Keluhan Surat Pembaca BRI Menahan Saldo Rp150 Juta Saya Sejak Oktober 2025, Tapi Tidak Bisa Menjelaskan Transaksi Mana yang Dipermasalahkan 12 Maret 202617 Maret 2026 Agus 21 Komentar Alasan pemblokiran, Bank BRI, Customer Care, Customer complaint handling, Customer Service, Data nasabah, Estimasi waktu, Klarifikasi rekening bank, OJK, pembekuan saldo, Pemblokiran dana, Pemblokiran rekening, Pembukaan blokir, Rekening bank, Rekening Tabungan, Saldo Tertahan, SLA, SOP, Standard Operating Procedures Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya nasabah BRI, Agus Joinardi dengan nomor rekening 2210-****-****-565, kota Pekanbaru. Saya mempertanyakan profesionalitas penanganan BRI terhadap rekening saya yang saldonya sebesar Rp150 juta tidak bisa saya gunakan sejak Oktober 2025 sampai sekarang Maret 2026. Saya sudah berkali-kali datang ke cabang BRI untuk meminta penjelasan dan penyelesaian. Namun jawaban yang saya terima selalu menggantung: katanya ada laporan IASC, tetapi tidak pernah dijelaskan transaksi mana yang menjadi masalah. Yang lebih aneh lagi, pihak customer service di cabang pembantu menyampaikan bahwa data dari customer service pusat BRI tidak lengkap, sehingga mereka sendiri tidak bisa memberikan penjelasan detail kepada saya. Lalu bagaimana nasabah bisa membela diri, mengklarifikasi, atau menunjukkan bukti jika pokok masalahnya saja tidak dibuka? Saya tegaskan bahwa seluruh dana yang masuk ke rekening saya punya dasar transaksi dan bukti yang lengkap. Saya siap menunjukkan semuanya. Namun sampai hari ini saya tidak diberi kesempatan klarifikasi yang layak, karena transaksi yang dituduhkan bermasalah pun tidak pernah diinformasikan: nominal, tanggal transaksi, dan nama pengirim. Ini bukan lagi sekadar soal kehati-hatian bank. Ini sudah menjadi bentuk pelayanan yang merugikan nasabah, karena dana saya tertahan berbulan-bulan tanpa kepastian, tanpa transparansi, dan tanpa mekanisme penyelesaian yang jelas. Saya meminta BRI untuk berhenti memberikan jawaban normatif dan segera: menjelaskan secara tertulis dasar penahanan saldo saya; menyebutkan transaksi yang dipermasalahkan; memberi ruang klarifikasi dengan bukti; dan menyelesaikan akses terhadap dana saya sebesar Rp150 juta. Jika bank terus menahan saldo nasabah tanpa membuka pokok persoalan yang bisa diklarifikasi, maka ini adalah praktik yang sangat merugikan dan mencederai kepercayaan nasabah. Agus Joinardi Pekanbaru, Riau Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
ayu12 Maret 2026 - (09:56 WIB)Permalink Ijin nimbrung om, kalo ada laporan dari IASC berarti itu dari OJK dong pasti ada yg melapor Ngga mungkin diblokir tanpa sebab sih om,, ya semoga aja ada jalan keluarnya 🙏 Login untuk Membalas
Siregar13 Maret 2026 - (09:32 WIB)Permalink Dia scammer berarti wkwkwk, tersangka ngaku korban. Ga mungkin BANK asal main blokir rekening kalau g ada laporan dari korban wkwkwk, dikira bank ga bisa lacak apa itu uang dari mana aja Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (17:20 WIB)Permalink Saya udah jelaskan setiap transaksi ada bukti jual belinya. Sekarang gk dijelaskan transaksi mana yg mana bermasalah dan saya siap kasi bukti transaksi dan klarifikasi. Dan untuk tuduhan scammer nya itu terlalu prematur jg. Kecuali saya tidak ada menyebutkan siap membuktikan transaksi, baru cocok disebut penipu. Kemudian saya udah bolak balik bank berkali2 juga, muka saya ada di cctv. Saya uda ajak pihak bank ke polsek bahkan polda juga untuk membuktikan transaksi saya. Namun tidak ada respon dan tindak lanjut dari pihak bank. Kalo memang saya penipu, boro2 mau ngajak ke polsek atau polda untuk klarifikasi Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (18:14 WIB)Permalink Jika lae siregar adalah org pekanbaru yok kita bisa janjian ketemu di BRI zainal abidin hari senin untuk membuktikan tuduhan lae itu benar atau tidak, saya siap lanjut sampai kepolisian. Apabila tidak terbukti, apakah lae akan meminta maaf secara terbuka kepada saya karena telah menuduh saya menipu tanpa dasar yg jelas? Yok, kita sama sama² org sumatra. Brani bicara berani bertanggung jawab Login untuk Membalas
Piter Wongso13 Maret 2026 - (19:41 WIB)Permalink Ga juga penipu, gw juga pernah kasus begini gw pedagang toko bangunan nerima transfer dari orang yg katanya menipu, rekening sy malah di blokir.. bank itu kamu pikir nerima laporan mereka checking dulu? Mereka langsung blokir, dan BRI ini kurang ajar sudah kita klarif masih di lama2in kerja nya.. kemaren sy di media konsumen juga koq baru di kerjain sama BRI, ga sy pakai lagi ini BRI.. ampun hati2 aja buat yg lain, klarif BRI itu luarbiasa lama Login untuk Membalas
Renyta15 Maret 2026 - (18:45 WIB)Permalink Sering kan uang hasil penipuan ataupun salah transfer masuk ke rekening lain , banknya justru tidak melakukan apa2? Malah menolak menginfokan pemilik rekening? Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (17:28 WIB)Permalink Nah makanya saya bersedia ke bank, mengajak pihak bank untuk membuktikan bahwa transaksi saya jual beli. Saya siap diajak ke polsek polres atau polda untuk mengklarifikasi dan membuktikan transaksi. Masalahnya pihak bank gk ada kasi respon sampai saat ini. Dan untuk org² yg langsung nuduh penipu, saya kira gk fair jg menuduh tanpa membuktikan. Kecuali saya menghindari ajakan bank untuk klarifikasi dan pemeriksaan. Baru cocok disebut penipu. Ini malah sebaliknya saya ke bank berkali kali, wajah saya jelas di cctv bank. saya juga yg ajak pihak bank ke kantor polisi namun tidak pernah ada respon dan hanya di tahan2 tanpa kepastian. Login untuk Membalas
Andi12 Maret 2026 - (16:57 WIB)Permalink Ya elu berarti penipu dan pembobol rekening orang dan cepet-cepet ditransfer ke BRI. Orang ******* kayak lu itu mati atau ditahan seumir hidup Login untuk Membalas
Siregar13 Maret 2026 - (09:28 WIB)Permalink Bener om, kalau orang ga salah mah pikiran pertama lapor polisi. Tapi ini kan TS yg salah kayanya. Dikira lapor media konsumen semua orang bener wkwkwk Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (18:08 WIB)Permalink Dan kalo lae siregar adalah karyawan bank BRI. Mari jadwalkan pertemuan untuk membuktikan di polsek, polres atau polda RIAU. Saya siap kapanpun. Namun jika bukan, kurangi menuduh berdasarkan asumsi. Di bank, data diri saya, alamat saya semua lengkap. Saya juga minta surat laporan polisi apa bila saya dilaporkan dan saya siap datang untuk klarifikasi dan membuktikan transaksi. Kejadian dari bulan 10, hingga bulan 3 ini saya tidak ada pindah alamat. Malah saya yg datang ke bank terus untuk meminta kejelasan. Smoga paham ya Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (17:23 WIB)Permalink Saya udah bolak balik 4-5 ke bank dan ajak klarifikasi ke polsek atau polda bebas ditentukan pihak bank. Saya ada bukti transaksi atas setiap rupiah yg masuk ke rekening. Jadi untuk tuduhan penipu, saya siap buktikan apabila pihak bank meminta. Tanpa klarifikasi saya kira gk fair untuk langsung nuduh penipu. Kecuali saya tidak bersedia datang ke bank, polsek atau polda untuk klarifikasi Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (18:18 WIB)Permalink Nama saya jelas tertera di media ini. Termasuk data saya lengkap di bank. Alamat juga lengkap di bank. Tidak ada perubahan. Saya jg udah ngajak pihak bank untuk ke kantor polisi untuk klarifikasi dan membuktikan. Saya kira gk fair kalo tuduhan tanpa bukti kyk gini dibiasakan. KECUALI APABILA saya mangkir dari ajakan bank, saya tidak bersedia membuktikan transaksi, saya menolak pemeriksaan oleh polisi. Baru saya kira cocok disebut penipu. Login untuk Membalas
Siregar13 Maret 2026 - (09:26 WIB)Permalink Mana berani lapor polisi wkwkwk, jelas jelas uang hasil penipuan kali itu. Ditampung di rekening itu Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (17:33 WIB)Permalink Saya udah bolak balik 4-5 ke bank dan ajak klarifikasi ke polsek atau polda bebas ditentukan pihak bank. Saya ada bukti transaksi atas setiap rupiah yg masuk ke rekening. Jadi untuk tuduhan penipu, saya siap buktikan apabila pihak bank meminta, di hadapan polisi. Tanpa klarifikasi saya kira gk fair untuk langsung nuduh penipu. Kecuali saya tidak bersedia datang ke bank, polsek atau polda untuk klarifikasi. Wajah saya jelas juga terekan cctv cabang BRI, Alamat saya juga jelas. Jika benar saya melakukan penipuan, saya kira saya udah dijemput ke rumah oleh pihak kepolisian. Login untuk Membalas
regent ignatius salim13 Maret 2026 - (19:52 WIB)Permalink Logikanya kalo TS penipu ngapain mau klarifikasi dan sibuk ke bank ngurusin ? Jangan asal tuduh, sebelum ngetik otaknya di sambungin dulu bro. Malu2in aja di media besar spt ini masih aja comment nya selevel IQ gorilla Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (20:54 WIB)Permalink Iya saya berkali² ke bank berusaha untuk mengklarifikasi transaksi. Juga sudah mengajak pihak bank untuk ke polsek atau polda untuk memeriksa transaksi saya valid atau tidak. Namun tidak ada keterangan apapun dari bank, tidak disebutkan nominal yang bermasalah, tanggalnya berapa. Apabila pihak bank ada telfon dan mengajak saya ke kantor polisi dengan senang hati saya akan memenuhi ajakan klarifikasi tersebut untuk membuktikan dan menyelesaikan masalah ini Login untuk Membalas
Plunderer13 Maret 2026 - (21:16 WIB)Permalink Bang, klo ada yg mau ajak ketemuan jangan mau, karena bahaya bagi diri anda sendiri, Banyak case oknum ngajak ketemu korban, dan ngaku pihak Bank… Saran saya lapor ke 2 lembaga, Pertama lapor ke Lembaga Penjamin Simpanan, ke dua Laporkan ke OJK, Barang bukti asli yg sifat nya bisa jadi pembelaan Abang, Abang simpan dan print, alias cetak mutasi rekening di kantor cabang BRI, dan itu hak nasabah. Klo dia bilang sudah digital dll, minta cetak mutasi secara di print dan di dapatkan stempel cap asli cabang, sebagai penguat Abang… Dan sisa nya Abang laporkan ke media luar negeri, jika punya koneksi, karena Bank BRI itu mahal di nama (Brand) pasti gampang di sorot pihak luar klo penanganan nasabah sendiri di pertelekan.. Karena sisa nya Abang pantau di email dari team fraud pihak bank yg bersangkutan… Maaf pake email samaran, Hanya kasih saran bagi nasabah yg bingung alur nya… 🙏 Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel13 Maret 2026 - (22:37 WIB)Permalink Baik bang. Paham. Makasih sarannya. Niat kita jg baik mau klarifikasi dan siap ke kantor polisi supaya clear dan ada kejelasan yang fair. Tidak hanya berdasar asumsi. Terima kasih Login untuk Membalas
Setiawan13 Maret 2026 - (20:09 WIB)Permalink Banyak oknum bri yang disuruh membuli hati2 di sini jangan mudah terpancing. Itu yang buli pura2 bodoh tidak baca keluhan di mediakonsumen dengan teliti jadi asal komen. Lapor polisi juga akan menghabiskan banyak uang malah rugi, karena laporan tanpa uang tidak mungkin di proses, lagian musuhnya perusahaan milik negara modal tanpa batas pasti di menangin. Jika benar bank bri tidak memberikan alasan yang jelas dan transparant tentang alasan penahanan dana ini sudah praktik merugikan. Login untuk Membalas
AgusPenulis artikel16 Maret 2026 - (13:25 WIB)Permalink gpp bang. hari ini tanggal 16 maret sudah di telfon oleh pihak BRI pusat dan masalah sudah diselesaikan dengan baik. saya juga udah sampaikan bahwa saya tetap kooperatif jika ada perlu untuk mengklarifikasi setiap transaksi saya. jadi, per hari ini tanggal 16 maret 2026, masalah ini sudah clear, selesai dengan baik. terimakasih atas perhatian dan waktu yg sudah di berikan. Login untuk Membalas