Surat Pembaca

Perangkat Samsung Z Flip 4 dan Knox Menolak Pola untuk Masuk ke OS

Salam Media Konsumen. Saya pengguna ponsel Samsung Galaxy Z Flip 4. Untuk masuk ke ponsel, saya memakai metode pengenalan wajah, pengenalan sidik jari dan pola khusus. Sebulan lalu ponsel saya kehabisan baterai dan mati. Lalu saya langsung mengisi ulang baterainya.

Untuk mulai masuk setelah keadaan mati, tidak bisa memakai sidik jari dan wajah, melainkan hanya dengan pola khusus yang sudah dimasukkan sebelumnya. Masalah besarnya adalah, pola khusus tersebut ditolak. Padahal tidak pernah diganti sama sekali. Saya bisa pastikan tidak ada yang menggantinya, karena ponsel ini ringkih dan rentan rusak. Jadi tidak ada yang memegang ponsel saya, kecuali saya. Namun pola khusus tersebut ditolak oleh sistem, seperti terkunci oleh sistem keamanan Samsung, yakni Knox.

Ketika saya bawa ke Service Centre Samsung yang resmi di Kota Pangkalpinang, solusi dari Samsung yang “powered by Knox” ini adalah factory reset. Saya menolak, karena dengan factory reset itu otomatis semua data yang ada di device-nya hilang. Saya tidak mempunyai back up data saya karena ketika pertama menggunakan hp ini, semua data (termasuk foto, video dan dokumen percakapan di WA) saya pindahkan ke ponsel Samsung Z Flip 4 ini.

Solusi dari agen Samsung adalah mencoba secara berkala. Saya sudah mencoba secara berkala selama sebulan ini, sampai akhirnya saya sudah tidak bisa menunggu dan mencoba lagi. Karena itu satu-satunya ponsel yang saya pakai untuk keperluan data dan komunikasi.

Saya memutuskan kembali lagi ke Samsung Service Centre “Resmi” untuk melakukan factory reset. Ternyata factory reset ini ada istilah “unlock” di Samsung dan dikenakan biaya Rp95.000 – Rp100.000. Saya keberatan dengan Samsung dan Knox yang membebankan biaya ini, karena bisa dipastikan saya tidak melakukan kesalahan, melainkan sepertinya ada mal fungsi dari produk Samsung dan Knox.

Saya juga sudah komplain ke Samsung pusat sudah dilakukan via WA,Samsung Z Flip 4 dengan nomor tiket: 1194480517. Namun belum juga selesai dan selalu diputus sepihak sambungan koneksi WA dan tanpa solusi.

Pertanyaan saya ke Samsung dan Knox adalah:

  • Teknologi keamanan Knox ini dipakai untuk melindungi, jangan sampai jika ada hp yang dicuri itu disalahgunakan oleh orang lain. Lalu jika sudah dipastikan bahwa hp tidak ada pencurian (boks hp sudah dibawa dan wallpaper adalah istri dan anak saya), tidak ada penggantian pola dan saya adalah pemilik asli hp tersebut, solusi untuk data-data saya apa?
  • Kenapa pola khusus saya ditolak? Apakah ada mal fungsi pada device saya? Apakah ada mal fungsi di sistem keamanan Samsung yang katanya “Powered by Knox” ini? Kerugian kehilangan data data saya siapa yang menanggung? Apakah dimungkinkan saya minta penggantian unit baru mengingat semua data kosong seperti baru?
  • Jangan terlalu sering membebankan biaya ke konsumen, jika sudah dipastikan kesalahan bukan ada di pihak konsumen.

Paren Deka Putra
Palembang, Sumatera Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Di reset bayar ngga mau (alesan ngga mau ilang data), tapi minta ganti unit baru.. Kontradiksi sekali.

    Byk tutorial gimana hard reset sendiri tanpa perlu bayar, cukup cari di youtube caranya.

  • Kalau tuker baru HP lama diminta Samsung = data hilang semua. Bukannya ga mau reset karena ga mau data hilang semua ? Masih garansi ga itu HP ? Pembelian kapan ?

  • Begitulah, mumpung hp mahal, dipikir yang beli punya banyak duit. Dipelorotin lah kena biaya aneh2 padahal Samsung yang bikin HP dan software ngak becus.

  • Pola yang diminta adalah pola yang sama ketika anda melakukan restart ponsel. Jika anda tidak pernah restart ponsel baik manual atau saat ada update OS, anda dalam masalah.

    Cara pertama membuka ponsel yang terkunci adalah menggunakan fitur Samsung Find My Mobile. Kunjungi situs Samsung menggunakan browser di PC dan cari halaman Find My Mobile. Syaratnya, anda sudah punya akun Samsung yang terhubung dengan ponsel anda, sudah mengaktifkan Remote Control di pengaturan Find My Mobile di ponsel, dan data seluler di ponsel anda dalam keadaan aktif.

    Jika cara pertama tidak bisa anda penuhi, anda bisa bawa ponsel ke SC Samsung berikut dus ponsel saat pembelian. Proses membuka kunci dikenakan biaya karena resiko dan konsekuensinya besar, jika gagal maka teknisi bertanggung-jawab untuk melakukan pemulihan dan hard reset karena Knox sangat kuat.

    Jika anda menolak menggunakan cara kedua, buka kunci bisa dilakukan menggunakan tool aplikasi tertentu lewat mode recovery. Syaratnya anda punya PC, punya sedikit pengetahuan teknis komputer, ponsel sudah masuk ke mode recovery dan terhubung ke PC lewat kabel USB, dan di komputer sudah terinstal tool aplikasi buka kunci. Cari di internet tool yang tepat untuk Z Flip anda. Cara ini tidak menjamin 100% berhasil, terutama jika ponsel dilindungi Knox versi belakangan. Jika gagal, resiko dan konsekuensinya ponsel anda dikunci semi permanen dan satu-satunya cara membukanya adalah dibawa ke SC sebagaimana dijelaskan di cara kedua.

    Jika semua cara diatas tidak bisa anda penuhi, patut dipertanyakan hak kepemilikan anda atas ponsel tersebut.

  • Saya penasaran, jadi saya google2 tadi. Kelihatannya HP Samsung memang ada masalah begini. Mungkin pengguna yang kena masalah begini jumlah total sedikit, cuma saya ketemu belasan laporan di forum masalah HP Samsung tiba2 ngak mengenali pattern pola unlock anda. Jadi untuk yang belum mengalami, janganlah pakai pola untuk unlock HP Samsung.

    Untuk penulis, sayangnya ngak ada solusi ideal. Cuma saran2 dari forum yang saya baca:
    1. Restart dan coba lagi. Berkali2. Saya asumsi penulis sudah coba ini.
    2. Factory reset. Mohon maaf, data bakal hilang. Mau reset sendiri ikutin tutorial internet ataupun minta tolong Service Center resmi, kemungkinan bakal tetap hilang.

    Semoga penulis ketemu solusi yang lebih baik, atau semoga Samsung bisa kasih solusi yang lebih baik ke anda.