Ilustrasi via Gemini AI Keluhan Surat Pembaca Sudah Setahun Debit Air Kecil, tapi Tagihan PAM Jaya Melonjak Hingga Rp1 Juta Lebih 8 Desember 20258 Desember 2025 Andi 3 Komentar Air Bersih, Air Bersih Berlangganan, Customer complaint handling, Customer Service, kenaikan tagihan, Kunjungan teknisi, Meteran Air, PAM Jaya, PDAM, Pembayaran tagihan, Pemutusan Layanan, Rincian pemakaian, Sistem Penyediaan Air Minum, Tagihan Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kami adalah pengguna PAM Jaya dengan nomor pelanggan terlampir. Selama setahun terakhir, aliran air sangat kecil. Namun kami terkejut saat ingin membayar tagihan bulan September yang mencapai lebih dari Rp1 juta, yang tidak sesuai dengan aliran air yang minim. Saya telah mengajukan komplain berkali-kali melalui email dan call center PAM Jaya (Case ID: 3477097191), dan pihak PAM Jaya mengirimkan orang untuk memeriksa meteran. Hasilnya, ternyata meteran terendam air, dan mereka berencana untuk mengganti serta meninggikan meteran tersebut. Namun, hingga saat ini, tidak ada lagi petugas PAM Jawa yang datang. Jawaban yang saya terima melalui email dari PAM Jaya adalah sebagai berikutL Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi atau menyebabkan kubikasi tinggi, antara lain: Peningkatan pemakaian air pada periode tertentu. Kondisi kran air yang terus terbuka di luar kontrol pelanggan. Kemungkinan kebocoran pada instalasi dalam. Pelanggan dapat memeriksa kebocoran dengan menutup semua kran air dan memastikan bahwa meteran tidak berputar. Jika meteran masih berputar, berarti ada kebocoran di instalasi dalam rumah, dan ini menjadi tanggung jawab pelanggan. Penjelasan ini tidak dapat diterima akal, karena jika alasan yang diberikan oleh pihak PAM Jaya benar, seharusnya tagihan saya selalu di atas Rp1 juta. Ketika saya menghubungi kembali lapor PAM Jaya mengenai tagihan yang membengkak dan aliran air yang kecil, customer service menjelaskan bahwa tagihan tersebut merupakan rata-rata dari 3 bulan terakhir. Namun, rata-rata pemakaian air kami tidak pernah lebih dari Rp50 ribu. Bagaimana mungkin rata-rata pemakaian tiba-tiba melonjak hingga 120%? Akhirnya, saya pergi ke PAM Jaya cabang Tanjung Priok untuk membayar tagihan kami yang normal dulu. Saya bertemu dengan Ibu Sa***, dan kami berdebat panjang mengenai tagihan yang tidak normal. Akhirnya, beliau menyarankan untuk menahan pembayaran tagihan. Sekarang sudah 2 hari air kami tidak mengalir, dan setelah menghubungi lapor PAM Jaya dan berbicara dengan Ibu Na***, ternyata sudah terbit surat pemutusan sementara. Saya berharap pihak PAM dapat memperhatikan keluhan saya melalui Media Konsumen ini. Terima kasih. Andi Ahmad Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bob8 Desember 2025 - (19:26 WIB)Permalink Udah banyak yang kena. Memang perusahaan gila. Banyak daerah di Jakarta airnya bermasalah sekarang, konon karena penggalian di mana2. Dan juga banyak yang kena tagihan gede ngak tau angka dari mana datangnya. Terus mereka ngotot semua ngak boleh pake air tanah biar tanah Jakarta ngak makin turun. Perilaku kaya *****. Login untuk Membalas
madman9 Desember 2025 - (07:44 WIB)Permalink Mungkin mirip modus di pemakaian listrik pascabayar, petugas pencatat meteran kebetulan merangkap dukun yang mengklaim bisa melihat dari jarak jauh. Login untuk Membalas
Bob9 Desember 2025 - (07:50 WIB)Permalink Saya juga kena mirip kaya penulis. Air ngak keluar, dan tagihan suka2 mereka. Mereka biasanya berkelak bilang soalnya waktu itu petugas ngak dikasih masuk buat cek meteran. Dan ini berdasarkan rata2. Dan kalau kegedean, jadi kredit buat bayar bulan2 depannya. Ngeles terus. Udah banyak banget yang kena, itu akun2 sosial media PAM Jaya Jakarta banyak bener komplainnya. Konon sih ada hubungannya ama penggalian yang sekarang di mana2, yang ngak dikerjain dan ngak kunjung rampung karena ngak ada duit atau alasan lainnya. Makanya mereka bilang mau 2030 ngak boleh pake air tanah lagi itu ngak realistis. Yang sekarang udah ada sambungan air PAM aja banyak yang bermasalah. Login untuk Membalas