Akun Diretas, Indodax Tidak Bertanggung Jawab

Terima kasih kepada Media Konsumen atas dimuatnya surat ini.

Saya ingin menyampaikan keluhan sebagai pengguna Indodax, platform jual beli aset kripto di Indonesia, terkait hilangnya dana akibat peretasan akun (hack) dan ketidakprofesionalan mereka.

Pada tanggal 9 Juni 2025 yang lalu, saya mendapati bahwa akun Indodax saya telah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya. Sehingga seluruh dana raib, meskipun saya telah menggunakan sistem keamanan standar yang disediakan Indodax.

Saya segera melapor dan meminta pertanggungjawaban kepada Indodax. Sejak tanggal 9 Juni 2025 sampai dengan 19 Agustus 2025, mereka terus menerus meminta data yang sebenarnya data tersebut sudah mereka miliki (bertele-tele dan mengulur waktu).

Yang pada akhirnya, jawaban yang saya terima sangat mengecewakan. Pihak Indodax menyatakan bahwa kehilangan dana tersebut terjadi akibat kelalaian nasabah, tanpa dapat menunjukkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sikap Indodax yang menyalahkan nasabah tanpa bukti justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah sistem keamanan mereka benar-benar memadai? Jika dana nasabah bisa hilang begitu saja dan perusahaan tidak bisa menjelaskan secara jelas, maka siapa yang sebenarnya lalai—nasabah atau perusahaan?

Saya menghimbau kepada calon ataupun nasabah lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam memilih platform agar tidak mengalami hal serupa.

Felix Budihardja
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

40 komentar untuk “Akun Diretas, Indodax Tidak Bertanggung Jawab

  • 7 September 2025 - (17:04 WIB)
    Permalink

    knapa pilih indodax, lebih aman pluang sama ajaib kripto sdh bertahun2 pake tdk pernah ada pembobolan akun. sistim keamanannya paling canggih

    2
    2
    • 12 September 2025 - (20:27 WIB)
      Permalink

      Anda tidak sendiri pak Felix, saya juga mengalami pada tanggal 17 Juni, terjadi transaksi ilegal, padahal kondisi logout, tidak ada konfirmasi ketika terjadi transaksi WD. Kami tidak terkena phising , Malware maupun fraud atau scam.
      Pada tgl 18 Juni juga terjadi lg, korban rugi 600jt dgn kronologi sama, dan masih beberapa orang lg, yg terbaru terjadi 25 Agustus dan September ini. Bahkan kami jg buat grup WA dan bersama memperjuangkan keadilan, kami sudah lapor OJK dan BPKN.
      Silahkan pak Felix cek di tiktok, korban indodax, silahkan tinggalkan komen disana mungkin kita bisa bersama sama menuntut keadilan.

      • 12 September 2025 - (23:51 WIB)
        Permalink

        Saya belum tau kronologi jelasnnya ya. Jadi gada yg bisa dibela juga. saran saya untuk masalah ini coba langsung aja mention ke pak Oscar Darmawan (Owner Indodax) di akun X (Twitter) beliau. Sebutkan rincian masalahnya dan sertakan bukti. Semoga ada penyelesaiannya. Jika masalah masih saja berlalut, pindahkan aset, masih banyak exchanger lokal yg layak didukung.

      • 27 September 2025 - (15:52 WIB)
        Permalink

        bisakah saya bergabung grup WA mungkin bisa ajukan gugatan class action jika bersama2

        • 5 Juni 2026 - (04:32 WIB)
          Permalink

          Apakah bapak salah satu korban juga? Di luar grup sebenarnya masih banyak korban lain. Anomali yang terjadi pada hampir semua korban adalah dari semua aplikasi keuangan yg terinstal di device, indodax satu-satunya yang bobol, walau tindakan preventif sudah maks.

  • 8 September 2025 - (09:49 WIB)
    Permalink

    Asumsi benar-benar tidak ada kesalahan dari penggunaa, coba minta saran dengan niyo IG : friendshipwithgod bro, dia ada pengalaman kasus dengan ajaib sekuritas.
    Keknya jalur viral lebih ditanggapi. Selebihnya coba jalur OJK, cek di google banyak yang kasih info gimana laporanya bs whatsapp, surat, atau ojk mobile.
    semoga membantu dan urusannya bisa selesai

  • 9 September 2025 - (16:54 WIB)
    Permalink

    Saya juga anggota di indodax…Saya kira pengamanan indodax sangat berlapis…..penarikan coin memerlukan persetujuan dengan email dan SMS atau wa…..sejauh ini aman aman saja….

  • 10 September 2025 - (15:36 WIB)
    Permalink

    Indodak jawabannya donk, kami pengguna platform indodak juga, bagaimana kebenarannya, setahu saya kan ada jaminan dari OJK, kalau bisa dihack kami jadi was was atas dana kami, karena sepengalaman saya perlu beberapa otentikasi, tolong direspon . Terimah kasih

    1
    1
  • 10 September 2025 - (18:48 WIB)
    Permalink

    Bukannya mau membela Indodax, tapi kalau memang mau menuduh, tolong dilampirkan juga buktinya.. Biar kita bisa menilai..

  • 10 September 2025 - (20:51 WIB)
    Permalink

    Kalau menurut aku indodax aman padahal saya main sudah tahun 2019 sampai sekarang, kalau kita mau kirim pasti dia minta kode atau sandi..kan sekarang keamanan pakai paskey kalau mau kirim koin kripto .aku ko masih bimbang kata kata ABG ini..maaf sebelumnya

  • 11 September 2025 - (05:50 WIB)
    Permalink

    Saya anggota Indodax juga, mulai tahun 2011an, dari namanya bitcoin.co.id sampai berubah menjadi indodax.com, selama saya menggunakan akun, tidak pernah ada kendala atau terjadi pembobolan akun.

    Sistem penarikan dana di indodax menggunakan konfirmasi via nomor ponsel dan email, bisa juga ditambahin keamanannya menggunakan metode 2fa. Menurut saya, dengan menggunakan keamanan dua saja, verifikasi nomor ponsel dan email, itu sudah cukup kuat. Kenapa cukup kuat, karena verifikasi nomor ponsel dan email itu kan ada diwilayah pribadi kita sebagai pengguna, terkecuali, ada pihak lain yang bisa mengakses nomor ponsel dan email kita dan kemudian memanfaatkannya / menyalahgunakannya.

    Maaf Pak Felix, sayangnya tidak menjelaskan kejadiannya, hanya menjelaskan proses keluhan ke indodax-nya saja. Mungkin jika Pak Felix bisa menjelaskan proses kejadian tersebut, akan lebih bisa lebih mendalam penilaian terhadap permasalahan yang Pak Felix alami.

    Logika saya Pak Felix, setiap penarikan dari indodax harus diverifikasi terlebih dahulu, misal dengan nomor ponsel dan email, kemudian, tujuan dari akun bank pun harus sesuai dengan nama pemilik di indodax-nya. Akun saya nama terverifikasi di indodax Mochamad Zoelfi, nama penerima bank-nya pun harus sama Mochamad Zoelfi.

    Sebelumnya saya juga turut prihatin dengan apa yang menimpa Pak Felix, mudah-mudahan ada solusi terbaik yang bisa didapatkan oleh Pak Felix dan Indodax.

    • 11 September 2025 - (13:55 WIB)
      Permalink

      Bulan Juli 2025 hp saya dihack dan hanya rekening bank digital Krom Bank yang bobol & dana saya ditransfer 50 juta ke indodax atas nama pelaku. Saya tidak mendapatkan penjelasan yang pasti dan detail ke mana dana saya dari pihak Indodax melalui Krom Bank sampai tanggal hari ini

      • 11 September 2025 - (23:07 WIB)
        Permalink

        Setahu saya selama menggunakan indodax, mulai dari deposit dan penarikan IDR, baik itu menggunakan akun rekening bank atau ewallet, nama pengirim (deposit) dan penerima (penarikan) harus sama dengan nama yang terdaftar di indodax. Sejarah atas aktivitas deposit dan penarikan, baik itu IDR atau mata uang kripto itu tercatat secara jelas, mulai dari tangal, jam, dari/ke tujuannya. Kita juga bisa melihat mutasi rekening dari akun bank / ewallet yang menjadi sumber pendanaan atau tujuan penarikan. Jika menggunakan mata uang kripto pun kita bisa menelusurinya di explorer dari mata uang kripto yang bersangkutan.
        Terkaan saya, jika peretas berhasil membobol akun bank kita, pertanyaannya, mengapa peretas mendepositkan dananya ke akun indodax?mungkin si peretas ingin mencuci uangnya agar transaksin perbankan tidak terlancak, jadi si peretas membeli mata uang kripto terlebih dahulu, kemudian mengirimkannya ke dompet kripto milik si peretas. Namun, sekali lagi seharusnya, itu tercatat pada histori aktivitas penarikan bukan???

        • 12 September 2025 - (10:11 WIB)
          Permalink

          Setuju dan masuk akal tapi pertanyaannya mengapa indodax dan bank pengirim merahasiakan detail transaksi pelaku. Saya sudah minta berkali kali di portal APPK OJK tapi hanya dijawab “sudah diblokir”

  • 11 September 2025 - (07:23 WIB)
    Permalink

    Itu mah kesalahan lho , gw nyatanya make indodax udah lama aman aja karena hp gw ngak buat apa2 selain perbankan dan trading di indodax , orang2 kaya Lo pastinya buat buka yang macem2 akhirnya hp Lo di retas

    • 11 September 2025 - (11:45 WIB)
      Permalink

      Kalo menurut saya sih bang, malingnya punya kunci rumah, punya kunci kamer, punya kunci brangkas kita. Kan ngga mungkin kita menyalahkan Ketua RW.

      Sebelum penarikan, baik itu IDR atau kripto pasti indodax meminta verifikasi ke nomor ponsel (WA) dan email, setidaknya pengamannya itu, walaupun ada opsi tambahan pengaman lain yang bisa dipakai oleh pengguna. Saya pakai dua pengamanan itu ajah cukup kok. Kecuali, ada pihak lain yang bisa mengakses nomor ponsel dan email kita. Atau, logika orang bodohnya, ada orang yang memanfaatkan kita dengan meminta akses terhadap akun, meminta kode verifikasi via ponsel dan email, kemudian kita memberikannya

      • 12 September 2025 - (13:21 WIB)
        Permalink

        semua security yang ada di indodax telah saya terapkan jauh sebelum kejadian ini.
        termasuk 2FA, logika juga, orang bodoh pun tau bahwa auth code diperlukan untuk akses ke akun yang sudah dilengkapi 2FA.

        • 12 September 2025 - (20:06 WIB)
          Permalink

          Peretas itu tidak ujug-ujug mengetahui akun indodax Bpk, sebelumnya pasti ada interaksi terlebih dahulu, mengetahui email akun Bpk, mengetahui nomor hape Bpk, mengetahui kode 2fa Bpk yang dipakai di akun indodax Bpk. Tidak ada secara kebetulan, random, pasti itu ada interaksi sebelumnya dengan Bpk, hanya saja mungkin Bpk tidak menyadarinya. Tidak ada Pak peretas hebat semacam itu yang ujug-ujug tau akun indodax Bpk.

          Logika saya. kalo maling punya kunci rumah kita, punya kunci kamer kita dan punya kunci brangkas kita, lalu rumah kita kebobolan, terus kita akan menyalahkan Ketua RW?

          Yang harus ditanyakan ada sebab musabab kenapa maling punya kunci kita?

          Jika keamanan indodax itu buruk, saya berani taruhan, bukan hanya Pak Felix saja yang akan kebobolan tapi semua akun indodax pasti kebobolan.

          Intinya, jangan karena keteledoran kita sendiri, kemudian kita menyalahkan orang lain.

      • 12 September 2025 - (20:21 WIB)
        Permalink

        Saya sampai hari ini masih percaya dengan indodax. Perangkat yang saya gunakan pun tidak dicampur dengan kegiatan sehari-hari saya.

        Kemanan email saya yang terdaftar di indodax pun dilengkapi verifikasi 2fa dan ponsel, Whatsapp saya pun sama. Akun indodax saya pun begitu juga. Saya mengamankan akun yang saya miliki semaksimal yang platform kasih.

        Saya akui, tidak ada sistem keamanan yang sempurna, tapi setidaknya, kita sendirilah yang harus peduli dengan akun kita, maksimalkan keamanannya, apalagi akun yang terkait dengan keuangan.

        Semua platform exchange tidak ada yang sempurna keamanannya Pak, tidak ada yang terbaik, terkuat, TIDAK ADA. Penggunalah yang menentukan bagaimana keamanan akun itu diperlakukan.

  • 11 September 2025 - (23:28 WIB)
    Permalink

    “pembobolan” akun itu lebih banyak disebabkan kurangnya kepedulian pengguna atas akun yang dimilikinya. Semua platform itu mirip untuk soal keamanannya. Pengguna bisa kustomasi jenis keamanan apa yang diinginkan, biasanya standarnya, verifikasi ponsel dan email, minimal itu. Semua peretasan itu tidak datang ujug-ujug, pasti ada interaksi dengan korbannya. Itu pakemnya.
    Jika keamanan platform buruk, pastinya tidak hitungan jari yang jadi korban, akan ada banyak yang menjadi korban, karena rumahnya yang kebobolan. Namun, jika pengguna tertentu, itu lebih diakibatkan karena kelalaian pengguna itu sendiri.
    Jika logikanya seperti itu, kita juga bisa menyalahkan penyedia platform email atau operator seluler yang kita gunakan. Jangan sampai karena kelalaian kita sendiri kemudian kita mencari kambing hitam atas permasalahan yang terjadi.
    Kenapa masih pakai indodax? Jika yang baru terjun di dunia kripto mungkin akan bilang seperti itu, dan bisa menjawab dengan banyaknya platform exchange yang baru muncul. Namun, jika pertanyaannya diajukan pada tahun 2010/2011, jawabannya ya bitcoin.co.id atau sekarang menjadi indodax. Saya pribadi masih menggunakan indodax karena faktor familiar dan kedekatan sejarah.

    • 12 September 2025 - (13:33 WIB)
      Permalink

      saya juga telah menjadi member Indodax kalau tidak salah sejak 2019, termasuk baru juga mungkin.
      Silahkan browsing2 perihal keamanan indodax yang ternyata cukup banyak terjadi kehilangan dana dll.

      Agar diketahui juga, ketika saya melaporkan hal ini, CS bukan nya langsung melakukan pemblokiran tetapi malah disuruh isi form dengan data-data.

      Logika orang bodoh nya ada maling didepan mata, sebagai penjaga portal malah disuruh membuat laporan dulu.

  • 13 September 2025 - (04:06 WIB)
    Permalink

    Dalam sejarah dunia handphone, tidak ada seorang hacker ( yg khusus menghack hp ) yg bisa langsung membobol/meretas handphone orang lain tanpa ada campur tangan dari pihak pemilik handphone itu sendiri.
    Contoh ke 1: si hacker mengirimkan foto, file, link secara acak lewat wa, pesan dan si pemilik handphone tidak sadar menekan pesan tersebut, dengan terbukanya pesan tersebut pihak hacker secara langsung bisa membuka gerbang isi semua handphone tersebut, kenapa bisa membukanya, karena pesan yg di kirimkan itu sudah di sisipkan sebuah virus yg bisa mengakses perangkat tersebut.
    Contoh ke 2: pihak pemilik handphone sedang melakukan browsing dan tanpa sengaja menekan link iklan phising ( abal abal ) dan teryata iklan tersebut terdapat virus nya juga.
    Contoh ke 3: menggunakan VPN
    Contoh ke 4: handphone pernah di pinjam teman.
    Contoh ke 5: nomor handphone tersebut sudah mati dan sudah di miliki oleh pihak hacker tersebut dengan begitu dia bisa melakukan resset pasword, karena dy sudah memiliki no handphone pemilik ( kejadian ini pernah saya alami, tetapi saya justru sebagai pemilik ke dua nomer tersebut, teryta nomor tersebut terhubung dengan aplikasi online shop dan memiliki saldo 27jt )
    Jadi pada intinya seorang hacker tidak akan pernah mampu secara tiba² langsung masuk ke dalam perangkat kita, tanpa ada kunci yg terbuka atau celah nya. Kecuali yg sperti saya sebutkan di atas.

    • 13 September 2025 - (20:22 WIB)
      Permalink

      Betul banget, intinya sih, jangan karena keteldoran kita sendiri kemudian menyalahkan pihak lain. Akui saja dulu kesalahannya, lalu cobalah berkomunikasi secara baik-baik dengan pihak terkait untuk mencari solusi tanpa menyalahkan pihak lain. Si bapak sepertinya GAGAL PAHAM tentang konsep keamanan sistem. Apalagi mengambil kesimpulan jika platform tersebut buruk. Saya baik-baik saja pak menjadi member indodax sejak tahun 2011 sampai sekarang tahun 2025.

  • 19 September 2025 - (18:26 WIB)
    Permalink

    Maaf pa Moch,

    saya bukan tipe orang yang tidak mau akui kesalahan.
    Dan bukan tipe yang mau mengambil suatu keuntungan yang bukan hak nya.

    Tetapi saya cukup mengerti bahwa tidak ada suatu perusahaan yang akan mengakui adanya celah pada system mereka.

    dan selalu akan ada celah untuk menyalahkan sisi konsumen.

    Misal data2 yang disajikan pun apakah user mengetahui bahwa data tsb tidak dimanipulasi terlebih dahulu oleh pemilik system?

    Sebagai contoh meminta suatu data yang sebetulnya mereka bisa lihat, contoh :

    1. meminta mutasi transaksi
    2. meminta log, dsb

    Yang menurut saya permintaan ini hanya untuk memastikan bahwa data yang tampil di user adalah data yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa.

    Dan ternyata cukup banyak orang lain yang alami hal serupa dengan case sama seperti yang saya alami dan tentu nya mereka pengguna indodax.

    Disini saya hanya menghimbau saja agar lebih hati-hati dalam pemilihan platform, karena yang dirugikan ya user sendiri.

    • 21 September 2025 - (12:09 WIB)
      Permalink

      Indodax kok nggak konfirmasi……apa mereka nggak tau atau pura pura nggak tau….gimana nich…..

  • 27 September 2025 - (15:56 WIB)
    Permalink

    Saya juga pengguna Indodax dari tahun 2021 atau 2022 dan saat ini baru diretas. padahal pengamanan sudah berlapis dan tidak ada notice permintaan ke email hape atau authetificator. Saat ini sedang proses buka banned susah sekali berkali2 menghubungi CS, live chatt dan telp belum berhasil buka banned dan belum tahu status saldo saya.

  • 18 November 2025 - (17:36 WIB)
    Permalink

    saya mengalami kejadian yang sama persis dengan pak felix yang di retas bukan divice nya tp akun nya.. jd tampa verivikasi notifikasi tiba2 semua aset raib kecuali aset yang di staking masih aman.. total kerugian saya 206jt di retas pada 30 mei 2025, komunikasi dengan pihak indodak hingga meleleh pun dan final nya ya sama persis… BERDASARKAN PENYIDIKAN TEAM IT INTERNAL INDODAX.. tapa pihax external didalam nya dan menyatakan uang saya bertrabnsaksi secara nolmal.. hadeh… saya member dari tahun 2015 sudah 10 tahun di indodax
    gak nyangka aset ludes begitu saja
    trus kita harus bagaimana ini.

  • 5 Juni 2026 - (16:00 WIB)
    Permalink

    company akan berdalih dengan beribu cara dan alasan.
    Dan pasti akan ada celah untuk mengembalikan bahwa semua karena kesalahan user.

    Karena jika mereka sampai terbukti ada celah di system pasti akan hancur reputasi nya, kec terjadi secara massal yang tidak mungkin mereka berdalih seperti yg terjadi sebelum nya.

 Apa Komentar Anda?

Ada 40 komentar sampai saat ini..

Akun Diretas, Indodax Tidak Bertanggung Jawab

oleh Felix Budihardja dibaca dalam: 1 menit
40