:14 WIB)
      Permalink

      Yg bikin heran, dia seakan” sangat ahli di bidang IT, tp kenapa bisa dibodohi sama hal gg sebenernya bisa dinalar dengan mudah oleh orang awam wkwk

      • 14 Januari 2023 - (20:16 WIB)
        Permalink

        Saya juga pengin nanya yang sama, tapi sungkan 🙁 terimakasih sudah diwakili 🙂

  • 15 Januari 2023 - (07:44 WIB)
    Permalink

    Tentulah UI/UX Tiktok tidak sebagus Tokped atau e-commerce sejenis.

    Karena aplikasi Tiktok tidak didesain serius untuk jualan (setidaknya sampai saat ini).
    Bisa diibaratkan, seperti tempat jualan Sate Padang di saat pameran mobil/festival musik VS Jualan di food-court (area khusus jualan kuliner) 🙂

    Makan Sate Padang saat pameran mobil/konser musik tentulah kurang nyaman untuk duduk ya, cari tisu susah, dll (UI).
    Malah tidak jarang, penjualnya dadakan… rasa Satenya gak karuan.

    Belum lagi kalo mau bayar, kadang2 susah kembalian uangnya, gak bisa pake Debit karena memang si penjual gak bawa gesekan kartu dan gak tersedia koneksi internet (UX)

    Kok saya malah ngomongin Sate Padang…. maklum lagi lapeer bos… 🙂

  • 15 Januari 2023 - (16:11 WIB)
    Permalink

    Omongannya UI/UX dan Business Process, setinggi langit. Tapi harga ngga masuk akal (diakui sendiri), disambar juga…

    Coba bikin grup lawak aja mas… Huahahahahaaa…

  • 30 Januari 2023 - (03:40 WIB)
    Permalink

    Disclaimer:
    Saya bukan staff Tikt*k, Saya di posisi netral karena saya pun sedang dalam proses komplain ke Tikt*k.
    ========================================================================
    Kalau Saya analisa, pembeli (saya sebut penulis) artikel ini komplain ke CS Tikt*k karena produk yang diterimanya tidak sesuai (salah), tapi yang resi yang difotokan adalah resi COD paket lainnya yang nama pengirim/penjualnya Third Day dengan produknya berupa kaos (entah itu betul isiya kaos/keset). Adapun paket yang dianggap salah itu nama penjualnya adalah Aerostreet Official dan Gagal Kirim (bisa dilacak di situs J&T nya dengan nomor resi JX1412522318), sehingga tidak ada pembayaran pada resi tersebut.

    Lalu siapa yang memesan Kaos/Keset jika penulis tidak memesan produk tersebut?
    Hal ini bisa jadi dari sisi pengguna tikt*k lainnya (baik oknum pembelinya ataupun oknum penjualnya) yang melakukan pemesanan atas nama penulis yang sebelumnya mengetahui alamat dan nomor telepon penulis. Penulis dapat melaporkan ke tikt*knya terkait modus jual paksa ini, nanti CS Tikt*k nya akan melanjutkan k tim Fraud nya.

    Bagaimana cara cek resi pesanan Sepatu?
    Cara cek resi dalam pesanannya jika belum muncul pada rincian pesanan tikt*k nya adalah dengan cara Hubungi Penjual, kemudian pilih icon “Lacak Paket”, akan terlihat nomor resi pada paket tersebut. Untuk ubah jasa kirimnya, jujur Saya belum pernah nyoba, kemungkinan bisa selama penjual belum atur pengiriman dan pesanan belum 1×24 jam.

    Bagaimana membedakan pesanan COD milik kita sebagai pembeli dengan Modus Jual Paksa tanpa mengetahui nomor resi sementara tertera nama dan nomor telepon kita?
    1. Cek dari nama produknya (terlihat tulisan kecil di bawah kolom //0,2kg//EZ//Bulanan//Ship), itu adalah nama produk yang dipesan.
    2. Cek dari Nomor Pesanannya, kalau saya order resi Tikt*k saat ini sudah mencantumkan nomor pesanan.

    Saya punya kendala apa dengan Tikt*k?
    Ntar, masih dalam peninjauan Admin MK, hehe

  • 30 Januari 2023 - (03:52 WIB)
    Permalink

    Bagaimana Jika ada pesanan COD namun tidak merasa melakukan pemesanan?
    Tidak usah diterima, tidak usah dibuka, dan tidak usah dibayar. Langsung tolak saja dan bilang saja ke kurirnya, “maaf Saya tidak merasa melakukan pemesanan atau maaf itu bukan pesanan saya”. Kurir juga tidak akan memaksa kok.

 Apa Komentar Anda?

Ada 30 komentar sampai saat ini..

UI/UX TikTok dan Business Process Tidak Melindungi Customer, Pesan Sep…

oleh Gufron dibaca dalam: 2 menit
30