Tanggapan perihal “Dugaan Kebocoran Data di Card Center Bank UOB”

No. 25/CPP/0624
Jakarta, 25 Juni 2025

Kepada Yth.,
Redaksi mediakonsumen.com
Di tempat

Perihal: Tanggapan terhadap keluhan perihal “Dugaan kebocoran data di card center Bank UOB

Terima kasih atas perhatian mediakonsumen.com kepada PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) melalui surat pengaduan yang disampaikan oleh Bapak Irfan Terabunan terkait keluhan yang dialami.

Sehubungan dengan hal tersebut, dapat kami sampaikan bahwa keluhan telah ditindaklanjuti dengan menghubungi Bapak Irfan Terabunan secara langsung pada tanggal 23 Juni 2025. Dalam kesempatan tersebut, kami telah memberikan penjelasan atas pengaduan yang disampaikan dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang beliau alami.

UOB Indonesia senantiasa menjalankan praktik perlindungan data nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan tersebut termasuk Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta kebijakan Bank UOB Indonesia terkait perlindungan kerahasiaan, privasi dan keamanan data nasabah di lingkungan operasional.

Kami menghimbau kepada seluruh pemegang Kartu Kredit UOB Indonesia untuk selalu berhati-hati terhadap potensi penipuan (phishing, social engineering, dan bentuk penipuan lainnya). UOB Indonesia tidak pernah menyebarkan data nasabah maupun memberikan kewenangan kepada pihak manapun untuk meminta data pribadi, PIN, kode one time password (OTP), atau card verification value (CVV) dengan alasan apapun – baik melalui telepon (termasuk yang tampak menggunakan nomor resmi UOB Indonesia), surat, email, media sosial, maupun kunjungan langsung.

Kami sangat menghargai setiap keluhan yang disampaikan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi peningkatan kualitas layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Herman Soesetyo
Cards and Payment Head
UOB Indonesia

Catatan Redaksi: Tanggapan ini dikirimkan melalui email ke Redaksi Media Konsumen.
Dugaan Kebocoran Data di Card Center Bank UOB

Saya adalah pengguna kartu kredit TMRW dari Bank UOB selama kurang lebih 5 tahun. Selama ini semuanya berjalan lancar dan...
Baca selengkapnya

3 komentar untuk “Tanggapan perihal “Dugaan Kebocoran Data di Card Center Bank UOB”

  • 5 Agustus 2025 - (15:32 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yang sama dengan kartu kredit UOB.

    Sebelumnya ada OTP masuk 2x, yg pertama tgl 14 Juli transaksi di Zalora, saya langsung telp ke call center UOB utk memastikan transaksi tsb, tetapi dari call center memastikan bahwa belum ada transaksi online yang berhasil di hari itu, jadi saya abaikan saja.

    Lalu baru kemarin ada lagi OTP dari transaksi Shopee sebesar IDR 1000. Setelah itu langsung ada telpon masuk yang mengatasnamakan UOB mengatakan bahwa terdeteksi ada transaksi online di Shopee dan Tokped sebesar IDR 4jt, dan penelepon mengatakan bahwa ada indikasi penggunaan kartu secara tidak sah dan memastikan bahwa fisik kartu masih ada di tangan saya. Penelepon seolah-olah prihatin terhadap saya dan ingin membantu untuk membatalkan transaksi dan setelah itu memblokir kartu saya dengan nomor sekian (penelpon tahu nomor CC saya). Dan menanyakan alamat email saya untuk dapat dikirimkan link pembatalan (disini saya sudah mulai curiga).

    Lalu dia mengatakan ingin membantu saya untuk mengisi formulir yang ada dalam tautan email tsb, dan sambungan telpon jangan diputus. Setelah itu datang email dari UOB, tetapi setelah saya cek alamat emailnya bukan dari resmi UOB melainkan dari: no-reply@bankuob.net dengan judul “Pembatalan Transaksi”. Di dalam email tersebut terdapat tautan Formulir Pemblokiran Kartu.

    Penelpon bersikukuh untuk menunggu saya mengisi formulir tersebut sambil mendikte apa yang harus saya lakukan. Karena sudah mulai mencurigakan saya segera tutup telponnya, malas melayani penipu. Setelah itu ada lagi telpon masuk 3x berturut-turut dengan nomor yang berbeda dan tidak saya angkat.

    Pagi ini saya ditelpon lagi melalui WA call dengan logo UOB, saya angkat dan lagi-lagi pihak yang mengaku dari UOB dengan orang yang berbeda, langsung saya bilang salah sambung.

    Tolong dong UOB, data kami sudah menyebar, mana tanggung jawabnya….? jangan cuma bilang “laporan sudah diterima dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya” (template).

  • 5 September 2025 - (15:27 WIB)
    Permalink

    Kejadian yg sama dengan sy…kartu CC UOB sy beberapa kali di kirim SMS untuk meminta kode OTP…Tolong pihak bank UOB jalankan perlindungan data nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan tersebut termasuk Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, terkait perlindungan kerahasiaan, privasi dan keamanan data nasabah di lingkungan operasional.
    Ada praktik2 org yg tidak bertanggung jawab yg berusaha akan merugikan Nasabah.

  • 13 September 2025 - (16:02 WIB)
    Permalink

    Kalau Ibu saya kena-nya tanggal 9 July 2025, kejadian-nya sama kayak 2 orang diatas saya, dia kirim SMS OTP, dari 6 transaksi 3 kena jebol tidak jelas, langsung minta blokir kartu CC-nya, sekarang posisi-nya dari pihak UOB, pemilik kartu harus bertanggung jawab atas transaksi yang terjadi, walau bukan pemilik kartu yang melakukan transaksi. Ibu saya sangat keberatan, tidak pernah transaksi pakai OTP, selama ini cuma pakai buat autodebet asuransi dan belanja di super****o, 3 transaksi yang jebol katanya beli VC di al*am*di. Sekarang dalam proses Sanggahan ke 2….

 Apa Komentar Anda?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Tanggapan perihal “Dugaan Kebocoran Data di Card Center Bank UOB…

oleh Redaksi ⏱ waktu baca: 1 menit
3