Keluhan Surat Pembaca Ekspedisi Anteraja Tidak Bertanggung Jawab atas Kerusakan Paket Konsumen 25 Juli 2025 Reinaldilas 2 Komentar Anteraja, Customer complaint handling, Customer Service, Isi paket rusak, Klaim kerusakan, Layanan kurir, Marketplace, Paket kiriman rusak, Pengajuan banding, Refund, Reputasi penjual Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya baru saja mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan dari ekspedisi Anteraja. Paket dengan nomor AWB11002232093678 yang saya kirimkan dari Kab. Bogor ke Bekasi, berisikan 1 galon sabun lantai dengan nominal Rp 35.000,- Adapun biaya pengirimannya sebesar Rp 31.500,-. Paket saya kirimkan dengan metode pickup kurir pada 17 Juli 2025. Lalu pada tanggal 19 Juli 2025, status paket nyangkut di DC Jakarta Utara. Pada tanggal 22 Juli 2025, saya dihubungi pihak Anteraja yang ingin mengonfirmasi status paket. Ternyata, paket saya dirusakkan oleh mereka saat pengiriman, dan yang lebih mengejutkan adalah perkataan dari CS Anteraja sebagai berikut: “Mohon maaf atas kendala yang terjadi ya Kak Rein***. Setelah dilakukan pengecekan pada paket kakak, kami mendapatkan update terbaru terkait paket di aplikasi Anteraja dengan nomor resi 11002232093678 yang mengalami kerusakan pada saat pengantaran. Namun paket termasuk ke dalam kategori yang tidak dapat diproses klaim rusak karena tidak memenuhi syarat klaim, yaitu inner packing tidak menggunakan bubble wrap dengan ketebalan 3–5 lapis, outer packing tidak menggunakan plastik polybag. Sesuai dengan syarat ketentuan kami pada link berikut ini: https://anteraja.id/id/tnc-details/shipment. Demikian informasi yang kami sampaikan. Semoga kendala serupa tidak terulang dan akan kami lebih tingkatkan kembali pelayanannya ya kak.” Halo Anteraja, sepertinya Anda harus menelaah lebih lanjut SOP kerja seluruh karyawan Anda. Saya telah mengajukan banding melalui CS Anteraja namun sangat tidak kooperatif. Nomor telepon pun tidak bisa berbicara dengan CS, hanya bisa dijawab oleh bot. Beberapa poin yang saya tekankan adalah: Kurir telah lalai menerima paket yang tidak sesuai standar. Kalau tidak sesuai standar, ngapain diterima? Pengiriman tidak sesuai standar keamanan barang dan SOP yang sangat berantakan. Kesalahan kan di pihak Anda dan terjadi setelah Anda terima. Notabene jelas dari poin 1 sudah salah. Kalau tidak sesuai, ngapain diterima? Tinggal bilang “tolak”, “tidak bisa diproses”, gampang. Kami bisa cari kurir lain atau kami bisa betulkan packaging-nya. Jangan Anda terima, lalu Anda yang merusakkan, tapi kami yang menanggung rugi: rugi barang, rugi ongkos. Anda dengan tenang berlenggang kaki, lepas tangan, dan lepas tanggung jawab. Tidak melakukan investigasi internal. Tidak memberikan penjelasan kenapa barang tersebut rusak. Semua abu-abu, tanda tanya: rusak di mana? kapan? kenapa? mana informasinya? Anda gagal memberikan hal tersebut. Itu hak saya sebagai customer untuk tahu. Gagal memberikan rasa safety bagi kami sebagai customer. Gagal memberikan problem resolution yang baik. Tidak ada empati, hanya apology dan berlindung di balik klausul. Tidak ada resolution dan sangat tidak jelas. Customer service yang amat sangat buruk. Kalau ada bintang -5, sudah saya kasih -5. Tidak bisa dihubungi. Minta di-escalate ke atasan, SPV, manajer, tapi tidak dilaksanakan. Nomor telepon CS hanya bot, tidak bisa berbicara dengan agen. Kenapa? Takut menyelesaikan masalah kami? Terlalu banyak masalah dengan cust lain? Kok saya cek di sosial media Anda, semua komennya adalah customer yang tidak puas dengan pelayanan Anda? Saya dengan tangan terbuka memberikan waktu 3×24 jam untuk Anda memaksimalkan resolusi. Saya juga sudah menawarkan solusi yang sangat masuk akal, tidak muluk-muluk, yaitu Anda mengakui kesalahan Anda bahwa Anda telah lalai dan beroperasi tidak sesuai standar kerja. Anda ganti rugi harga barang tersebut Rp 35.000,- dan Anda ganti rugi ongkos barang tersebut karena tidak terkirim ke penerimanya dan rusak, yaitu sebesar Rp 31.500,-. Bukan perihal nilai material yang dirugikan, tetapi cara Anda menangani masalah yang sangat tidak baik. Semoga pembaca lain bisa belajar dari sini dan tidak menggunakan jasa Anda. Terima kasih. Reinaldilas Bogor, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
tobias_boon28 Juli 2025 - (08:59 WIB)Permalink Biar bisa dapetin view berimbang, apakah TS ada menyertakan foto ke MK ketika barang dikirim apakah menggunakan wrap/ kardus karena pengalaman kirim barang seperti ini perlu ekstra handing agar aman sampai tujuan. Klo TS drop di agen-agen biasanya mereka suka nolak tuh klo diliat nggk sesuai standard, tapi biasanya kurir memang main pickup aja, mungkin mereka dikejer waktu juga biar cepet beres (mungkin berfikir juga rata2 seller yng ngirim udah paham TnC) Login untuk Membalas
Jessica29 Juli 2025 - (09:55 WIB)Permalink Mungkin bisa diinfokan pengemasan dari sellernya bagaimana, seperti jumlah lapisan bubble wrap atau outer packing yang digunakan. Kalau misal yg tidak sesuai itu jumlah lapisan bubble wrapnya, kayaknya kurir ga tau paket itu berapa lapis Login untuk Membalas