Air PDAM Sudah Hampir Setahun Mati

Terima kasih atas keberadaan Media Konsumen. Masalah PDAM di Kota Sukabumi ini sudah kronis. Kami telah berusaha menyelesaikan masalah ini melalui laporan ke internal di PDAM selama bertahun-tahun, tetapi semakin lama semakin parah. Pengaduan melalui LAPOR! juga ternyata tidak memberikan solusi.

Sebagai pelanggan PDAM di Kota Sukabumi, selama hampir satu tahun kami hanya mendapatkan air bersih selama tiga hari. Padahal kami selalu membayar tagihan PDAM tanpa terputus. Meskipun air mati, kami tetap dikenakan biaya minimum 10 m³. Jika terlambat membayar satu hari, kami juga dikenakan denda. Sudah puluhan tahun menjadi pelanggan PDAM dan selalu membayar tagihan, tetapi setiap hari kami harus memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan air kami, termasuk untuk membilas toilet.

Selama ini, kami terus-menerus dan secara berkala mengajukan pengaduan ke PDAM dan LAPOR!:

  • Tanggal 16 Januari 2024 – 3 Oktober 2024: 21 kali laporan air mati ke Call Center WhatsApp, tanpa ada tanggapan.
  • Tanggal 15 Oktober 2024 – 20 November 2024: LAPOR! #8282848, tidak ada tanggapan.
  • Tanggal 20 November 2024 – 3 Maret 2025: LAPOR! #8383558, air bersih mengalir selama 3 hari, kemudian kembali mati. Laporan kami bukannya ditindaklanjuti hingga selesai, malah diarsipkan oleh admin, sehingga tidak dapat dilihat publik. Untuk itu, kami lampirkan tangkapan layarnya.
  • Tanggal 3 Maret 2025 – hari ini (15 Juli 2025): LAPOR! #8716826, kami bertanya kepada admin LAPOR! mengapa laporan #8383558 diarsipkan oleh admin dan tidak pernah ditanggapi.

Kami lampirkan tangkapan layar dari laporan kami: 21x WA, #8282848, #8383558, #8716826.

Air bersih adalah kebutuhan dasar untuk hidup layak. Kami tidak memiliki pilihan lain selain PDAM. Negara harus hadir. Kami tidak akan menyerah, karena setiap bangun pagi kami ingat PDAM karena tidak ada air. Siangnya setiap mau masak, mencuci dan mandi jadi ingat PDAM. Sampai sebelum tidur mau gosok gigi juga kami jadi ingat lagi PDAM.

Sudah waktunya -bahkan terlalu terlambat- kali ini lewat media sosial.  Yang mengeluhkan masalah ini banyak, cuma mereka hanya pasrah saja.

Hermawan Sastraprawira
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

16 komentar untuk “Air PDAM Sudah Hampir Setahun Mati

  • 17 Juli 2025 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Kalo masalah sdh bertahun gitu berarti pdam sdh tdk peduli lbh baik cari tukang bor sumur keluar uang besar diawal sbg investasi kalo diliat harga bulanan juga tdk murah 10m kubik 100k

    • 17 Juli 2025 - (12:40 WIB)
      Permalink

      Pemikiran yang praktis. Begitu pula pemikiran dengan banyak pelanggan lain yang pasrah. Bahkan sampai ada yang membuat PAM swadaya, dikelola oleh RT dan RW. Ini bukan dikampung terpencil atau dipedalaman, tapi dikota, di gang dekat jalan utama. Walaupun akhirnya tidak berlanjut terus, ini menunjukkan keputus-asaan atas pelayanan air bersih.

  • 18 Juli 2025 - (05:35 WIB)
    Permalink

    Lha apa fungsinya PDAM… trus karyawan PDAM ngapain di kantor. Apa cuma makan gaji buta…. daripada nggak berguna bubarin sajalah……

    • 18 Juli 2025 - (09:37 WIB)
      Permalink

      Ironisnya lagi, air mengalir deras di kantor PDAM, kantor Walikota.
      Setiap HARI…
      Sepanjang TAHUN…

      Sepertinya mereka sadar betul, siapa saja yang harus dilayani dengan baik, siapa saja yang bisa diabaikan.

    • 18 Juli 2025 - (09:47 WIB)
      Permalink

      Emangnya ada pegawai BUMN ataupun ASN yang gak makan gaji buta? Mereka emang makan gaji buta semua bumn itu pelayanannya buruk

  • 18 Juli 2025 - (13:57 WIB)
    Permalink

    Jangan terlalu berharap kinerja PDAM di manapun.ujung ujungnya sakit hati.lebih baik cabut berlangganan dan beralih ke sumur bor yg baik.pastinya tdk pernah mengecewakan.begitu jg dgn PLN.kalau teknologi panel surya sdh benar benar bagus beralihlah ke tenaga surya

    • 18 Juli 2025 - (17:54 WIB)
      Permalink

      Terima kasih atas sarannya.

      Kami ada kendala untuk memasang sumur bor. Pernah dicoba, airnya kuning dan berbau. Mungkin karena dekat septic tank.

      Saya juga punya pengalaman di Jakarta dengan PDAM Jaya, dahulu namanya Palyja. Pelayanannya sangat memuaskan. Walaupun belum sempurna, tapi kami sangat puas. Dalam setahun, hampir tidak pernah ada gangguan. Bila sampai ada pemadaman air karena perbaikan pipa, PDAM Jaya memberitahukan terlebih dahulu dengan SMS ke pelanggan terdampak, agar menyiapkan menampung air. Pemadaman air juga hanya berlangsung singkat, bahkan kurang dari 1 hari. Bila ada masalah air, teknisi datang paling lambat sehari setelah pengaduan. Yang datang bukan karyawan PDAM Jaya, tetapi mitra PDAM Jaya. Mitra tidak akan dibayar bila pekerjaan belum selesai. Bila pelayanan mitra banyak komplain, PDAM Jaya akan mengalihkan order selanjutnya ke mitra yang lain. Mereka juga dilarang menerima uang dari pelanggan. Dengan cara demikian, mitra akan berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin.

      Tagihan air juga sesuai dengan meter. Bila tidak ada pemakaian, hanya dikenakan biaya berlangganan. Tidak ada peraturan pemakaian minimum 10 m3, peraturan sepihak yang merugikan pelanggan.

      Untuk itu kami sampaikan ucapan terima kasih kepada PDAM Jaya.

      Sebenarnya tidak semua karyawan PDAM kota Sukabumi berkinerja BURUK. Ada juga yang baik dan professional, bekerja seperti di PDAM Jaya. Tetapi mereka tidak bekerja sendirian. Ini adalah team work. Kita bisa nilai sendiri kinerja PDAM kota Sukabumi dari fakta: Air mati sudah hampir satu tahun. Bahkan mereka tidak mau menjelaskan, mengapa air mati sampai begitu lama.

  • 18 Juli 2025 - (22:23 WIB)
    Permalink

    Solusinya ajak sebanyak2 korban PDAM juga org2 yg peduli, datangi beramai-ramai pada saat jam kerja sekitar jam 9 pagi, suruh semua membawa alat2 mandi lengkap biar bs mandi dikantor PDAM, semakin banyak semakin baik, intinya bikin shock terapi, ,minta semua peserta videokan semua kegiatan tsb dan disebar disemua media sosial masing2

  • 18 Juli 2025 - (22:44 WIB)
    Permalink

    PDAM SUBANG – JAWA BARAT juga sama air gk ngalir selama 6 bulan, tidak ada tindakan emang kocak perusahaan ini, gk mau di komplen dan aneh nya masih punya muka buat nagih tiap bulan.

  • 19 Juli 2025 - (06:48 WIB)
    Permalink

    Saya tinggal di perumahan subsidi, tepatnya di rajeg kabupaten tangerang yang mepet kecamatan mauk.

    Satu perumahan dan perumahan lainnya,mirip alfa sama indomaret banyak banget perum di aini, Daftar PAM dari desember 2023 , sampai sekarang belum tersalurkan ke rumah rumah terutama di tempat saya tinggal, pernah rw bikin petisi ke PDAM,jumlah pendaftar 500an orang di perum tempat saya tinggal, kalau tidak jadi minta cancle biaya pendaftaran.
    , padahal di jalan raya utama sudah ada pipa besarnya, sudah selesai.

    • 21 Juli 2025 - (14:21 WIB)
      Permalink

      Terima kasih atas perhatian dan harapan-nya.

      Kami warga kota Sukabumi harus bersyukur mendapatkan Walikota baru yang tanggap, cepat dan berani dalam mengambil keputusan, untuk melayani warga kota Sukabumi.

  • 23 Juli 2025 - (09:42 WIB)
    Permalink

    Kepada YTH,
    Plt. Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi,
    Bapak Dian Afryandi, S.E., M.M.
    ditempat.

    Kami sebagai pelanggan PDAM kota Sukabumi nopel 01010220264, mengucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Ayep Zaki selaku Walikota Sukabumi, sebagai Plt. Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi.

    Link: https://www.sukabumiupdate.com/sukabumi/161098/ayep-zaki-beberkan-alasan-pecat-direktur-pdam-tbw-kota-sukabumi

    Kesempatan tidak datang setiap hari, dan belum tentu datang lagi. Ini adalah kesempatan yang baik untuk membuktikan kemampuan dan pengabdian Bapak untuk kota Sukabumi pada umumnya, dan pelanggan PDAM pada khususnya.

    Kebocoran air sampai 82% adalah angka yang LUAR BIASA, dan ini bukan kebocoran yang wajar. Namun hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan dan mengorbankan kepentingan warga dan pelanggan akan kebutuhan air bersih.

    Sudah hampir setahun ini air PDAM ditempat kami mati, air hanya mengalir selama 3 hari. Ini juga prestasi yang LUAR BIASA, dan TIDAK WAJAR. Sayangnya, ini bukan prestasi yang baik dan bisa dibanggakan. Kami juga sudah laporkan secara terus-menerus dan secara berkala, ke PDAM kota Sukabumi dan Lapor.go.id, tetapi tidak ada tanggapan. Jangan heran, bila dari 20.000 pelanggan sekarang tinggal 19.000 pelanggan.

    Terus terang, PDAM kota Sukabumi seharusnya merasa MALU dengan prestasi semacam ini.

    Kami menanti, langkah-langkah apa saja yang akan Bapak ambil. Sebagai pelanggan yang tidak punya pilihan lain selain PDAM untuk kebutuhan air bersih, kami berharap Bapak bisa berhasil membawa PDAM kota Sukabumi keluar dari krisis ini. Tentu saja tidak bisa “Business as Usual”, harus ada langkah-langkah yang Radikal. Bila Bapak berhasil, kami juga ikut gembira.

    Selamat Bertugas, Bapak Dian Afryandi.

 Apa Komentar Anda?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Air PDAM Sudah Hampir Setahun Mati

oleh Hermawan S dibaca dalam: 1 menit
16