Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Sudah Minta Tutup Kartu Kredit Mandiri, Malah Terima Tagihan Baru dan Kartu Baru Dikirim Tanpa Diminta 11 September 2026 Yoseph Yudikasih Beri komentar Bank Mandiri, Billing Statement, Billing System, Call Center, Customer complaint handling, Customer Service, Kartu Kredit, Kartu Kredit Bank Mandiri, Kartu Kredit Mandiri, Livin Mandiri, Pelunasan Kartu Kredit, Penutupan Kartu Kredit, Persetujuan Nasabah, SLA, SOP, Standard Operating Procedures, Surat Keterangan Lunas, Tagihan, Tagihan kartu kredit, Transparansi Informasi, Visa Signature Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Pada tanggal 24 Juli 2026, saya mendatangi kantor Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol di Gedung Graha Mandiri untuk melakukan penutupan kartu kredit atas nama saya. Di hadapan petugas layanan nasabah, saya melakukan penutupan kartu melalui Mandiri Livin’ Call (dengan agen bernama Saudara Ste***) dengan nomor pelaporan: 4619514. Dua hari setelah pelunasan dan penutupan kartu, saya menerima panggilan masuk dari layanan Mandiri Call yang mengonfirmasi penutupan kartu. Saya memberikan konfirmasi ulang bahwa penutupan kartu tetap terlaksana. Berdasarkan keterangan agen Mandiri Livin’ Call, saya akan menerima surat lunas dan penutupan kartu dalam bentuk dokumen fisik. Pada tanggal 26 Agustus 2026, saya menerima lembar tagihan kartu kredit Mandiri senilai Rp12.500. Saya beberapa kali menghubungi Mandiri Livin’ Call dengan menyebutkan nomor pelaporan penutupan kartu, namun jawaban yang saya terima adalah bahwa nomor pelaporan tersebut tidak ditemukan di sistem mereka. Pada tanggal 28 Agustus 2026, saya menerima pesan singkat dari Bank Mandiri yang menyatakan bahwa kartu kredit berjenis Visa Signature telah tiba di lokasi antar, padahal saya tidak pernah meminta kartu baru dan justru sedang dalam proses penutupan kartu. Hingga surat ini dibuat, Bank Mandiri tidak memberikan dokumentasi apa pun sebagai bukti penutupan kartu kepada saya. Berikut beberapa bukti pendukung yang saya miliki: Tagihan kartu bulan Juli 2026 sebagai dasar nominal yang perlu saya lunasi. Tagihan kartu bulan Agustus 2026 sebagai bukti bahwa penagihan tetap berjalan meskipun saya sudah meminta penutupan pada 24 Juli 2026. Notifikasi WhatsApp dari Bank Mandiri atas: (a) penerimaan nominal pelunasan tagihan bulan Juli 2026; dan (b) pengiriman kartu kredit fisik meskipun saya tidak memintanya dan justru meminta penutupan. Kartu kredit fisik yang saya terima dan belum saya buka karena saya tidak memintanya. Surat keluhan elektronik saya kepada Bank Mandiri dengan kronologi lengkap dan tuntutan saya. Respons Bank Mandiri atas surat keluhan elektronik saya yang justru menghasilkan proses yang membebani saya (nomor tiket #25407431). Tagihan Kartu Kredit bulan Juli Tagihan Kartu Kredit bulan Agustus Bukti Notifikasi Pesan Singkat Bukti kartu kredit Bank Mandiri Situasi ini membuat saya sangat kecewa sekaligus trauma menjadi nasabah Bank Mandiri. Atas keganjilan ini, saya menuntut resolusi dari Bank Mandiri sebagai berikut: Saya tidak berkenan menjadi nasabah Bank Mandiri dalam bentuk layanan apa pun. Saya menuntut penghapusan atas tagihan yang tercetak pada tanggal 26 Agustus 2026. Atas insiden ini, saya berharap dengan mengangkat masalah ini ke platform Media Konsumen, saya dapat menerima tanggapan yang serius dari Bank Mandiri. Yoseph Jakarta Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.