Surat Pembaca

Saran untuk Dekoruma dan Harap Teliti untuk Pembeli

Dekoruma membuat terobosan yang menarik. Walaupun mungkin hanya merupakan replikasi dari perusahaan lain, tapi dirasa termasuk masih cukup baru bagi saya. Efisiensi diupayakan secara maksimal, dari minimalisasi warehouse di cabang, bekerjasama dengan ekspedisi, sampai tidak menyediakan invoice hard copy dan lain-lain.

Masalah mulai timbul saat ternyata karyawan dalam toko jumlahnya cukup minim dan stay di counter. Sehingga customer harus bisa mengidentifikasi item yang akan dibeli dengan sangat detail. Konfirmasi item yang dibeli juga, cuma disediakan notebook dengan layar yang cukup kecil dan hanya bisa dilihat dari samping (karena harus berbagi melihat dengan petugas counter).

Pengalaman saya saat berbelanja di Dekoruma Semarang, mudah-mudahan tidak oleh orang lain. Yang mana barang di lantai 2, dan saya harus mendeskripsikan barang yang akan saya beli di lantai 1, sambil petugas browsing di web application berusaha menemukan barang yang saya maksud.

Selanjutnya, dengan gambar yang cukup kecil, saya harus sekali lagi harus mengkonfirmasi. Mata tua yang sudah pakai kacamata ini melihat sekilas, nampaknya benar itu barang yang ada di lantai 2. Namun ternyata saya salah konfirmasi beli barang, berupa produk “Heim Studio SANO Meja Belajar Sudut”, yang harganya hampir Rp2 juta. Padahal barang yang maksudnya akan saya beli, ternyata namanya “Heim Studio SANO Lemari Dapur dengan Meja”.

As expected, yang salah tetap pembeli karena sudah konfirmasi. Semua detail lain akan selalu kembali menjadi kesalahan pembeli, seperti sudah buka kemasan, sudah dirakit, terlambat melapor, dll.

Bagi yang biasa membuat flow sistem, cukup jelas bahwa peluang salah pada identifikasi item yang akan dibeli ini dibiarkan oleh Dekoruma, dan usaha untuk efisien itu dijalankan semata-mata untuk kepentingan Dekoruma. Saat ini saya tidak tahu, apakah mereka memang miss di sini atau memang desainnya seperti itu?

Saran untuk Dekoruma:

  • Jika masih berusaha melakukan improvement, tambahkan fitur instant shopping chart (sama seperti pemesanan makanan di restoran lewat aplikasi). Kemudian ID shopping chart bisa dibuka oleh petugas counter.
  • Tambahkan juga QR Code di tiap item, supaya identifikasi jadi pasti dan tidak ada unsur tebak-tebakan berbayar.

Peringatan untuk konsumen Dekoruma:

  • Selama anda bukan tipe konsumen pejuang yang akan rela ribut untuk tidak dirugikan, maka tahap identifikasi barang jadi sangat penting.
  • Selalu ingat, tidak ada gunanya berdebat, konfirmasi pembeli akan jadi senjata bagi Dekoruma untuk melawan keluhan.
  • Relakan saja, selama bukan kita yang merugikan, uang bisa dicari.

Paulus Setiawan
Semarang, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

    • Tidak bisa Pak Bob, karena saya posisinya sudah konfirmasi, bahwa nama barang itu yang mau saya beli. Jadi kalau salah lihat, ya tetap salah saya.