Pengalaman Unik Mengunjungi Digimap Tunjungan Plaza, Ujar Pegawai Digimap, “Awas!! Lantai Tidak Boleh Kena Tetesan Air”

Terima kasih kepada media konsumen yang telah menerbitkan surat pembaca ini. Saya mengalami kejadian unik dan tidak pernah saya alami ketika saya mengunjungi toko di manapun selama hidup saya, yaitu ketika saya mengunjungi outlet Digimap di Tunjungan Plaza Mall Surabaya, Jatim.

Pada tanggal 19/07/2024, saya mengunjungi Mall Tunjungan Plaza Surabaya pada malam hari sekitar pukul 8-9 malam, saya mengunjungi outlet Digimap TP (Tunjungan Plaza Mall) untuk melihat-lihat unit MacBook Air M1. Saat itu saya memakai hoodie hitam, celana hitam dengan pasangan saya, membawa minuman kopi kenangan ice cup saat ke outlet, kalau tidak percaya silahkan minta outlet cek CCTV-nya

Saya sebenarnya bingung antara membeli offline ataupun online unit tersebut. Saya berharap membeli offline lebih mudah untuk klaim garansi apabila terjadi kerusakan dan melihat langsung unitnya karena unit MacBook ini bagi saya terbilang mahal dan cukup riskan apabila beli online.

Pada waktu itu saya bersama pasangan saya, sebelum mengunjungi outlet Digimap Tunjungan Plaza ini saya membeli kopi k*nang*n dan seperti biasa, pasti di mal kita makan dan minum.

Berikut foto outlet tersebut, saya lampirkan dari Google:

Ketika saya masuk outlet, terlihat sepi sekali dan pegawainya bergerombol di dalam outlet, hanya ada satu pengunjung yang datang. Ketika saya masuk, disambut seperti biasa oleh pegawai dan tidak ada yang aneh.

Ketika saya melihat unit MacBooknya, tidak lama datang pegawai laki-laki langsung menegur saya, “Tolong minuman tidak boleh dibawa masuk.” Di situ saya langsung merasa aneh dengan perlakuan pegawai ini, padahal pegawai sebelumnya yang menyambut tidak melarang saya membawa minuman.

Saya tidak menghiraukan pegawai yang menegur saya dan tiba-tiba dia mengoceh, “Awas pak tetesan airnya, lantainya nggak boleh basah soalnya.” Di situ saya memang membawa kopi K*n*ng*n cup di mana sudah pasti ada embun di luar gelasnya karena saya beli ice coffee. Sungguh menjijikkan bagi saya pelayanan pegawai Digimap ini.

Langsung saya pergi dan tidak jadi membeli di toko Digimap ini. Sudah terlanjur geli dengan ucapan pegawai laki-laki tersebut. Bayangkan lantai saja dia takut basah, sedangkan saya lihat display MacBooknya sudah lusuh dan kotor pertanda barangnya susah laku dan tidak ada orang yang mau beli di outlet tersebut.

Sekelas Digimap yang jual unit mahal brand Apple tetapi pelayanan pegawainya sangat menjijikkan, di mana dia takut lantai basah kena embun air di gelas cup kopi saya. Sebasah apa tetesan air embun di gelas saya? Satu tetes pun tidak jatuh dari gelas cup yang saya pegang dan saya tidak menaruh di atas meja/unit display tetapi saya pegang jauh dari display unit.

Orang bodoh mana yang sengaja merusak unit display dengan air minuman, tanpa perlu diberi tahu pun orang sudah tahu, ini malah takut lantainya basah karena tetesan embun gelas cup saya. Yang dipertanyakan, dia jual lantai atau jual MacBook?

Setelah keluar dari outlet tersebut, saya jadi makin yakin untuk membeli barangnya di online, dan bukan di outlet Digimap Tunjungan Plaza maupun outlet Digimap yang lain. Bayangkan saja, orang mau beli aja pelayanannya menjijikkan apalagi after salesnya? Lebih baik membeli di online yang murah, dan banyak promonya. Taktik marketing “jualan jutek biar elu beli” sudah tidak cocok di negara Indonesia. Yang ada makin buruk dan viral lah kejelekan brand reputation dari merek ini.

Sontak saya melihat ulasan di Google outlet Digimap Tunjungan Plaza ini, dan saya tidak kaget sama sekali bayangan saya pasti ulasan sekitar 3-4 bintang. Ulasan di Google outlet Digimap Tunjungan Plaza Surabaya ini menunjukkan 4 bintang, dan banyak sekali keluhan serupa yang dialami oleh pengunjung lainnya. Yang saya pertanyakan, apakah tidak ada audit dari Apple sebagai produsennya, ketika resellernya buruk sekali pelayanannya seperti ini?

Berikut saya lampirkan ulasan dari pengunjung lainnya:

Padahal di tempat lain harga unit yang serupa dengan Apple tetap dilayani dengan baik oleh outletnya. Tidak ada yang spesial dengan marketing menjijikkan ala pelayanan jutek seperti ini hanya karena menjual produk “Apple,” dan lucunya unit “Apple” ini malah jadi merek pilihan terakhir dari negara maju seperti China.

Katakanlah outlet melarang minuman dibawa masuk, contoh seperti bioskop Cinema 21 pasti disediakan loker untuk minuman pengunjung. Minimal sediakan meja kecil untuk menaruh minuman di dalam outlet. Sudah outlet mewah dan jualan barang mahal tetapi untuk meja saja tidak mampu menyediakan untuk pengunjungnya.

Demikian surat pembaca ini, saya harap pembaca mendapatkan info yang berguna ketika akan membeli unit dari brand “Apple,” dan tidak perlu mengunjungi outlet seperti ini agar tidak mengalami kejadian yang “menjijikkan” karena pelayanan outletnya seperti yang saya alami. Terima kasih.

Christian Budi
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

113 komentar untuk “Pengalaman Unik Mengunjungi Digimap Tunjungan Plaza, Ujar Pegawai Digimap, “Awas!! Lantai Tidak Boleh Kena Tetesan Air”

  • 24 Juli 2024 - (17:02 WIB)
    Permalink

    Maksudnya karena granit atau batu lainnya takut bercak air susah dibersihin? Geli juga. Mungkin pegawainya dulu juga pernah ditegor atasannya hal yang sama.

    Kalau berdasarkan ulasan google maps, sayangnya masih bisa dibilang bagus. Kalau mau fokus yang review jelek doang yah silahkan saja.

    Kenapa contoh negara majunya itu? Bukannya Amerika atau Jepang yang jelas2 negara iphone.

  • 24 Juli 2024 - (17:23 WIB)
    Permalink

    Banyak juga ya Pak komplainan anda di MK.Mungkin karena sudah enjoy dengan memposting di MK,jadi kalo ada suatu masalah posting aja di MK meski hal-hal receh.Habis bahas Digimap TP nanti rencana mau posting hal apa Pak? Apa barista Kopi Kenangan yang jutek layanin pembeli?

    106
    6
    • 24 Juli 2024 - (17:42 WIB)
      Permalink

      Owalah ini pegawainya digimap ya? Pantesan sepi outletnya liat aja banyak komplain diulasan google maps 😂

      3
      111
          • 24 Juli 2024 - (18:42 WIB)
            Permalink

            wokwkowok kasian dimasukin media konsumen kaga terima pegawainya, hanya sdm rendah yang bela outlet, kebanyakan buzzerpnya, paling ulasan yang bagus2 digooglenya ulasan bayaran doang, banyakan yang maki maki wkwkw

            1
            117
    • 24 Juli 2024 - (18:55 WIB)
      Permalink

      buset si saipul, namanya doang bagus, tapi kelakuannya kaga, minimal ngaca woe banyakan elu komplainnya wkwkwk. Lah w cerita doang pengalaman unik dibilang hal hal receh, kayaknya konslet pikiranmu nak, berarti ulasan2 yang jelek di google digimap juga lu bilang hal receh, kayak hidup lu yang paling wah aja nak nak wkwkwk

      2
      106
      • 25 Juli 2024 - (09:58 WIB)
        Permalink

        hahaha, yg ga sependapat disebut pegawe, kalo bener pegawe pun emang kenapa?

        dr kualitas komentar jawaban ente, org2 di MK jd tau orang macem apa ente ini.

        jd nama ente itu apa?
        rudi ato budi?

        semua org punya pendapat dan pemikiran masing2, pendapat ente belum tentu sama dengan pendapat org laen.
        kalau ga bisa terima dan malah nyerang org yg ga sependapat, ya ga usah nulis di MK, malah jd bikin ribut ngebahas “kelakuan” org laen.
        malu2in diri sendiri aja.

        138
        • 25 Juli 2024 - (10:21 WIB)
          Permalink

          Lah diserang balik kok marah, malah ngurusin nama orang 😂 ya keliatan sdm rendah lah blum selesai baca langsung dijudge baper, giliran dituduh pegawai map langsung ngamok wkwk

          Malu maluin? Kaga tuh buktinya banyak yang maki juga pelayanan pegawainya, lihat tuh di ulasan google nya, makanya belajar baca dulu biar otaknya nyampe 😁

          1
          134
          • 25 Juli 2024 - (11:15 WIB)
            Permalink

            “buset si saipul, namanya doang bagus, tapi kelakuannya kaga”

            kalo ga mau disinggung nama jgn nulis2 soal nama.

            coba upgrade dulu otaknya biar inget apa yg sudah ditulis.

            ente aja namanya banyak, entah yg mana yg benar, nama aja christian, kelakuan minus.

            100
  • 24 Juli 2024 - (17:44 WIB)
    Permalink

    Lantai granit super mewah, kalau ga mau kotor ga usah dibuka tokonya, atau kalau perlu buat aturan sandal sepatu dilepas 😂

    Yang nulis saya, yang kasih contoh saya jadi suka suka saya dong, kok situ yang ngaturr

    109
  • 24 Juli 2024 - (18:42 WIB)
    Permalink

    dan lucunya unit “Apple” ini malah jadi merek pilihan terakhir dari negara maju seperti China.

    Ya memang, karena cuma di indonesia saja merek apple punya banyak penyep00ng handalnya sebagai standar gengsi.
    Sebagai contoh ada yang punya pengalaman menjijikkan tapi masih beli produknya.
    Kalau saya udah dikasih pengalaman gitu, banting setir ke merek lain sih.
    Tapi, itu kalau saya….

    2
    3
    • 24 Juli 2024 - (19:20 WIB)
      Permalink

      sebenernya ya bg saya cari unit macbook air m1 untuk editing 4k karena banyak review bagus di youtube dan teman2 saya. Untuk unitnya sih gak ada masalah ya, yang masalah ini pegawainya sangat diluar nalar, sok sokan gengsi lah wong dia jual barang, yang di gengsiin apanya?? masuk akal nggak?? heheehe

      28
    • 24 Juli 2024 - (20:26 WIB)
      Permalink

      Orang jelas2 sangat laku di negara maju. Ngapain musti berdusta gitu karena ngak suka merek ini. Kalo liat statistiknya kurang laku di sini, persentase pemakai iphone lumayan kecil kaya 10%.

      3
      7
      • 24 Juli 2024 - (20:43 WIB)
        Permalink

        Gue perhatiin hampir di setiap artikel media konsumen ada komentar lu dah.
        Gue cuma tanya, lu buzzernya media konsumen atau pengangguran yang gabut doang sih? Atau lu jadiin situs ini tempat nongkrong lu?

        8
        1
        • 25 Juli 2024 - (00:32 WIB)
          Permalink

          Ngefans ya bro? Sampai diliatin semua komentarnya, ga salah bukannya elu yang pengangguran 😂

          20
      • 24 Juli 2024 - (21:46 WIB)
        Permalink

        Apple makin terpuruk di China. Menurut laporan pasar ponsel China untuk kuartal I-2024 yang dirilis firma riset pasar Counterpoint Research, pangsa pasar Apple mengalami penurunan. Hal ini bertolak belakang dengan sejumlah vendor ponsel asal China, seperti Xiaomi, Huawei, Honor, dan yang kian berkembang di pasar domestik. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Apple kini berada di posisi ketiga sebagai merek ponsel terlaris di China dengan pangsa pasar (market share) 15,7 persen. Angka ini turun 4 persen dari pangsa pasar 19,7 persen di periode yang sama tahun lalu.

        Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pangsa Pasar iPhone Meredup di China, Takluk dari Pemain Lokal”, Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2024/04/25/07000077/pangsa-pasar-iphone-meredup-di-china-takluk-dari-pemain-lokal.

        1
        26
        • 24 Juli 2024 - (22:55 WIB)
          Permalink

          Sudah pastilah pasar Apple di Cina turun, efek dari perang dagang AS-Cina.
          Sebagian perakitan Apple dilakukan di Cina.
          Komponennya kena bea impor yang tinggi.
          Tapi market-share dunia, apple masih diurutan pertama.
          Market Apple th 2023 turun karena naiknya market merk lain di negara berkembang.
          Walaupun turun, Apple masih menjadi vendor terbanyak dibanding merek lain.

  • 24 Juli 2024 - (19:21 WIB)
    Permalink

    besok2 datang lg om, bawa makanan dan minuman, kalau ditegur lagi, minta ditunjukkan dimana tulisan /aturan “dilarang membawa makanan dan minuman dr luar”.

    kalau tetesan saos bagaimana?
    kalau butiran debu bagaimana?
    tetesan keringat?

    mungkin besok2 ada tulisan “buka alas kaki sebelum memasuki ruang toko”

    8
    30
    • 24 Juli 2024 - (21:45 WIB)
      Permalink

      anehnya ya, macbooknya lusuh loh displaynya, yang harusnya display unit bersih mulus bagus ini malah lusuh dan kotor wkwkwk, yang bersih lantai granitnya, jadi heran ini toko jualan granit apa jualan apple coba

      1
      33
  • 24 Juli 2024 - (20:52 WIB)
    Permalink

    Bukannya anda sendiri yang mau beli Apple ya?

    Kenapa yang salah kru MAP kok terakhir2 bawa2 nama Apple?

    hehehhe

    14
    • 24 Juli 2024 - (21:44 WIB)
      Permalink

      ente gak paham om @william, maksud saya analogi merek apple itu di negara maju jadi pilihan terakhir, jadi ngga usah tuh namanya jual ngesok alias jutek mikirnya merek apple ini buat kalangan sultan sultan, apalagi pake nyindir gak mau basah karena tetesan embun air dari es kopi, yang saya tanyakan kenapa pegawainya dia lebih takut lantai basah karena tetesan air embun, daripada macbooknya laku dibeli orang wkwkwkw

      20
          • 25 Juli 2024 - (06:30 WIB)
            Permalink

            Pernyataan anda “maksud saya analogi merek apple itu di negara maju jadi pilihan terakhir” menunjukkan minim baca/literasi, gegabah dalam menarik kesimpulan.

            15
            3
          • 25 Juli 2024 - (08:03 WIB)
            Permalink

            g ada satupun di kolom komen yang setuju dengan anda, tapi alih2 melihat ke cermin, anda menyimpulkan “pasti semua orang lainnya yang salah”

            hebat

            12
            1
          • 25 Juli 2024 - (10:36 WIB)
            Permalink

            miris banget liat komentar pengguna media konsumen minim literasi semua, sabar ya ts

            13
    • 25 Juli 2024 - (10:24 WIB)
      Permalink

      Ga ada yang setuju sama sekali? Pinter pasti sekolahnya ranking 1 nih om william 😂

      17
  • 24 Juli 2024 - (22:09 WIB)
    Permalink

    Gak usah baperan & heran. Aku pernah masuk Dept Store & butik Pakaian juga pernah dilarang menenteng minuman ke dalam termasuk di luar negeri. Gak cuma sekali ngalami. Kalau mau lanjut eksplor ya tinggalin minuman di luar atau habiskan sebelum masuk outlet. Kalau gak mau tinggal keluar aja.

    15
    1
    • 25 Juli 2024 - (00:29 WIB)
      Permalink

      Kocaknya ya gini ga baca lengkap tapi asal bilang baper, kamu baca dulu lengkap artikel nya baru komen.. kalau ga boleh bawa minum kenapa ga stop waktu saya masuk? Pegawainya bilang silahkan.. begitu saya lihat unit tiba2 datang pegawai lantai eh pegawai lantai ngelarang saya bawa minuman.. takut lantainya basah.. tapi ga takut outletnya sepi 🤣

  • 24 Juli 2024 - (23:37 WIB)
    Permalink

    Iyaa baper banget sih… menurut saya ditegur begitu wajar aja kok, saya jg pernah ditegur bawa makanan ke tempat spa trus saya makan di ruang tunggu nya jg ga boleh karena takut makanan nya bau nyebar ke ruangan, saya ga marah karena emang mungkin peraturan nya begitu dr management ya harus sadar diri dong. Minta maaf tp klo udah minta maaf trus tetep dijutekin baru kita boleh marah…

    17
    2
    • 25 Juli 2024 - (14:53 WIB)
      Permalink

      @chloe yang bilang saya ga sadar diri sapa? yang pertama dibolehin masuk sama pegawai lainnya, begitu saya lihat unit diusir tuh sama pegawai laki lainnya pake alesan takut lantai basah karena tetesan air embun kopi cup kenangan, siapa yang ga heran sama kelakuannya macem gini? mana disitu ada pembeli lain bawa minuman ya ga diusir, kalau peraturan ya tulis didepan pintu, sediain meja kecil lah, masa suruh taruh dilantai emang dikira binatang? elu yang gak baperan atau elu yang mau disamain sama binatang?

  • 25 Juli 2024 - (00:27 WIB)
    Permalink

    Lucu liat komentar sdm rendah orang share pengalaman unik malah dibilang baper, keliatan ini suruhan digimapnya bukannya minta maaf tapi malah suruh buzzerp komen 🤣 kenapa ga balesin tuh ulasan googlenya bilangin semua yang komplain 1 bintang baper 🤣

    1
    7
  • 25 Juli 2024 - (07:15 WIB)
    Permalink

    Njir menjijikan emang nya lu siapa woii.. songong nya minta ampun dah.. heran sama orang modelan kayak gini mampu beli aja kagak 🤣, dasar bocah tantrum sdm rendah ditegur doang malah baper mending kelaut aje luu 🤣🤣

    14
    3
    • 25 Juli 2024 - (10:28 WIB)
      Permalink

      Sdm rendah 😂 negur mah waktu masuk kali, masa iya orang disuruh keluar gara2 takut lantainya basah karena tetesan air embun kopi kenangan

      1
      16
    • 25 Juli 2024 - (14:48 WIB)
      Permalink

      lah songong? kebalik kayak otak lu @mega, kalau gua ga mampu beli ngapain liat unitnya? lu mendingan beli otak dulu biar gak g0blog kalau komen, ditegur sama ngusir beda blog, negur waktu masuk bukannya dibolehin masuk giliran udah lihat unit disuruh keluar, kalau kaga paham lu yang mending kelaut minum garem sana

      1
      15
  • 25 Juli 2024 - (10:23 WIB)
    Permalink

    Kalau saya lihat review di google ,
    banyak sih yang komentar soal sikap dari Karyawannya yang sering tidak ramah kepada Customer

    tapi rasanya kok berlebihan juga ya diposting di MK yaaa

    gak ramah sih gak ramah
    tapi kalo udah masuk MK, jadinya gimanaaaa gituuuu

    17
    1
    • 25 Juli 2024 - (14:41 WIB)
      Permalink

      emang ada yang salah ya orang nulis komplain di mk? orang admin aja bolehin dipost artinya tidak ada yang salah dengan artikel, kalau ga setuju sama artikel aja langsung diserang tsnya latah banget wkwkwk

  • 25 Juli 2024 - (11:16 WIB)
    Permalink

    Njir banyak penyefong apple gk terima padahal gua nangkep maksudnya penulis gk jelek2in applenya tapi pegawai digimap

    Kejadian gini pernah sih viral ditwitter pelayanan ibox jutek dan dijadiin parodi

    -1
    1
    • 25 Juli 2024 - (14:16 WIB)
      Permalink

      Loh penulis artikel ini juga penyefong apple padahal.
      Dia tulis pengalaman menjijikkan dengan salah satu toko yang menjual apple, tapi di balesan komentar gue diatas dia tetap beli produknya tuh, jadi penyefong apa bukan gan?
      Disatu sisi punya keluhan, disisi lain nyefongin produknya. Wkwkwkwk

      • 25 Juli 2024 - (14:38 WIB)
        Permalink

        ini orang kalau ngetik lebih cepet daripada otaknya, minimal baca dulu bl0g, analogi gw tulis diatas penjual jual barang apple itu ga ada yang disombongin, orang dia jual apple juga di china pasti kaga laku, masih ada langit diatas langit, orang jual apa yang disombongin gitu, masuk kaga ke otak lu?

  • 25 Juli 2024 - (16:11 WIB)
    Permalink

    Keluhan TS ini bagus dimasukkan ke MK. Saya setuju.
    Perlu untuk manajemen Digimap mengetahui perilaku CS nya yang tidak profesional.
    Supaya ada perbaikan.

    Tapi TS sepertinya memang terlalu emosional dalam membuat tulisan.
    Sehingga isinya lebih menggambarkan perasaaan jengkelnya, bukan materi yang harus dikritisi.
    Tidak heran banyak pembaca justru menganggap TS nya baperan. Konteks keluhan jadi bias.

    Karena lebih banyak perasaan dibanding logika/pikiran waktu menulis, kesimpulan mengenai market Apple juga jadi tidak akurat (kalau tidak mau dibilang sembrono/konyol).
    Konteks jadi campur-aduk, produk dan distributor menjadi terkait.

    Dari respon TS menanggapi komentar pembaca terlihat “over-reacted” (mungkin terbawa Perasaan). 🙂

    • 25 Juli 2024 - (16:59 WIB)
      Permalink

      lah memang orang buat artikel pasti ada rasa jengkel dan ingin komplain, ngapain saya buat artikel di media konsumen kalau tidak jengkel? Anda yang ga masuk logikanya apa gimana? coba baca setiap artikel pasti berisi keluhan, ada rasa kecewa, marah yang dirasakan penerbit surat agar disampaikan kepada penyedia layanan.

      coba bagian mana yang menurut anda over reacted? atau kalau dibilang baper setiap manusia pasti ada customer experience ketika memasuki offline store, saya bilang menjijikkan sesuai yang saya rasakan saat dilayani csnya, masa gitu menurut Anda saya over reacted? berarti benar kata saya Anda mau disamakan dengan binatang minuman ditaruh dilantai depan store.

      sedangkan ratusan ulasan digoogle 1 bintang merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan, saya beli mobil mewah pun ga ada tuh ngelarang2 saya bawa minuman pas masuk showroomnya yang harga mobilnya harga ratusan juta bahkan milyaran dibandingkan yang hanya puluhan juta tapi pelayanan kayak jualan barang langka 🤦‍♂️

      mengenai market apple, lah itu saya sudah cantumkan sumbernya masa Anda ga bisa baca di kolom komentar?

      mengenai logika, mana yang diartikel saya ga masuk logika, ayo dibahas satu per satu katanya paling logis nih komentarnya @yubi

      • 25 Juli 2024 - (17:31 WIB)
        Permalink

        Iya namanya keluhan ya, pastilah jengkel. Untuk menuliskan kejengkelan itu, mungkin Anda bisa belajar dari tulisan keluhan MK yang lain. Saya banyak juga membaca tulisan yang bagus2 di MK. Komentar dari pembaca jadinya juga bagus2/positif. Karena konteksnya jadi jelas.

        Saya justru lebih tertarik menanggapi pernyataan mengenai market Apple. Karena saya melihat, kesimpulan Anda tidak didasari data yang akurat. Hanya bermodalkan artikel mengenai kondisi pasar di Cina. Saya sudah memberikan tanggapan mengenai pendapat Anda ini (di bagian komentar bagian atas). Sepertinya Anda yang tidak baca komentar saya (anda kurang teliti). Saya copas lagi:
        —–
        Sudah pastilah pasar Apple di Cina turun, efek dari perang dagang AS-Cina.
        Sebagian perakitan Apple dilakukan di Cina.
        Komponennya kena bea impor yang tinggi.
        Tapi market-share dunia, apple masih diurutan pertama.
        Market Apple th 2023 turun karena naiknya market merk lain di negara berkembang.
        Walaupun turun, Apple masih menjadi vendor terbanyak dibanding merek lain.
        —-
        Hanya berdasarkan satu artikel yang anda baca, anda menulis: “maksud saya analogi merek apple itu di negara maju jadi pilihan terakhir”.
        Ini yang saya kritisi. Menurut saya, Anda tidak terbiasa menyimpulkan sesuatu menggunakan data yang lebih komprehensif. Mestinya anda analisa dulu kondisi market Apple secara keseluruhan (market Smartphone di dunia), kalau mau bikin pernyataan. Demikian kesimpulan saya 🙏

        • 25 Juli 2024 - (18:16 WIB)
          Permalink

          “Iya namanya keluhan ya, pastilah jengkel. Untuk menuliskan kejengkelan itu, mungkin Anda bisa belajar dari tulisan keluhan MK yang lain. Saya banyak juga membaca tulisan yang bagus2 di MK. Komentar dari pembaca jadinya juga bagus2/positif. Karena konteksnya jadi jelas.”

          Lah disini juga ada juga setuju dengan artikel, btw saya ga butuh komentar dari pengguna mk terutama komentar jelek2 atau menyerang pembuat artikel hanya karena ikut2an tanpa baca dengan lengkap artikelnya, ngapain? saya kan buat artikel biar orang lain tidak merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan, lah kok situ menyuruh saya belajar tata bahasa, ini kan bukan kelas bahasa indonesia?

          Saya justru lebih tertarik menanggapi pernyataan mengenai market Apple. Karena saya melihat, kesimpulan Anda tidak didasari data yang akurat. Hanya bermodalkan artikel mengenai kondisi pasar di Cina. Saya sudah memberikan tanggapan mengenai pendapat Anda ini (di bagian komentar bagian atas). Sepertinya Anda yang tidak baca komentar saya (anda kurang teliti). Saya copas lagi:

          Lah artikel kompas kredibel cuy, disini saya analogikan pasar apple seperti komentar saya sebelumnya kalau Anda tidak nyantol / paham konteks “mengenai market apple itu saya analogikan, ngapain si karyawan berlaku tidak sopan dengan sombong mengusir pelanggan, kayak ga ada toko lain, barang lain, padahal di negara maju seperti china apple jadi produk sampingan dibandingkan merek lain seperti huawei, xiaomi, apakah sudah paham? atau Anda yang ga baca lengkap, asal komentar?”

          Terus komentar ini,
          Hanya berdasarkan satu artikel yang anda baca, anda menulis: “maksud saya analogi merek apple itu di negara maju jadi pilihan terakhir”.
          Ini yang saya kritisi. Menurut saya, Anda tidak terbiasa menyimpulkan sesuatu menggunakan data yang lebih komprehensif. Mestinya anda analisa dulu kondisi market Apple secara keseluruhan (market Smartphone di dunia), kalau mau bikin pernyataan. Demikian kesimpulan saya 🙏
          Lah saya buat artikel berdasarkan sumber kredibel dari kompas di data dinegara china kan sudah sesuai dengan artikel saya, pilihan terakhir kan memang bukan pilihan pertama dan kedua, masa gitu saja Anda tidak paham?

          Ah komentar Anda kebanyakan OOT, masa yang dikritisi bagian market apple, padahal judul pelayanan digimap dan itu hanya analogi, sumber juga sudah ada dibilang gak komprehensif, ngapain saya nyari banyak sumber padahal kompas sudah kredibel, ini bukan ujian skripsi disuruh tulis semua sumber di daftar pustaka hahaha

          • 25 Juli 2024 - (18:50 WIB)
            Permalink

            😁bukan soal kredibilitas berita kompas yang saya maksud, Anda itu cuma bermodalkan satu artikel tapi membuat kesimpulan mengenai market secara luas. susah ngertinya ya.. ok, closed 😊

          • 25 Juli 2024 - (19:19 WIB)
            Permalink

            😁bukan soal kredibilitas berita kompas yang saya maksud, Anda itu cuma bermodalkan satu artikel tapi membuat kesimpulan mengenai market secara luas. susah ngertinya ya.. ok, closed 😊

            padahal nih tulisan saya di artikel saya copasin:
            Padahal di tempat lain harga unit yang serupa dengan Apple tetap dilayani dengan baik oleh outletnya. Tidak ada yang spesial dengan marketing menjijikkan ala pelayanan jutek seperti ini hanya karena menjual produk “Apple,” dan lucunya unit “Apple” ini malah jadi merek pilihan terakhir dari negara maju seperti China.

            nih saya contohkan “china” mana ya kata saya yang membuat kesimpulan market secara luas? Anda yang gak nyambung / minim literasi seperti yang Anda bilang? jadi sesuai ya Anda ngomongin diri Anda sendiri, mana nih komentar saya yang nyahutin komen Anda? kok gak dijawab? jawab blunder sendiri, eh udah terlanjur malu langsung ngacir bilang case closed wkwkkw

          • 25 Juli 2024 - (21:13 WIB)
            Permalink

            😁😁😁😁

    • 25 Juli 2024 - (17:04 WIB)
      Permalink

      mengenai market apple itu saya analogikan, ngapain si karyawan berlaku tidak sopan dengan sombong mengusir pelanggan, kayak ga ada toko lain, barang lain, padahal di negara maju seperti china apple jadi produk sampingan dibandingkan merek lain seperti huawei, xiaomi, apakah sudah paham? atau Anda yang ga baca lengkap, asal komentar?

      28
  • 25 Juli 2024 - (20:48 WIB)
    Permalink

    digimap sudah mengklarifikasi belum? biasanya PT besar biasanya langsung meminta maaf tentang pegawainya yang SOP nya kurang sopan..
    jangan khawatir, anda tidak salah mengkritisi pegawai yang kurang sopan..
    kalau sya masuk digimap dan diperlakukan tidak sopan, percayalah… berarti toko ini tidak layak utk bertransaksi dengan anda
    produk digimap harganya diatas rata2, wajar kalau pembeli dijudesin dikit, pasti marah, bahkan jika saya datang lusuh dan lihat2, pasti juga dijudesin, ntar kalau beli, barulah nunduk2..

    5
    1
    • 26 Juli 2024 - (05:37 WIB)
      Permalink

      Kalau saya pernah beberapa ketemu karyawan gak sopan model gini, tegur ditempat aja sama kasih rating buruk di google. Langsung ditanggepin sih hahaha. Sampai mohon2 ubah rating di google. Tapi kalau sekelas Digimap rating google doang mah ga ngaruh sepertinya mesti masuk MK sama cara ampuh yaitu kirim Email.

      • 26 Juli 2024 - (09:24 WIB)
        Permalink

        Males banget ke outlet ginian lagi gan, mending beli di online reseller yang lain, orang di mk digimap juga pernah kena komplain hp iphone rusak ga mau ganti 😅

        40
    • 26 Juli 2024 - (09:29 WIB)
      Permalink

      Najis bg.. Ogah banget beli disono 🤣 orang diusir ngapain beli, ada 1 pembeli lain bawa minuman cincau station ga diusir, lah gw baru dateng pas masuk di silahkan sama pegawai laki, ga lama dateng pegawai laki lainnya ngoceh ga jelas pake nyindir lantai takut basah. Anehnya banyak user goblog yang ngatain gw katanya baper, yakin gw kalau yang komen baper kalau di usir pasti ngamok kasih 1 bintang digoogle 🤣

      40
  • 26 Juli 2024 - (05:33 WIB)
    Permalink

    Gan, kalau nanggepin komen2 disini emang kadang kebawa emosi hahaha. Santai aja mereka itu memang suruhan kok, makanya mancing emosi kita. Saya aja dikatain bocil tiktok. Pernah sampe males nulis disini lagi saking belum siap bales2in komen yang mancing emosi. Perhatiin aja yang komen dia lagi dia lagi kok.

    3
    10
    • 26 Juli 2024 - (09:22 WIB)
      Permalink

      Kebanyakan orang goblog sih, ngomngnya doang ngak ngok ngak ngok tapi pas dibales ga ada isinya wkwkwk

      54
    • 26 Juli 2024 - (14:03 WIB)
      Permalink

      iya juga sih kakk, namanya gak asing.. itu itu aja orangnya, apa ngga dibanned sama admin ya tukang rusuh gini?

      38
      • 26 Juli 2024 - (23:00 WIB)
        Permalink

        Udah keliatan pegawainya itu kaga terima, orang udah jelas digoogle banyak yang maki karyawannya malah dibelain, pake ngotot lagi wkwkw, kerja gak ada adab pas dikomplain ngamok bilang baper 😁

        30
  • 26 Juli 2024 - (09:11 WIB)
    Permalink

    ciri ciri orang NPD penulis ini, narsis sendiri, berasa yang paling bener dia.
    Kasian cewenya ketemu cowok NPD macem gini. Wkwkwkwk

    103
    3
    • 26 Juli 2024 - (09:21 WIB)
      Permalink

      Mata lu narsis 🤣 orang diusir dikatain narsis, yang narsis si karyawan apa gue cuk, kebalik nih otaknya mending kelaut aja lu sama si mega minum garem sana biar otak lu beneran dikit

      106
    • 26 Juli 2024 - (12:52 WIB)
      Permalink

      ga usah kasian brur, udah pilihan pasangannya.
      yakin cewe? dia tulis pasangan loh. 🤣

      111
  • 26 Juli 2024 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Busett horor bgt ini TS cara bales2in komen. Baper tingkat dewa. Pantesss wkwkwk padahal di atas ada yg komen juga bagus kasih masukan yg bagus gak pakai kata2 kasar pun dibalas nyolot ampuun setiap toko punya sop masing2. Kok repot amat ya

    101
    • 26 Juli 2024 - (14:01 WIB)
      Permalink

      emang ngeselin kok karyawannya, saya cek diulasan google banyak bilang karyawan jutek, pelayanan buruk.. dan tidak direspon pemilik, wajar penulis marah dengan penjual.. 4.1 bintang itu jelekk banget kalau digoogle, kalau 4.1 bintang dishopee udah ga ada yang mau beli barangnya heheh

      24
  • 26 Juli 2024 - (13:23 WIB)
    Permalink

    Wkwkwk kayak elu yang gak baperan aja kalau di usir karyawan gegara bawa minuman, kalau sop kenapa pembeli satunya ga diusir juga padahal bawa minuman yang sama? Mana ada gw bales nyolot kalau komentarnya gak nyolot duluan hadehh hadehh indonesia punya adab bro yakali lu mau disamain aama binatang minuman taruh dibawah, atau emang dari kecil ga diajarin adab?

    40
    • 26 Juli 2024 - (16:48 WIB)
      Permalink

      Ahhh biasa aja kelesss..gw juga pernah kok gak tau klo gak boleh bawa minuman. dsuru tinggalin di depan. fine2 aja gw wkwkwwk lu baca noh komen @ yubi. itu bahasa nya bagus. alasannya juga masuk logika disertai artikel juga. tapi lu baca lg balesan lu kayak apa. kayak bener2 gak mau dkritik sama sekali. hadehhh emang hari sial gada dikalender. kasihan tuh pegawainya kena sial ketemu lu hari itu wkwkwk siapa tau dia cuma ikutin sop. justru siapa tau karyawan yg ijinin lu masuk itu yg gatau sop nya. biasakan positif thinking. tp klo liyat dr cara bales2 lu dsini sih mana bisa lu positif thinking wkwkwkw

      40
      • 26 Juli 2024 - (22:48 WIB)
        Permalink

        Iyee udah tau gw lu sama aja kayak binatang kaga punya adab, jelas aja lu gak baper orang lu mau disamain kaya binatang 🤣

        Si yubi apaan komennya ngak ngok ngak ngok doang 🤣 logika paan coba akhir akhirnya ngacir

        42
      • 26 Juli 2024 - (23:17 WIB)
        Permalink

        Gak tau sop apa gak tau adab yang ngusir? Baca lagi kalau sop kenapa pembeli satunya ga diusir juga?

        Orang lu nulis liat aja pake Y jadi LIYAT 😅 liyat apaan bre? Lagi sakau kah ente?

        0
        42
        • 19 November 2024 - (22:38 WIB)
          Permalink

          Ya karena dese godoain mas OB nya . Jd OB nya risih ma dese… Diusir deh.. please deh 🤣🤣😂

          38
  • 26 Juli 2024 - (22:44 WIB)
    Permalink

    Usaha jasa terutama F&B paling serem ketemu customer boti kek TS ini. Mereka kalo udah complaint serem aslik. Makanya kita kalo dah ngeliat gelagat melambai kek TS gini mendingan ngalah daripada ribut gak jelas.

    Buat karyawan Digimap, yang sabar yaa…

    42
    • 26 Juli 2024 - (22:46 WIB)
      Permalink

      Wkwkwkwk keliatan banget pegawai lantainya kaga terima, mending lu pel pel lantai lu noh biar kinclongg kalau perlu dippf aja 🤣 bota boti kagak jelas lu tong

      39
    • 26 Juli 2024 - (22:51 WIB)
      Permalink

      Usaha jasa, f&B udah keliatan isi otaknya wkaokwoa

      Padahal jelas digimap itu retail dibilang F&B apalagi jasa wkaowkaoa

      Kaga terima banget dimasukin media konsumen? Makan tuh lantai lu kocak

      42
      • 26 Juli 2024 - (22:58 WIB)
        Permalink

        Bukan Digimapnya yg F&B Cong, baca lagi deh, tau arti “TERUTAMA” gak sayyyyy???

        40
        • 26 Juli 2024 - (23:09 WIB)
          Permalink

          Wkaokwoa gak nyambung tong gak jelas komen lu kebanyakan ngelem, taunya bota boti doang emang isi otak lu itu doang adanya

          37
  • 26 Juli 2024 - (23:03 WIB)
    Permalink

    Mending gelut sama Mak2 deh sekalian daripada sama boti, serambi aka seryeemmmm

    57
  • 26 Juli 2024 - (23:11 WIB)
    Permalink

    Lu mending beli kuota buat googling dulu tong, biar tau apa bedanya retail jasa sama f&b, biar kaga searching bota boti doang, komen biar keliatan wah tapi malu maluin jikahahaha

    53
      • 26 Juli 2024 - (23:21 WIB)
        Permalink

        Wkaoakowa bota boti digimap jasa f&b si boti memang paling pintar, rajin mengepel lantai, supaya lantai kering kinclong bak permata 🤣

        0
        48
    • 26 Juli 2024 - (23:22 WIB)
      Permalink

      Wkaokaoak si bota boti buat banyak akun, kaga terima banget dimasukin media konsumen, takut dipecat ya si bottiy? Kasian deh lu bottyy

      34
  • 27 Juli 2024 - (06:28 WIB)
    Permalink

    Yang salah tuh pegawai pertama, yg ngebolehin bawa minuman itu, karena SOP nya emang gak boleh tapi karena nih pegawai pinter (takut sih sebenarnya) nggak mau berurusan sama boba alias boti baper makanya dibiarin aja. Nah yang apes nih pegawai yang negur, mungkin kurang literasi kalo kaum tulang lunak penggemar “sotomie” ini kalo ditegur bakal heboh drama gak jelas.

    Pesan moralnya: kalo ketemu mbak boba boti baper gini mending pura2 ramah aja deh even dah tau gak bakal beli tapi gapapa yang penting terhindar dari drama.

    13
    0
    • 27 Juli 2024 - (10:59 WIB)
      Permalink

      Susah ya ngomong sama mantan OB pegawai lantai jadi staff toko jual barang apple, mentalnya masih mental bersih2 lantai, bisanya bota boti doang karena memang otaknya isi kangkung 😅
      Pegawai pinter dibilang bodoh sedangkan pegawai bodoh dibilang pinter, otaknya memang kebalik adanya di silit 😅 emang ada ya sop ngusir pelanggan? Lu baca lagi noh kalau sop kenapa pembeli satunya ga lu usir juga? Padahal dia juga bawa minuman persis sama yang gua bawa juga? Kenapa waktu gua masuk dia ngeliat ga langsung negur? Paham gak kung kangkung? Makanya kerja yang bener pake adab biar kaga kena komplain orang 😂 gak terima banget nih si otak kangkung dimasukin media konsumen

      1
      19
      • 27 Juli 2024 - (11:29 WIB)
        Permalink

        Karena pegawainya udah tau mana calon buyer potenaial sama kaum mendang mending yg cuma liat2 aja sambil ngondek2 mesra2an bareng cowok yg ngaku pacarnya, makanya jangan jeruk makan jeruk , diusir alus kan lu cong wkwkwkwk

        18
    • 27 Juli 2024 - (11:03 WIB)
      Permalink

      Udah tau kan ya respon pegawainya gimana? Jangankan after sales, respon ketika dikomplain, dan pelayanan ditoko aja macam gini, pake buat akun palsu segala buat nyerang orang yang komplain, dikira orang kaga tau akun palsu sama akun asli, ngotot banget belain dirinya 😂

      2
      56
      • 27 Juli 2024 - (11:32 WIB)
        Permalink

        Ini Surabaya bukan Bangkok cong yg lu bebas mesra2an bareng lakik, diusir alus kan lu wkwkwkwkwk

        57
        1
        • 27 Juli 2024 - (13:36 WIB)
          Permalink

          cieeee ngamok pegawainya hahahaha, udah dipel belum lantainya? ntar kalau basah lu ngerengek lagi cieee hahaahah

          54
        • 27 Juli 2024 - (13:37 WIB)
          Permalink

          dag dig dug serrr, takut banget SP melayang, tapi baiknya karyawan macem lu sih dipelihara aja, biar makin banyak yang maki 😂

          41
        • 19 November 2024 - (19:50 WIB)
          Permalink

          Si rudi botita surabaya lg komplen lg tuh terbaru. Dese jualan di shopee ternyata 🤣 komplen beda ongkos kirim. Haha.

          37
          • 19 November 2024 - (20:20 WIB)
            Permalink

            Power : males ah. Dese ntar jambak akika 🤣

            23

 Apa Komentar Anda?

Ada 113 komentar sampai saat ini..

Pengalaman Unik Mengunjungi Digimap Tunjungan Plaza, Ujar Pegawai Digi…

oleh rudi dibaca dalam: 3 menit
113