Pelayanan AirAsia Ngurah Rai Seperti Amatiran, “Bad Attitude” untuk Layanan Publik

Kronologi penerbangan saya dari Denpasar ke Jakarta pada 25 September 2025, menggunakan maskapai AirAsia. Ketika saya melakukan check in sekitar pukul 19:40 di counter 18 AirAsia untuk penerbangan QZ 819 yang dijadwalkan berangkat pukul 21:20, ditangani oleh seorang staff bernama Ri*** C******.

Saya dengan sopan bertanya kepada staf tersebut apakah mungkin untuk diatur agar saya dan istri bisa duduk bersebelahan. Namun, staf itu hanya diam. Lalu saya bertanya lagi untuk kedua kalinya, tapi staf tersebut tetap terdiam sambil menatap monitor.

Ketika saya memanggilnya untuk ketiga kalinya, barulah staf itu menjawab dengan nada datar dan tanpa senyum, bahwa tidak mungkin untuk mengatur tempat duduk bersebelahan dengan istri saya, karena harus membayar saat membeli tiket, dan tidak bisa di counter. Dia kemudian mencetak boarding pass dengan cepat, seolah ingin saya segera pergi. Padahal, jika bisa membayar, saya ingin melakukannya di counter. Namun, saya tidak diberikan kesempatan untuk bertanya lebih lanjut apakah itu mungkin atau tidak.

Saya merasa heran, entah sudah berapa kali saya terbang dengan Air Asia selama belasan tahun, baru kali ini saya menemui staf layanan yang bersikap ketus dan tanpa senyum, bahkan terkesan acuh tak acuh terhadap orang yang telah membayar untuk jasa penerbangannya.

Saya percaya AirAsia perlu mendisiplinkan staf yang tidak sopan seperti ini, karena satu tindakan buruk dapat merusak reputasi perusahaan. Tanpa memberikan solusi, boarding pass saya dicetak terpisah dari istri saya dengan sengaja. Ketika saya cek di aplikasi Asia Move, saya menemukan bahwa penerbangan saya (QZ 819) telah dijadwalkan ulang karena kekurangan penumpang.

Hellooow mas Ri*** … Apa masalah yang sedang kamu hadapi sehingga wajahmu terlihat begitu membenci saya sebagai penumpang? Apakah karena saya berbeda ras denganmu? Sikap diam yang disengaja tanpa memberikan solusi apapun dan langsung mencetak boarding pass saya terkesan seperti mengusir saya sebagai pelanggan.
Air Asia benar-benar tidak beruntung memiliki staf seperti dia.

Mulia
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

7 komentar untuk “Pelayanan AirAsia Ngurah Rai Seperti Amatiran, “Bad Attitude” untuk Layanan Publik

  • 29 September 2025 - (15:42 WIB)
    Permalink

    Namanya Rizky Cahyana, mank kurang ajar itu orang. Bener2 bad attitude tu manusia. Staff bagian counter Air Asia bandara Ngurah Rai Bali

    1
    1
    • 29 September 2025 - (15:44 WIB)
      Permalink

      Kalau bisa tolong dibuka CCTVnya pada tanggal 25 September bagaimana cara ini orang melayani consumen. Amat sangat kurang ajar dari tatapan dan cara melayani konsumen. Tolong Air Asia selektif dalam memilih staff. Staff seperti itu tidak pantas untuk bekerja di public service.

      3
      1
  • 30 September 2025 - (09:58 WIB)
    Permalink

    Setau saya bandara di Indonesia rata2 menggunakan jasa outsourcing untuk melayani bagasi, check in dsb.
    Jadi mereka bukan benar2 bekerja di maskapai tersebut.
    Kalau di bandara Juanda setau saya menggunakan jasa PT JAS.

 Apa Komentar Anda?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Pelayanan AirAsia Ngurah Rai Seperti Amatiran, “Bad AttitudeR…

oleh Moel dibaca dalam: 1 menit
7