Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca Kartu Kredit BRI Tokopedia Saya Ditagih Bunga Rp435 Ribu Padahal Selalu Bayar Tepat Waktu 21 Oktober 2026 William Lim Beri komentar Bank BRI, Billing Statement, Billing System, BRI Tokopedia Card, Bunga kartu kredit, Call Center, Complaint handling, Customer Service, Data nasabah, Denda keterlambatan pembayaran, e-billing, Fraud, Kartu Kredit BRI, Keterlambatan pembayaran, Kondisi layanan tidak sesuai informasi, Layanan Pelanggan, Mediasi Konsumen, Penagihan, Rincian Tagihan, Sistem bermasalah, Sistem penagihan bermasalah, SOP, Standard Operating Procedures, Tagihan kartu kredit, Total Interest & Service Charge, Transaksi kartu kredit, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya pemegang kartu kredit BRI Tokopedia Card dengan akhiran 1406. Saya menemukan dugaan fraud yang terjadi di sistem penagihan atau e-billing otomatis kartu kredit BRI, serta pelayanan internal tim BRI yang sangat buruk. Saya menulis artikel ini untuk menjadi atensi masyarakat luas terkait pelayanan buruk tim BRI serta dugaan fraud yang saya alami. Saya adalah tipe pengguna kartu kredit yang jarang memeriksa rincian tagihan. Meskipun begitu, saya selalu membayar tagihan tepat waktu untuk menghindari sanksi dan menjaga tingkat KOL saya. Namun, pada tagihan yang tercetak pada November 2025, saya tidak sengaja menemukan tagihan sebesar Rp435.793 dengan keterangan TOTAL INTEREST & SERVICE CHARGE. Setelah saya cari tahu, tagihan tersebut infonya dikenakan atas keterlambatan pembayaran, padahal saya selalu membayar tepat waktu, bahkan dengan nominal yang lebih besar dari tagihan yang tercetak pada bulan sebelumnya, yaitu Oktober 2025. Meskipun sudah menghubungi call center dan meminta tim internal BRI agar kejadian tersebut tidak terulang, kejadian itu kembali terulang pada bulan-bulan selanjutnya dengan nominal yang berbeda-beda. Bahkan, pada tagihan yang tercetak pada Januari 2026, terulang tagihan dengan keterangan yang sama, yaitu TOTAL INTEREST & SERVICE CHARGE, padahal saya tidak memiliki tagihan sepeser pun pada bulan sebelumnya, yaitu Desember 2025, karena saya sudah melakukan pembayaran bahkan sebelum tagihan tercetak. Atas kejadian tersebut, sebenarnya saya sudah beriktikad baik jauh-jauh hari sebelum membuat berita ini, dengan cara membuat laporan kepada pihak BRI sejak Desember 2025 dengan nomor laporan TTB000092103349. Namun, laporan tersebut tidak diindahkan dan tidak digubris sama sekali karena buktinya pada Januari 2026 masih terulang kembali. Hingga puncaknya pada Agustus 2026, saya melayangkan hard complaint dengan nomor laporan TTB000097113261 atas kejadian yang masih terulang-ulang tersebut. Namun, sampai hari ini, Oktober 2026, ketika saya mengecek lembar tagihan, tidak ada reversal apa pun. Akhirnya, saya follow up ke call center BRI. Ternyata, saya diinformasikan bahwa complaint saya tersebut DITOLAK tiga hari setelah complaint dibuat dan saya tetap diminta untuk MEMBAYAR seluruh bunga tagihan yang tidak jelas tersebut, padahal tidak ada update atau feedback sama sekali kepada saya sebelum saya sendiri yang melakukan follow up. Atas penolakan tersebut, hari ini dibuatkan laporan lagi untuk banding dengan nomor laporan TTB000101339588. Saya ragu akan ada penyelesaian yang konkret, mengingat dugaan fraud ini sudah berlarut-larut terjadi sejak setahun lalu dan tidak ada penyelesaian sama sekali. Di sini saya bukan hanya mempermasalahkan nominalnya, tetapi juga: Dugaan fraud yang terjadi di sistem e-billing kartu kredit BRI, yang tidak akuntabel dan berpotensi merugikan pelanggan jika tidak rajin melakukan pengecekan tagihan. Ditambah penanganan dari pihak BRI yang sangat buruk karena kejadian dugaan fraud ini bisa terjadi berulang-ulang kali tanpa ada perbaikan. Tidak ada update atau feedback kepada pelanggan terkait hasil penyelesaian laporannya. Bahkan, penilaian analyst-nya yang menolak complaint saya tanpa analisis dan pertanggungjawaban yang masuk akal. Saya merekomendasikan kepada seluruh nasabah BRI, terutama pelanggan kartu kreditnya, agar dapat lebih berhati-hati dan memeriksa secara berkala tagihan yang diterima. Untuk pencegahan, silakan catat sendiri pengeluaran-pengeluaran kartu kreditnya dan cocokkan kembali hasil catatan mandirinya dengan tagihan dari BRI karena jika ada selisih, ada potensi dugaan fraud ini terjadi kepada kalian. Untuk pihak BRI, saya harap dapat memperbaiki tata kelolanya dengan baik, segera menyelesaikan dugaan fraud ini agar tidak terulang kembali, baik kepada saya maupun nasabah lain, serta mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas terhadap analyst yang mengeluarkan keputusan tidak masuk akal atas nomor laporan TTB000097113261. Ini adalah laporan pertama yang saya buat. Ke depannya, akan saya publikasikan melalui kanal media sosial lainnya, seperti Instagram, Threads, dan X. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. William Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.