Ilustrasi Keluhan Surat Pembaca CS Shopee Seperti “Menyandera” Penjual: Dipaksa Kirim ke Pembeli COD Fiktif atau Kena Double Penalty 31 Oktober 202631 Oktober 2026 Bryan Beri komentar COD, Customer complaint handling, Customer Service, Double Penalty, e-Commerce, Golto Accessories, Jualan Online, Layanan Pelanggan, Pembatalan pesanan, Pembeli Fiktif, Penalti toko, Penjual online, Retur barang, Shopee, Sistem bermasalah, Transaksi gagal Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Redaksi Media Konsumen, Melalui surat ini, saya ingin mengekspresikan kekecewaan mendalam dan protes keras terhadap platform e-commerce Shopee Indonesia. Sebagai penjual, saya merasa sistem dan layanan konsumen (Customer Service) Shopee sama sekali tidak berpihak pada keamanan transaksi penjual, melainkan justru “menyandera” kami dalam lingkaran kerugian finansial dan reputasi toko. Profil toko saya adalah sebagai berikut: Nama toko: Golto Accessories ID toko: LanLingGong Kronologi ketidakadilan sistemik yang saya alami adalah sebagai berikut: Pada tanggal 26 Oktober 2026 pukul 09.53 WIB, masuk pesanan dengan sistem COD (nomor pesanan: 261026KUHA9AN3, nomor resi: SPXID06592068803A) oleh akun bernama 5b2wwnye_6. Pembeli tersebut sempat mengajukan pembatalan dengan alasan “ingin mengganti alamat”, tetapi kemudian menarik kembali pengajuan tersebut. Saat saya mencoba mengonfirmasi melalui chat untuk memastikan kejelasan alamat, pembeli sama sekali tidak merespons (indikasi kuat akun fiktif/tidak bertanggung jawab). Menyadari risiko tinggi retur COD yang merugikan ongkos kirim dan waktu, saya langsung menghubungi pihak Shopee. Saya dilayani oleh CS atas nama Sartika. Bukannya memberikan solusi konkret untuk membatalkan pesanan berisiko ini, CS Sartika justru memberikan jawaban normatif bahwa pesanan baru akan diurus “paling lambat besok”. Sikap menunda-nunda dari CS Sartika ini sangat fatal. Jika saya menunggu hingga besok, toko saya secara otomatis akan terkena double penalty dari sistem Shopee karena dianggap terlambat mengirimkan pesanan. Di sinilah letak kebobrokan sistem Shopee. Di satu sisi, sistem mereka membiarkan pembeli COD fiktif bertindak semena-mena. Di sisi lain, CS mereka (Sartika) lepas tangan dan lambat merespons, sementara sistem penalti otomatis mereka siap menghukum penjual yang mencoba melindungi tokonya dari transaksi bermasalah. Shopee seolah menutup mata bahwa penundaan respons oleh CS mereka adalah jebakan Batman yang memaksa penjual menerima kerugian. Melalui surat ini, saya menuntut pertanggungjawaban pihak Shopee untuk segera: Membatalkan pesanan bermasalah tersebut tanpa membebankan penalti atau poin pelanggaran apa pun kepada toko saya. Mengevaluasi kinerja CS Sartika yang lambat dan tidak solutif dalam menangani kasus darurat penjual. Jangan hanya menuntut profesionalisme dari penjual, sementara sistem perlindungan dan layanan konsumen Shopee sendiri sangat amat amatir dan merugikan! Hormat saya, Bryan Jakarta Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.